Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai

Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai
Episode 9 "Excalibur is Overpower"



Kizue dan Vera pun berangkat keakademi


"aneh sekali"


"semua orang disini melupakan kejadian itu"


kata Kizue dalam hati dan membuat dirinya sendiri bingung ketika diperjalanan keakademi


"Hei Kizue, nanti pulang sekolah mau pergi?"


Tanya seseorang dari belakang Kizue


"Siapa itu?" tanya Kizue


"hmm? kamu sudah melupakanku?"


"Aku Rachel loh"


ucap Rachel dengan Kesal


"R-rachel?"


"Ya, Rachel"


"Kamu masih ingat kan?"


"T-tentu saja"


"M-memangnya mau pergi kemana Rachel?"


"Dih, panggil aja Chel"


"o-ok"


"yasudahlah, mau tidak pergi ke Negara sebelah?"


"untuk apa?"


"Aku mendengar rumor bahwa terdapat Energi supermasive disana"


"maksudnya?"


"energi sihir loh, energi sihir supermasive"


"o-ohh"


"tapi apa tujuanmu dengan energi itu?"


"hm.. ini sebenernya quest dari guild sih"


"oohh, baiklah aku akan bantu"


"Vera"


"ya?"


"nanti kamu sehabis pulang, pulang saja dulu aku ada urusan"


"baiklah Tuan"


Mereka pun menuju keAkademi dan berpapasan dengan Murid sok jagoan


"hei orang miskin"


tapi Kizue tak menghiraukannya


"Orang Miskin Kurang Ajar, kamu tuli ya?"


Rachel pun seketika mengeluarkan sihir Petirnya yang hampir mengenai Orang Orang itu, karna Orang-Orang itu menciptakan Barrier Sihir jadinya tidak tertembus setelah itu Rachel berniat mengaktifkan Sihir Petir terkuatnya


"sudah, Rachel!!"


Rachel pun menggagalkan mantranya


"Mari kita masuk, Rachel"


"Hahaha anak Tuli, anak Tuli"


Mereka pun masuk ke Akademi


"Hei Kizue, kamu kuat mengapa kamu tak memberikan mereka pelajaran?"


"Kekuatan akan sia sia jika digunakan untuk hal yang sia sia"


"Apa maksudmu?"


"Energi Sihir didunia ini terbatas, Aku mendengar dari seseorang Jika Energi Sihir orang Habis maka dia akan Mati"


"kamu juga, Jika kamu menggunakan Kekuatanmu yang tadi kamu akan Pingsan. Kan?"


"B-bagaimana kamu tahu???"


"Aku menyadari sekuat apa Energi yang kamu keluarkan tadi, Bahkan bisa saja kamu menghancurkan Akademi ini"


"tiap hari kamu begini ya? Kizue"


"ntahlah, aku sendiri tidak tau"


pelajaran pun dimulai Kizue sendiri tidak fokus dengan pelajaran karna teringat oleh kata-kata Zaio yang menjelaskan bahwa Multiverse yang Kizue tinggali hanyalah gelembung bagi Dunia Zaio tinggal.


"Aku sepertinya terjebak ditempat tanpa Akhir"


"Ntah mengapa aku terus berpikir, apakah tujuanku yaitu kembali kedunia asalku masih bisa terwujud"


Kizue sendiri ketika teringat oleh itu semua tiba tiba putus asa karna apa yang dia lakukan hanya Sia Sia


"Hey System, apa benar aku bisa kembali kedunia asalku?"


"Tentu saja, tapi Kamu tidak akan bisa berinteraksi dengan orang orang didunia Lamamu karna jika kamu ingin kembali kesana kamu Harus menjadi tingkat tertinggi dari seorang Dewa yaitu Absolute Law of Existence Identity"


"Absolute Law of Existence Identity? itu apa?"


