Ceyelyna Transmigrator

Ceyelyna Transmigrator
Part 6



Ceyelyna berlari kencang ke arah kediamannya, hanfu yang ia kenakan banyak sekali darah yang berasal dari punggungnya, ceyelyna terus berlari ia tak memperdulikan dayang dan prajurit yang ia tabrak, ceyelyna masuk ke kamarnya dan membanting pintu


TOKTOKTOK


"PUTRI" An berteriak di depan pintu ia terus saja mengetuk pintu kamar putri Lieu


"PERGI AKU TAK INGIN DIGANGGU HIKS" An terkejut ia mengerti,An berlalu pergi ia berinisiatif memberi tahu putra mahkota


Sedangkan Ceyelyna dibalik pintu ia masih menangis tak peduli dengan rasa sakit di punggungnya.


Tiba tiba kegelapan menghampiri dirinya


Dan diganti kan oleh Lisa, Lisa adalah kepribadian kedua Ceyelyna ia lebih tua dari Ceyelyna usianya 17 tahun ya Lisa dan ceyelyna beda 2 tahun, walau begitu kepribadian ceyelyna lebih dewasa dan kalem sedangkan Lisa ia bar bar dan suka blak blakkan.


Kini Lisa lah yang mengambil alih


"Tidur yang nyenyak ye biar gue yang ganti in elo kita cari ketenangan" kali ini Lisa lah yang menempati tubuh putri lieu Lisa mulai mengambil beberapa koin emas,pedang milik Ceyelyna serta cadar ia kenakan untuk menutupi wajah cantiknya itu


Lisa mulai mengambil ancang ancang untuk keluar dari jendela ia ingat bahwa putri Lieu ah maksudnya  Ceyelyna telah menemukan pintu rahasia di kediaman miliknya


Bruk


"Cihuy sepi eaaa" Lisa mulai berjalan ke taman kediaman milik putri Lieu dengan santai sesekali ia terkikik ria karna suasana yang menurutnya sangat asri.


Lisa berhasil keluar dari kekaisaran ia mulai berjalan santai dan sampailah ia di ibu kota ia melihat berbagai macam aktivitas yang menggunakan elemen, sepertinya Lisa sedang melihat atraksi sulap begitu pemikirannya, Lisa memutuskan untuk mengunjungi toko kain ia ingin membuat sesuatu nanti


Kling


Suara lonceng berbunyi menandakan ada seorang pembeli yang masuk


"Selamat datang pelanggan ada yang ingin nona beli"


"Berikan aku kain terbaikmu" Lisa mengatakan dengan dingin


"Baik nona"


"Ini nona, semua 3 keping emas" Lisa mengangguk ia mengeluarkan 3 keping emas


"Terima kasih" Lisa segera melesat pergi rencananya ia akan membeli beberapa makanan, Lisa mulai menghampiri beberapa kios makanan yang sekiranya enak menurutnya, setelah selesai ia segera pergi menuju hutan


Sampailah Lisa di hutan ia mulai mencari dahan yang tinggi dan kuat lisa mulai memanjat dan mengikat kain di dahan pohon ah mungkin sekarang Lisa berencana membuat ayunan ia ingin tidur di sana


"Selesai saatnya tidur"


"Ceyelyna gue kasih kejutan buat Lo" Lisa memejamkan mata dan sekarang berganti lah Ceyelyna yang menempati tubuh putri Lieu


"Lisa makasih kamu paham banget" Ceyelyna mulai merebahkan tubuhnya sesekali ia memakan cemilan yang di beli Lisa tadi


Tak jauh dari Ceyelyna seorang pria memandang menerawang ke arah di mana seorang wanita tidur diatas sebuah kain yang digantung diatas dahan pohon entahlah laki laki itu sedikit bingung namun kebingungannya terganti sebuah seringaian hentah apa yang ia rencanakan hanya dirinya yang tahu


Dilain tempat istana kekaisaran tenang kacau bagaimana tidak putri Lieu hilang begitu saja ketika An ingin mengantarkan makanan menuju kediaman putri Lieu mereka semua panik terlebih lagi kaisar ia merasa bersalah sekali dengan putrinya itu


Setelah mendengar perkataan putrinya yang  membuat ia sadar bahwa selama ini ia tidak pernah peduli terhadap putrinya ia selalu menutup mata ketika putrinya dihina dan disiksa.


