
Pemakaman dimulai, seluruh kekaisaran berkabung, atas kematian para prajurit yang gugur
Kaisar Wei tampak berdiri
"Wahai rakyatku, hari ini kita semua merasakan kesedihan kita semua berkabung atas gugur nya para prajurit yang membela kekaisaran, untuk itu mereka akan dimakamkan sebagai pahlawan" kaisar mengakhiri pidatonya.
Pangeran mahkota Qiang menatap Jung yang sedari tadi duduk di singgasana, Jung masih menggunakan topeng nya
Aku heran bukankah ia memiliki wajah yang buruk rupa, apa selama ini dia menggunakan topeng hanya untuk menutup ketampanannya, ah dia sangat tampan tapi aku lebih tampan
Pangeran Qiang membatin ia mengalihkan padangan, ia menatap ceyelyna yang sedari tadi memasang wajah datar hentah apa yang ada dipikirannya Qiang tidak tahu
Pemakaman selesai
Seluruh rakyat pulang menuju kediaman mereka masing masing.
Semua rakyat kekaisaran berkumpul,mereka semua berkumpul untuk hari persidangan selir Ming dan kiew anaknya
"Selir Ming dan putri kiew akan dijatuhi hukuman penggal, karna telah menyiksa putri pertama dan keluarga nya melakukan pemberontak" sang hakim berkata dengan lantang
Ceyelyna berada ditempat duduknya menatap datar selir Ming serta keluarga nya
"Lepaskan aku, aku ingin membunuh jalang itu!" Selir Ming berteriak seperti orang kesetanan ia menatap ceyelyna dengan penuh dendam, sedangkan ceyelyna hanya memasang wajah berpura pura sedih
"Hiks ibu... Apa salah ku hingga ku sangat membenci diriku" ceyelyna mengusap air mata buaya nya, ah dia pintar sekali berakting, seluruh rakyat yang menyaksikan turut prihatin atas apa yang menimpa ceyelyna
"Kau... Jal-"
"Hentikan cepat laksanakan hukuman nya" Mentri Wei berkata dengan tegas, para algojo pun mengangguk
Sekali tebasan, kepala menggelinding ketanah, pangeran Qiang berdiri
"Inilah akibat jika kalian mengusik kekaisaran" pangeran mahkota Qiang berkata dengan dingin, sedangkan ceyelyna menatap sendu ke jasad selir Ming dan keluarganya
Aku sebenarnya tidak ingin menjadi pendendam namun karna ini tugas ku, aku harus bisa melaksanakan nya maafkan aku
Ceyelyna membatin, penglihatan nya buram dan gelap, Jung yang sedari tadi hanya diam terkejut melihat ceyelyna yang pingsan ditempat duduknya, ia segera mengendong ceyelyna dan membawa nya menuju kediaman milik ceyelyna
Pangeran Qiang dan sang kaisar terkejut melihat Jung yang berlari membawa ceyelyna
Mereka segera menyusul, begitu pun para rakyat yang penasaran, namun prajurit kekaisaran membubarkan aksi mereka
Ceyelyna POV
aku membuka mataku dan yang pertama kulihat adalah
Pemandangan yang indah, aku mencoba menyusuri tempat ini
"Ceyelyna" aku terkejut ada yang memanggilku, aku menengok kebelakang dan nampak Lisa berdiri di hadapanku
"Gue gak tau" Lisa hanya mengedikkan bahu nya kami berdua terdiam, hingga nampak seorang wanita yang memakai hanfu
Apa dia putri Lieu asli
"Ceyelyna, Lisa"
"aapa kau putri Lieu" aku bertanya dengan gugup hentahlah ini begitu aneh
"Ya ini aku" gadis itu tersenyum manis, ya dia sangat cantik
"Kenapa Lo baru nemuin ceyelyna" Lisa bertanya
"Aku hanya malu menemuimu, tapi aku mencoba untuk memberanikan diri, ah aku kesini ingin mengucapkan terimakasih karna kau telah membalaskan dendam ku" gadis itu terkekeh jujur saja sikap nya membuat ku tak suka
"Apa kau bahagia" aku bertanya
"Tentu saja kenapa tidak,mereka mendapatkan karma"
"Dengan balas dendam kau bahagia ah sebenarnya aku tidak tega jika harus menyakiti orang lain, tapi karna ini tugasku itu harus walau berat"
"Yap ini memang tugasmu" tatapan gadis itu menyendu
" Sebelum kematian kuAku memohon kepada dewa agar dikirimkan orang yang mampu membalaskan dendamku, kau tahu sebenarnya aku tidak tega, tapi jika mereka terus dibiarkan mereka akan merajalela" Lisa mengangguk
"Ceye bener sih kata dia, udah jangan dipikirin itu sudah takdir bukan salah kamu kok" aku mengangguk ya ini bukan salah ku bukan
"Baiklah aku harus pergi tugasku sudah selesai aku dapat pergi dengan tenang, sekarang tubuhku menjadi milikmu, bahagia lah ceyelyna" Putri liue tersenyum manis dan ia menghilang
"Sekarang apa"
"Kebetulan kita tukeran dulu gue mau ketemu tuh pacar Lo" Lisa terkekeh sedangkan ceyelyna hanya menatap datar Lisa
"Yaudah, ingat jangan aneh aneh kamu"
"Ciee cemburu"
"Gak ya"
"Cieee"
"Au ah"