"ALOEI merupakan tingkat tertinggi dari seorang Dewa dan pencipta dari segalanya, Dunia mu sekarang dan Dunia mu dulu berada ditingkat paling jauh bukan lagi berbeda Universe, Multiverse"


"ALOEI dapat diperoleh jika kamu berhasil menentang ALOEI yang lama dan memenangkan pertandingan itu, Kekuatan dari seorang yang telah menjadi ALOEI sendiri tidak main main karna kekuatan nya sangat mutlak, walau seseorang dapat memiliki Ketahanan tertentu tetap saja terkena contoh saja Guru mu yang dapat bertahan dari Pemberhentian Waktu dari seseorang tapi jika aku yang memperhentikan Waktunya dia akan tetap Berhenti"


"dan Jika seseorang sudah keluar dari Hukum jika kamu menjadi ALOEI dan memiliki kekuatan untuk mengendalikan Hukum maka orang yang sudah keluar dari Hukum itu akan terkena dampaknya, Misalnya kamu merubah Hukum Logika R>F menjadi F>R dan ada seseorang yang mampu bertahan dari Hukum dewa tingkat rendah maka dia akan tetap terpengaruh"


Pulangnya sekolah Kizue langsung menghampiri kelas Rachel


"Yo"


"wah ternyata kamu ingat"


"Apakah kamu bisa menggunakan Sihir Lari Cepat?" tanya Kizue


"tak perlu" jawab Rachel


"Genggamlah tanganku"


Kizue pun menggengam tangan Rachel


"Teleport: Mikitsu"


Rapalan Sihir Rachel yang membuat mereka terpindahkan ke Negara Mikitsu


"Luar biasa" ucap Kizue terkagum-kagum


"Ikutlah aku Kizue, kita akan ke Adventure Guild"


"Baiklah, dan juga panggil aku Zue saja"


"Oke Zue"


"Berhenti!!"


"Perlihatkan Kartu Identitas kalian"


"Gunakan Kartu akademi" ucap Rachel


"oohh oke"


Kizue dan Rachel pun memperlihatkan Kartu akademi mereka dan ketika sudah dicek Sistem dalam tubuh Kizue seperti menolak sesuatu


"Delete All Virus"


"Succses"


"Virus?" ucap Kizue dalam hati dan dalam Keadaan Melamun


"Hei Kizue!!"


"Eh ? Ha ? Oh?"


Kizue pun terkaget-kaget karna teriakan Rachel


"Kamu melamuin apa sih?"


"B-bukan apa apa kok"


"Hmm"


"Ohya disini sudah ketat, Jika kamu mencuri kamu akan langsung terteleportasikan ke Penjara tanpa perlu ditangkap oleh polisi"


"hmm mencurigakan" ucap Kizue dalam hati


Mereka pun melanjutkan perjalanan dan sampai diadventure guild


"Nih liat"


Waktu Kizue memegang Questnya seketika Kizue merasakan Aura Negative yang lumayan Kuat


"Aura ini?!!"


"Hm? Kenapa Kizue?"


"T-tidak apa apa"


"Kekuatan yang Luar biasa"


"Kizue? kenapa melamun lagi?"


"Tidak apa apa"


"Aneh, saat dia disini dia selalu melamunkan hal tidak jelas seperti bahaya saja"


"Yasudahlah"


Mereka pun pergi ketempat adanya Energy Negative itu


"kuat sekali"


Seketika Pohon disekitar Kizue terpotong Sendirinya dan ada yang hampir mengenai Rachel


"Awas!!"


Kizue pun dengan cepat mengsummon pedangnya dan Menebas Pohon itu hingga sekecil Atom


"Siapa disana?!!" ucap Kizue dengan nada tinggi dan perasaan Marah


"Hei Jawab lah!!!"


Tanpa disadari Kizue MPnya mulai menghilang sedikit demi sedikit


"kamu tak apa apa kan?"


"Terima kasih Zue"


"Sama-sama Chel"


"yang tadi itu apa?"


"Ntahlah Zue, Mungkin saja Black Association"


"Black Association?"


