Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai

Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai
Episode 45 "Upacara Arrived dimulai, sebuah Dilema"



Upacara terjadi diseluruh belahan Dunia, para murid dari semua akademi akan dikumpulkan disuatu tempat untuk melakukan upacara tersebut.


"Hei Kito, buruan mandi sana!"


"Maa.. entah mengapa tubuhku terasa lemas, boleh tidak untuk hari ini saja?' tanyaku


"Tidak!"


Mamaku langsung mengeluarkan sihir suatu sihir yang mampu menyembuhkan seseorang.


"Dah sana pergi keakademi, apalagi ada upacara ." ujar mamaku


"Tapi ma..." ucapku.


"Tidak ada Tapi Tapi, cepat mandi sana!" balas mamaku


"Siall... aku baru ingat bahwa sekarang diriku berada didunia sihir." ujarku dalam hati


Ya begitulah, dengan kata lain diriku harus mengikuti upacara , sebenarnya aku tidak yakin... tapi entah mengapa para Dewa pelindungku mengatakan bahwa yang terpilih bukanlah diriku.


Jika seorang Dewa mengatakan hal tersebut itu membuat diriku tenang, sangat tenang sekali... Jadinya aku pun pergi mengikuti upacara dengan percaya diri.


"Baiklah... Ini adalah upacara untuk menentukan kandidat pilihan dewa." pengumuman dari Raja.


"Semua kerajaan telah melakukan komunikasi dengan kita, dan kita bisa tahu siapakah Kandidat . Apakah dari kerajaan lain? atau dari kerajaan ini." ucap Raja lagi.


"Hufft, aku sangat gugup nih.." ujar Alya


"Hemm, tapi bukannya lebih baik tidak menjadi kandidat Sage?" balasku.


"Ha? Apa maksudmu Kito?" tanya Alya kepadaku tentang balasanku kepada ucapan Alya


"Ya... masa kita harus mengelilingi Planet ini..."


"Apalagi orang yang tidak bersalah akan menjadi tumbal dari kekeringan." ucapku


"Tapi kan, saat kita menjadi seorang . Kita bisa lebih cepat menyelesaikan masalah! bahkan kita bisa lebih cepat mengalahkan Raja Iblis didimensi Iblis agar kekacauan Dunia bisa terselesaikan!." ucap Alya dengan nada serius


"Tapi sama saja kan bayaran dari kemenangan itu adalah nyawa Manusia yang tidak berdosa?.." balasku


"Ah serah dirimu lah!" ucap Alya yang kesal.


Alya pun mulai meninggalkan diriku sendirian dibangku penonton, dan pergi entah kemana.


Tempat upacara ini seperti Colloseum, jadi terdapat bangku penonton, akan tetapi para murid yang berada dibangku penonton akan disuruh maju saat upacara telah dimula



Seperti itulah Tampilan colosseum dari luar.


"Hm? apa yang terjadi Kito? aku melihat Alya meninggalkan tempat ini dengan perasaan kesal.." tanya Hito yang baru datang kepada diriku.


"Ahh... kau baru datang ya Hito, aku sedikit berdebat dengan Alya tentang kandidat " jawabku terhadap pertanyaan yang diberikan Hito.


"Kau juga tidak percaya dengan kandidat yang mitos tersebut?" tanya Hito


"Tidak... Bukan begitu... Aku hanya khawatir tentang " jawabku


"? apa itu?" tanya Hito


"Loh... kamu tidak tahu ya? kan ini sudah dipelajari di Akademi class pertama" jawabku dan tanyaku kepada Hito yang tidak tahu apa itu


"Ya... itu tidak penting sih mencari tahu bahkan mengingat hal yang hanya sebuah Legenda yang tidak ada kebenarannya" jawab Hito kepada pertanyaanku.


~Teeet~


"Baiklah, kali ini sudah saatnya saya memulai Upacara ini.." ucap Penyelenggara acara


Upacara pun dimulai, 1000 murid dari berbagai akademi bahkan lebih pun disuruh untuk menuju ke lapangan upacara. itu juga termasuk diriku... Hanya saja aku sama sekali tidak melihat Alya, bahkan setelah menggunakan sihir aku tidak merasakan energi sihir milik Alya.


"Hei Hito, apakah dirimu melihat Alya?" tanyaku


"Tidak, aku tidak melihat dirinya sama sekali.." jawab Hito


"Ah sial, ini pasti gara gara diriku dia pergi.." ucapku


"Baiklah, tanpa basa basi. Saya akan langsung memulai upacaranya!" pengumuman dari Penyelenggara acara.


Lingkaran sihir pun dibuat memenuhi colosseum, hingga saat lingkaran sihir tersebut diaktifkan, tiba tiba terbuat lingkaran sihir dilangit dan terlihat sosok putih menyerupai Dewa.



"D-D-Dewa???!" ucap beberapa Murid ketakutan.


"Oi... ternyata upacara ini memang benar." ucap Hito dengan nada ketakutan.


"Hei Kito, kenapa dirimu tidak takut sama sekali?!" tanya Hito dengan nada ketakutan dan sedikit serius.


"Mengapa aku harus takut? memangnya para Dewa itu berniat membunuhku?" jawabku.


...Terdengar suara terompet sangkakala...


"Hai para Manusia, perkenalkan diriku adalah Dewa dari segala Dewa. lebih tepatnya diriku lah yang memimpin para Dewa, aku adalah Dewa Kebijakan, aku hadir dimanapun."


