Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai

Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai
Episode 30 Last Volume 1 "lost, Alexia, Cultus"



Aku pun pergi ke tempat sepi bersama Alexia dan Omega untuk membicarakan sesuatu.


"Jadi, sebenarnya apa yang kamu inginkan Alexia?..." tanyaku kepada Alexia


"Selama ini aku merasa energi sihir yang kuat berasal dari Anda Tuanku"


"Hmm? bagaimana bisa dia tahu? seharusnya aku telah menekan sihirku" ucapku dalam hati.


"Maaf Tuan telah lancang mendengar apa yang telah anda katakan dalam pikiran anda" balas Alexia dalam telepatinya.


"Menarik juga kamu mampu menggunakan Telepati secara paksa" balasku kepada Alexia dalam telepati.


"Hei kenapa kalian tersenyum?" tanya Omega.


"Hehehe, tidak apa apa" jawabku dengan nada sedikit tertawa.


"Jadi singkatnya kamu adalah Pahlawan Informasi ya Alexia?" tanyaku kepada Alexia


"Apa maksudmu Tuan? Pahlawan?" tanya Alexia


Omega hanya bisa menyimak apa yang kita bicarakan karna dia sendiri tak tahu apapun.


"Kamu tidak pernah diceritakan tentang dongeng 7 Pahlawan?." tanyaku.


"Bukannya keluarga kerajaan yang memanggil para Pahlawan" ucapku.


"Anuu.. tapi kan Pahlawan hanya ada 7, dan mereka semua telah terpanggil" ucap Alexia dengan kebingungan.


"Ada seseorang yang telah menghapus sejarah, aku akan beritahu kalian berdua—"


"Ketemu!" ucap seseorang yang langsung menodongkan senjatanya ke leher Alexia


Orang-orang itu pun berniat membawa Alexia kabur tapi aku langsung menghentikan gerakan mereka hanya dengan berkata "".


"Tubuhku... Tak bisa digerakan!?" ucap salah satu orang itu.


"Gaya gravitasi menekan kita agar tidak bergerak!." balas Salah satu orang itu yang lain.


"" ucapku.


Tepat sekali, beberapa detik kemudian mereka melemparkan Alexia dan itu tepat dihadapanku.


"Sip ketangkep, makasih" ucapku.


Aku langsung berkata kepada mereka untuk membunuh dirinya sendiri alhasil mereka melakukan apa yang ku katakan.


Tiba tiba mukaku lecet, itu mengeluarkan sedikit darah.


Untung saja aku tadi lumayan sering bergerak jadi tidak mengenai mukaku secara keseluruhan itu hanya membuat mukaku sedikit lecet.


"Ahh mengesalkan, banyak sekali geraknya" ucap seseorang yang memegang pisau yang dimana di pisau itu ada darahku, lalu menjilat darahku yang ada dipisau itu.


"Siapa kau?" tanyaku


"Tuan! kamu tidak apa apa?.." ucap kedua anak buahku.


"Tidak apa apa, sebaiknya kita berhati-hati sepertinya dia musuh yang berbahaya" ucapku


"Sepertinya ini akhirmu" ucap Orang itu,


"Sebelum itu sebaiknya aku beritahu namaku, Takamiya Natsu ingatlah namaku itu saat kau dineraka" ucap Orang itu


Orang itu langsung bergerak dengan sangat cepat, bahkan lebih cepat daripada Omega.


Akibat kecepatannya juga dia menciptakan Ilusi dari dirinya, cepat sekali... Walau dia bergerak dalam 0 detik dia tetap saja menciptakan Ilusi hasil dari geraknya.


"Cepat sekali..." ucapku dalam hati dengan gemetaran.


Dia pun berhenti dari gerakannya tanpa melukaiku? tapi apa benar itu...


"Teknik assasin kesatu: Tebasan seribu kehancuran"


Aku sampai mengeluarkan darah dari mulutku, tidak sedikit itu banyak sekali.. bagaimana bisa dia lebih cepat dari reaksiku..


Sakit‐ tidak ini rasanya seperti dingin, tubuhku sangat dingin, banyak angin yang memasukinya? atau bagaimana... Panas dan dingin.


Itu menjadi satu membuat rasa sakit yang luar biasa, hanya saja aku tetap berusaha berdiri setelah apa yang terjadi.


"Hebat juga kamu masih bisa berdiri" ucapnya


"Sakit sekali ini.. sial!" ucapku


"Oh, aku baru sadar ada Tuan Putri" ucapnya


"Jadi kamu ya yang menculik Tuan Putri? wah ini sangat lucky" ucapnya


Dia langsung bergerak kedepanku lalu memukulku dengan tinjunya dan menebasku berkali kali lagi dengan pisaunya.


"Teknik ke 7: Serangan Critical Dragon Strike"


Jiwa menyerupai Naga pun keluar dari pedang itu lalu dengan cakarnya Jiwa itu menebas bagian tubuhku yang terkena pisau miliknya.


Pandanganku mulai kabur, mulai menutup ini seperti aku tak diberi ampun oleh nya.


Terakhir kali yang kulihat hanyalah Omega dan Alexia menyelamatkanku dan membawaku pergi.


Mataku mulai terbuka, tapi aku hanya melihat Omega, kemudian aku bertanya kepada Omega.


"Apa yang telah terjadi? dimana Alexia"


Begitulah pertanyaanku kepada Omega, Omega pun menjawab pertanyaanku.


"Alexia menyerahkan dirinya demi kita bisa kabur" jawab Omega


"Alexia sebenarnya kabur dari pernikahan politiknya." ucap Omega


"... Sial aku gagal sebagai ketua!" ucapku.


"Tuan tenanglah, kita bisa menyelamatkan Alexia" ucapnya


"Tapi musuh kita sangat kuat, apa kamu yakin?" tanyaku


"Tuan, saya tahu anda belum menggunakan kekuatan anda sepenuhnya" ucapnya


"Adakah alasan anda kenapa tidak menggunakan kekuatan anda yang sebenarnya?" tanyanya


Aku pun langsung mengangkat tanganku dan melihat lenganku lalu berkata:


"Kekuatan ini sangat mengerikan, jika aku keluarkan semuanya Dunia akan hancur dalam sekejap, aku bertujuan untuk menghentikan Irminsul berdarah bukan menghancurkan dunia." ucapku


"Jika kamu ingin mencoba melihat kekuatanku yang sebenarnya akan ku keluarkan" ucapku


Aku pun langsung melepas segel dari sesuatu yang menahan Sihirku, beberapa detik setelah Kekuatanku dilepaskan, Pohon pohon mulai kering dan banyak sungai mengalami hal ini juga, Bahkan hukum dan logika fisika pun menjadi tak beraturan.


"S-sihir apa ini?!" ucap Omega


Bahkan raja dan warga kekaisaran pun bingung dan juga ketakutan dengan adanya Aura ini.


Aku pun kembali menyegel sihirku lalu memberi kehidupan pada pohon dan juga sungai kembali jika tidak akan ada masa kekeringan.


"Tuan... anda monster?.."


—Bersambung—


Gw kali ini bener bener kehabisan ide buat bkin cerita kaya apa jadinya gw bakal Rehat selama 1 minggu, Thanks yang udah support(walau gaada:v)


Sementara itu disebuah tempat


"Mari kita diskusikan wahai 7 Crimson Dragon Dife" ucap seseorang


"Ya, Tuhan kita telah muncul sesuai ramalan Tuhan kita akan membuat kehancuran yang luar biasa! kita harus menjalankan pekerjaan untuk menghentikan orang yang ingin menyerang Tuhan kita!" ucap seseorang yang lain