Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai

Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai
Episode 8 "Knowledge, Rescue, God?"



"h-hampir saja" ucap Kizue kesakitan di Hutan


"kalau aku tak pergi dari tubuhku, mungkin aku akan mati" ucap Kizue


Seketika Pohon disekitar Kizue anginnya kencang


"Kenapa kau lari?" tanya River


"apa?!!!" ucap Kizue


River pun berniat memukul Kizue tapi Kizue langsung berteleportasi


"s-sial bagaimana dia bisa tau letakku!!" ucap Kizue terheran heran


"ku tanya lagi kenapa kamu lari?" tanya River


"s-sial"


"Earthquake"


Seketika Terjadi Gempa disana


"s-sial!" ucap Kizue yang melayang layang diudara


sayangnya River lagi lagi langsung berada didepan Kizue untung saja Kizue menyadarinya akibat merasakan aura kuat


"cih" ucap River


sementara ditempat lain


"K-Kizue!!" ucap Vera mencari cari Kizue


"Vera!!" ucap Roh Vera yang diberi nama Poro


"Kenapa Poro?!" tanya Vera ke Poro


"Aku ingin membantu Temanmu, Kizue" jawab Poro dengan Yakin


"apa kamu serius Poro?" tanya Vera


"tentu saja!" jawab Poro


Back to Story


River pun menyerang Kizue dengan setiap tangannya yang membuat tolakan kepada Angin


"D-dia bahkan dapat meninju Angin?!!" ucap Kizue ketakutan


"Hei Kizue! gunakanlah aku!!" ucap Poro ditelepati


"Poro?!!" tanya Kizue


"ya Aku Poro" jawab Poro


"b-baiklah, tapi apa kamu yakin Poro?!!" ucap Kizue


"tentu saja" jawab Poro


"Link: Endless Spirit"


"Accept" ucap Poro


"Mode Wind Spirit"


Seketika Angin Berhembusan disana dan membuat beberapa Pohon terbawa Oleh Angin


"meningkat ya?" ucap River


"Rasakan ini!!" ucap Kizue dengan lantang


"Skill: Wind Omega"


Serangan angin penghancur segalanya itupun menyerang River akan tetapi River dengan mudahnya menghilangkan serangan itu


"sia sia saja, kan sudah kubilang" ucap River


"s-sial!!!" ucap Kizue putus asa


"tuan!!" ucap Poro ditelekinesis


"a-apa lagi!!" ucap Kizue


"gunakan teknikmu yang dapat menghancurkan segel!!" ucap Poro


"untu-"


"cepat!!!" ucap Poro


"Tekni-"


Tapi sayangnya sebelum mengeluarkan Tekniknya Perhatian Kizue teralihkan oleh serangan selanjutnya untung saja Kizue tak terkena serangan itu


"Error"


"Codename: System Berusaha mengambil Alih"


"apa lagi ini?!!!" ucap Kizue dengan putus asa



Ilustrasi diatas tak menggambarkan wujud Kizue melainkan pandangan Kizue ke River


"Page not Found"


"currently unable to use skills"


"t-tak bisa menggunakan skill?!!! siaaall!!!" ucap Kizue dengan putus asa


Karna keputusasaan Kizue tiba tiba pandangan Kizue menjadi Hitam dan bertuliskan "System installed" "Loading ---" setelah itu Kizue pun terbangun dialam bawah sadarnya disebuah Laut tanpa Akhir


"suara gelembung"


"i-ini dimana? aku tak bisa bernafas!" ucap Kizue dalam hatinya


"ini akhirat?" ucap Kizue dalam hatinya


"tapi apa aku akan membiarkan semuanya berakhir begitu saja?" ucap Kizue dalam Pikirannya


"Selamat datang, sebuah Kuman?"


"S-siapa?!!" ucap Kizue dalam hati


"aku? oh hei kamu sekarang bahkan tak tau sedang berada dimana ya?"


"dia bisa mendengarku walau bicara didalam hati?" ucap Kizue dalam hati


"tentu saja"


"Berhati hatilah disini banyak Monster Gurita yang disebut sebagai Anotopus"


"Anotopus?"


