Ceyelyna Transmigrator

Ceyelyna Transmigrator
part 1



"Bibi mama sama papa kemana"


"Tuan dan nyonya sudah brangkat non tadi pagi"


"Hah selalu seperti itu" gadis itu mengaduk nasi goreng didepannya ia tampak tidak selera, bagaimana tidak setiap hari orang tua mereka selalu seperti itu ceyelyna hanya sekali dua kali melihat kedua orang tua mereka dirumah


" hah Tuhan tolong bawa aku pergi dari sini" ceyelyna berdoa dalam hati nya ia sangat berharap jika ia menghilang nanti ia berharap orang tua nya melirik dirinya


Klak


"Bi ceye udah selesai makannya ceye brangkat ya bi" gadis itu mengambil tas nya dan kunci mobil yang tergeletak dimeja


"Hati hati non"


"Ia bi... Ceye brangkat" gadis berlalu pergi, ia menghampiri mobil miliknya yang berwarna putih, ia menyalakan mesin dan segera melesat membelah kota jakarta


Flashback on


"Kamu itu mikirin karier mulu pikirin juga anak kita"


"Aku juga mas punya usaha, aku gak bisa ninggalin usaha aku cuman buat ngurus ceye"


Flashback off


Ceyelyna termenung ia memikirkan pertengkaran ibu nya, air mata ceyelyna lolos tanpa ia sadari sedari tadi sebuah mobil truk melaju kencang kearahnya


Dan


Bruk


Kepala ceyelyna membentur stir mobil darah bercucuran dari kepala nya, samar samar ia mendengar suara orang ramai ramai namun ceyelyna tak sanggup membuka matanya kembali dan tak lama semuanya gelap


Ceyelyna mengerjapkan matanya, ia melihat sekeliling semua tampak asing bagi nya, ceyelyna masih bingung sekali seingatnya ia tertabrak truk dan sekarang ia sudah sadar dan ia menggunakan hanfu


"Lah lah kok gue pake hanfu, lisa lo tau kita dimana"


"Mana gue tau tapi kalo kata gue kayaknya kita bertransmigrasi deh"


"Yang bener"


"Yap" ceyelyna berbicara dengan kepribadian kedua nya yang bernama


Lisa, lisa 2 tahun lebih tua dari ceyelyna umur lisa adalah 17 tahun


Brak


"Nona anda sudah sadar huwa nubi ini sangat terharu nona" ceyelyna masih diam ia memperhatikan gadis didepannya iniĀ  sepertinya ia pelayan begitulah yang dipikiran ceyelyna


"Jika benar gue bertransmigrasi brarti" ceyelyna turun dari kasurnya dan ia berjingkrak jingkrik senang, hal itu membuat pelayan ceyelyna heran


"Putri apa putri sakit" pelayan itu memegang tangan ceyelyna, ceyelyna merasakan pusing dan seketika ia pingsan


"Putriiiii" pelayan pribadi ceyelyna segera melesat pergi memberitahukan tabib serta keluarga kekaisaran


Kini ceyelyna telah sadar, ia tadi pingsan karna setiap ingatan tubuh yang ia tempati terus menerus menerima memori ingatan yang membuat ceyelyna pusing


"Putri liue anda sudah sadar syukurlah" ceyelyna mengedarkan pandangan ia melihat kaisar dan permaisuri lebih tepatnya selir yang diangkat menjadi permaisuri mengantikan ibu nya yang telah lama wafat


"Cih nasib kamu ama aku sama liue wei" ceyelyna mengingat bahwa liue dulu sering ditindas dan dihina karna ia jelek dan tidak memiliki bakat, ceyelyna mengingat bagaimana putri liue bisa pingsan karna ia berniat bunuh diri


