
"dimana ini?" ucap Kizue
"hai Kizue, kamu sudah mati didunia lamamu alias tubuh dunia lamamu telah mati karna pertarungan kemarin" ucap Gaimo
"hah?" ucap Kizue
"tubuhmu telah mati karna kemarin Kamu mengeluarkan banyak skill yang membuat MP mu habis dan MP sendiri adalah jumlah kehidupanmu didunia Nyata" ucap Gaimo
"aku? mati?" ucap Kizue
"ya, tapi tenang saja kamu masih bisa menggunakan skill hanya saja kamu tak bisa lagi berbicara dengan sistem" ucap Gaimo
"tapi karna kamu mati aku akan memberimu beberapa skill, kamu bisa melihat skill dengan cara berkata Status dan aku akan memberikan 5 pilihan skill dari 15 Skill yang tertera" ucap Gaimo
[Skill Selection]
Pedang Dewa Cahaya
Kegelapan Salah
Aura Mematikan
Penghancur
Zirah Cahaya Tak Terlihat
Pemanggilan Malaikat
Penyerapan Sihir Lawan dan mengubahnya menjadi skill
Menghidupkan orang mati dan mengubahnya menjadi Undead
Menciptakan Kloning
Memperkuat Stats 5×
Kembali ke 5 menit sebelumnya
Penembus Ketahanan lawan
Menciptakan tarikan gravitasi
Menyembunyikan status
Void Telekinesis
"... ini hadiah untukku?" tanya Kizue
"yaps" ucap Dewa itu
"baiklah" ucap Kizue
"aku akan pilih 15, 1, 7, 5, 10" ucap Kizue
"baiklah statusmu akan naik ketika kamu bangun nanti" ucap Gaimo
"yang kulawan waktu itu siapa?" tanya Kizue
"dia adalah sang Pencipta, dia yang mengatur Semua Dewa yang ada Ditiap Dunia yang berbeda" ucap Gaimo
"kenapa dia tertarik denganku?" tanya Kizue
"sebenar-"
Kizue pun terbangun dihutan sebelah Pusat Kota setelah tergeletak dalam waktu yang lama dan dalam ingatan yang samar samar
"Dimana ini?" ucap Kizue
"aku merasakan angin yang sangat kuat berkumpul disini" ucap Kizue dalam hati
"hai" ucap seseorang disana
"siapa kau? aku seperti pernah mendengar suaramu" ucap Kizue
"ahh kamu melupakanku? aku Vera loh?" ucap Vera
"V-vera?! syukurlah kamu selamat" ucap Kizue
"selama aku tertidur apa saja yang terjadi?" tanya Kizue
Vera pun menjelaskan semuanya bahwa selama Kizue tertidur dia menjaga Kizue dan saat dia melawan Monster kuat hingga berdarah datanglah peri angin dihutan itu
"l-luar biasa" ucap Kizue
"hehehe, terima kasih semoga saja aku tak menjadi bebanmu lagi" ucap Vera
"ini aneh" ucap Kizue
"aneh kenapa?" tanya Vera
"aku seperti kehilangan" ucap Kizue
"apa maksudmu?" tanya Vera
"Sistem?" ucap Kizue
Tapi sistem tak menjawab
"sistem!"
"sistem!!!"
"k-kekuatan ku?!" ucap Kizue
"apa yang kamu katakan? sistem? kekuatanmu?" tanya Vera
"apa yang telah terjadi?" ucap Kizue
"Sistem"
"??!"