"Ya mereka sekarang berada disini untuk menghancurkan Gelembung Gelembung kecil dilaut ini"


"Kenapa gurita menghancurkan sebuah Gelembung?" tanya Kizue dalam hati


"ntahlah? aku sendiri tak tau"


"lihatlah sekelilingmu"


Kizue pun melihat sekelilingnya dengan Teknik pengelihatannya dan Kizue melihat gelembung gelembung itu abstrak seperti ada yang mengisi Gelembung Gelembung itu dan Kizue sendiri melihat Anotopus menghancurkan gelembung itu yang menyebabkan gelombang suara Kuat


"G-gila" ucap Kizue dalam hati


Naasnya ada sebuah Anotopus yang mendekati Kizue


"A-Anotopus!!!" ucap Kizue ketakutan


"Tenang, Aku akan membunuhnya"


Hanya dengan sekali serangan orang itu Anotopus pun mati


"luar biasa" ucap Kizue


"kesinilah"


"Perkenalkan namaku Zaio"


"Zaio? tubuhmu besar Sekali"


"bentar bentar" ucap Zaio


Zaio pun mengubah Ukuran Tubuh Kizue setara dengannya


"kamu sebuah Roh?" tanya Zaio


"huh? aku roh? sebenarnya aku tadi sedang melawan seseorang tapi tiba tiba pandanganku hitam dan aku terbangun disini" ucap Kizue


"Sepertinya kamu pergi dari Tubuh Aslimu" ucap Zaio


"ini cukup Langka, apalagi Rohmu yang terbilang Kecil" ucap Zaio


"apakah kamu makhluk dari gelembung gelembung itu?" tanya Zaio


"maksudmu?" tanya Kizue kebingungan


"Aku pernah dengar dari Kakekku tentang Nenek moyangnya dulu"


Zaio pun menjelaskan apa yang diceritakan kakeknya tentang nenek moyangnya saat dipertengahan penjelasan roh Kizue pun tiba tiba mengecil lagi dan kembali ke tubuhnya


"??"


"apa yang terjadi??" ucap Zaio kebingungan


"jangan membongkar kebenaran dari ini semua!!"


"D-dewa?!!!" ucap Zaio ketakutan


"Matilah"


Seketika Zaio tergeletak Mati.


Kembali ke Tubuh Kizue


Kizue sendiri terbangun ditengah Hutan dalam keadaan Sehat


"tubuhku? tak terluka?" ucap Kizue terheran heran karna menurutnya tak mungkin River memberi Ampun dia


"Angin sejuk"


"Energi ini"


"B-bagaimana bisa bukannya kamu sudah mati?" ucap Poro terheran heran


"aku mati?"


"hmm...."


"Sekarang tak penting membahas hal begitu, Dimana Vera!" ucap Kizue bernada tinggi


"d-d-dia dan warga lainnya sedang disegel diblackhole milik River" ucap Poro


"Dimana River sekarang?" tanya Kizue


"kemungkinan dia sedang menyerang negara Silens" ucap Poro


"baiklah!" ucap Kizue


Kizue pun bergegas dengan teleportnya dan bertemu dengan River


"besar sekali"


"Berhati hatilah, Master" ucap Sistem


"Sistem?? bagaimana bisa" ucap Kizue terheran heran


"hehehe, aku telah meretas penjagaan yang membuatmu tak bisa bersatu lagi denganku" ucap Sistem dengan bangga


"bagaimana bisa begitu?" tanya Kizue terheran heran atas apa yang dilakukan Sistem


"bisa deh" ucap Sistem


"wow expmu banyak sekali dan tak level up?" ucap sistem dengan heran


"aku ga tau" balas Kizue


"yosh biar ku urus bagian ini!!!" ujar System dengan semangat


Setelah Kizue tak berinteraksi dengan Sistem lagi seketika River sadar akan keberadaan Kizue, waktu pun berjalan seperti Normal


"K-kau Hidup Lagi?!!!"