Sedangkan permaisuri dan putrinya mereka tertawa bahagia dikediaman bulan


"Haha ibu aku harap ia tidak akan kembali"


"Ibu harap begitu ibu sudah mengirim pembunuh bayaran untuk mencari dan membunuhnya" wanita itu tersenyum miring


"Haha ibuku memang hebat”


"Yaya nak mari kita rayakan kemenangan kita" mereka berdua tertawa riang


Kembali lagi ke Ceyelyna


Ceyelyna tertidur nyenyak namun embusan angin menjatuhkan dirinya dari ayunan miliknya


Bruk


“sialan” umpat ceyelyna


"Eh ceye gak boleh mengumpat" Ceyelyna menepuk nepuk kepalanya ia memandang sekeliling ia tahu angin tadi bukan angin biasa


"Siapa pun yang berniat mengangguk keluarlah" Ceyelyna berkata dengan malas ia masih mengantuk tetapi mengapa ada saja yang menganggu dirinya


Splash


Ceyelyna menghindar ketika angin ingin menyerangnya


Keluarlah seorang pemuda yang menggunakan topeng perak yang memiliki ukiran di setiap sisi


"Hei hei aku tidak mengganggu mengapa kau menyerang"


"..."


"Aih kau ini apa kau tidak bisa bicara"


"..."


"ah maaf apa anda bisulan, eh bukan maksud ku bisu"


"..."


"Bodo amat" Ceyelyna berjalan pergi namun belum sempat ia berjalan sebuah panah melesat hampir mengenai wajahnya, Ceyelyna terkejut ia menatap sekeliling ternyata ia sudah terkepung oleh 10 orang yang menggunakan pakaian hitam


"Apaan sih datang datang nyerang nyari masalah mulu kalian pada" tidak ada tanggapan dari mereka yang keluar hanyalah pedang mereka


String


Mereka mengeluarkan pedang dari sarungnya dan mengacungkan ke arah Ceyelyna


"Santai mas bro saya ini cewek mau ribut sama cewek cemen banget" Ceyelyna mengeluarkan pedangnya ia menatap tajam ke setiap pria berbaju hitam


"Serang dia" ucap salah satu dari mereka yang sepertinya ia pemimpinnya ceyelyna membulatkan mata ia masih terkejut namun diam diam ia mulai mengerakkan jarinya dan mengarahkan ke beberapa pria berbaju hitam tersebut


Splash


Seketika mereka tersungkur dan darah keluar dari mulut mereka Ceyelyna menatap sendu jujur ia tidak tega namun apalah daya ia harus melindungi dirinya


Belum sempat Ceyelyna mengeluarkan element petirnya para pembunuh bayaran itu sudah tergeletak di tanah dengan pakaian dan tubuh yang gosong


Ceyelyna menatap sekitar ia melihat pria bertopeng perak itu sedang tertidur diayunkan miliknya


"Hei kau turunlah itu milikku"


"..."


Bruk


Laki laki itu turun seketika telah berada di depan ceyelyna


Glek


Ceyelyna menelan ludah susah payah saat ini jarak mereka cukup dekat Ceyelyna nampak gelisah namun ia mencoba menormalkan ekspresi dibalik cadarnya


Dekat


Semakin mendekat


Pletak


Ceyelyna menjitak kepala pria bertopeng tersebut seketika sang empu menghentikan aksinya


"Hei hei apa yang kau lakukan hah"


Laki laki itu berbisik ditelinga ceyelyna


"Kau mulai berani ya" Ceyelyna bergidik ngeri mendengar perkataan pria bertopeng tersebut ceyelyna mendorong lelaki tersebut dan ia berlari menjauh


"Kau akan jadi milikku" laki laki itu menyeringai dibalik topengnya dan ia menghilang begitu saja.