"kamu bahkan belum tau ya? aneh sekali"


"hehehe"


"Baiklah akan kujelaskan"


"Black Association adalah Guild Jahat yang memberikan Quest Mencuri, Membunuh, dll kepada Anggotanya, Black Association sendiri diperkirakan telah membunuh Ribuan Orang dari masa ke masa dan banyak yang telah dirampok olehnya"


"O-ooohhh"


"Ya begitulah"


Dari tanah pun tumbuh Pohon dengan cepat dan hampir membuat Kizue, Rachel terpental Karna Pohon itu.


"Hampir saja"


"Lagi dan lagi terima kasih Kizue"


"Tidak apa apa"


Mereka pun tak sengaja melihat hewan yang dekat dengan Pohon itu dan tiba tiba Mati lalu keberadaannya Hilang seperti tertelan oleh Ruang dan Waktu


"H-hei, Ini Gila jika aku tadi tak ditolong maka aku akan mati" ucap Rachel dalam hati


"H-hei, Jika begini ini akan jadi masalah?!"


"Jadi penyebab orang hilang adalah ini??!!"


Dari belakang pun seseorang langsung berniat Menusuk Rachel untung saja Kizue sadar akan keberadaannya


"Teknik pedang: Barrier Pedang"


Setelah Kegagalan orang itu tiba tiba orang itu membuat lubang ruang dan waktu lalu memasukinya untuk kabur


"K-kemana dia?!!!"


"Zue, kamu dibelakang saja aku akan mengurusi ini semua"


"Magic: Lightning Storm"


Kawasan itu seketika terserang ribuan petir yang Kira kira mencapai 10.000.000 Volt keatas, itulah kekuatan terkuat Rachel dan kekuatan itu mampu membakar Hutan tapi sayang sekali akibat itu Rachel langsung Pingsan dan hampir terjatuh ke bawah untung saja Kizue langsung menangkap dan menompangnya


"Teknik Air: Tebasan Rintikan Hujan"


Tebasan itu pun menyebabkan terbuat serangan lumayan jauh berbentuk layaknya busur yang memiliki energi air yang sangat kuat, Kizue terus menggunakan dan menggunakan Teknik itu sampai semuanya api padam


"huft"


"hampir saja"


"Aktifkan Anti-Magic Area"


Seketika Area dekat Kizue hampa tanpa Sihir yang membuat Kizue tak bisa menggunakan Sihirnya


"S-sial aku kecolongan"


Dari jarak jauh, Penembak Jitu yang bertujuan Menembak Kizue pun menarik pelatuknya dan dengan Peluru Sihir hanya beberapa Mili detik saja hingga Peluru Sihir itu sampai ke tubuh Kizue yang membuat Kizue pingsan.


"d-dimana ini"


Kizue pun terbangun dari Pingsannya dan Rachel sedang dikurung dipenjara depannya


"R-rachel"


Kizue berniat menghancurkan penjara itu namun sia sia saja, besi dari penjara itu terbuat dari material Anti Sihir dan Material yang menyerap sihir penggunanya


"S-sial"


"Kizue?"


"ya, ini aku!"


"kita sekarang dimana?"


"Kita tertangkap oleh mereka"


"Mereka?"


"Siapa Mereka?"


"Black Association"


Mereka pun datang


"Hei pembicaran akhir yang cukup menyenangkan ya"


"a-apa yang ingin kau lakukan?!!!"


"aku? aku hanya disuruh membunuh Temanmu"


"?!!"


"Santai saja aku tak akan membunuhmu kok"


Rachel pun dibawa oleh orang itu ketempat penyiksaan untuk dibunuh


"H-Hei, lepaskan dia!!!"


tapi orang itu tetap membawa Rachel hingga ketempat Penyiksaan, Kizue sendiri merasakan Hawa membunuh ditempat itu yang berarti Rachel akan benar benar Dibunuh, dan Kizue juga bisa mencium darah Rachel.


Mereka pun menghubungi Bosnya dalam telepati


"Bos, kita akan langsung membunuhnya disini?"


"Tentu saja"


Saat mereka berniat menebas bagian vital Rachel tiba tiba tanpa mereka sadari kepala dan tubuhnya telah tertebas


"Teknik Chronicle: Tebasan Ruang"


"Hm apa yang kau lakukan?"


