Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai

Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai
Episode 10 "Life again, Rival?"



setelah beberapa waktu, Kizue pun pulih dari kematiannya dan bangkit kembali menjadi seseorang dengan stats baru dan dia juga mendapatkan sedikit blessing dari System yang membuat dia mendapatkan beberapa kekuatan luar biasa


"Status"


"Open Status"


[Status]


Name: Kizue Natsuki


Age: ?


Job: NPC


PtS: 0(1\=5)


Level: 0


Skill: Void Room (level max), Elemental Explosion(level 1), Shadow of Ilusion(level 3), Gravity Quartz(level 1), Information Creation(level 0), Infinity seven(level 2), Anoeba Cry(level 7)


Form: Sword Master Mode, Negative Aura, Human Form, Spirit Form


Pet: Akuma(Spirit of King Demon), Zay(Lightning Spirit)


Statistics: Attack: 10//Durability: 24//Magic Power: 1000//Stamina: 100//Speed: 200//Potency: Mid//Range: Melee Weapon: 150 Centi//Range: Bow: 100 Meter


"Kekuatanku?"


"Status telah direset, Tuan"


"Ah... baiklah, ternyata bisa begitu ya?"


"Sekarang apakah aku harus kembali atau berpetualang sendirian?"


"Mungkin anda dapat berpetualang Tuan, karna teman anda Vera telah diberitahu oleh Rachel jika anda telah Mati, jadi karna dia sedang berada dalam masa sedih jangan mengkagetinya"


"Ah begitu ya? baiklah"


"Tapi pertama-tama aku harus kemana?"


"Mungkin anda dapat bersinggah ke Desa dekat sini"


Kizue pun berniat pergi kedesa itu, tapi sebelum berhasil masuk kedesa itu Kizue langsung dicegat oleh seseorang


"Berhenti!"


Langkah kaki Kizue pun terhenti karna perkataan orang itu


"Ya? ada apa?"


Orang itupun menghampiri Kizue dan bertanya kepadanya


"Apakah kamu bisa memperlihatkan kartu pengenalmu?"


Kizue pun mencoba mencari kartu pengenalnya disakunya tapi dia tak menemukannya


"Jadi bagaimana?"


"..."


"Sebentar kuingat-ingat lagi"


Setelah beberapa menit dia pun beralasan


"Oh... aku ingat tadi ketika hampir sampai disini, Kartuku terjatuh karna tadi aku dikejar oleh monster"


Orang itupun sedikit percaya kepada Kizue


"Hm... baiklah"


Kizue pun bertanya kepada orang itu bagaimana ia bisa menghasilkan uang disini


"Mencari uang ya?.."


"Mungkin kamu bisa mendaftar sebagai Hunter untuk menyelesaikan Dungeon dan beberapa Quest"


"Hunter?"


"Yaps, kamu tidak tahu kah?"


"Aku bukan orang yang berasal dari negri ini melainkan dari negri lain"


"Ooh, jika dinegrimu memangnya ada apa?"


"Petualang, apakah konsep Hunter sama dengan petualang?"


"Petualang ya? aku pernah mendengarnya, konsepnya hampir sama hanya saja Hunter bertugas untuk menyelesaikan Dungeon yang dimana Dungeon sendiri berisi Monster sedangkan Petualang bertugas untuk mencari, mengalahkan Seseorang/Monster yang telah disetujui dalam Quest"


"Apakah kamu bisa menjelaskan secara Rinci apa itu Dungeon?"


"Dungeon merupakan suatu Retakan dari Dimensi lain yang menyebabkan terciptanya Ruang yang memiliki Waktu berbeda dengan Dunia nyata, Dungeon sendiri berisi Iblis, Monster dari Dunia ini dan Dunia lain biasanya ada Manusia yang diutus Dunia lain untuk menghancurkan/menjajah Dunia ini mereka biasanya disebut Acipago, Acipago juga memiliki tingkatannya sendiri sendiri"


"oooh begitu ya?"


"Jadi, apakah kamu tertarik?


"Hmmm"


"**Anu, apakah perlu biaya untuk menjadi seorang Hunter?"


"Tak perlu, hanya saja kita memerlukan Kartu Pengenal"


"..."


"Adakah cara membuat Kartu Pengenal baru?"


"Ada, hanya saja perlu biaya yang totalnya 5 Koin Emas"


"Bagaimana caranya aku mendapatkan Koin Emas disini?"


