
Setelah penampilan putri liue semua orang menikmati hidangan, kecuali putri liue yang memilih pergi menuju taman kediamannya
"Hah sungguh sedih sekali terdampar didunia yang tidak aku ketahui dan tidak ada orang yang mengerti" ceyelyna menyadarkan kepala nya disalah satu tiang gazebo miliknya
"Hei kau tidak ingat kalo ada aku disini dan ada teman mu Lisa" suara pedang milik ceyelyna bergema dipikirannya
"Hah iya aku tahu maafkan aku" ceyelyna memejamkan mata nya
"Salam putri Lieu" ceyelyna terkejut ia mendongak seketika mata nya berhadapan dengan nona Liu
"Ah nona Liu ada apa" ceyelyna menegakkan badannya dan memberi isyarat kepada Liu agar duduk disampingnya, Liu awalnya sedikit ragu namun akhirnya ia duduk disamping putri Lieu
"Kenapa putri tidak ikut perjamuan"
"Aku tidak suka disana memuakkan sekali" Liu bertepuk tangan senang, sedangkan ceyelyna hanya menatap horor kearah Liu
"Kita sama putri dan ah disana memuakkan sekali aku malas dengan para nona bangsawan lainnya"
" Ya begitu aku sama denganmu" Liu tersenyum senang, ia langsung memeluk putri liue
Bruk
"Hei kenapa kau memelukku"
"Huwa tidak aku hanya terharu saja masih ada seorang bangsawan seperti diriku ini yang tidak suka pesta, jamuan, dan lebih suka bermain senjata, ah jujur saja kau sangat hebat putri boleh kita berteman" ceyelyna menatap horor perempuan didepan mata nya ini
"Ini bocah kesambet apaan tadi dewasa banget lah sekarang hadeh.." ceyelyna membatin
"Hah baiklah"
"Yay terimakasih, ah kau pasti heran dengan sikapku, kau menyangka aku dingin dan cuek kan, aku seperti itu karna aku tidak ingin dipandang rendah oleh siapapun aku harus menunjukkan sebagai seorang perempuan aku harus kuat tidak boleh lemah, tapi sebenarnya sikapku hangat dan ceria hehe" Liu tersenyum konyol sedangkan ceyelyna hanya tersenyum canggung ia tidak tahu bagaimana menanggapinya
Karna ketika dulu ia sekolah ia tidak memiliki teman semua orang menjauhi ya namun ceyelyna hanya cuek saja
"Ah baiklah kita berteman tapi jika kau tidak suka denganku kau boleh pergi" ceyelyna berkata dengan acuh tak acuh
"Ah terimakasih" Liu hendak memeluk ceyelyna namun ceyelyna langsung berdiri
"Kau berhentilah memelukku"
"Ah maafkan aku"
"Ya tak apa"
"Ah apa kau bosan bagai-" perkataan Liu terhenti ketika ada pelayan pribadinya menghampirinya, seketika raut wajah Liu berubah menjadi datar
"Nona anda dipanggil oleh jendral" pelayan itu melirik kearah putri Lieu yang sedari tadi dia, ia terkejut
"Salam putri Lieu dan nona Liu" ceyelyna hanya mengangguk saja
Liu pun pergi
"Hah baru dapet temen udah pergi" ceyelyna menyadarkan kepala nya ketiang gazebo ia menutup mata nya sambil menikmati sentuhan angin yang membelai rambutnya
Tanpa ceyelyna sadari sudah ada seseorang yang berdiri didepannya memperhatikan wajah ceyelyna
"Kau sungguh cantik istriku" ceyelyna merasakan ada yang memandangi dirinya ia membuka mata sedikit
"HEI KAU" laki laki itu terkejut namun ia tidak lari ia hanya diam ditempat
"Siapa kau" laki laki itu tidak menjawab ia hanya diam, namun dibalik topengnya ia menyeringai
"Siapa kau"
"..."
Ceyelyna mengerakkan tangan nya tak lama muncul sebuah pedang petir ditangannya
"Jawab"
"Aku adalah suamimu" ceyelyna terkejut ia ingin menyerang namun laki laki itu sudah menghilang hentah kemana
"Lain kali kau tidak boleh kasar dengan suamimu" ceyelyna terkejut laki laki itu ada dibelakangnya, ketika ceyelyna ingin menyerang ia tersandung batu dan terjatuh kepelukkan laki laki itu, pedang element nya pun menghilang
"Istri kau ingin memelukku ya" ceyelyna tersadar ia ingin segera melepas pelukannya namun laki laki itu malah semakin mengeratkan pelukannya
"Hei lepaskan" laki laki itu tidak menjawab
"Hei lepaskan" ceyelyna mencoba meraih kepala laki laki tersebut ah ia merasa pendek ia hanya sedagu laki laki ini
Pletak
Ceyelyna menjitak laki laki tersebut, laki laki tersebut terkejut ia langsung melepaskan pelukan ceyelyna
"Puas kau tidak punya sopan santun hah" laki laki itu tidak menjawab dibalik topengnya ia malah tersenyum geli
"Kau bukannya menjawab, kau ini sungguh menyebalkan aku ingin membunuh mu lalu akan kubuang kau kelaut" ceyelyna berkata dengan judes ia sudah muak dengan laki laki didepannya ini
"Kau tidak boleh seperti itu kepada suami istriku"
"Istri, istri apaan hah khayal mulu anda" ceyelyna sudah muak ia mengambil batu besar
" Pergi Jika tidak batu ini akan mengenai kepalamu" laki laki itu terkekeh geli ia senang sekali melihat calon istrinya marah
"Hah baiklah sampai jumpa istriku" ceyelyna kesal ia melempar batu nya namun laki laki itu langsung menghilang