"Cih liue kamu gampang nyerah tenang aja gue bakal balas perbuatan orang yang udah nyakittin kamy terumata si kaisar sableng ama selir dan anaknya yang alay itu hihi" ceyelyna menatap tajam semua orang yang ada dikediamannya itu, ia memperhatikan satu persatu keluarga kekaisarannya itu, ia melirik kearah pangeran mahkota lebih tepatnya kakaknya, ceyelyna ingat bahwa kakak nya ini sangat sayang kepada dirinya terlihat bahwa pangeran mahkota menatapnya dengan khawatir


"Mei mei kau membuat khawatir kakakmu ini"


"Ah aku baik baik saja kak" pangeran mahkota tersenyum manis, ia bersyukur adiknya baik baik saja ia sebenarnya tahu apa yang menimpa adiknya namun ia tidak bisa menghadapi selir ular itu, namun jika langsung membunuh mungkin ia bisa, namun ia tidak selemah itu menyerang wanita, ia yakin pasti kejahatan selir ular itu akan terbongkar


"Ah putri kau sudah sadar bagaimana keadaanmu" ceyelyna hampir mau muntah mendengar nada yang so lembut itu


"Kau pasti mendengar percakapan aku dengan kakak ku kan, apa kau tuli tidak mendengar perkataan aku dan kakakku, ah baiklah aku akan mengulanginnya" perkataan ceyelyna membuat kaisar, permaisuri kakak dan adik tirinya itu terkejut mereka tidak menyangka liue yang biasanya menunduk dan tidak brani berbicara berkata sekasar itu


"AKU BAIK BAIK SAJA PERMAISURI" ceyelyna berteriak dengan kencang


"Lancang sekali kau putri, kau brani berteriak didepan permaisuri" suara adik tirinya kiew berteriak tidak kalah kencang dari ceyelyna


"Apa peduli ku aku hanya memberitahu saja keadaanku ya karna mungkin permaisuri tuli mungkin aku harus berteriak" perkataan ceyelyna yang santai membuat permaisuri geram ia mulai mengeluarkan air mata buayanya


"Hiks hiks yang mulia hamba meminta keadilanmu putri liue telah menghinaku" kaisar yang sedari tadi diam akhirnya membuka suara sebenar nya ia terkejut bagaimana putri nya bisa seperti itu


"Putri lieu kau dihukum dikediamanmu selama 7 hari" kaisar berkata dengan tegas dan penuh wibawa


"Oh ya sudah aku tidak peduli silahkan kalian pergi menganggu saja"


"Kau.."


"Sudahlah putriku kiew kita pergi sepertinya putri perlu istirahat" permaisuri berkata dengan lembut itu membuat ceyelyna muak sekali


"APA YANG KALIAN TUNGGU CEPAT KELUAR!" ceyelyna menunjuk pintu keluar, perkataan ceyelyna membuat mereka terkejut sekaligus takut, mereka segera keluar meninggalkan kediaman putri liue


Huf


" An apakah ada cermin" pelayan ceyelyna mengangguk hentah mengapa ia sangat takut dengan nona nya ini, tak ada lagi tatapan takut dan sedih sekarang yang ada hanya tatapan tajam dan aura yang dingin


"Ada putri" ceyelyna mengambil cermin yang diberikan An, ceyelyna menatap wajah nya yang sangat kusam


"Aku butuh skincare, tapi mana ada skincare disini auto buat sendiri ini tuh" ceyelyna menghela napas ia mungkin nanti akan mencari lidah buaya


"Ah AN berapa umurku, aku lupa"


"Menjawab putri umur putri 15 tahun" ceyelyna mengangguk mengiayakan, umur putri liue sama dengan umurnya yaitu 15 tahun


"Baiklah putri kita akan membalasnya"


"Ah baiklah tolong bawakan aku makanan aku sangat lapar"


"Baiklah putri nubi ini akan mengambilkannya" An menunduk hormat dan segera melesat pergi


"Hah apa rencana gue selanjutnya gue belum tau tentang dunia ini"


"Huh ada untungnya ada enggak gue bertransmigrasi"


"Lisa menurut kamu kita gimana"