"Aku hadir di seluruh negara yang melakukan upacara ini dengan benar.." ucap Dewa itu


"Ini sudah 300 Tahun sejak saat itu, apakah para Manusia masih tidak bisa percaya dengan keberadaan dari para Dewa?!" ucap Dewa itu dengan serius.


Tiba tiba Dewa itu pun langsung menghilang, seperti dirinya tertarik oleh suatu Makhluk yang menurutnya cocok untuk menjadi kandidat .


Aku sadar akan hal tersebut, bahkan energi Dewa itu pun berada didekat Colosseum. Karna Dewa tidak menggunakan Energi sihir jadinya diriku tahu bahwa itu adalah Dewa.


Tiba tiba, sihir milikku yang merasakan keberadaan Dewa juga merasakan keberadaan Energi sihir yang tidak asing.



Aku merasakan energi sihir yang luar biasa bersatu, itu seperti Dewa telah menemukan Kandidat . saat kuselidiki dengan milikku, aku menyadari bahwa energi sihir didekat dewa adalah energi sihir milik Alya.


"Tampaknya dirinyalah yang terpilih menjadi kandidat " ucapku yang menggemparkan seluruh Colosseum


"Ha? apa maksudmu?"


"Siapa orang itu?"


"Dia hanya mengada-ada saja!"


Tak lama kemudian, dilangit Colosseum terlihat energi sihir luar biasa, ini adalah Fenomena Arrived, dan kandidat tersebut adalah Alya, banyak orang yang tidak menyadarinya sih.


"H-Hei kandidat tidak ada sama sekali!" ucap Penyelenggara acara


"Tidak mungkin... kenapa begitu???.. cepat suruh penjaga untuk mencari kandidat itu!" ucap Raja


"Cukup aneh, Fenomenanya terjadi akan tetapi Upacaranya tidak terjadi, sepertinya terdapat kejanggalan.." ucap Raja dalam hati.


Aku pun berteleportasi kedepan Raja dan tunduk


"Seseorang telah terpilih menjadi kandidat , hanya saja dirinya tidak ada disini.",


"Wahai Baginda Raja, apakah dirimu mampu membantu Kandidat menyelesaikan misinya yaitu memutari Planet ini?.." ujarku kepada Raja dengan posisi tunduk.


"Siapa dirimu? apakah dirimu ada kaitannya dengan kandidat " tanya Raja kepadaku.


"Ada, kandidat tersebut adalah temanku, mungkin aku akan memberitahu Baginda siapa orang tersebut setelah Baginda menyetujui saran dari Hamba." balasku dengan nada biasa dan dengan rasa Hormat.


"Baiklah, akan tetapi jika dirimu tidak berhasil menemukan kandidat maka dirimu akan membalasnya dengan cara melakukan " ucap Raja dengan nada serius


"Baiklah Baginda Raja, hambamu akan menemukan kandidat tersebut." balasku dengan nada serius


Aku pun langsung berteleportasi ketempat Alya, yaitu disebuah Goa yang sangat gelap. Aku langsung membuat api dari tanganku.


"K-Kito???." ujar Alya dengan gemetaran


Aku pun tunduk kepada Alya


"Senang bertemu denganmu, wahai kandidat yang terhormat." ucapku dengan rasa Hormat.


"Tunggu... bukannya dirimu adalah pengguna elemen mengapa dirimu bisa menggunakan elemen ?" tanya Alya


"Aku hanya merubah sedikit aliran Petir yang menciptakan cipratan Api dan mengcampurkan cipratan itu dengan elemen Petir yang menciptakan Api." jawabku


"Dasar, ada ada saja kamu Kito." balas Alya


"Kenapa dirimu ingin menemui diriku?" tanya Alya


"Aku hanya ingin membawa dirimu kehadapan Baginda Raja" ucapku


"Hentikan hal itu, aku tidak ingin hal itu terjadi. Aku tidak ingin bertemu Raja!" balas Alya yang kemudian mengeluarkan elemen Tanaman berduri.


Hal itu membuat diriku terikat oleh tanaman tersebut.


"Alya, apa yang dirimu lakukan? bukankah kita teman??" tanyaku.


"Maaf Kito... aku tidak akan membiarkan diriku dijadikan alat oleh Raja sialan itu" jawab Alya.


""


Tiba tiba tanaman itu langsung tertiadakan akibat sihir miliku, aku menggunakan energi sihir Api itu untuk melelehkan tanaman yang mengikat diriku.


Akan tetapi diriku tidak akan terkena akibat dari Panasnya Api tersebut dikarnakan pengguna sihir tidak akan terkena efek dari sihir miliknya sendiri.


"A-Apa?!"


~Bersambung


Information:


Devil Dimensional ( 魔次元 ) Merupakan Dimensi tempat Iblis tinggal, Dimensi ini berada dilain sisi Dimensi Manusia, dan Dimensi ini tidak terikat oleh Dimesi Manusia. Untuk pergi ke Dimensi ini kita harus memiliki kekuatan Pahlawan, Dimensi Manusia tiap harinya mengalami Retakan antar Dimensi yang membuat para Iblis mampu berada di Dimensi Manusia.


Magic ( 魔法 ) merupakan kekuatan sekaligus inti dari kehidupan seseorang, seseorang yang sudah tidak memiliki energi sihir sama sekali akan langsung mati tanpa sebab. Hanya saja tiap Manusia bisa mengeluarkan energi sihir dengan cara yang berbeda-beda. Seperti melalui Rapalan, atau hanya memikirkan.3


——


Sumber Ide: Colosseum Roma, Anime, Me, etc.


Ilustrasion by: Wonder Application.


Inspirasi: Bakuman, Deathbattle.