Ceyelyna Transmigrator

Ceyelyna Transmigrator
part 14



Ceyelyna membuka mata


Ergh


"Dimana aku" ceyelyna menatap sekeliling,  kamar dengan warna hitam dan merah, ah ia ingat terakhir ia meminum ramuan dan tidak tahu ah apa mungkin Lisa yang melakukannya


Kriet


"Nona anda sudah sadar" ceyelyna menatap wanita didepannya


"Dimana aku"


"Nona berada di kekaisaran li jung"


"Hah" ceyelyna teringat rumor ah mungkin buku yang ia baca dimana kaisar Li Jung memilki wajah buruk rupa dan juga sadis, tanpa sadar ceyelyna bergidik ngeri


"Ya nona mari saya bantu anda bersiap, sebentar lagi akan memulai sarapan pagi" pelayan itu berkata dengan ramah, ceyelyna menatap pelayan itu ah tampak seperti An


"Seketika aku merindukan An" ceyelyna termenung


"Nona mari saya bantu" pelayan itu menuntun ceyelyna menuju pemandian


"Nona wewangian apa yang nona pilih"


"Lavender saja"


"Ah baik nona" pelayan itu mengangguk ia mulai menuangkan wewangian kedalam bak


"Mari saya bantu nona"


"Tidak perlu aku bisa sendiri"


"Tapi nona"


"Aku saja"


"Baik nona"


Ceyelyna mulai berendam ia memejamkan mata nya, bayangan tentang pangeran Qiang tergirang girang dipikirannya


"Cih selama ini ia hanya berpura pura"


"Lihat saja nanti"




Brak



"Ceye bangun hari mulai siang"



"Ceye" An menarik selimut, namun



"Ceye kau dimana" An mencari ceyelyna



An mencari kesetiap sudut istana, namun ia tidak menemukannya



"Apa ceye kabur" An panik ia segera berlari menuju kediaman milik pangeran Qiang



An menghampiri salah seorang prajurit milik pangeran Qiang



"Apa ada pangeran Qiang"



"Ada"



"Beritahu aku An pelayan pribadi putri Lieu ingin bicara"



"Baiklah" prajurit itu memasuki kediaman pangeran Qiang



Taklama



"Ada apa" pangeran Qiang keluar dari kediaman milik nya



"Ah salam pangeran mahkota Qiang"



"Ada apa"



"Pangeran putputri-"



"Cepat"



"Putri Lieu menghilang"



"Apa katamu, bagaimana bisa kau..." Pangeran Qiang menatap murka An ia memberi isyarat kepada prajurit nya untuk menyeret An



"Maafkan saya pangeran saya tidak tahu, pagi pagi putri sudah tidak ada"



"Cepat bawa dia pergi"



"Ampun pangeran hiks"



"Maafkan saya"



Permaisuri ming datang



"Salam permaisuri"  pangeran Qiang menatap permaisuri ming dengan datar permaisuri ming mengganguk ia menatap An yang sudah kacau



"Ada apa ini" permaisuri menatap pangeran Qiang bingung



"Putri Lieu hilang" seketika permaisuri mengubah raut wajahnya menjadi panik



"Bagaimana bisa, ah cepat kerahkan semua prajurit untuk mencari putri Lieu aku khawatir dengan nya aku takut ia" aku berharap ia mati saja


Permaisuri ming tidak melanjutkan kata kata nya



"Aku akan mencari nya bersama prajurit lainnya"



"Ah baiklah, jangan lupa kau memberi tahu kaisar"




Pangeran Qiang pergi



Permaisuri ming menatap An



"Prajurit lepaskan dia, dia akan jadi pelayan dikediaman ku"



"Tapi permaisuri"



"Lepaskan saja"



"Baik permaisuri" prajurit itu melepaskan An, An menatap permaisuri



"Kau pelayan putri lemah itu, haha sekarang kau jadi milikku, hei kau harus balas Budi mengerti" permaisuri ming menarik rambut An, An menahan Isak tangis nya



"Yya permaisuri" An berharap ceyelyna bisa menolongnya sungguh ia takut sekali



"Bagus" permaisuri ming melepaskan tarikannya ia segera berlalu pergi



~~~~~~~~~~~Lain tempat~~~~~~~~~~~~



Ceyelyna menatap malas laki laki didepannya ini ah dia laki laki bertopeng tempo hari itu sungguh menyebalkan



"Apa hah mengapa kau terus menatapku"



"Karna kau cantik"



"Ya aku memang cantik kenapa hah kau tidak suka"



"Tidak aku suka"



Blus



Pipi ceyelyna memerah



"Ada apa dengan pipi mu apa kau sakit"



"Tidak"



"Lalu pipi kau memerah"



Wush



Seketika laki laki itu berada disamping ceyelyna



"Apa bagaimana bisa"



Laki laki itu mengusap pipi ceyelyna



"Hei kau lepaskan" ceyelyna sedikit menjauh, namun laki laki itu menahan tubuh ceyelyna



"Pipi mu semakin memerah aku suka" laki laki tersebut berbisik ditelinga ceyelyna, sehingga memberikan sensasi geli pada telinga nya



"Kau... Cepat pergi jika tidak aku akan memukulmu"



"Istriku galak sekali"



"Hei aku bukan istrimu, dengar ya aku tidak mengenalmu dan kita belum menikah"



"Baiklah hari ini kita akan menikah"



"Kau"



Pletak



Ceyelyna menjitak lelaki disampingnya, para pelayan yang melihat itu terdiam kaku mereka tahu pasti tuan mereka akan marah



Laki laki itu terdiam



"Kau sungguh mengemaskan" laki laki mengusap kepala ceyelyna dan seketika ia menghilang, para pelayan yang melihat itu mengangga mereka terkejut tuan mereka tidak marah



"Akhirnya tuh cowok gak jelas banget" ceyelyna mengerutu sendiri membuat beberapa pelayan terkekeh geli.



~~~~~~~~~~~~~~lain tempat~~~~~~~~~~



"Kau tahu kemana dia pergi"



"Saya melihat diri nya memanjat tembok pada malam hari, dan ia berjalan ah sepertinya ia mabuk taklama ia terjatuh, sayaingin menolongnya tetapi ada bayangan hitam melesat dengan cepat, saya tidak bisa mengejar nya pangeran" laki laki yang dipanggil pangeran itu mengepalkan tangan kesal, siapa yang berani menculik adiknya, ah ia belum mengetahui dengan jelas apa itu adiknya atau bukan



"Baiklah kau boleh pergi"



"Jika ia menghilang aku tidak perlu lagi melihatnya, tapi aku sangat penasaran apa ia adikku atau bukan"