
...Mari kita mulai...
"An mengapa kediamanku sangat sepi sekali" ceyelyna mengedarkan pandangannya yang ia lihat hanyalah beberapa pengawal dan tak ada dayang satu pun
"Menjawab ceye para dayang yang berada dikediaman mu dipindahkan oleh permaisuri" ceyelyna mengangguk mengiayakan
"Salam putra mahkota" suara An membuat ceyelyna terkejut, ia menatap kedepan yang dimana kakaknya berdiri menatapnya dengan keheranan
"Salam kakak semoga kau bahagia selalu" ceyelyna sedikit menunduk dihadapan putra mahkota ia tahu bahwa ia harus menghormati kakaknya ini
"Mei mei mengapa kau keluar bukan nya kau tengah dihukum"
"Memang gege aku tengah dihukum tapi aku hanya ingin keperpustakaan apa itu salah" ceyelyna menaikan sebelah alisnya ia menunggu jawaban dari sang kakak nya itu
" itu salah mei mei tapi tak apa aku takkan mengadu kepada kaisar tentang hai ini" ceyelyna bertepuk tangan ia berloncat loncat kegirangan dan
Bruk
Pangeran mahkota terkejut secara tiba tiba adiknya itu memeluknya, namun dengan cepat ia membalasnya
"Terimakasih gege aku menyayangimu"
" gege mu ini juga menyayangi" ceyelyna melepas pelukkannya ia menatap kakak nya yang sungguh tampan hampir setara dengan idol yang sering ditonton oleh teman temannya saat disekolah
"Ngomong ngomong gege kau akan kemana"
"gege mu ini ingin melatih element dihalaman belakang istana"
"Begitu ya baiklah semangat gege aku pamit menuju perpustakaan" pangeran mahkota tersenyum manis ia mengusap rambut adiknya dan segera melesat pergi
"An ngomong ngomong siapa nama gege ku itu"
" apa kau lupa ceye"
"Ya aku lupa"
" bagaimana bisa lupa"
"Kau lupa bahwa aku ini baru sadar kau ini banyak hal yang aku lewati dan aku lupakan"
"Kau benar ceye, nama pangeran mahkota adalah wei Qiang"
" begitu baiklah mari kita menuju perpustakaan"
"Baik ceye"
"Indah sekali pemandangan disini dan banyak sekali buku aku suka" An mengerutkan kening setahu nya putri liue tidak menyukai buku namun yang An lihat malah sebaliknya
" putri benar benar berubah" ceyelyna berlari kegirangan ia mengambil beberapa buku yang ia perlukan lalu mencari tempat yang nyaman untuk membaca nya
1 jam berlalu
Puk
"Hah melelahkan sekali" ceyelyna merentangkan tangannya ia sudah tahu tentang dimana ia bertransmigrasi, ia tahu kini ia berada dikekaisaran wei yang dimana ini adalah kekaisaran kedua yang terkuat dan rata rata setiap orang memiliki masing masing element yang dimana itu memiliki beberapa jenis dan ceyelyna tahu bahwa putri liue tidak memiliki element sehingga ia menjadi bahan ejekkan, element sendiri terdiri dari beberapa jenis seperti
Petir
Angin
Api
Air
Tumbuhan
Teleport
Telekinesis
Setiap element memiliki tingkatan
Dapat mengerak element mengikuti gerakan tangan
Dapat menyerang dengan pikiran
Dapat membentuk senjata yang sesuai yang di inginkan dan jika memiliki lebih dari 1 element dapat mengabungkan element tersebut
Khusus element tumbuhan, element tumbuhan dapat digunakan untuk menyerang, menumbuhkan tanaman dan satu lagi dapat digunakan untuk menyerang, menyerang nya berbeda dari element lainnya element tumbuhan tak dapat membentuk senjata tetapi dapat menyerang dengan menggunakan pohon atau tumbuhan yang berada disekitar pemilik element
Teleport adalah element yang berbeda juga teleport hanya memiliki 3 tingkatan
- dapat berpindah tempat hanya sekitar jarak 1 km
- dapat berpindah tempat dimana tempat tersebut dikenali oleh sang element
- dapat berpindah tempat sesuai yang ada dipikiran kita dan teleport tingkat 3 tidak ada batas nya
Masing masing setiap orang memiliki satu element namun ada juga yang memiliki lebih dari satu element salah satu nya adalah kaisar dan pangeran mahkota
" An bisa kau antarkan aku menuju taman kediamanku aku ingin kesana"
"Aku bisa mari akan ku antar" ceyelyna dan An melesat pergi dari perpustakaan mereka berjalan menuju taman kekaisaran
"An apakah kau memiliki element"
" menjawab ceye aku memiliki element"
"Apa elementmu hem"
"Elementku air tingkat dua ceye"
"Begitu ya"
"Sudah sampai ceye" ceyelyna mengedarkan pandangannya didepan mata nya adalah taman yang indah, bagaimana tidak tanaman bunga dimana mana kolam kecil yang jernih serta ikan yang berwarna warni tak lupa juga gazebo yang berwarna merah terletak ditengah kolam
"Ini sangat indah" ceyelyna merentangkan tangannya dan ia langsung berlari kecil menuju gazebo