"Mungkin kamu bisa memburu Monster kecil disekitar Desa ini"


"Baiklah"


"Oh iya, jika sudah temui aku disini"


"Nanti akan ku antarkan kamu ke Kota dekat sini"


"Hmm? kenapa harus dikota?"


"Ya.... karna pendaftaran Hunter hanya ada dikota"


"Baiklah"


Kizue pun berangkat ke Hutan didekat Desa itu dan tanpa diketahui Kizue jika Hutan itu adalah Hutan Monster yang berisi ribuan Monster berbahaya, Kizue pun didatangi oleh Monster Penyihir


"Siapa?"


"HaHaHaHaHa"


"??"


"Magic: Mort"


Rapalan itu pun merubah Tanah disekitar Kizue menjadi sebuah kolam lahar yang memiliki luas 300cm²


"Skill: Gravity Quartz"


Saat Kizue hampir terkena Lahar itu, Dia langsung menggunakan Skill Gravity Quartz yang membuat terjadinya Tolakan Gravitasi, akibat dari Tolakan Gravitasi itu Kizue pun bergerak berlawanan dari Gravitasi Bumi dan membuat Kizue melayang layaknya tak ada Gravitasi disekitarnya, beberapa Benda disekitar Kizue pun ikut melayang dan luas dari Skill ini adalah 200cm²


"H-hampir saja!"


Tetapi Monster Penyihir itu pun langsung menembakan "Magic: Big Fireball" yang mengenai Kizue dan membuat Kizue terjatuh


"A-ahhhh"


"S-sial!!!"


Setelah Kizue terjatuh Monster Penyihir itu pun menggunakan Sihirnya lagi yaitu "Magic: Twelve Flying Water Sword" yang membuat Kizue harus menghindari semua pedang yang melayang itu dalam keadaan terluka, untung saja Kizue mampu menghindari semuanya


"Sekarang giliranku, Sialan!!!"


"Skill: Void Room"


Rapalan Kizue itupun menciptakan sebuah Ruangan Hampa dengan jarak kira² 2 Kilometer, beberapa Monster yang berada diantara jarak awal(tempat Kizue berada) dan jarak akhir(2 Kilometer) itu pun terbawa oleh Void Room, kira kira 148 Monster yang terdiri dari Monster Serigala(40), Monster Penyihir(20), Orc(36), Goblin(41), Orc General(11), Kizue sendiri mampu mengetahui apapun yang terjadi di Ruang Hampa ciptaannya.


"Form: Negative Aura"


Seketika Aura Kizue pun menjadi sebuah ketakutan yang membuat 13 Goblin lemah dan 10 Serigala lemah mati seketika


"Skill: Gravity Quartz"


Yang membuat semua yang ada di Void Room terkena tekanan Gravitasi yang kuat kecuali Kizue karna Kizue sendiri berada disebuah tempat yang ada di Void Room dan tak bisa dijangkau


"100 Magic Power terkuras"


"Skill: Anoeba Cry"


"Skill: Infinity Seven"


"Fusion Anoeba Cry + Infinity Seven"


"Skill: Infinity Anoeba Actived"


Seketika semua yang ada di Void Room terkena dampak serangan kematian Anoeba yang mengakibatkan Kehancuran Tubuh para Monster itu dengan cepat, seharusnya jika Anoeba Cry saja hanya bisa menghancurkan 1 Monster tapi jika Infinity Anoeba maka itu menghancurkan semua Tubuh Monster yang ada dan mengulangi Kehancuran itu berulang kali. setelah itu, Aku pun menghentikan Infinity Anoeba dan mengambil semua tubuh dari semua Monster itu dan menyimpannya ke Inti Void Room atau tempat yang tak bisa dijangkau oleh Monster itu alias hanya Aku yang bisa menjangkaunya, setelah itu aku pun menemui Orang yang menawarkanku untuk pembuatan tanda Pengenal


"Hmm? cepat sekali"


"Hehehe, jadi aku harus apa kan hasil buruanku?"


"Kamu bisa menukarkan/menjual hasil buruanmu, mari Ikuti Aku"


"Baiklah"


Mereka pun bergegas ke Markas Hunter dikota sebelah untuk menjual hasil buruan dan membuat kartu pengenal


"Permisi"


"Selamat Datan-"


Aura Negative Kizue memenuhi seisi Ruangan dan membuat Resepsionis dan beberapa Hunter yang tak tahan Aura itu mulai ketakutan hanya saja mereka tidak mati karna Aura Negative hanya membuat mati kepada Monster tapi dampak ke Manusia bisa juga membuat mereka mati karna Ketakutan itu kuat sekali


"E-eh?"


