
"Yang mulia sebentar lagi akan terjadi bulan purnama, kita harus segera membawa gadis itu" salah seorang laki laki berbicara dengan seorang pria yang duduk di singgasana
"Tenang saja" pria tersebut menyeringai ia telah memikirkan sebuah rencana
lain tempat
"Tuan kami ingin melapor"
"Ada apa" laki laki itu menatap malas bawahannya
"Tuan, saya merasa jika tuan putri itu bukan tuan putri"
"Maksudmu"
"Apa Tuan tidak ingat bahwa dulu err maaf sebelumnya, tuan putri tidak bisa menggunakan element dan ia bahkan tidak bisa bernyanyi
"Kau benar terus perhatikan dia, jika itu bukan adikku sungguh bagus sekali" laki laki itu tersenyum miring, seketika di pikirannya dipenuhi oleh gadis tersebut
"Baik pangeran"
Di lain tempat
"Hari yang membosankan" Ceyelyna menatap keluar jendela, sedangkan An ia sedang membersihkan kamar Ceyelyna
"Ah An apakah pemilihan putri mahkota masih berlanjut"
"Tidak ceye sepertinya dibatalkan setahu ku, pangeran mahkota Qiang menolak semua gadis, ia mengatakan ingin mencari sendiri"
"APA"
"benar dia..." Ceyelyna bergidik ngeri ia mengusap tekuknya
"Tidak tidak" Ceyelyna menggelengkan kepala itu membuatnya terasa pusing
"Kau kenapa ceye"
"Ah tidak, An aku punya cerita untukmu, kau dengar kan ya”
"Tentu saja ceye”
Ceyelyna mulai menarik napas dan bercerita
Ceyelyna menceritakan kisah cinta Romeo dan Juliet
“begitu lah akhirnya”
"Hiks kisah yang menyedihkan huwa" An menangis ia memeluk ceyelyna, ceyelyna terkejut ia langsung membalas pelukan An
"Hei hei aku hanya cerita"
"Tapi itu sedih sekali"
"Sudahlah lebih baik kau ambilkan aku beberapa cemilan"
"Hiks baik ceye" An berlalu pergi tapi ia masih terisak
"Kau membuatku semakin penasaran mei mei”
"Istriku sangat hebat" laki laki bertopeng, segera melesat dan pergi.
An datang membawa beberapa cemilan, Ceyelyna menyuruh An duduk untuk menikmati cemilan bersama dirinya
“Ceye apa kau tidak berniat mencari pasangan, emm maksudku kekasih” An menatap gadis di depannya dengan penasaran
“entahlah aku belum memikirkannya, lagi pula aku masih kecil”
“Ah kau benar ceye” An mengangguk angguk kan kepalanya
“Lalu mengapa kau bertanya seperti itu”
“Aku hanya penasaran saja”
“Kau ini”
“Maaf maaf hehehe” An menyengir, Ceyelyna menatap An dengan tatapan curiga
“An apa kau menyukai seseorang” mendengar penuturan sahabatnya ini An terkejut, seketika pipinya memerah
“Err-aku- ah, maaf aku lupa menjemur pakaian mu jadi aku permisi dulu, sampai jumpa” An sedikit berlari meninggalkan Ceyelyna yang tertawa terbahak bahak melihat tingkah An
“Sepertinya ia menyukai seseorang” Ceyelyna tersenyum tipis, ia menggeleng gelengkan kepalanya melihat tingkah sahabatnya itu.
Ceyelyna menatap langit penuh bintang dari jendela kediamannya
“Hah hampir sebulan lebih aku disini, gimana ya kabar mama,papa dan,bibi” Ceyelyna memikirkan keluarganya, walau mereka tidak pernah peduli denganny yang pasti Ceyelyna tetap menyayangi mereka.
