
Ceyelyna menatap langit penuh bintang dari jendela kediamannya
"Hah hampir sebulan lebih aku disini, gimana ya kabar mama sama papa,bibi" ceyelyna memikirkan keluarganya, walau mereka tidak pernah peduli dengan nya yang pasti ceyelyna tetap menyayangi mereka
Toktoktok
"Putri Lieu ini hamba Kasim pangeran Qiang"
Ceyelyna beranjak dari jendela ia membuka pintu
"Ada apa"
"Putri pangeran Qiang mabuk"
"Lalu" ceyelyna menaikan alisnya sebelah, sedangkan sang Kasim mencoba menetral kan diri ah aura gadis didepannya ini sangat kuat
"Ia tak ingin kembali menuju kediamannya kecuali diantar oleh putri"
"Hah baiklah antarkan aku kesana"
Ceyelyna menatap sang kakak yang terduduk ditanah sambil menyebut nama dirinya, ceyelyna menghampiri pangeran Qiang
"Lieu"
"Lieu" pangeran Qiang terus bergumam, sedangkan ceyelyna hanya menatap malas, ia mulai memapah pangeran Qiang menuju kediamannya dan Kasim pangeran Qiang dibelakangnya
Sampailah ceyelyna dikediaman pangeran Qiang
Ia membuka pintu dan membaringkan sang kakak
"Lieu aku yakin kau bukan adikku" ceyelyna terkejut
"Mana mungkin adikku yang payah itu jadi kuat, sungguh aneh" ceyelyna mengepalkan tangannya, ia baru tahu selama ini pangeran Qiang hanya berpura pura
"Aku yakin, kau bukan adikku yang bodoh itu mungkin ia sudah mati hahaha" wajah ceyelyna merah padam ia ingin sekali menonjok wajah laki laki ini
Bugh
Ceyelyna benar benar menonjok wajah pangeran Qiang, seketika wajah pangeran Qiang membiru, ceyelyna segera pergi
"Urus dia" ceyelyna berkata kepada sang kasim, ia segera pergi meninggalkan kediaman pangeran Qiang, dan kembali menuju kediaman miliknya
~~~~~~~~~kediaman putri Lieu~~~~~~~
Ceyelyna mengambil pedang miliknya beberapa pakaian, ramuan yang ia racik sendiri dan taklupa sekantong keping emas ia butuhkan saat ini
"Sungguh hal yang tidak terduga dan mengelukan"
"Aku kasian dengan dirimu Lieu tidak ada yang menginginkan mu" ceyelyna mengambil salah satu ramuan dan meminumnya
Bruk
Ceyelyna pingsan
Namun ia bangun lagi, tapi kali ini bukan ceyelyna yang menempati tubuhnya
"Tidurlah ceye biar gua gantiin tubuh ini" Lisa menempati tubuh ceyelyna ia mengambil barang yang sudah ceyelyna rapihkan tadi
"Cih anak ini kalo ada masalah malah minum yang kek begitu" Lisa mengerutu kesal ia tahu bahwa ceyelyna meminum ramuan yang membuatnya mabuk
Lisa melompat keluar jendela
"Hah ini kediamannya sepi amat prajurit masa cuman dua" Lisa terkikik geli ia bersyukur bahwa kediaman milik putri Lieu sangat sepi, sehingga memudahkan ia untuk kabur
Lisa mulai memanjat tembok kediaman milik putri Lieu
"Aduh ini penglihatan gua udah burem ah gara gara si ceyelyna"
Dan
Bruk
Lisa berhasil ia berjalan santai tak lupa wajah nya ia tutupi oleh cadar
Lisa menatap kembali istana kekaisaran
"Selamat tinggal penderitaan, An maafkan aku dan ceyelyna" Lisa menatap sendu lalu ia berjalan pergi
Lisa berjalan dengan sempoyongan suara serangga menemani kesendiriannya
"Hah gua harus kemana" Lisa bingung ia harus pergi kemana
Krak
Suara berasal dari semak semak
Krak
"Woy keluar Lo" Lisa sudah mulai lemas, pandangannya memburam
Dan
Bruk
Lisa terjatuh ia pingsan begitu saja
Dari kegelapan seorang laki laki berjalan menghampiri tubuh gadis yang tergeletak ditanah
"Aih kau calon istri nakal sekali" laki laki itu mengendong gadis itu dan membawa nya pergi
Ceyelyna membuka mata
Ergh
"Dimana aku" ceyelyna menatap sekeliling, kamar dengan warna hitam dan merah, ah ia ingat terakhir ia meminum ramuan dan tidak tahu ah apa mungkin Lisa yang melakukannya
Kriet
"Nona anda sudah sadar" ceyelyna menatap wanita didepannya
"Dimana aku"
"Nona berada di kekaisaran li jung"
"Hah" ceyelyna teringat rumor ah mungkin buku yang ia baca dimana kaisar Li Jung memilki wajah buruk rupa dan juga sadis, tanpa sadar ceyelyna bergidik ngeri
"Ya nona mari saya bantu anda bersiap, sebentar lagi akan memulai sarapan pagi" pelayan itu berkata dengan ramah, ceyelyna menatap pelayan itu ah tampak seperti An
"Seketika aku merindukan An" ceyelyna termenung
"Nona mari saya bantu" pelayan itu menuntun ceyelyna menuju pemandian
"Nona wewangian apa yang nona pilih"
"Lavender saja"
"Ah baik nona" pelayan itu mengangguk ia mulai menuangkan wewangian kedalam bak
