Ceyelyna Transmigrator

Ceyelyna Transmigrator
Part 7



Fajar menyingsing dari ufuk timur, cuaca cerah hari ini


Suara riuh terdengar dari luar, membuat sang gadis yang masih menutup matanya terbangun


"Woy  berisik banget sih" Ceyelyna menutup telinganya dengan bantal


Brak


Ceyelyna terlonjak kaget ia menatap An yang berkacak pinggang di depannya


"CEYE bangunlah"


"Apaan kau ini tidak mengetuk pintu huh menyebalkan"


"Ah maafkan aku ceye" An mengaruk kepalanya yang tidak gatal, Ceyelyna mengangkat sebelah alisnya ia menatap An dengan tatapan bertanya


" Ceye kau tau hari ini adalah hari kelahiran pangeran mahkota yang ke 20 putri"


"Lalu apa hubungannya denganku"


"Aih kau ini ceye di hari ini juga pangeran mahkota akan memilih calon istrinya dan juga akan banyak pangeran serta putri putri yang hadir" An menceritakan dengan antusias ia tidak sabar melihat wajah wajah pangeran yang tampan dari berbagai kerajaan


"Oh" ceyelyna kembali berbaring dikasurnya, namun An menarik kakinya


"Ayolah kau harus bersiap kau tidak ingin melihat calon kakak ipar mu" Ceyelyna mendengar hal itu ia segera berlari menuju pemandian ia tidak ingin kakaknya memilih yang salah


"AN CEPAT SIAPKAN HANFUKU" Ceyelyna berteriak dari dalam pemandian ia tidak berendam karna ia harus cepat dan ia sangat penasaran sekali bagaimana nanti di acara tersebut


Ceyelyna kini menatap cermin di depannya ia menggunakan hanfu berwarna hitam dengan pink baby dan ukiran bunga teratai berwarna putih dan rambut yang diikat separuh


"Riasan wajahku tipis saja"


"Baik ceye"


"Sudah, ceye kau sangat cantik sekali"


"Aku memang cantik kau saja yang baru menyadari nya"


"Aih kau ini, sudahlah kita terlambat ayo"


"Ya ya"


Ceyelyna dan An berjalan menuju aula kekaisaran sepanjang jalan banyak para dayang dan prajurit yang berhenti sebentar hanya untuk melihat putri Lieu yang tampilannya berbeda dari biasanya


Sampailah Ceyelyna di aula kekaisaran


"PUTRI LIEU MEMASUKI AULA" suara sang Kasim membuat seluruh orang yang berada di aula kekaisaran melirik ke arah di mana putri Lieu masuk


Cantik


Semua orang terpengah dengan penampilan putri Lieu sederhana tetapi elegan


Sedangkan permaisuri Ming ia mengepalkan tangan kesal


Putri Lieu berjalan ke samping kakaknya yang sudah duduk di kursi pangeran mahkota miliknya, ia mengabaikan kaisar dan permaisuri, sang kaisar menatap sendu putrinya yang bahkan tidak meliriknya sama sekali


"Baiklah untuk seluruh tamu kekaisaran kita akan mulai" sang kaisar berkata dengan tegas aura kepemimpinannya terpancar membuat putri Lieu melirik sekilas


"Gege kau akan memilih calon ya?" Perkataan putri Lieu membuat pangeran mahkota Qiang melirik ke arah sang adik


"Hah begitulah Mei mei"


" Begitu ya"putri Lieu menunduk hentah mengapa ia merasa kasih sayang kakak nya akan terbagi


"Tenang saja aku akan selalu menyayangimu" pangeran Qiang mengusap puncak kepala putri Lieu, putri Lieu hanya diam ia menikmati usapan lembut dari kakak nya itu


"Baiklah sekarang para putri harus menunjukkan bakat kemampuan milik mereka masing masing" sang Kasim berkata dengan lantang


Ceyelyna menatap malas ke depan ia melihat banyak sekali putri putri yang sibuk dengan urusan meraka menarik perhatian kakak nya, ia melirik ke arah lain ia merasa ada yang memperhatikannya tetapi ia tidak menemukan orang tersebut


" Baiklah kita mulai saja" ucap sang kasim


Ceyelyna menatap putri yang di depannya ah sepertinya ia anak seorang menteri karna tadi ceyelyna tidak terlalu mendengar perkenalan wanita itu


Perempuan itu mulai memainkan alat musik hentah apa itu nama nya yang jelas Ceyelyna tidak tahu, tapi sepertinya itu dipetik ah Ceyelyna terlalu pusing memikirkannya


"Terimakasih yang mulia" tepukkan tangan menggema di seluruh aula kekaisaran


"Cih gitu doang rame" Ceyelyna membatin ia masih belum tertarik, ia menatap Gegenya yang sama seperti dirinya yang memasang tatapan malas


"Baiklah selanjutnya adalah nona Liu anak dari jendral Ho" ceyelyna menatap perempuan di depannya ini ia tampak memegang pedang


"Maaf sebelumnya putri Lieu saya ingin menantang anda bermain pedang"


"APA YANG KAU KATAKAN" suara pangeran Qiang menggema ia tahu adiknya tidak bisa bela diri


Ceyelyna menyeringai ia melihat kearah Liu yang memasang wajah datar


"Gege izin kan aku"


"Tapi"


"Tolonglah"


"Baiklah" ceyelyna tersenyum miring ia segera turun dari kursi nya dan mengambil salah satu pedang milik prajurit, pangeran Qiang hanya pasrah ia tidak yakin dengan adiknya, sedangkan permaisuri ming serta anaknya kiew tersenyum senang mereka yakin bahwa putri Lieu akan tamat, dan kaisar ia hanya diam walau sebenarnya ia khawatir


Ceyelyna mengambil ancang kuda kuda Liu pun sama


"Kau siap putri"


"Aku siap"


Kyaa


Liu mulai mengerakkan pedangnya ke arah ceyelyna tetapi Ceyelyna berhasil menghindar


Liu mencoba menyerang ke arah lengan Ceyelyna


String


Suara pedang beradu Ceyelyna menangkis serangan Liu


Permaisuri Ming, kaisar, pangeran Qiang dan  putri nya Kiew terkejut bagaimana putri yang dianggap sampah bisa bertarung seluruh aula pun sama halnya mereka terkejut ah ternyata rumor itu salah batin mereka


Pertarungan semakin sengit belum ada yang kalah putri Lieu tidak terluka sama sekali dan nona Liu pun sama


Bruk


Liu terjatuh dan pedang Ceyelyna telah berada di dekat lehernya terdapat pedang beberapa senti saja pasti pedang tersebut akan menggores leher Liu


Trang


Ceyelyna melempar pedangnya ke segala arah ia mengulurkan tangan ke arah Liu


Liu menatap bingung putri Lieu


"Ayolah aku akan membantu mu yang tadi kita hanya bermain"  Liu terkejut dengan perkataan Ceyelyna ia menerima uluran tangan Ceyelyna dan berdiri


"Terima kasih"


"Tentu saja kita adalah teman" Liu terkejut ia langsung tersenyum manis ke arah ceyelyna, ceyelyna pun membalas nya


Prokprokprok


Seluruh aula bertepuk tangan mereka tidak menyangka bahwa putri yang dirumorkan sampah itu sangat baik dan berbakat


Sedangkan permaisuri ming dan putri nya menatap kesal kearah putri Lieu


Mereka berdua tidak menyangka bahwa putri Lieu bisa menggunakan pedang


Tanpa semua orang sadari ada sepasang mata  dari kegelapan yang menatap kearah putri Lieu


"Kau memang sulit ditebak"