
Tujuh Jurnal kehancuran, adalah sebuah jurnal yang meramalkan kehancuran Dunia sepenuhnya dan Jurnal ini berdampak pada realita yang ada. Sebenarnya ini bukanlah sebuah ramalan tapi kenyataan, semua yang ditulis di jurnal itu akan menjadi kenyataan.
Akan tetapi Jurnal itu disegel disuatu tempat oleh Dewa, dan juga konon katanya hanya ada satu orang yang bisa menggunakan Jurnal itu, dia adalah anggota sekaligus pemimpin organisasi Crimson, Sang Mahakuasa Trickster, penipu legendaris yang mampu merubah realita sekaligus takdir seseorang,
Dan Trickster itu akan mendapatkan jati dirinya sekaligus ingatannya dimasa lalu, saat 5 Tahun sebelum fenomena Irminsul berdarah Trickster itu mendapat Ingatan hidupnya yang lama dan jati dirinya.
Trickster itu bertujuan untuk menghancurkan Dunia melalui Journal OTWD, dan tujuan pahlawan adalah menghentikan Irminsul, jika diperjelas pahlawan tidak akan bisa mengalahkan Trickster, Maka dengan begini dunia akan hancur.
Alam semesta ini diperkirakan sudah berumur 1600 Miliar Tahun, yang berarti segel itu sudah mulai terbuka sedikit demi sedikit.
"Mimpi itu lagi.." ucapku yang terbangun dari tidur.
"E-Eh... O-o-omega?" ucapku dengan nada terbata-bata dan muka memerah
"Hmm?" balas Omega
"P-p-p-pakaianmu d-d-d-dimana!?" ucapku dengan nada terbata-bata dan muka memerah lagi.
"EEEH-"
"Tunggu, aku tahu kamu akan teriak tapi ini bukan salahku, mungkin kamu mengigau lalu melepaskan pakaianmu saat itu" ucapku
"Zue bodoh!!!" ucap Omega dengan nada tinggi dan juga memukul kepalaku.
Seketika ada orang yang menghampiri kami.
"Ada apa in‐"
"Ah maaf mengganggu kalian berdua" ucap orang yang mendatangi kami dan langsung menghadap kebelakang.
"T-tunggu ini b-bukan seperti kamu kamu kir-" ucapku.
"Tidak, apa apa tidak usah malu Tuan" ucap Orang yang tadi
"Ah sudah hentikan!" ucapku
"Omega kenakan pakaianmu, aku ingin membicarakan hal serius disuatu tempat" ucapku.
"Baik..." balas Omega
Setelah Omega mengenakan Pakaiannya aku pun mengajaknya pergi ke Planet Century.
"Jadi apa yang ingin kamu bicarakan hingga membawa ku ke Planet lain?" tanya Omega.
"Ini" ucapku
Aku langsung membuat sihir yang kuberi sedikit pengetahuan dari diriku, pengetahuan tentang Seven Journals of the world's destruction.
Seketika itu Omega pun langsung mengingat sesuatu tentang Seven Journals of the world's destruction.
"Jurnal ini..." ucap Omega
"Kau sudah mengingat siapa diriMu?" tanyaku kepada Omega
"Hmm... Jadi kamu adalah tuanku sekarang?" tanya Omega
"Energi magismu sedikit sekali, kamu sepertinya hanya orang lemah" ucap Omega.
Omega pun langsung membuat pedang dari energi sihirnya lalu menerjangku.
Tapi sayangnya pedangnya itu langsung kuhilangkan, kemudian aku memukul Omega yang membuat langkahnya mundur 100× lebih jauh dari tempat awal.
"Boleh Juga" ucap Omega di Telepati
"Hmm... ternyata kamu juga bisa melakukan telepati secara paksa" ucapku
Omega dalam kecepatan 0 detiknya pun langsung berada didepanku, tak ku sangka kecepatannya bahkan melebihi Reaksiku dan melebihi Orang dari kerajaan itu.
"Sia-" ucapku sebelum terkena tebasan pedang milik Omega.
Seketika tubuhku pun terbelah menjadi dua dan itu membuat sistem yang menjadi inti dari kehidupanku juga terbelah menjadi dua, Planet yang lokasinya dibelakangku juga terbelah menjadi dua.
"Sia-" ucapku sebelum tubuhku menghilang.
"Hm? cuma begitu doang?" ucap Omega
Slash
"T-tanganku!?" ucap Omega 1
"Yo!" ucapku
"A-apa? bagaimana bisa!?" ucap Omega
"Tebasan yang Indah" ucapku yang langsung mendekati Omega dan kita saling melihat mata ke mata.
"E-Eh..." ucap Omega dengan muka memerah
"Tidak!, Sial aku tak akan kalah!" ucap Omega yang langsung mundur beberapa langkah
"Hmm... agar kamu mau menjadi Anak buahku, aku harus bagaimana?" tanyaku
"Aku tidak akan menjadi anak buah siapapun!" balas Omega
Omega pun langsung pergi keluar angkasa.
"Hmm, kalau aku lepas bisa jadi bahaya ini mah" ucapku
Aku pun mengikuti Omega walau kalah telak dalam speed, ya aku menggunakan Teleportasi Instantku dan itu membuatku bisa menyusul kecepatan Omega.
"B-bagaimana bisa!? kecepatanku adalah 0 detik diatas rata rata!" ucap Omega.
"Percuma saja, Instant Teleportku mutlak mau sebagaimanapun dan sejauh apapun kamu lari dariku." ucapku
"S-sial!" ucap Omega
Omega pun langsung menghadap ke belakang dan berniat menebas diriku, hanya saja aku langsung berteleportasi ke belakangnya, itu membuat Planet yang berada dibelakang tempat awalku terbelah semua.
"D-dia kemana!?" ucap Omega yang tidak sadar jika Aku berada dibelakangnya.
"" ucapku
Ingatan Omega pun tersegel dan kembali menjadi Normal, itu membuat dia pingsan. Aku langsung membawanya pergi kembali ke penginapan.