"Sia sia saja, kekuatan kita sudah beda jauh"


Saat Orang itu berniat menggunakan Artefak sihirnya tiba tiba dia sadar bahwa dirinya sudah Tertebas Mati


"Kemarilah, Akuma!'


Seketika daerah sana pun menjadi gelap dan muncul Akuma


"Aku merasakan beberapa energi Sihir disini, apakah kamu bisa membunuh mereka?"


"Tentu saja, Tuan"


Beberapa menit setelahnya, Akuma mampu memb*nt*i semua musuhnya yang ada disana akan tetapi tanpa Kizue sadari, mereka berada didunia ciptaan Salah satu anak buah terkuat dari Black Association. Dan sialnya Kizue berpapasan dengan orang itu


"hm? masih ada yang selamat ya"


"jadi kamu ya?"


"maksudmu?!"


"ya kamu yang membantai anak buahku"


"*D-dia adalah pemimpin?!!"


"Auranya menakutkan"


"Tidak, aku bukan pemimpin. Dia lebih kuat dariku jadi jangan samakan aku dengan yang mulia"


"B-bagaimana bisa kamu tau apa yang kukatakan dalam hati?!!!"


"hm? kamu tidak sadar ya jika tempat ini adalah buatanku?"


"A-apa maksudmu?!!"


"ntahlah"


Orang itu pun hendak menendang Kizue dengan kekuatan "Andromeda Kick" hanya saja....


Sudut pandang Akuma


"Begini saja? tcih membuatku bosan"


Tapi beberapa menit setelah itu Akuma merasakan energi mengerikan dari ruang dimana Kizue berada


"T-tuan?!!"


"Aku harus membantunya!!!"


dengan kecepatannya, Akuma langsung berada didepan Kizue dan menahan serangan dari Orang itu dengan tangannya


"Hm? siapa kamu"


"Tuan, larilah!!!"


"Baiklah"


Kizue pun lari dari sana hanya saja Akuma tiba tiba hilang dari hadapan Kizue dan orang itu berniat menendang kepala Kizue dengan Andromeda Kicknya lagi untung saja Kizue menahannya dengan teknik pedang barriernya


"Dimana Akuma?"


Orang itu pun bermutasi menjadi wujud dari Akuma ketika menjadi raja Iblis mungkin saja lebih daripada Akuma itu sendiri dan juga orang itu mendapatkan kekuatan dari Akuma


"Ini maksudmu?"


"B-bagaimana bisa?!"


Orang itu pun memperkenalkan dirinya sebagai "Aldian" lalu menyerang Kizue dengan salah satu sihir Akuma yaitu "Existence Destroyer" yang membuat keberadaan Kizue menjadi hancur berkeping-keping, dan tubuh Kizue sendiri telah hilang. Rachel sendiri menyaksikan kejadian itu secara langsung dan didepan matanya


"K-k-k-Kizue....."


"Hm? sudah bangun ya"


"APA YANG TELAH KAU LAKUKAN? SIALAN!!!!"


"Yang kulakukan? aku hanya membunuhnya"


"Tak akan ku maafkan!!!"


Rachel dengan kekuatannya pun terlepas dari rantai itu dan berniat menyerang Aldian akan tetapi karna Dimensi ini adalah ciptaan Aldian dan berkehendak pada Aldian maka sebelum terkena serangan Rachel, Aldian langsung berkata "Berhenti" yang membuat pergerakan Rachel terhenti seketika


"S-sial"


"Percuma saja, ditempat ini aku lebih berkuasa"


Saat Rachel tak bisa bergerak, Aldian langsung mengteleportasikan anak buahnya ke tempat dia sekarang dan hanya dengan berkata "Hiduplah" seketika anak buah Aldian hidup kembali


"M-maafkan kami Tuan"


"Tidak apa-apa, musuh yang kalian lawan tadi tidak setara dengan kalian"