"Sistem"
"Skill:Kendalikan Ranting Disekitar"
Seketika ranting ranting pun terkendalikan
"masih bisa?" ucap Kizue
"oh aku baru ingat" ucap Kizue
"baiklah" ucap Kizue
"apa yang kamu ingat?" tanya Vera
"eh uang kita?" tanya Kizue
"ohh uang nya aku pegang tadi terjatuh" ucap Vera
"baiklah, sekarang kita harus mencari penginapan" ucap Kizue
"hmmm... baiklah" ucap Vera
"akan kucoba cek status Vera" ucap Kizue
"Skill: Status Detection Vera Nicasaki"
[Status]
Name: Vera Nicasaki
Age: 16
Job: Spirit Tamer
Level: 12
Gender: Perempuan
[Statsment]
Attack: 100 Mp: 2382
Durability: 10 Stamina: 121
Cricital: 5 Speed: Normal Human
Magic Damage: 5000 Reflection: 90
Weakness: Void, Ruang tanpa angin
"keren" ucap Kizue
"ha?" tanya Vera
"t-tidak apa apa" jawab Kizue
"hmm baiklah" ucap Vera
mereka pun sampai dipenginapan termewah disana
"P-pe-permisi" ucap Kizue
"ya?" tanya Resepsionis itu
"bisakah saya menyewa kamar disini?" tanya Kizue
"tentu saja, anda mau menginap disini harganya 25 Koin emas/kamar" ucap Resepsionis itu
"baiklah, saya bayar" ucap Kizue
"e-eeEEEH" ucap Vera Shock
"kenapa?" tanya Kizue
"k-kamu serius?" tanya Vera
"tentu saja" ucap Kizue
"memang kamu mau sekamar ama aku?" tanya Kizue
"m-mau m-mau saja sih" jawab Vera
"baiklah" ucap Kizue
"ohya ka, selain itu ada fasilitas apa saja disini?" tanya Kizue
"jangan panggil ka, panggil Elma saja" ucap Elma
Elma pun menjelaskan Fasilitas Fasilitas pada penginapan ini
"ohhh.. baiklah makasih kak Elma" ucap Kizue
"ahh sudahlah dibilang jangan panggil kak masih ngeyel" ucap Elma
"hehehe" ucap Kizue
"eh btw kalian sepasang kekasih ya?" tanya Elma
seketika Kizue dan Vera pun memerah
"e-e-e a-a-apa t-tadi?" ucap Vera
"sepasang kekasih" ucap Elma yang membuat Vera pingsan dengan keadaan memerah
"ahh orangnya pingsan, maafkan aku Tuan" ucap Elma
"t-tak apa apa" ucap Kizue
Kizue pun menggendong Vera menuju kekamar mereka
"baiklah waktunya mengecek Statusku" ucap Kizue
"Status: Kizue"
[Stat]
Name: Kizue Natsuki
Age: 20 But Lowered to 13 with He Face
Job: NPC
Point to Up Stats:8(1\=5)
Level: 18
Main Skill: Menciptakan Ruang(Level 2), Menggerakan Pedang dengan Sihir(Level 8), Menjinakan(Level 6), Menggunakan Skill Pet(Level 6), Tebasan Api(Level 2), Lightning Slash(Level 2), Lightning Shock(Level 2), Lightning Bom(Level 3), Lightning Element(Level 5), Spirit Form(This Skill Not Have Level), Earthquake(Level 4), Earth Element(Level 6), Earth Bom(Level 1), Cahaya Penghakiman(Level 7), Meningkatkan Sihir 2×(This Skill Not Have Level), Mendeteksi Status Musuh(Level 7), Bom Penghakiman(Level Unknown), Gempa Bumi Penghakiman(Level Higher but need 200 Mp), Telekinesis Void(Level 1), Pedang Dewa Cahaya(Level 7), Zirah Cahaya Tak Terlihat(Level 8 but need 100 MP), Penyerapan Sihir(Not Have Level), Memperkuat Stats 5×(Not Have Level)
Gelar:Cold Blooded Hunter, Spirit Tamer, Solo Raid, Dragon Slayer-Low Level, King Sword
Experience: 1892/14080
Statsment
Attack: 65 MP: 100
Durability: 30 Stamina: 80
Critical: 35 Speed: Super Human(70)
Magic Dmg: 105 Reflection: 30
"Up Atk 5, Durabilty 3"
Succses
"baiklah, selanjutnya waktunya tidur sebelum ke akademi" ucap Kizue
Keesokan Harinya
"Bangun, Hei Bangun" ucap Vera
"hoaam" ucap Kizue
"kita akan kemana?" tanya Vera
"hmm... membeli baju sebelum keakademi?" ucap Kizue
"baiklah" ucap Vera
Mereka pun membeli baju dan berangkat ke Akademi menemui Kepala Akademi
"permisi pak" ucap Kizue
"Apa kalian sudah membawa keping emas yang sudah kita tentukan?" tanya Zion