Sedangkan Ceyelyna ia memutuskan pulang menuju kekaisaran


"Hah ganggu mulu dah" ceyelyna berjalan santai menuju kediamannya ia berpas Pasan dengan adik tirinya


"Hah mengapa kau kembali seharus nya seharus nya" kiew menatap tak percaya kearah putri liue ia terkejut


"APA!" Putri kiew seketika lari terbirit birit


"Ah hantuuuuu" ia berlari dengan kencang tak peduli pada dayang dan prajurit melihatnya dengan tatapan aneh, sedangkan Ceyelyna hanya mengedikkan bahu dan pergi. Ceyelyna berjalan dengan santai ia mengedarkan pandangannya ke sekeliling, ia bingung mengapa istana kekaisaran sangat sepi


Brak


"Kodok terbang"


Ceyelyna terlonjak kaget ia terjatuh dari ranjang miliknya, ia menatap orang yang berdiri di depannya


"Aih An seharusnya kau mengetuk terlebih dahulu" Ceyelyna mengusap bokong yang terasa sakit, ia berdiri dan berkacak pinggang menatap tajam An yang menunduk


"Maaf ceye" An masih menunduk jujur An takut sekali dengan tatapan putri Liue yang di layangkan untuknya


"Yaya ada kau kemari"


"Huwa ceye kau kembali" An memeluk putri Liue dengan erat ia takut sekali kehilangan sahabatnya ini


"Hei lepaskan apa maksudmu"


"A-aku tidak melihat dirimu dikamar kukira kau kukira hiks"


"Hei sudahlah" Ceyelyna melepaskan pelukan mereka dan ia memegang kedua bahu An


"Tapi..."


"Sudahlah kau tak perlu bersedih aku ada disini, tolong siapkan aku makanan aku lapar sekali" An mengangguk ia segera melesat pergi menuju dapur kekaisaran


Permaisuri Ming berjalan melewati kediaman putri Lieu


Brak


Ceyelyna menatap tajam ke arah pintu ia melihat seorang wanita yang membuatnya muak dengan sikap wanita tersebut


"Permaisuri kau tidak punya sopan santun sekali" putri Lieu menaikkan satu alisnya ia menatap permaisuri ming dengan tatapan rendah


"Kau..."


"Apa kau ingin mengadu kepada kaisar! Silahkan saja aku tidak peduli"


Ceyelyna mengedikkan bahu ia melanjutkan kalimatnya


" Kau tukang mengadu cih kau ini lemah hanya bisa mengadu kepada yang berkuasa, cih dasar tidak tahu malu" permaisuri mengepalkan tangannya ia menatap tajam Ceyelyna dan mengerakkan tangan berniat ingin menyerang putri Lieu dengan elemen air miliknya


Splash


Air tersebut kembali lagi


Air tersebut tidak mengenai Ceyelyna tapi mengenai permaisuri Ming serta para dayang miliknya


"Bagaimana bisa apa ada barier" Ceyelyna berkutat dengan pikirannya ia tidak sadar bahwa permaisuri Ming sudah naik pitam


"KAU..." Permaisuri Ming menunjuk putri Lieu


"Apa hah elemen mu tidak nampan hahaha kau basah kuyup bodoh sekali" putri Lieu tertawa terbahak ia sampai terduduk dilantai


"Kita pergi" permaisuri Ming segera pergi dengan tubuh basah kuyup serta wajah yang sudah merah padam


"Kasian ya ahahahaha" ceyelyna terus tertawa bahkan ia sampai menitikkan air mata nya


"Ceye ada apa dan oh dewa kenapa disini basah"


"Hahaha kau tidak melihatnya tadi permaisuri basah kuyup"


"Ah itu ulahmu"


"Ya memang kenapa"


"Tadi aku melihat permaisuri lewat dan ia basah kuyup serta mulut yang tak berhenti mengoceh hahaha"


"Itu sungguh lucu"


"Ya ceye baiklah aku harus bersihkan ini kau makanlah dulu"


"Hei hei tidak kita makan bersama"


"Tapi..."


"Sudahlah mari makan"


Putri Lieu dan An akhirnya mereka makan bersama disertai canda tawa yang dikeluarkan oleh putri Lieu


"Kau banyak berubah putri" An tersenyum memperhatikan putri Lieu yang terus mengoceh sesekali ia memasang wajah konyol.