"pergilah, beritahu Bos kalau kita berhasil mengalahkan orang yang ditargetkan oleh orang yang membayar kita"


"B-baik Tuan"


Mereka pun pergi dari tempat itu


Aldian pun berniat mengakhiri hidup dari Rachel dengan "Andromeda Kick" akan tetapi saat ingin mengakhiri hidup dari Rachel, Rachel pun berhasil memanggil "Excalibur" pedang legendaris turun temurun dari keluarganya, sebenarnya dia telah memanggil "Excalibur" berkali kali dari tadi hanya saja semuanya gagal tapi saat Rachel merasakan hawa kematian tiba tiba tekadnya bulat dan membuat Pedang Legendaris Excalibur terpanggil dan menebas lengan dari Aldian.


"Apa?!"


Rachel pun dengan sihir teleportasinya langsung berada didepan Aldian dan menebas Aldian dengan "Excalibur: Scorpio of Erasure" yang membuat tangan Aldian yang lain tertebas.


"Sembuhlah"


"...'


"Sembuhlah"


"Sembuhlah"


"??!


"S-siallll, kenapa tidak bisa?!!!"


Aldian pun berkata "Matilah" akan tetapi Rachel tidak mati dan kemudian Aldian berniat menggunakan kekuatan Akuma yaitu "Existence Destroyer" tapi sayangnya sebelum dia menggunakannya, Rachel sudah berada didepannya dan menebas tubuhnya menjadi dua bagian tapi Aldian masih hidup karna tubuh aslinya berada direality. Tubuh Aldian yang ada didimensinya pun menjadi debu, bersamaan dengan itu tempat dimana Rachel sekarang berada hancur karna Aldian menghancurkan dimensinya sendiri dari dunia nyata.


"Cih"


"Excalibur: Dimension Destroyer"


Tebasan pedang Excalibur itu pun mampu meretakan dimensi buatan Aldian dan membuat Rachel keluar dari dimensi itu


"S-sial bagaimana bisa?!!"


"untuk sekarang aku harus lari"


Aldian pun menciptakan ruang teleportasi dan ingin menuju ke Bosnya akan tetapi ruang teleportasi itu dibelah oleh "Excalibur" milik Rachel


"mau lari kemana? keneraka?"


"S-sial, kenapa harus seperti ini!"


Kizue sendiri sedang berada ditahap pemulihan dari kekuatan Aldian


"dimana ini?"


"Tuan, tubuhmu sedang berada ditahap pemulihan lebih baik kurangi berbicara"


"baiklah"


...Back to Rachel...


Saat Rachel ingin menebas Aldian dengan "Excalibur: Dragon" tiba tiba pemimpin Black Association datang dan menahan serangan itu dengan jari manisnya dan membawa Aldian pergi dari sana


"S-sial!!!"


"K-Kizue....."


"Aku harus bagaimana sekarang?..?"


"Bagaimana nasib Vera jika dia tau dengan yang terjadi saat ini..."


"......."


Rachel pun kembali ke Negara asalnya dan dengan berani Dia memberi tau ke Vera apa yang terjadi.


"..."


"Tuan?"


"Zue dimana???"


"...."


"Zue sudah mati"


"Hey... kau pasti berbohong kan?!"


"Tidak, Dia memang sudah mati.."


"..."


"Bohong!!"


"Bohong!!!"


"Bohong!!!!!!"


"Kau berbohong kan?!!!!"


"Tidak Vera, aku tau ini menyakitkan tapi..."


"Tapi? tapi kau malah membiarkannya mati begitu saja?"


"Maaf..."


"Maaf? apa kamu pikir dengan minta maaf Kizue akan hidup lagi?"


"apa kamu pikir dengan minta maaf aku tak sedih lagi??"


"..."


"JAWAB!!!"


Rachel pun tak bisa menjawab dengan sepatah kata kata lagi


"Tinggalkan aku sendiri"


"Cepat!!"


"B-baiklah"


Vera pun menangis sejadi jadinya dari malam hingga pagi hari


"Maafkan aku, Vera"