"Mari saya bantu nona"
"Tidak perlu aku bisa sendiri"
"Tapi nona"
"Aku saja"
"Baik nona"
Ceyelyna mulai berendam ia memejamkan mata nya, bayangan tentang pangeran Qiang tergirang girang dipikirannya
"Cih selama ini ia hanya berpura pura"
"Lihat saja nanti"
~~~~~~~~~~~lain tempat~~~~~~~~~~~~~
Brak
"Ceye bangun hari mulai siang"
"Ceye kau dimana" An mencari ceyelyna
An mencari kesetiap sudut istana, namun ia tidak menemukannya
"Apa ceye kabur" An panik ia segera berlari menuju kediaman milik pangeran Qiang
An menghampiri salah seorang prajurit milik pangeran Qiang
"Apa ada pangeran Qiang"
"Ada"
"Beritahu aku An pelayan pribadi putri Lieu ingin bicara"
"Baiklah" prajurit itu memasuki kediaman pangeran Qiang
Taklama
"Ada apa" pangeran Qiang keluar dari kediaman milik nya
"Ah salam pangeran mahkota Qiang"
"Ada apa"
"Pangeran putputri-"
"Cepat"
"Putri Lieu menghilang"
"Apa katamu, bagaimana bisa kau..." Pangeran Qiang menatap murka An ia memberi isyarat kepada prajurit nya untuk menyeret An
"Maafkan saya pangeran saya tidak tahu, pagi pagi putri sudah tidak ada"
"Cepat bawa dia pergi"
"Ampun pangeran hiks"
"Maafkan saya"
Permaisuri ming datang
"Salam permaisuri" pangeran Qiang menatap permaisuri ming dengan datar permaisuri ming mengganguk ia menatap An yang sudah kacau
"Ada apa ini" permaisuri menatap pangeran Qiang bingung
"Putri Lieu hilang" seketika permaisuri mengubah raut wajahnya menjadi panik
"Bagaimana bisa, ah cepat kerahkan semua prajurit untuk mencari putri Lieu aku khawatir dengan nya aku takut ia" aku berharap ia mati saja
Permaisuri ming tidak melanjutkan kata kata nya
"Aku akan mencari nya bersama prajurit lainnya"
"Ah baiklah, jangan lupa kau memberi tahu kaisar"
"Ya permaisuri" Qiang menatap datar permaisuri ming ia segera melesat pergi
Pangeran Qiang pergi
Permaisuri ming menatap An
"Prajurit lepaskan dia, dia akan jadi pelayan dikediaman ku"
"Tapi permaisuri"
"Lepaskan saja"
"Baik permaisuri" prajurit itu melepaskan An, An menatap permaisuri
"Kau pelayan putri lemah itu, haha sekarang kau jadi milikku, hei kau harus balas Budi mengerti" permaisuri ming menarik rambut An, An menahan Isak tangis nya
"Yya permaisuri" An berharap ceyelyna bisa menolongnya sungguh ia takut sekali
"Bagus" permaisuri ming melepaskan tarikannya ia segera berlalu pergi
~~~~~~~~~~~Lain tempat~~~~~~~~~~~~
Ceyelyna menatap malas laki laki didepannya ini ah dia laki laki bertopeng tempo hari itu sungguh menyebalkan
"Apa hah mengapa kau terus menatapku"
"Karna kau cantik"
"Ya aku memang cantik kenapa hah kau tidak suka"
"Tidak aku suka"
Blus
Pipi ceyelyna memerah
"Ada apa dengan pipi mu apa kau sakit"
"Tidak"
"Lalu pipi kau memerah"
Wush
Seketika laki laki itu berada disamping ceyelyna
"Apa bagaimana bisa"
Laki laki itu mengusap pipi ceyelyna
"Hei kau lepaskan" ceyelyna sedikit menjauh, namun laki laki itu menahan tubuh ceyelyna
"Pipi mu semakin memerah aku suka" laki laki tersebut berbisik ditelinga ceyelyna, sehingga memberikan sensasi geli pada telinga nya
"Kau... Cepat pergi jika tidak aku akan memukulmu"
"Istriku galak sekali"
"Hei aku bukan istrimu, dengar ya aku tidak mengenalmu dan kita belum menikah"
"Baiklah hari ini kita akan menikah"
"Kau"
Pletak
Ceyelyna menjitak lelaki disampingnya, para pelayan yang melihat itu terdiam kaku mereka tahu pasti tuan mereka akan marah
Laki laki itu terdiam
"Kau sungguh mengemaskan" laki laki mengusap kepala ceyelyna dan seketika ia menghilang, para pelayan yang melihat itu mengangga mereka terkejut tuan mereka tidak marah
"Akhirnya tuh cowok gak jelas banget" ceyelyna mengerutu sendiri membuat beberapa pelayan terkekeh geli.
~~~~~~~~~~~~~~lain tempat~~~~~~~~~~
"Kau tahu kemana dia pergi"
"Saya melihat diri nya memanjat tembok pada malam hari, dan ia berjalan ah sepertinya ia mabuk taklama ia terjatuh, sayaingin menolongnya tetapi ada bayangan hitam melesat dengan cepat, saya tidak bisa mengejar nya pangeran" laki laki yang dipanggil pangeran itu mengepalkan tangan kesal, siapa yang berani menculik adiknya, ah ia belum mengetahui dengan jelas apa itu adiknya atau bukan
"Baiklah kau boleh pergi"
"Jika ia menghilang aku tidak perlu lagi melihatnya, tapi aku sangat penasaran apa ia adikku atau bukan"