"tentu saja" ucap Kizue
Kizue pun mengeluarkan semua keping emasnya, dan Zion pun menghitungnya hingga selesai
"wow luar biasa bahkan lebih 5 keping emas" ucap Zion
"baiklah, selamat kalian diterima menjadi Murid Akademi ini, silahkan berduel untuk menentukan Tingkatan kalian, kalian juga bisa menghindari duel kok" ucap Zion
"dan juga bisakah kalian menyebutkan Class kalian?" tanya Zion
"tentu saja" ucap Mereka berdua
"Saya adalah seorang Pengguna pedang" ucap Kizue
"Saya Pengguna sihir Angin dan lebih ke Heal Angin" ucap Vera
"hmm.... baiklah" ucap Zion
"Hei, siapa namamu?" tanya Kizue
"sedikit kasar tapi tak apa apa namaku Ran Tsugaki"
"wow nama yang indah" ucap Vera
"terima kasih, kalian sekarang akan menjadi bagian dari Kelas B" ucap Ran
"Perkenalkan anak anak kita kedatangan Murid baru, silahkan perkenalkan diri kalian"
"Aku akan mengalahkan kalian semua, namaku Kizue Natsuki" ucap Kizue
"cih anak sialan baru masuk sudah sombong" kata salah satu anak laku laki disana
"hey bocah sialan jangan beranggap kamu kuat, kamu itu hanya rakyat jelata" ucap Anak Itu
"mau berduel?" tanya Kizue
"baiklah" ucap Anak itu
"siapa namamu?" tanya Kizue
"Arata" ucap Anak itu
"Arata ya? nama yang bagus" ucap Kizue
"baiklah kapan kita berduel?" tanya Kizue
"sekarang?" tanya Arata
"hmm oke oke" ucap Kizue
Mereka pun menuju Kearena duel dan dilihat oleh semua Murid yang ada diakademi itu
"kau akan kalah disini juga!" ucap Arata
"apa benar?" ucap Kizue
"tentu saja" ucap Arata
"Duel Dimulai"
"Aura yang mengerikan tidak tapi Energi Sihir yang mengerikan" ucap Kizue dalam hatinya
"Magic:Infernoglaze Multiple 100×" serangan yang mengeluarkan percikan Neraka dan jika kita terkena serangan itu maka kita akan terbawa Halusinasi
"cih kekuatan apa itu?" ucap Kizue
"Attack!" ucap Arata
"Skill:Muncullah Pedang Cahaya Dewa" ucap Kizue
Dengan pedangnya Kizue pun menebas semua serangan Arata
"Luar biasa" ucap Arata
"Kemarillah Pedang Bangsawan Presky"
"Magic:Teleportasi 7-1-8-7-1-9-7-1-4-7-1"
layaknya seorang assasin, gerakan dia bahkan tak bisa dilihat oleh mata manusia biasa, saat dia terteleportasikan ke Kizue dia langsung menebas Kizue kemudian berteleportasi kelawan arah itu terulang berkali kali
"bagaimana? apa kamu masih bisa melihatku?" tanya Arata
"Aarg" ucap Kizue kesakitan
"sudah kubilang kamu itu hanya Rakyat biasa" ucap Arata
"apa kamu serius?" tanya Kizue
"hahahhaha, tentu saja" jawab Arata
"baiklah" ucap Kizue
"akuilah kekalahanmu" ucap Arata
"Skill: Teleportasi"
"Skill: Earth Explosion" Kizue pun menciptakan Bom tanam yang bisa ditempelkan ke musuhnya dan tak bisa dilepas hingga pemiliknya menyetujui
"Jagalah pertahananmu" ucap Kizue
"cih sialan!!!" ucap Arata
"Magic: 5× Magic"
"Magic: Fast Meteor Active"
Seketika dari langit datang Meteor dengan kecepatan Super dan dalam Posisi Aktif
"buset keren" ucap Kizue
"matilah kau sialan.!!!!!" ucap Arata
"tapi itu percuma loh" ucap Kizue
"Teknik Cahaya Supernova: Ribuan Tebasan Cahaya"
Meteor itupun dibelah menjadi kecil keci hingga sangat kecil
"b-bagaimana bisa?!" ucap Arata
"tuhkan sia sia" ucap Kizue
"sekarang giliranku" ucap Kizue
Kizue pun berteleportasi kebelakang Arata dan ketika dia ingin menebasnya
"dasar Manusia Sialan" ucap Arata yang berubah menjadi Iblis
"buset Iblis" ucap Kizue
"cih" ucap Arata
"w-woi apa itu?!" ucap Para Penonton
"I-Iblis?!" ucap Para Penonton
"keren banget buset" ucap Kizue
"hei apakah kamu tidak sadar kalau kamu adalah targetku?" tanya Arata