"Ceye jangan berlari kau seorang putri jika permaisuri tahu dia akan menghukumu" An berteriak panik ia takut jika permaisuri tahu bahwa putri liue bertindak seperti tadi mungkin ia akan dicambuk, An menghampiri ceyelyna
"An kau terlalu takut sekali kepada permaisuri gila itu" ceyelyna masih berbaring santai
"Nona kau tidak boleh berkata seperti itu"
"Apa peduli mu ia hanya selir rendahan yang diangkat menjadi permaisuri gila banget gue" An mengerutkan kening ia bingung apa yang dikatakan nona nya tadi "gue" apa itu
"Nona kau tidak boleh seperti itu"
"Aih kau sebenarnya memihak diriku atau permaisuri gila itu"
"Aku memihak mu ceye"
"Good jadi kau tak usah terus menerus membela permaisuri gila itu"
"Baik ceye" An bingung lagi lagi putri liue berkata yang tidak ia mengerti, namun ia mencoba mengabaikannya mungkin ia salah dengar
" An kau bisa tinggalkan aku sebentar"
"Baik ceye"
"Tolong jangan biarkan siapa pun masuk kedalam kediamanku mengerti"
"Baik ceye" An sedikit menunduk lalu ia segera melesat pergi
"Baiklah putri liue kita akan cari elementmu" ceyelyna mulai fokus ia mengarahkan tangannya kearah kolam, namun tidak ada hasil
"Sepertinya bukan ini elementmu putri" ceyelyna mengarahkan tangannya kearah bunga mawar didepannya ia mulai merasakan energi mengalir dalam tubuhnya dan benar saja bunga mawar tersebut bergerak mengikuti gerakan tangan ceyelyna
"Yosh putri elementmu tumbuhan"
Selanjutnya cyelyna mengangkat tangannya di udara ia mulai fokus dan merasakan energi yang mengalir ditubuhnya
Sflash
Element angin miliknya langsung menumbangkan pohon apel didepannya
"Bagaimana mungkin aku langsung naik ke tingkat kedua"
Ceyelyna menatap takjub pohon yang tumbang didepan mata nya, ia mencoba berkonsentrasi kearah pohon apel tersebut
"Aku harap dapat mengembalikannya seperti semula" ia mulai berkonsentrasi dan benar saja seketika pohon apel yang didepannya berdiri kokoh seperti semula
"Akhirnya kita belajar dengan cepat putri" ceyelyna menatap langit yang mulai menggelap
"Sebentar lagi akan turun hujan seperti nya aku akan mencoba element petir apa aku memilikinya"
Ceyelyna mulai mengarahkan tangannya kearah langit
"Konsentrasi ceye" ia mulai menarik napas ia mencoba fokus dan
Jedarr
Ceyelyna terkena sambaran petir yang berasal dari elementnya sendiri
"Anjir rambut gue pada keatas" ceyelyna memegang rambutnya yang tegak lurus ke ada jujur saja baru kali ini ceyelyna mengumpat biasa nya ia selalu menahannya untuk tidak mengumpat
"Huwe pake apa ini" ceyelyna panik ia menatap pantulan wajahnya dikolam
"Astaga muka aku pada cemong kayak gini" ceyelyna membasuh wajah nya yang tampak sangat kotor
" nah ini lumayan gak kotor, tapi rambut aku huwee" ceyelyna bingung bagaimana ia ingin kembali kekamarnya tanpa ketahuan An
"Harus ngendap ngendap ini" ceyelyna mulai berjalan dengan perlahan ia mengendap ngedap sesekali ia bersembunyi dari para prajurit dan dayang yang lewat
Clek
Bruk
"Huh akhirnya, tadi kalo aku beneran ketauan gimana anjir"
Pak
Ceyelyna memukul mulutnya sendiri
"Eh dijaman ini aku jadi banyak ngumpat" ceyelyna mengusap dada nya, ia bersandar dibalik pintu
"Huh element petir susah banget ngendaliinnya udah ini element langka, cuman satu orang yang punya element ini yaitu kaisar li jung" kaisar li jung adalah kaisar yang memimpin kekaisaran li, kekaisaran li adalah kekaisaran terkuat nomor satu dan kekaisaran nomor dua diduduki oleh kekaisaran wei yaitu ayahnya putri liue
Duk
Duk
Ceyelyna membenturkan kepalanya kepintu kamarnya
" tqpi ntuh kaisar kata nya kaisar yang sadis dikit dikit nebasĀ gak pandang bulu terus katanya dia buruk rupa gimana lagi" ceyelyna menarik napas ia segera melesat pergi yang ia butuhkan saat ini adalah berendam
"Sekalian juga aku skincare ran pake lidah buaya" ceyelyna berkonstrasi ia berusaha menumbuhkan tanaman lidah buaya
"Ayo ayo lidah buaya muncullah simsalabim awokwok" seketika didepan mata ceyelyna muncullah tanaman lidah buaya
"Eh kan bener jago banget aku" ceyelyna memetik beberapa tanaman lidah buaya ia mencabut akarnya, dan ia memindahkannya ke vas bunga yang berada di meja miliknya
"Saatnya mandi" ceyelyna mulai menceburkan dirinya dan mengolesi wajahnya dengan gel lidah buaya
" enam hari ini aku harus bisa ningkatin element aku biar aku bisa balas dendam ama selir gila dan anaknya yang alay bin gila" ceyelyna menengelamkan tubuhnya dan mulai berendam dengan tenang