
rencana kita berhasil"
"Hah iya seperti nya begitu"
"Aku tahu kau menyukai lelaki itu" pipi gadis itu seketika bersemu
"Apa maksudmu"
"Hah sudahlah"
Kini ceyelyna sedang berada di ruang angkasa miliknya tak lupa dengan pedang ajaib miliknya, ceyelyna tidak benar benar menghilang ia sudah merencanakan ini sebelumnya
Flashback on
"Hei apa kau tahu yang mulia membawa gadis itu hanya itu melepaskan kutukannya ia tidak benar benar menyukai gadis itu, ia hanya menyukai putri pertama kaisarsan terkuat ketiga" para dayang itu sedang bergosip, sedangkan ceyelyna tak sengaja mendengar pembicaraan tersebut hati nya sedikit sakit mendengar hal tersebut ia pun memikirkan sebuah rencana
Ceyelyna berlari kearah taman kekaisaran, yang kebetulan sedang sepi
"Hei pedang keluarlah bantu aku" tak lama munculah pedang milik ceyelyna
"Ada apa"
"Bantu aku untuk nanti" ceyelyna mulai menceritakan rencana nya, pedangnya hanya menyimak saja ia cukup puas dengan rencana ceyelyna
"Bagaimana"
"Aku hanya mengikuti rencanamu"
"Baiklah"
Flashback off
"Jadi apa rencana selanjutnya"
"Yang aku pikirkan selama beberapa bulan ini aku disini aku ingin melatih element petirku, sesekali aku ingin melihat selir Ming" ceyelyna tertawa senang ia, mikirkan rencana yang sangat menyenangkan bagi nya
"Cepat cari dia apapun yang terjadi kalian harus menemukan dia"
"Baik yang mulia" laki laki itu memijit pelipisnya, ia tidak tahu harus mencari kemana, tapi ia yakin gadis itu tidak menghilang karna ia tahu tugas gadis itu belum usai
"Yang mulia putriĀ Lian memasuki ruangan" dari pintu nampak seorang gadis yang berjalan dengan anggun namun nampak dari wajahnya bahwa ia gadis yang angkuh
"Ah kekasihku kau sudah sembuh" gadis itu berseru genit ia sedikit berlari untuk menghampiri laki laki yang berada di singgasana
"Ada apa kau kemari"
"Kau tidak ingat syarat itu, jika kau sudah tampan kau bisa menikahi ku" wanita ia berkata dengan genit
"Aku tidak ingat"
"Apa maksudmu"
"Aku ingin membatalkannya kau pergilah"
"Tidak" gadis itu tersenyum miring
"Aku tidak ingin diganggu sekarang kau pergi" laki laki itu berkata dengan dingin, sehingga membuat suasana mencekam
"Ba-baiklah" gadis itu akhirnya segera pergi meninggalkan lelaki tersebut
Setelah mendengar perkataan mu aku sadar bahwa jika seseorang mencintai Takan pernah memandang fisik, kau kemana aku merindukanmu
~~~~~~~~~~~lain tempat~~~~~~~~~~~~~
"I-ibu apa kita akan terus terkurung dalam penjara ini"
"Sepertinya begitu lelaki itu tidak akan melepaskan kita kecuali putrinya kembali dan kita akan meminta keadilan putrinya itu"
"Tapi Bu sepertinya ia tidak akan kembali, ah KITA AKAN MEMBUSUK DIPENJARA IBU" kiew berteriak frustasi ia menyesal telah berbuat jahat kepada saudari tirinya, ini semua ulah ibu nya yang selalu menghasutnya
"DIAM KAU"
Plak
selir Ming menampar sang anak
"ma-maafkan ibu"
"KAU IBU YANG JAHAT" kiew berseru dengan keras ia mundur dan memilih menangis dipojokkan
"Hei kalian diamlah" salah satu prajurit menghentikan aksi mereka, sehingga mereka berdua terdiam merenungkan kesalahan masing masing
Dua bulan pun berlalu namun masih belum ada tanda tanda ceyelyna akan kembali, sedangkan Jung sang kaisar
"Kau sudah menemukannya"
"ti-tidak yang mulia"
"Kau.."