Toktoktok
“Putri Lieu ini hamba Kasim pangeran Qiang”
CEYELYNA beranjak dari jendela ia membuka pintu, nampaklah seorang lelaki parah baya berdiri di hadapannya
“Salam putri” Ceyelyna mengangguk
“Ada apa”
“Putri pangeran Qiang mabuk”
“Ia tak ingin kembali menuju kediamannya kecuali diantar oleh putri”
“Hah baiklah antarkan aku ke sana”
Ceyelyna menatap sang kakak yang terduduk ditanah sambil menyebut nama dirinya, ceyelyna menghampiri pangeran Qiang
“Lieu”
“Lieu” pangeran Qiang terus bergumam, sedangkan Ceyelyna hanya menatap malas, ia mulai memapah pangeran Qiang menuju kediamannya dan sang Kasim mengikutinya dari belakang
Sampailah Ceyelyna di kediaman pangeran Qiang
Ia membuka pintu dan membaringkan sang kakak
“Lieu aku yakin kau bukan adikku” Ceyelyna terkejut
“Mana mungkin adikku yang payah itu jadi kuat, sungguh aneh” Ceyelyna mengepalkan tangannya, ia baru tahu selama ini pangeran Qiang hanya berpura pura
“Aku yakin, kau bukan adikku yang bodoh itu mungkin ia sudah mati hahaha” wajah Ceyelyna merah padam ia ingin sekali menonjok wajah laki laki di hadapannya ini
dan
Bugh
Ceyelyna benar benar menonjok wajah pangeran Qiang, seketika wajah pangeran Qiang membiru, ceyelyna segera pergi
“Urus dia” Ceyelyna berkata kepada sang kasim, ia segera pergi meninggalkan kediaman pangeran Qiang, dan kembali menuju kediaman miliknya
Ceyelyna mengambil pedang miliknya beberapa pakaian, ramuan yang ia racik sendiri dan tak lupa sekantong keping emas ia butuh kan saat ini
“Sungguh hal yang tidak terduga dan menggelikan”
“Aku kasian dengan dirimu Lieu tidak ada yang menginginkan mu” Ceyelyna mengusap air mata yang mengalir di pipinya, sungguh ia tidak menyangka dengan apa yang ia dengar dari pangeran Qiang, sepertinya ini pengaruh dari tubuh putri Lieu begitu pikirnya
“Oke ceye tarik napas mungkin itu cuman efek dari tubuh ini aja, tapi nyesek juga” Ceyelyna menyentuh dadanya yang terasa sesak. Ceyelyna mengambil gelas yang berada di atas meja dan meminumnya.
Tiba tiba rasa sakit menyerang kepalanya
“astaga kepala ku sungguh sakit sekali”
“aku tidak kuat”
dan
Bruk
Ceyelyna terjatuh dan pingsan
Tak lama Ceyelyna terbangun, seketika ia memasang senyum yang mengerikan
“Tidurlah ceye biar gua gantiin Lo” kali ini Lisa lah yang menempati tubuh putri Liue, Lisa mengambil barang yang sudah Ceyelyna rapihkan tadi
“Mending pergi dari sini, kagak ada yang peduli ini, lagian di luar sana bebas gua bisa nyari cogan cuy ahahaha” Lisa tertawa senang, ia selesai berkemas Lalu melompat keluar melewati jendela
“Hah ini tempat sepi amat prajurit masa cuman dua” Lisa terkikik geli ia bersyukur bahwa kediaman milik putri Lieu sangat sepi, sehingga memudahkan ia untuk kabur
Lisa mulai memanjat tembok kediaman milik putri Lieu
“Aduh ini penglihatan gua burem anjir ini kenapa dah, mana pusing banget” Lisa menggeleng gelengkan kepalanya agar rasa pusingnya menghilang
Dan
Bruk
Ia berhasil turun dengan sempurna
Lisa menatap kembali istana kekaisaran
“Selamat tinggal penderitaan, An maafkan aku dan ceyelyna” Lisa menatap sendu lalu ia berjalan pergi
Lisa berjalan dengan sempoyongan suara serangga menemani kesendiriannya
“Hah gua harus kemana” Lisa bingung ia harus pergi Ke mana terlebih lagi rasa sakit di kepalanya terus menerus menyerang dirinya
Krak
Suara berasal dari semak semak
Krak
“Woy keluar Lo” Lisa sudah mulai lemas, pandangannya memburam ia tidak bisa menahan sakit kepalanya
Dan
Bruk
Lisa terjatuh dan pingsan
Dari kegelapan seorang laki laki berjalan menghampiri tubuh putri Liue yang tergeletak di tanah
“Maafkan aku” laki laki itu mengendong tubuh putri Lieu, ia menatap wajah gadis yang berada di gendongannya, ia mengusap pipi gadis itu
“aku yang menaruh ramuan di minumanmu” ia menyeringai, dan segera menghilang dengan gadis yang ada di gendongannya.