"B-Bagaimana Bisa!"


ujar River terheran heran dengan apa yang sebenarnya terjadi


"Kemana Teman-Temanku? apa yang telah kau lakukan?!!!"


ujar Kizue dengan sangat marah seperti dia kehilangan orang tersayangnya


"s-sial ini masalah besar"


"dia bahkan langsung hidup dan tak perlu beristirahat untuk mengisi staminanya"


"manusia gila!!"


ujar River dalam hatinya dan dengan perasaan ketakutan


"Skill: Zirah Cahaya Tak Terlihat" ucap Kizue


"Skill: Pedang Dewa Cahaya" ucap Kizue


"Skill: King Sword Mode" ucap Kizue


Mereka berdua pun bersiap siap bertarung dan selama bertarung Kizue naik level dari 22 ke 31


"Level Up"


"Level Up"


"Level Up"


"Level Up"


"Level Up"


"Level Up"


"Level Up"


"Level Up"


"Level Up"


"Selamat Mendapatkan Gelar Demon Hunter"


"Selamat Mendapatkan Gelar ???"


"Karna Mendapatkan Gelar Demon Hunter, Kekuatan Cahaya pun mendapatkan sedikit Blessing dan menjadi setengah Cahaya setengah Kegelapan"


[Skill Selection]


1.Darkness Madness


2.Information


3.Pararel


4.Soul Destroyer


5.Amoesba


6.Tansmumation


7.???


8.Ice Manipulation


9.Volcano Maker


10.Automatics


11.Tree Manipulation


12.Smoke


13.Non


14.Stone Manipulation


15.Aura


"silahkan dipilih"


ujar System yang membuat waktu Dunia seketika terhenti


"11, 14, 8, 15, 1"


Ucap Kizue dengan berani


"Apa Kamu serius?" tanya Sistem


"Tentu!!!" ucap Kizue dengan lantang


"Skill Tree Manipulation Didapatkan"


"Skill Stone Manipulation Didapatkan"


"Skill Ice Manipulation Didapatkan"


"Skill Aura Didapatkan"


"Skill Darkness Madness Didapatkan"


"Karna terdapat skill yang bergabung jadinya anda mendapatkan hasil evolusi dari Skill itu"


"Darkness Aura didapatkan"


"Darkess Aura+King Sword Mode\=The Darkness Sword Mode"


"Ice Manipulation+Stone Manipulation\=Ice Stone Manipulation"


"anda telah mendapatkan 40 Point"


"20 Point to MP, 20 Point to Speed"


"Succses"


[Stat]


Name: Kizue Natsuki


Age: 20 But Lowered to 13 with He Face


Job: NPC


Point to Up Stats:0(1\=5)


Level: 31


Main Skill: Menciptakan Ruang(Level 2), Menggerakan Pedang dengan Sihir(Level 10), Menjinakan(Level 6), Menggunakan Skill Pet(Level 6), Tebasan Api(Level 2), Lightning Slash(Level 2), Lightning Shock(Level 2), Lightning Bom(Level 3), Lightning Element(Level 5), Spirit Form(This Skill Not Have Level), Earthquake(Level 4), Earth Element(Level 6), Earth Bom(Level 1), Cahaya Penghakiman(Level 7), Meningkatkan Sihir 2×(This Skill Not Have Level), Mendeteksi Status Musuh(Level 7), Bom Penghakiman(Level Unknown), Gempa Bumi Penghakiman(Level Higher but need 200 Mp), Telekinesis Void(Level 1), Pedang Dewa Cahaya(Level 7), Zirah Cahaya Tak Terlihat(Level 8 but need 100 MP), Pengsalinan Sihir(Not Have Level), Memperkuat Stats 5×(Not Have Level), Memanipulasi Kuantun(Level 0), Steinhell(Level 0), King Sword Mode(Max), Ice Manipulation(Level ?), Tree Manipulation(Level ?), Darkness Aura(Level 9), Ice Stone Manipulation, Stone Manipulation(Level 0), The Darkness Sword Mode(Level Max)


Gelar:Cold Blooded Hunter, Spirit Tamer, Solo Raid, Dragon Slayer-Low Level, King Sword, Demon Hunter


Experience: 1729/35046


Statsment


Attack: 65 MP: 425


Durability: 30 Stamina: 80


Critical: 35 Speed: Subsonic(170)


Magic Dmg: 105 Reflection: 30


"Demon Hunter+The Darkness Sword Mode\=The Darkness Demon Sword Mode"


[Stat]


Name: Kizue Natsuki


Age: 20 But Lowered to 13 with He Face


Job: NPC


Point to Up Stats:0(1\=5)


