Ceyelyna Transmigrator

Ceyelyna Transmigrator
part 16



Ternyata


"Kau..." Ceyelyna menatap lelaki didepannya yang tertusuk pedang


Bruk


Lelaki tersebut terjatuh dipangkuan ceyelyna


Crat


Pangeran Qiang menusuk Mentri perdagang dan seketika Mentri perdagang jatuh, para prajurit yang berada diluar kekaisaran masuk dan membantu menyerang para pemberontak


"Kenapa kau lakukan ini" ceyelyna menangis yang menatap laki laki yang ada di pangkuannya


"Aaku ingin membuktikan bahwa aku mencintaimu" laki laki itu tersenyum, ceyelyna menangis tersedu sedu


"Kau bodoh!" Laki laki itu terkekeh, ia mengusap air mata yang ada di pipi ceyelyna


"Panggilkan tabib kekaisaran yang mulia Jung membutuhkan pertolongan" pangeran Qiang berteriak kepada para prajurit kekaisaran


Para prajurit seketika membawa Jung tak lupa tabib mengikuti mereka


Ceyelyna diam ditempat ia menatap mayat mayat yang bergeletakan didepannya


Apakah ini akhir apa aku harus bahagia


Pangeran Qiang menghampiri sang adik ia membantu sang adik untuk berdiri


"Berdiri lah kau hebat Meimei" pangeran Qiang tersenyum tulus, sang kaisar datang


"Anakku kalian hebat maafkan ayah yang tidak bisa membantu kalian"


"Tidak ayah nyawamu lebih penting" mereka bertiga tersenyum cerah


"Aku sangat bersyukur kalian tidak apa apa" kaisar menatap kedua anaknya


"Ya ayah"


"Lieu bagaimana kau bisa menguasai element" ceyelyna terdiam apa ia harus jujur sekarang bahwa ia bukan putri Lieu


"Ah Gege aku selama ini belajar secara diam diam"


"Begitu, apa saja element mu"


"Element ku hanya petir, angin dan tumbuhan saja" ceyelyna berkata dengan santai


"Saja katamu itu adalah element yang hebat Meimei aku bangga padamu"


"Ah Gege kau terlalu berlebihan"


"Kalian istirahat lah para pemberontak yang gugur akan dimakamkan, dan prajurit yang gugur akan dimakamkan sebagai pahlawan, dan setelah itu aku akan menentukan hukuman untuk selir Ming dan putrinya" ceyelyna terkejut mendengar penuturan sang kaisar


Sejak kapan selir itu dihukum


Kenapa aku tidak mengetahui nya


"Baik ayahanda, hamba akan menjenguk kaisar Jung" pangeran Qiang dan kaisar menatap ceyelyna dengan senyum menggoda


"Apa kaisar Jung kekasihmu" pangeran Qiang menatap ceyelyna dengan tatapan menggoda


"aapa tidak kami hanya teman"


"Ah kukira kalian sepasang kekasih, dan Kaisar Jung sepertinya menyukai mu" pangeran Qiang menaik turunkan alis nya


"APA MAKSUDMU GEGE" ceyelyna berlari meninggalkan kedua nya


"Hah adikmu seperti ibu mu ketika dia salah tingkah" kaisar menggeleng kan kepalanya, pangeran Qiang terkekeh


"Ia sudah dewasa ayah"


"Kau juga kapan kau menikah hah" pangeran Qiang hanya diam ia tidak menjawab


"Ayah aku akan pergi untuk membereskan ini semua" pangeran Qiang mengundurkan diri


"Aih dia sama saja mengelak" kaisar terkekeh, sedangkan sang Kasim hanya tersenyum senang ia bahagia bahwa semua nya telah berakhir


"Prajurit bereskan semua" kaisar memberi perintah dan ia segera pergi meninggalkan aula.


" Paman Tabib bagaimana keadaannya"


" Putri liue kaisar Jung adalah yang terkuat dibenua ini luka tusuk seperti ini ia mudah sekali menyembuhkannya, karna kekuatan yang ia miliki" ceyelyna terkejut ia melirik Jung yang tengah berbaring sambil menutup mata nya


"Ah baiklah paman tabib terimakasih telah memeriksa nya"


"Sama sama putri ini sudah menjadi tugasku"


"Ya paman, sekali lagi terimakasih"


"Baik putri saya izin mengundurkan diri"


"Hati hati paman" tabib itu tersenyum sekilas ia merapikan barangnya dan segera mengundurkan diri


Ceyelyna menatap Jung yang tertidur diatas ranjang, ia melipat kedua tangannya di dada


"Aku tahu semua nya kau berpura pura" ceyelyna mendengus sebal, ia menarik tangan Jung


"Bangunlah kau tak perlu berpura pura sekarat"


"Bangunlah"


"BANGUNLAH!" Ceyelyna tersentak kaget tiba tiba Jung menarik tangannya dan ia terjatuh di atas Jung, Mereka berdua saling bertatapan


"Aku memang berpura pura" Jung mengecup bibir ceyelyna, ceyelyna terdiam mematung


Kriett


"APA YANG KALIAN BERDUA LAKUKAN" ceyelyna terkejut ia segera berdiri, sedangkan Jung ia hanya santai saja


"ayah ini tidak seperti yang kau pikirkan" ceyelyna melirik Jung yang terlihat santai


Dalam keadaan seperti ini ia masih bersantai dasar bodoh!