"Apa yang terjadi??"


"... Aur-"


"A"


"Mu"


"OH... maaf"


"Form: Human Form"


"Luar biasa, Energi sihir yang luar biasa"


Dari balik Pintu seseorang pun berkata demikian


"Siapa itu?"


Seketika orang yang berkata dari balik Pintu berada dibelakang Kizue


"Yo, Perkenalkan namaku Zack"


"Siapa namamu?"


"Aku? kamu bisa memanggilku Zue"


"Ahh, Zue ya"


"Mau jadi rivalku??"


"Rival?"


"Yaa kita akan banyak banyakan membunuh Monster"


"Memangnya bagaimana cara kita tahu berapa monster yang telah dibunuh?"


"Oh? kamu baru masuk di organisasi Hunter?"


"Ya"


"Hm? temanmu kemana?"


"Teman? oh orang yang mengantarkanku?"


"Dia ada disi-"


Kizue pun kebingungan karna orang yang mengantarnya kesini sudah hilang


"Sepertinya dia sudah pergi, tak usah dipikirkan lah mending kita duel"


"Huft, aku bahkan belum menjadi Anggota dari Hunter"


"Sebentar"


Kizue pun menjual hasil buruannya dan membuat Kartu Pengenal disana lalu mendaftar menjadi Hunter


"Selamat anda telah menjadi Hunter"


"Ini Kartu Hunter anda dan anda menjadi Hunter tingkat D"


"Baiklah, terima kasih"


"Jadi masih mau duel?"


"Tentu saja"


Mereka pun menuju Arena dan mempersiapkan untuk duel


"Magic: Darkness Body"


"Magic: Up Statistics"


"Datanglah Pedang Kegelapan, Gatguski!"


"Form: Negative Aura"


"Form: Sword Master Mode"


"Fusion Negative Aura + Sword Master Mode"


"Form: Negative Sword Master Aura Actived"


"Status Reset"


"Hm?"


"Status"


"Open Status"


[Status]


Name: Kizue Natsuki


Age: ?


Job: Sword Mode


PtS: 4(1\=5)


Level: 1


Skill: Darkness Slash(level 1), Technique: Lightning(level 3), Teleport(level 2), Hidding(level 1), Ilusion(level 4), Eyeser(level Max), Barrier(level 0)


Form: Sword Master Mode, Negative Aura, Human Form, Spirit Form


Pet: Akuma(Spirit of King Demon), Zay(Lightning Spirit)


Statistics: Attack: 216//Durability: 253//Magic Power: 10//Stamina: 125//Speed: 222//Potency: Mid//Range: 150 Centi


"Oke..."


"Kemarilah, Akuma!"


"Pertarungan akan dimulai dari"


"5"


"4"


"3"


"2"


"1"


"0"


"Pertarungan dimulai!!!"


Mereka pun langsung loncat bersamaan dan mulai beradu pedang akan tetapi pedang Zack lebih kuat daripada Kizue dan membuat pedang Kizue terlempar


"Hanya begini?!!"


Saat ingin menebas tubuh Kizue tiba tiba dari belakang Zack


"Skill: Darkness Slash"


Akan tetapi dengan reflek yang cepat, Zack pun menebas serangan itu dengan pedangnya


"Huft, hampir saja"


"Pintar juga kamu ya? menipuku dengan Ilusi"


Kizue pun mundur dari situ karna dia sadar bakal ditusuk oleh pedang milik Zack


"Oh? kau tahu pergerakanku ya"


"Ntahlah"


"Skill: Lightning Technique type 1: Ryuo Rakiri"


Kecepatan yang luar biasa dan permainan pedang yang luar biasa membuat kombinasi yang sempurna antara pedang dan kecepatan, itu pun membuat Zack terkena serangan dari Ryuo Rakiri dan membuatnya terjatuh dari langit


"Arghhhhh"


"S-sakit"


Kizue pun sedikit memperkuat Aura Negative nya yang membuat orang disekitarnya dan yang menonton pertandingan itu pingsan, Zack sendiri takut kemudian Pingsan hanya saja Juri yang mengatur pertandingan itu tak pingsan sama sekali


"Hm? kenapa kamu tidak pingsan seperti yang lain?" tanya ku


"Apakah kamu meremehkanku hanya karna aku seorang Juri?" jawabnya


Orang itupun pergi dari Arena dengan cara menghilang layaknya teleportasi tapi ia berubah menjadi Asap lalu menghilang


"Orang aneh.." ucapku


Aku pun mengunaktifkan Aura Negative dan Sword Master Mode lalu meninggalkan tempat itu dan pergi mencari Quest yang sepadan


"Permisi" ucapku


"Ya ada yang bisa Saya bantu?"


