Ceyelyna Transmigrator

Ceyelyna Transmigrator
part 3



yang mulia gadis ramalan itu" yang disebut yang mulia itu menatap bawahannya yang menunduk gemetar, topeng perak yang ia gunakan membawa kesan misterius sekaligus mengerikan diwaktu bersamaan


"Dimana dia" laki laki itu mengatakan dengan tegas aura kepimimpinannya menguar


" menjawab yang mulia gadis itu sekarang berada di kekaisaran wei"


" tapi hamba tidak tahu ia bertransmigrasi ketubuh siapa yang mulia" laki laki tidak bereaksi dibalik topengnya ia menyeringai


Sring


Suara pedang berseru dan detik itu juga sebuah kepala mengelinding kearah kaki nya


"Cih tidak berguna" laki laki itu menatap kepala yang berada dikaki nya lalu menendangnya dengan kuat


" aku akan mencarimu" laki laki itu menyeringai mungkin jika orang yang melihat seringaiannya  sudah pingsan karna tidak kuat dengan aura yang dikeluarkan dari laki laki tersebut


"Huwa ini adalah hari terakhir masa hukumanku"


"Sejauh ini aku belum kemana mana" ceyelyna memasang tampang wajah berpikir, saat ini ia berada ditanaman dikediaman miliknya


"aha seru juga aku jalan jalan" ceyelyna tersenyum penuh arti


"An... Yuhuuu" ceyelyna berteriak dengan kegirangan


"Ada apa ceye" An datang dengan tergesa gesa


" bisa bantu aku pinjamkan hanfu pria"


"Untuk apa ceye"


"Sudah pinjamkan saja"


"Baiklah aku akan meminjamkannya tunggu sebentar" ceyelyna mengangguk dengan semangat, dipikirannya ia tengah merencanakan sesuatu


"Ceye aku sudah membawa hanfu yang kau minta" ceyelyna memandang hanfu yang ada di tangan An


"Hanfu siapa yang kau pinjam" ceyelyna mengambil alih baju yang berada ditangan An


" ah ini nona hanfu milik tukang kebun kekaisaran" ceyelyna menjentikkan jari


"Bagus sekali An"


"Terimakasih ceye" An tersenyum manis ia senang putri liue berubah tidak seperti dulu memerintahkan dirinya saja putri liue takut


" ceye untuk apa hanfu itu" ceyelyna gegalapan ia mencoba memikirkan sesuatu


" ah aku hanya ingin membuat sesuatu, sudahlah tinggalkan aku sendiri" An memicingkan mata ia tidak terlalu yakin dengan ucapan putri didepan mata nya ini, namun ia mencoba menepis semua pikiran aneh yang ada di otaknya itu


" baiklah aku akan melanjutkan pekerjaanku kalo begitu ceye sampai jumpa" An sedikit membungkuk lalu ia segera pergi mengundurkan diri


" ya sampai jumpa, sekali lagi terimakasih" ceyelyna berteriak senamg dikepala nya ia memiliki rencana yang sangat menyenangkan untuknya


"Baiklah mari kita ganti pakaian" ceyelyna mulai menganti pakaiannya di gazebo yang ada ditaman kediaman miliknya, ceyelyna tidak khawatir ada orang yang mengintip karna ia sudah siapkan semuanya


"Selesai tinggal satu sentuhan lagi" ceyelyna mengeluarkan topeng yang ia pinjam dari kediaman kakaknya


Flashback


Brak


"Gege adikmu ini datang" ceyelyna terkejut karna kakaknya tidak ada didalam kamarnya


"Aih kemana gege ku" ceyelyna mengedarkan padangannya, seketika matanya tertuju kepada topeng perak yang terpajang di dinding kamar milik kakak nya itu


"Mantep juga tuh topeng" ceyelyna mengambil topeng tersebut


"Gege aku meminjam topengmu nanti akan ku kembalikan"


"Silahkan saja meimei ku yang cantik hihi" ceyelyna menjawab sendiri perkataannya ia terkekeh lalu segera melesat pergi dari kediaman kakaknya


Flashback off


"Pinter juga ya aku hihi" ceyelyna keluar dari gerbang yang ia temukan ketika melatih elementnya beberapa hari yang lalu, gerbang tersebut nampak sudah usang dan tertutup oleh semak semak belukar, ceyelyna mudah saja menyingkirkan semak semak itu dengan elementnya


"Huwa udara segar" sambil bersenandung ria ceyelyna berjalan dengan santai, sepuluh menit ceyelyna berjalan tak terasa ia telah sampai dipasar ibukota


"eh buset rame banget"


"Mari tuan"


"Mari nyonya"


"Mari mari"


Ceyelyna terkekeh mendengar para pedangan yang berteriak menjajakan barang dagangan mereka


"Mari dek mari dek cangcimennya dek cangcimennya" ceyelyna menirukan ala tukang asongan yang biasa ia temui di bus


"Huh jadi kangen naik bus kalo mau kerumah nenek sendiri huwa aku kangen" ceyelyna tiba tiba berteriak tanpa sebab, teriakkannya membuat sebagian orang menatap diri nya horor


" ah maafkan saya" ceyelyna sedikit membungkuk, lalu ia berlari dengan cepat tanpa mempedulikan orang orang yang mengatai dirinya aneh


"Hosh hosh malu banget astaga" ceyelyna menatap sekeliling, tempat yang ia lihat sangat berbeda dari yang tadi dan disini lebih banyak wanita yang menggunakan pakaian terbuka


Greb


Ceyelyna merasa ada tangan yang memeluk bahu nya


" tuan singgahlah sebentar kau tak ingin bermain denganku" ceyelyna menatap wanita ada didepannya wajah nya cantik tapi pakaiannya terbuka dan genit hal itu membuat ceyelyna jijik sekali