"hmmm aku tau sih" ucap Kizue
"marilah bertarung dengan Serius" ucap Arata
"baiklah" ucap Kizue
"Skill:Cahaya Penghakiman"
"Magic:Barrier"
"Serangan mu sekarang tak berfungsi" ucap Arata
"Apa kamu serius?" tanya Kizue
"tentu saja, sekarang kamu hanya mainan bagiku. Jangan mengecewakanku ya rakyat jelata" ucap Arata
"hmm, baiklah" ucap Kizue
"Roh Angin kemarilah" ucap Arata
"Roh ya? hm... baiklah" ucap Kizue
"kutebak pasti kamu ketakutan" ucap Arata
"takut? apa itu?" ucap Kizue
"cih"
"Spirit Magic: Windfall"
serangan Angin luar biasa membuat Kizue terjatuh
"s-sial" ucap Kizue
"hahaha tunduklah padaku" ucap Arata
"Copy Spirit Magic: Windfall"
"a-apa?" Ucap Arata yang terjatuh karna serangan Kizue
"kamu mau mati?" tanya Kizue
"huh" ucap Arata
"Mode: God Wind Spirit" yang membuat Arata menyatu dengan Spiritnya dan menjadi God Wind Spirit
"tiruan yang murahan" ucap True God Wind Spirit yang asli
"Hei" ucap True God Wind Spirit
"ya?" tanya Vera
"boleh tidak aku membantu temanmu?" tanya True God Wind Spirit
"baiklah" jawab Vera
"k-kekuatan apa ini?" ucap Arata dengan rasa cemas
"Anginnya kencang sekali" ucap Penonton disana
"tuan, ini adalah kekuatan asli God Wind Spirit" ucap Wind Spirit Arata
"??! dia memilikinya?!!" ucap Arata dengan Ketakutan
"kekuatan apa ini?" tanya Kizue
"hai" ucap God Wind Spirit dalam telepati
"siapa kamu?" tanya Kizue
"aku adalah Dewa dari Roh Angin" jawab-Nya
"kenapa kamu disini?" tanya Kizue
"aku akan membantumu" jawab-Nya
"ini serius?" tanya Kizue
"tentu saja" ucap God Of Wind
"huh baiklah" ucap Kizue
"God Wind Spirit Form"
"Tuan, berhati hatilah ini hal darurat" ucap Wind Spirit milik Arata
"cih apa aku harus menyerah?" tanya Arata
"itu terserah kamu sendiri, Tuan" ucap Wind Spirit
"baiklah mari kita bertarung" ucap Arata
"Spirit Mode: Wind Sword" ucap Arata
"Spirit Mode: Wind Bow" ucap Kizue
"atas kehendak Roh Angin, kuperintahkan kalian(Para angin) untuk menjaga ku" ucap Kizue
"Teknik Panah Angin: Super Wind Arrow"
"Teknik Pedang Angin: Wind Repulsion"
Panah Kizue dengan kecepatan super massivenya pun mendekati Arata tapi Arata menebasnya dengan serangan anti Angin tapi panah itu lolos dan menggores tangan Arata
"luar biasa" ucap Kizue
"s-sialan" ucap Arata
"Spirit Mode: Wind Sword"
setelah mengubah bentuk Spiritnya menjadi Wind Sword Kizue dengan teleportasinya pun menebas tangan dari Arata
"Teleport"
"d-dimana dia?!!" ucap Arata ketakutan
Slash
"aaaahhhh" ucap Arata ketakutan
"hentikan, duel sudah selesai" ucap salah satu Guru disana
"yhaaa.. baiklah saya minta maaf" jawab Kizue
"s-s-sensei" ucap Arata dengan ketakutan
"Duel selesai pemenangnya adalah Kizue" ucap Wasit
"ingat, kamu hanya bisa mengalahkan tingkat terlemah disekolah ini" ucap Guru itu
"baiklah" ucap Kizue
"Back to normal Form" ucap Kizue
Angin pun terasa sangat kencang Hingga beberapa orang terseret oleh anginnya
"fyuh..." ucap Kizue
"Energi ini?! masalah lagi?" ucap Kizue
"Energi apa ini?!!" ucap Guru Guru disana
"Ve"
"Vera"
"h-haik?" tanya Vera
"masuklah ke kelas, ini bencana" ucap Kizue
"kamu sudah tau?" tanya Seseorang
"tentu saja" tanya Kizue
"tapi percuma saja kamu tak bisa mengalahkanku" ucap Orang itu
"apa kamu serius?" tanya Kizue
"tentu saja, kamu hanya orang lemah" ucap Orang itu
"cih ganggu orang mau istirahat aja" ucap Kizue
"aku bisa membuatmu beristirahat dengan tenang" ucap Orang itu
"huft sialan" ucap Kizue
"Teleport"
Kizue pun mencoba menebas orang itu
"Magic: High Gravity"
"Cih" ucap Kizue