Crash
Darah tersebar dimana mana
Seketika laki laki tersebut tewas ditempat
"Pelayan bersihkan ini semua"
"ba-baik yang mulia"
"Aku harus pergi menenangkan diri" laki laki itu segera berteleport
~~~~~~~~~~~~~~~~lain tempat~~~~~~~~
"Hoho dua bulan berlalu hah aku harus kembali"
"Kau akan kembali"
"Tentu saja aku akan kembali sekarang kan aku sudah kuat hoho"
"Kau ini, hah baiklah hati hati"
"Ya terimakasih kau telah membantuku"
"Kau akan kemana"
"Hentahlah mungkin aku akan kembali kekaisaran Wei aku ingin melihat lihat"
"Ah begitu jika terjadi apa apa kau bisa panggil aku" pedang milik ceyelyna berkata
"Tentu baiklah sampai jumpa" ceyelyna memfokuskan pikirannya seketika ia telah berada ditaman kekaisaran Li ceyelyna mulai menggunakan jubah yang ia dapatkan diruang angkasa miliknya
Ia segera melompat
Bruk
Ceyelyna berhasil
"Hah latihan selama dua bulan membuat diriku semakin hebat haha" ceyelyna terkekeh senang
Ceyelyna berjalan dengan santai menuju ibukota ah dia ingin membeli kuda dan beberapa kudapan untuk perjalanannya nanti
Ceyelyna berjalan sangat riang ah ia begitu merindukan dunia luar
"Permisi nek aku ingin membeli beberapa kue ini"
"Ah baik nak"
"Berapa nek"
"Sisa nya untuk nenek saja"
"Terimakasih nak"
"Sama sama nek" ceyelyna tersenyum dibalik jubah nya, ia melanjutkan perjalanan
Ceyelyna melewati beberapa gang ah ia berniat mencari orang yang menjual kuda
"Hei nona serahkan uangmu" ceyelyna hanya terdiam, didepannya kini berdiri 3 orang bandit yang memiliki badan yang kekar
"Jika tidak"
"Kau akan bermain bersama kami" salah satu bandit tersebut menyeringai
"Coba saja"
"Baiklah jika kau memaksa" sang bandit mulai berjalan mendekati ceyelyna
Dan
Wush
Angin melesat dengan cepat sehingga melukai pipi salah satu bandit tersebut
"Kau memiliki element rupa nya" laki laki itu mengeluarkan element api miliknya
"Aih kau membuang buang waktuku aku malas bermain main" ceyelyna mulai mengerakkan lengannya dan
Jedar
Petir menyambar ketiga bandit tersebut, ceyelyna menatap para bandit yang tergeletak ditanah
"Hah padahal aku hanya menggunakan sedikit element ku mereka langsung pingsan hahaha"
Sedangkan Jung yang tegah menyamar menjadi rakyat biasa
Ia berjalan dengan santai, namun pikirannya tertuju kepada gadis yang kini masih menghilang
Jedar
Jung yang mendengar suara petir ia segera berteleport mencari asal suara tersebut
"Hah padahal aku hanya menggunakan sedikit element ku mereka langsung pingsan hahaha"
Deg
Jung mengenali suara itu, itu adalah suara gadis yang ia cari selama ini
Jung berjalan dengan tergesa gesa
Dan
Grep
Jung memeluk gadis tersebut
Ceyelyna terkejut siapa yang sedang memeluknya
Bugh
Bugh
"Lepaskan aku bodoh kau mesum" ceyelyna memukul kepala laki laki yang sedang memeluknya
"Aduh!" Laki laki itu seketika melepaskan pelukannya
"Hai istriku" laki laki itu berkata dengan santai, sedangkan ceyelyna ia terkejut, ceyelyna segera lari ia melompat dari atap rumah ke atap yang lainnya
"Kau takkan pernah bisa lari dariku" laki laki itu berteleport
Hush
Hush
Hush
Ceyelyna kelelahan ia mengatur napasnya
"Aih mana malah kehutan segala" ceyelyna terduduk ia bersandar disalah satu pohon
"Kenapa coba harus ketemu Ama ntuh orang mana bilang 'hai istriku' nyenyenye istri matamu"
"Kau memang akan menjadi istriku nanti" ceyelyna menatap laki laki didepannya ah ia sangat tampan
"Aih aku bukan istri mu pergilah jangan ganggu aku, aku ingin hidup bebas lagi pula apa mau mu syaratnya sudah terpenuhi apa lagi hah" ceyelyna berkata dengan kesal ia lelah sekali
"Aku ingin engkau menjadi istriku"
"Berjalan bersamamu dalam terik dan hujan~
Berlarian kesana kemari dan tertawa, hih" ceyelyna mencibir
"Mengapa kau bernyanyi"
"Hentahlah"
"Sudahlah ayok ikut aku"
"Tidak akan"
"Aku serius"
"Tidak aku ingin kembali menuju kekaisaran Wei, aku ingin tahu kabar ayahku"
"Baiklah, tapi nanti aku akan menjemput sekalian melamarmu" laki laki itu memajukan kepala nya, sedangkan ceyelyna pipi nya sudah seperti kepiting rebus
"ta-tapi..
Cup
Jung mengecup kening ceyelyna
Cup
Cup
Jung mengecup kedua mata ceyelyna
Cup
Jung mengecup bibir ceyelyna
"Aku minta maaf atas apa yang telah aku lakukan, aku mencintaimu" Jung memeluk ceyelyna mereka berdua berteleport menuju kekaisaran Wei