"Apakah ada saran untuk ku yang pemula?" tanyaku


"Hmm.. mungkin kamu bisa menyelesaikan Dungeon tingkat D jika sendirian dan Dungeon tingkat C jika membawa Party" jawabnya


"Apakah ada Dungeon tingkat B yang terbuka disini?"


"Dungeon tingkat B ya.."


"Sebentar akan kucarikan informasinya"


Dia pun mencari Dungeon Tingkat B yang ada


"Distrik 27"


"Distrik 2"


"Distrik 18"


"Distrik 22"


"Nah ini ada, di Distrik 11" ucapnya


"Distrik 11?" tanyaku


"Hmm? kamu tidak tahu ya?" ucapnya


"Di Negara ini ada suatu System yang disebut dengan Distrik, Distrik sendiri dibagi menjadi 30"


"Distrik 1 merupakan Pusat Kota, Distrik 2-20 merupakan Kota dan Distrik 21-30 merupakan perdesaan"


"Ohh... baiklah" ucapku


"Memangnya sekarang kita didistrik berapa?" tanyaku


"Distrik 13" ucapnya


"??!"


"How? perasaan tadi aku berada diperdesaan"


"Kalo boleh tau didekat distrik ini ada perdesaan tidak?" tanyaku


"Tidak, Distrik ini menuju keperdesaan perlu 1000 Kilometer+" jawabnya


"???"


Aku pun kebingungan karna Orang yang telah mengantarku kesini itu tidak memerlukan waktu lama seingatku saja itu hanya perlu 2 Jam


"Apa yang sebenarnya terjadi??" ucapku


"Apa maksudmu??" tanyanya


Tiba tiba terjadi Distorsi Ruang dimarkas, Aku sendiri hampir terseret oleh akibat Distorsi Ruang itu untung saja seseorang menyelamatkanku


"Cih, pertandingan kita belum selesai!" ucapnya


"Zack?" ucapku


Tarikan Gravitasi dari Dungeon itu sangat kuat yang membuat beberapa peralatan di Markas terseret Gravitasi itu untung saja beberapa orang mampu menahan Gravitasi itu dan menteleportasikan orang orang keluar dari Markas


"Aku harus melaporkan ke Markas Utama!" ucap Resepsionis


Resepsionis itu pun langsung menggunakan telepathy untuk melapor ke Markas Utama


"Lapor, terjadi Distorsi Ruang di markas Distrik 12!"


"Kami membutuhkan bantuan secepat mungkin!!"


"Maaf, tapi semua Ranking tingkat S kami masih menjalankan Ekspedisi di Dungeon Tingkat SS"


"Memangnya, Dungeon itu tingkat apa?"


"Dungeon itu tingkat..."


"Sebentar akan kucoba deteksi Sihir dari Dungeon itu"


Beberapa Menit berlalu, Resepsionis itu pun kembali menghubungi Markas Pusat dan berkata dengan terbata bata


"D-d-dungeon ini Tingkat A+"


"Huft, hanya tingkat A+"


"Memangnya berapa Hunter yang ada disana??"


"Ada sekitar 127 Hunter"


"61 Hunter tingkat D"


"55 Hunter tingkat C"


"dan 11 Hunter tingkat B"


"Cih, Hunter banyak gitu kenapa tidak Raid saja???"


"Tapi, Pa-"


Telepathy pun dimatikan oleh Pihak Asosiasi


"...."


"Jadi bagaimana?" tanyaku


"Kita harus melakukan Raid" jawabnya


"Kita akan membagi menjadi 3 Kelompok, yaitu Kelompok A yang beranggotakan Tingkat D, Kelompok B yang beranggotakan Tingkat C, dan Kelompok C yang beranggotakan Tingkat B" ucapnya


"Kelompok A akan maju digaris depan, Kelompok B akan mengcover Kelompok A, dan Kelompok C juga seperti itu" ucapnya


"Kita akan memulai Raid esok hari jadi persiapkan diri kalian" ucapnya


"Siap!!!" ucap semua orang