
Aku pun terbangun disuatu tempat.
"D-dimana ini?!" ucapku saat itu,
"Ohh, kau sudah bangun ya..." ucap seseorang yang berada didekatku.
Aku masih dalam keadaan mata belum terbuka sepenuhnya.
"Suara wanita? tapi siapa" ucapku dalam hati,
"Siapa kau?!",
"Dan dimana ini?" tanyaku lagi.
"Kau belum tahu ya?",
"Kita sekarang berada di ruang bawah tanah yang ada di kerajaan ini" jawabnya demikian,
"Dan untuk nama, kau bisa menyebut ku sebagai Sparker, ya itu adalah julukanku" balasnya lagi.
Akhirnya aku pun membuka mataku secara keseluruhan, dan ya benar kita sedang berada di sel penjara yang sama, saat itu juga aku berniat untuk berdiri tapi tiba-tiba Aura yang meng cengkram membuatku jatuh kembali.
"Aura apa ini??!" ucapku.
"Wah wah, kau sudah bangun ternyata" ucap seseorang yang berada di kegelapan.
"Suara ini?!",
"Itu kau Zack?!" ucap ku.
"Hebat² kau mampu menyadarinya",
"Dan juga kuucapkan",
"Selamat datang dikastilku! Sang Raja yang Mahakuasa".
Zack pun menutup kata katanya dengan tertawa.
"Sialan, kau kemanakan Ayahku?" ucap Gadis yang bersamaku itu.
"Ayah mu? kau ingin menyusulNya? baiklah",
"Akan ku kabul-kan keinginan-mu" balas Zack.
Zack pun langsung mengeluarkan sihir nya dan mengarahkan serangan itu ke Sparker.
"Tidak!!" ucap Sparker saat hampir terkena sihir Zack.
Aku pun dengan empati langsung menghadang sihir itu dengan tubuhku.
"Aaaaahhhhhhh—" ucapku yang terkena sihir itu.
"Cih mengganggu saja" ucap Zack,
"Untuk sekarang kau kubiarkan selamat, lain waktu aku akan benar benar membunuhmu" ucap Zack.
Sparker pun menghampiriku dan berkata kepadaku.
"Kau tidak apa apa?",
"Maaf jika telah merepotkanmu" ucap Sparker.
"Itu... tidak apa-apa" ucapku dengan nada terbata-bata.
Aku pun pingsan setelah mengatakan itu, beberapa Jam kemudian di sore hari aku pun terbangun kembali.
"Hei Sparker, kenapa kau melamun?" tanyaku.
"Perkataan orang itu...",
"Ayahku, Ayahku... Ayahku kemungkinan telah Dia bunuh!" jawabnya kepadaku.
"... Kenapa kau menyimpulkan demikian?" tanyaku.
"... Tidak tahu",
"Tapi, ayahku pasti telah dia bunuh!" jawabnya.
"Tenang... aku akan membantumu",
"Sekarang jangan bersedih...",
"Dan juga bisa tidak kamu menghancurkan rantai yang ada di kaki ku? rantai itu seperti menahan sihirku" ucapku dengan nada serius
"B-baiklah..." balasnya
Saat Sparker menyentuh Rantai itu, tiba-tiba dia tersetrum.
"Ahhhh—",
"A-Apa ini?" ucapnya terbata-bata karna kesakitan.
"Sepertinya tak bisa ya..." ucapku.
"Maaf..." balasnya.
"Tak apa apa" ucapku.
"Oy Zack",
Zack pun langsung berteleportasi ke hadapanku
"Tidak sopan sekali memanggil seorang Raja dengan nama aslinya" ucap Zack.
"Aku... Aku Zue menantangmu untuk berduel!" ucapku.
"Zue? apa yang kau lakukan?!" tanya Sparker.
"Aku harus menyelamatkan Planet ini dari dirinya, karna aku lah yang telah membawanya kesini" jawabku ke Sparker
"Siapa nama aslimu Sparker?" tanyaku.
"Lenna, namaku adalah Lenna Kotsuguri" jawabnya.
"Baiklah, Lenna. Apakah kau percaya kepadaku untuk kemenangan ku?!" ucapku.
"..."
"Cih, lama sekali perpisahannya!" ucap Zack dengan nada tinggi,
"Pasukan, bawa dia!" perintah Zack ke pasukannya untuk membawa Ku ke tempat Duel.
"Y-Ya, aku percaya kamu bisa! Zue!!!!" teriak Lenna
"Baiklah, ku harap kau bisa bertahan..." ucapku dalam hati
Beberapa menit kemudian, aku dan Zack pun sampai di Arena Duel, para Manusia mendukung Ku dan para Monster mendukung Zack
"Sudah lama kita tidak melakukan duel ya Zue",
"Tapi sekarang jangan berharap kau bisa menang dariku, Hahahaha" ucap Zack yang diakhiri dengan tertawa
"Aku... Kizue Natsuki seorang Awakening Human, bersumpah untuk mengalahkanmu Zack!" ucapku dengan nada tinggi dan percaya diri
"Hahaha, ku harap itulah kenyataannya dan tidak hanya omong kosong" ucap Zack
"Kemarilah, Acnopilago"
Aku langsung mengeluarkan senjata Gun ku yaitu Acnopilago, dan juga rantai yang mengekang sihir ku telah diputuskan oleh Zack sebelum pertarungan.
"Datanglah, Demon ሰይፍ—"
Saat Zack mengeluarkan pedangnya, firasatku menjadi tidak enak dan langit mulai gelap gulita.
"Energi apa ini?!" ucapku dengan gemetaran.
"Duel dimulai" ucap Wasit
Baru saja dimulai, Zack langsung berada didepan ku dan mulai ingin menebasku.
"C-cepat sekali! dan juga hampir saja!" ucapku yang menahan serangan itu
"Lumayan-lumayan" ucap Zack
Aku pun langsung mundur kebelakang 5 langkah
"Deteksi kecepatan" ucapku
"Kecepatannya adalah 39173 m/s" ucap Sistem
Saat sistem berkata ini, aku juga menahan serangan dari Zack.
"S-sial cepat sekali!!" ucapku
Gerakan Zack sangat cepat hingga menciptakan afterimage, bayangan dari dirinya seperti dia ada banyak padahal itu akibat dari kecepatannya.
"Ilusion"
Seketika banyak Ilusi dari Zack, aku sendiri tak tahu dimana dia yang asli.
"A-a-apa?! Zack ada banyak?!" ucapku
"Teknik dewa kegelapan: Tebasan abyssal demon"
Dari belakang, Zack langsung menerjang ku dan menebasku hingga tengkorak dari tanganku terputus, dan tanganku yang jatuh itu pun menghilang, akibat dari itu juga aku tak bisa bergerak.
"Inilah akhirmu, Zue!" ucap Zack
Zack langsung menebas tubuhku yang membuat diriku hancur hingga tahap keseluruhan, bahkan ingatan tentangku pun hilang dari dunia ini.
"Eh? kenapa kita datang disini",
"Iya ya?" ucap beberapa Warga yang kebingungan.
Tak hanya Manusia, para Monster juga kebingungan.
"D-dia? Raja kita? kenapa disini!" ucap Monster,
"Apa yang sebenarnya terjadi?" ucap Para Monster itu dan para manusia.
Sementara disel.
"Aku harus percaya kepada ?",
"Siapa? percaya kepada siapa?" ucap Lenna kebingungan