"Kita ke perpustakaan istana ini kita bakal cari tahu tentang dunia ini"


"Ah kamu bener lisa"


"Iyalah gue kan pinter"


"Terserah"


Toktok


"Putri ini aku An"


"Masuklah An"


Clek


"Nona ini makanan nona, dan tadi putri kiew memberikan nona ramuan dan katanya ramuan ini untuk menambah stamina nona" ceyelyna menghampiri makanan dan ramuan yang tergeletak diatas meja kecil miliknya, ceyelyna mengambil ramuan tersebut dan menciumnya


"Ini racun aku tau ini" ceyelyna mengetahui bahwa itu racun karna ia di abad 21 ia diajari oleh kakeknya yang seorang mantan seorang dokter hebat disalah satu rumah sakit ternama


"An buang ramuan ini aku tahu ini adalah racun" An terkejut bagaimana putri liue bisa mengetahui bahwa itu racun setahu An putri liue tidak tahu tentang racun maupun obat obattan dan ini ia sangat heran sekali, putri liue benar benar berubah


"Baiklah putri" An segera membuang ramuan yang ada ditangannya


"Sudah putri"


"Baiklah aku akan makan, apa kau sudah makan?"


"Menjawab putri jika putri belum makan hamba juga belum makan"


"Baiklah jika begitu mari kita makan bersama" An terkejut dengan perkataan nona nya itu


"Tapi nona hamba hanya seorang pelayan"


"Memang kenapa sudahlah mari makan kau sahabatku bukan pelayanku" An terkejut dengan perkataan ceyelyna ia terharu sekali nona nya menganggap ia sahabat


"Terimakasih nona hiks hiks" An menghapus air mata yang ada dipipi nya


"Hei hei mengapa kau menangis apa perkataanku menyakitkan"


"Tidak putri hamba ini terharu karna putri menganggap hamba sebagai seorang sahabat" ceyelyna terkejut hanya ia menganggap An sahabat nya dayangnya ini sudah menangis apalagi ia menganggapnya sebagai kakaknya mungkin An sudah pingsan, ceyelyna terkekeh


"Aih kau ini hanya itu saja kau menangis sudahlah mari makan kita makan bersama"


"Baik putri"


"Kau jangan memanggil ku putri panggil aku ceye saja kitakan sahabat"


"Ceye" cicit An pelan


"Yap panggil aku ceye itu nama yang aku suka"


"Baiklah put ah maksudku ceye"


"Bagus mari makan aku sudah lelah mengoceh terus" An mengangguk ia dan ceyelyna mulai memakan makan yang tersedia dimeja dengan kidmat


"Ah aku kenyang"


"Terimakasih ceye atas makanannya nubi akan menaruh mangkuk mangkuk ini kedapur" An merapihkan mangkuk mangkuk yang telah kosong isi nya dan membawa nya kedapur


" An kau bisa antarkan aku keperpustakaan istana"


"Tapi ceye kau sedang dihukum oleh kaisar"


"Aku tidak peduli, aku harus kesana dan kau harus mengantarkan ku"


"Ah baik ceye aku akan mengantarkan mangkuk mangkuk ini dulu kedapur setelah itu baru aku akan mengantarkan kau ke perpustakaan"


"Hihi aku sudah tidak sabar" ceyelyna meloncat loncat sambil bertepuk tangan


"Ceye kau tidak boleh berloncat loncat seperti itu"


"Tak apa tidak ada yang melihat"


"Tapi ceye"


"Sudahlah cepat antarkan mangkuk itu kedapur aku ingin keperpustakaan dengan segera"


"Baiklah" An segera melesat pergi menuju dapur istana untuk menaruh mangkuk mangkuk bekas makan mereka


Hihi sampai sini dulu jangan lupa koment hihi


Info


Ceyelyna itu kepribadiannya lembut baik tapi tegas, kalo dia gak suka ama orang dia bakal dingin satu lagi dia juga tomboy


diwattpad juga ada