Level: 31


Main Skill: Menciptakan Ruang(Level 2), Menggerakan Pedang dengan Sihir(Level 10), Menjinakan(Level 6), Menggunakan Skill Pet(Level 6), Tebasan Api(Level 2), Lightning Slash(Level 2), Lightning Shock(Level 2), Lightning Bom(Level 3), Lightning Element(Level 5), Spirit Form(This Skill Not Have Level), Earthquake(Level 4), Earth Element(Level 6), Earth Bom(Level 1), Cahaya Penghakiman(Level 7), Meningkatkan Sihir 2×(This Skill Not Have Level), Mendeteksi Status Musuh(Level 7), Bom Penghakiman(Level Unknown), Gempa Bumi Penghakiman(Level Higher but need 200 Mp), Telekinesis Void(Level 1), Pedang Dewa Cahaya(Level 7), Zirah Cahaya Tak Terlihat(Level 8 but need 100 MP), Pengsalinan Sihir(Not Have Level), Memperkuat Stats 5×(Not Have Level), Memanipulasi Kuantun(Level 0), Steinhell(Level 0), King Sword Mode(Max), Ice Manipulation(Level ?), Tree Manipulation(Level ?), Darkness Aura(Level 9), Ice Stone Manipulation, Stone Manipulation(Level 0), The Darkness Sword Mode(Level Max), The Darkness Demon Sword Mode(0)


Gelar:Cold Blooded Hunter, Spirit Tamer, Solo Raid, Dragon Slayer-Low Level, King Sword, Demon Hunter


Experience: 1729/35046


Statsment


Attack: 65 MP: 425


Durability: 30 Stamina: 80


Critical: 35 Speed: Subsonic(170)


Magic Dmg: 105 Reflection: 30


[Job Selection]


1.Sage 4.New


2.??? Destroyer 5.Darkness Sword King


3.Enemy 6.NPC


"NPC"


"Apa Anda Serius?"


"Tentu"


"Job Evolusi"


"1-100%"


"Succses"


"Get 5 Point"


"Up Mp 5"


"Succses"


"Yosh akan kukalahkan dia!!"


Waktu pun berjalan dengan normal lagi


"Skill: Darkness Aura"


Aura Kegelapan pun meliputi sekitar Kizue


"Aura Luar biasa ini!!!"


"God Mode"


Kekuatan River yang membuat River tak terkalahkan, Dengan Kekuatan ini semua rasa sakit Yang diterima River akan menjadi kekuatan dari River itu sendiri, River juga tak dapat mati jika menggunakan kekuatan ini, Untuk membunuhnya Kizue harus menyerang semua inti River secara bersamaan


"Energi yang luar biasa!!!!!"


"Luar Biasa aku berharap tak mengecewakanku!!"


Ujar Kizue dengan semangat untuk melawan River


Pertempuran Pun Dimulai Kizue pun menyatukan 2 kekuatannya The Darkess Demon Sword Mode, King Sword Mode, The Darkness Sword Mode yang membuat serangan Kizue berada diskala Planet


"Pertarungan ini bisa merusak Bumi, aku harus memindahkan mereka"


"ke mana ya..."


"baiklah ke Planet Kerdil Ceres"


ujar seseorang yang memiliki kewajiban untuk menulis Skripsi Dunia ini


Keberadaan Kizue dan River pun dipindahkan ke planet Ceres tanpa disadari hanya saja Planet Ceres ini dirubah menjadi Bumi yang membuat mereka tidak sadar


Pertempuran pun dimulai Kizue langsung berniat menebas River secara langsung tapi itu tak dipedulikan oleh River karna River tau kalo Tubuhnya akan beregenerasi Terus Menerus


"rasakan ini!!"


"Teknik: Ancaman Kematian"


Serangan Kizue menebas Bagian Inti River hanya saja River Masih Beregenerasi


"b-bagaimana bisa?!!"


"s-sial!!!"