"Maafkan aku, aku tidak bisa" ceyelyna berusaha melepas cengkraman wanita itu


" aku sudah bilang tidak, dan satu lagi aku tak suka digoda itu menjijikan sekali" ceyelyna segera pergi, ia muak sekali dengan wanita


"Apa tuh cewek gak tau ya aku ini cewek"


Plak


Ceyelyna memukul kepalanya sendiri


"Kan aku lagi nyamar jadi cowok aduh segala lupa" ceyelyna terus saja berjalan sesekali ia mengerutu karna ia tidak tahu jalan menuju kekaisaran


Tolong


Tolong


"Sejak kapan ada yang dagang lontong" ceyelyna mulai menajamkan telingannya ia penasaran apa itu benar tukang lontong atau seseorang yang meminta tolong


Tolong


Tolong


"Eh itu minta tolong bukan lontong" ceyelyna segera mencari asal suara tersebut


"Kayaknya disini deh" ceyelyna berhenti disebuah gang kecil, benar saja bahwa ada seorang kakek yang terduduk sambil memeluk pedang dan didepan kakek itu ada 3 orang laki laki berbadan besar dan memiliki wajah yang sangar seperti nya mereka para bandit begitu pikiran ceyelyna sekarang


"Hei kau serahkan pedang itu" salah satu dari laki laki itu berteriak ditangannya terdapat api yang siap membakar sang kakek tersebut


"Takkan pedang ini tidak boleh jatuh ketangan yang salah" perkataan kakek itu membuat sang pemimpin bandit geram ia, ingin melemparkan api yang ada ditangan kakek itu namun ia merasa ada yang menahannya


"Apa ini siapa yang berani menantangku" laki laki itu melirik kearah bawahannya dan benar saja seluruh badan bawahannya telah terikat oleh sulur tumbuhan termasuk juga dirinya


"Aku" ceyelyna muncul dan berjalan dengan santai kearah sang kakek tersebut ia berjongkok


"Kek apa kau tidak apa apa" kakek itu mengangguk mengiayakan, ceyelyna tersenyum ia berdiri tatapan mata nya tajam diberikan kepada pemimpin sang bandit


" cih kalian baru saja tingkat dua sudah banyak tingkah" ceyelyna memijat pelipisnya yang sedari tadi pusing


" aku tidak peduli cepat lepaskan aku kau tidak tahu siapa aku akan ku bunuh kau" bandit itu menatap ceyelyna geram


"Nyenyenye" ceyelyna menutup telingannya ia tampak meledek para bandit itu


" aih berisik sekali mulut kalian" ceyelyna berdiri tegak ia mulai berkonsentrasi menatap kearah tangannya


Jeb


"Whoah akhir nya aku bisa mengeluarkan senjata dari element anginku" ceyelyna menatap busur yang ada ditangannya, ia mulai menarik tali busur tersebut dan


Jleb


Satu bandit terjatuh


Jleb


Satu bandit lagi terjatuh


Ceyelyna menatap sang pemimpin bandit yang sudah pucat


"Tinggal kau" ceyelyna mulai menarik tali busurnya dan


Jleb


Pemimpin bandit itu terjatuh dengan luka yang ada diperutnya


"Aih melelahkan sekali" ceyelyna tampak lemas mungkin karna miliknya elementnya belum stabil


"Nak terimakasih kau telah menyelamatkan kakek ini, ambilah pedang ini sebagai ucapan terimakasihku" ceyelyna tersenyum dibalik topengnya ia menggeleng


"Tidak kek aku ihklas menolongmu kek" ceyelyna mengeluarkan kantong dari hanfu nya


"Untukmu kek ini tidak seberapa tapi siapa tahu kakek butuh" ceyelyna mengambil tangan kakek tersebut dan memberikan kantong yang berisi beberapa koin emas


"Terimakasih nak tapi tolong bawalah pedang ini sebagai rasa terimakasih kakek dan jika kau tidak menerimanya kakek ini akan sedih" ceyelyna menatap pedang yang berada ditangan kakek tersebut


"Baiklah kek aku akan mengambil" ceyelyna mengambil pedang tersebut


"Nak jaga pedang ini jangan sampai jatuh ketangan orang yang salah dan pedang ini telah memilihmu" ceyelyna menatap pedang ditangannya ia mengeritkan kening bingung ia tidak mengerti apa yang dikatakan kakek yang ada didepannya ini


"Maksud-" perkataan ceyelyna terhenti ia terkejut bahwa kakek yang didepannya itu tiba tiba hilang tanpa jejak, ceyelyna mengusap tekuknya yang terasa dingin


" huwa apa itu tadi setan huwa lisaaa" ceyelyna menatap sekeliling ia segera lari dari gang tersebut


Tanpa sadari ceyelyna sedari tadi ada yang mengikuti dirinya


"Aku menemukan mu" orang itu menyeringai lalu segera melesat pergi


Hosh


Hosh


Ceyelyna terhenti ia melihat sekeliling tanpa sadar ia berlari ternyata ia sampai digerbang dimana ia keluar tadi


"Huwa aku merindukanmu gerbang" ceyelyna memeluk gerbang tersebut dan mengusap ngusap nya mungkin jika ada yang melihat ceyelyna pasti mereka mengatakan bahwa ceyelyna sudah gila


Ceyelyna segera masuk


"Aman aman kagak ada yang nyariin" ceyelyna segera mengganti hanfu nya dengan hanfu seorang putri pada umumnya, lalu ia segera melesat pergi kekamarnya tak lupa pedang dilengannya ia sembunyikan di balik badannya.


Jangan lupa koment aku suka kalian koment hihi


Tinggalkan jejak ya...