Ceyelyna mengumpat didalam hati nya


"Memang apa yang aku pikirkan"


"a.."


"Tapi yah.."


" Sudahlah, aku kemari ingin memberi tahu mu setelah pemakaman, akan ada persidangan selir Ming dan kiew nanti, baiklah ayahmu ini harus pergi silahkan kalian lanjutkan, yang mulia Jung saya pamit" kaisar Wei tersenyum samar ia segera pergi meninggalkan kedua sejoli itu, sedangkan Jung hanya mengangguk sekilas


"Ayah ini tidak seperti yang kau pikirkan" ceyelyna sedikit berteriak namun tidak ditanggapi oleh kaisar Wei


Ceyelyna melirik Jung yang sedari tadi menatap nya dengan senyum mengejek


"Apa Hah kau puas ayah sekarang melihat kita seperti sepasang kekasih huh!" Ceyelyna membalikan tubuhnya ia tidak ingin menatap Jung


Jung berdiri menghampiri ceyelyna


Grep


Jung memeluk ceyelyna dari belakang


Ia menenggelamkan wajahnya di leher ceyelyna


"Apa yang kau lakukan"


"Aku mohon sebentar saja" ceyelyna hanya diam, sedang kan Jung semakin mengeratkan pelukannya


Brak


"Mei mei Gege mu datang" pangeran Qiang masuk begitu saja


"Apa yang kalian berdua lakukan hah" pangeran Qiang nampak terkejut


"Gege ini tidak seperti yang kau pikirkan" ceyelyna berusaha melepaskan pelukannya


"Aih kalian sepasang kekasih"


"Tidak"


"Iya"


"Yang mana yang benar kalian sepasang kekasih atau tidak"


"Tidak"


"Ya"


"Aih kalian ini, aku akan memberi tahu ayahanda"


"Gege jangan"


" Aku akan tetap memberitahu kan ini, Ah maaf yang mulia Jung hamba lupa memberi salam"


"Hmm"


"Saya pamit yang mulia maaf atas kelancangan saya" pangeran Qiang memberi hormat sekilas dan ia segera pergi


Pletak


"Apa yang kau lakukan" Jung menatap heran ceyelyna


"Kau... Kenapa tidak memberi tahu yang sebenarnya mereka jadi salah paham kan"


"Mereka tidak salah paham sayang Kita memang sepasang kekasih" Jung membisikkan ketelinga ceyelyna


"Kau gila"


"Aku gila karna dirimu sayang"


"Bagaimana dengan putri Lian" ceyelyna menatap Nyalang Jung


"Jangan sebut nama wanita itu lagi" rahang Jung tampak mengeras


"Bukannya kau dulu memanfaatkan ku hanya untuk melepaskan kutukanmu dan menikah dengan putri Lian " ceyelyna berkata dengan santai, tanpa ia tahu bahwa Jung telah mengepalkan tangannya


"Sekarang kau mal-" ceyelyna belum menyelesaikan kata kata nya, Jung menyudut kan ceyelyna ketembok, ia menaruh kedua tangannya ditembok, ya ia mengunci ceyelyna dengan kedua tangannya


"Jangan pernah katakan itu" Jung berbisik ditelinga ceyelyna, ceyelyna terdiam mematung


"Memang kenapa hah" ceyelyna tidak mau kalah ia malah semakin menantang Jung


Cup


Jung mengecup bibir ceyelyna dan ******* nya dengan kasar, ceyelyna terdiam ia bingung harus apa


Jung terus memaksa ceyelyna untuk membalas nya, mau tak mau ceyelyna membalasnya


Ciuman kasar itu menjadi lembut


Brak


"CEYE APA KAU BAIK BAIK SAJA, OH ASTAGA" ceyelyna terkejut ia seketika mendorong dada bidang Jung


Cih ada saja penganggu


Jung berdecih sebal


"An kau disini bagaimana kau tahu" ceyelyna berlari memeluk An, mereka berdua berpelukan


"Hiks ceye kau menghilang selama 2 bulan dan kau ada disini aku merindukan mu"


"Bagaimana kau tahu aku ada disini" mereka berdua melepaskan pelukannya


"Aku diantar oleh kesatria yang mulia kaisar, ia bernama kesatria Chen"


"Ah begitu"


"Chen kau disini" Jung berjalan menghampiri ceyelyna


"Ya yang mulia setelah mendapatkan pesan dari pangeran Qiang tentang anda hamba langsung kemari"


"Ah begitu"


"Baiklah mari kita keacara pemakaman, An mari kembali menuju kediamanku"


"Yang mulia putri ini izin pamit"


"Baiklah" ceyelyna memberi hormat dan segera pergi bersama dengan An menuju kediamannya.