Ujar Kizue terheran heran dengan apa yang telah terjadi


"hahaha, Percuma saja loh"


"Sekarang giliranku"


River pun menyerang Kizue dengan teknik yang Elegan layaknya seorang Akrobatik dengan tangan yang telah diberi kekuatannya beberapa serangan River dapat ditangkis oleh Kizue tapi serangan terakhirnya


"Unlimited Punch: The Destroyer"


Serangan brutal River membuat Kizue terpojok karna serangan River secepat Cahaya mungkin lebih cepat dari Cahaya dan itu tak cuma 1 serangan melainkan Ribuan serangan walau seperti serangan Cahaya tetap saja Serangan itu Mampu Menembus Zirah Kizue


"Uaghhhh"


Ujar Kizue kesakitan karna serangan bertubi tubi itu terus menyerangnya hingga terpental, walau terpetal Serangan River terus saja menjangkau tubuh Kizue lebih tepatnya jika seseorang telah terkena 2 dari serangan itu, Serangan itu akan terus mengincar targetnya walau targetnya sendiri berada ribuan Kilometer dari jarak penggunanya


"Skill: Copy Unlimited Punch"


Kizue pun mengcopy serangan River dengan menghindar hindar, hanya saja tanpa Kizue sadari River berada didekatnya lalu menyerang Kizue dengan Pukulan Dewanya


"God Punch: Instant Death"


serangan itu terus mengtargetkan Kizue sebagai targetnya tak peduli sejauh apa Kizue berlari


"Ayolah Cepat!!"


"Skill: Stone Manipulation"


"Skill: Tree Manipulation"


Kizue pun menggerakan Batu Batu dan Pohon Pohon yang ada disana untuk menahan serangan itu tapi semuanya Sia-sia


"s-sial!!"


ujar Kizue dengan rasa takut


Kizue berusaha berpikir dan terlintas ide cemerlang diotaknya "Aha, Aku akan memancing itu ke air", Kizue pun memancing serangan itu hingga terkena Air lalu menggunakan kekuatan Ice Manipulationnya untuk Membekukan serangan itu dan menyegelnya, hanya saja lagi dan lagi dari belakang Kizue, River muncul dan mengeluarkan Blackholenya yang membuat Kizue terseret Black Hole Super Massive River


"a-ahhhhh"


Kizue pun berusaha keluar dari dampak Blackhole nya akan tetapi semua sia sia saja, Blackhole itu menyegel Kizue dan Menghancurkan Ceres hingga beberapa asteroid yang ada didekat Ceres lalu menariknya


"huh? ini bukanlah bumi"


"kenapa bisa disini?"


ujar River terheran heran


seketika terdapat Energi luar biasa yang mendekati River dan membuat River ketakutan


"siapa itu?!!!"


ujar River ketakutan


"yoo.. apa yang kamu lakukan diduniaku?"


"Duniamu?! a-apakah kamu seorang Dewa?!!"


"menurutmu?"


"s-sial baru saja bertempur dengan orang yang lumayan kuat malah bertemu dewa"


"Kuantum: Ubah Inti Kehidupan A ke tempat Inti Kehidupan B lalu hancurkan Inti Inti lainnya dan buatlah Blackhole pada Inti A dan B"


rapalan mantra orang itu pun membuat tubuh River mati rasa dan Keberadaan River sendiri tiba tiba menghilang dari Tubuh, dan Baju Bajunya seperti terseret Blackhole kuat


"hadeh, ini baru awal masa gw gabisa liat Main Charachter OP"


"Unsealing"


Seketika warga Negara Karashina terbebas semua dalam keadaan Pingsan termasuk Kizue dan orang itu atau mungkin bisa disebut The God Of Universe itu langsung meneleportasikan orang orang itu kerumah nya masing masing dan Kizue, Vera sendiri diteleportasikan ke tempat ia Menginap, hari ini seperti tidak ada disejarah karna The God Of Universe sendiri membuat Semua orang didunianya melupakan apa yang telah terjadi(bukan berarti dia merubah cerita)


Keesokan Harinya


"a-aku dimana?"


"Hm? bukannya kita memang menginap disini ya Kizue"


"dipenginapan? perasaan waktu itu aku disegel ke blackhole oleh River" ucap Kizue dalam hati


"apa kamu mengenal River? Vera" tanya Kizue


"R-River? siapa itu?" jawab Vera


"... seprtinya seseorang telah menolongku" ucap Kizue


"apa maksudmu?!" tanya Vera


"tidak, lupakan saja" jawab Kizue