Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai

Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai
Episode 35 "New Arc, End of All"



Avatar yang kubuat dengan pun turun ke Planet yang ku singgahi sebelumnya.


Aku sendiri dalam posisi Mengontrol Avatarku dengan teknik sihirku yang disebut


"Permisi..." ucapku kepada seseorang dikota itu


"Siapa?" tanya orang itu kepadaku.


"Ah... apakah kamu merekrut seseorang untuk bekerja kepadamu?..." tanyaku kepada orang itu.


"Hmmm, tidak." balasnya


"B-bukannya kamu merekrut seseorang??." ucapku


"Kamu terlihat miskin, dan lemah, kami tak butuh orang sepertimu, dasar!" ucap orang itu dengan nada tinggi.


Aku pun meninggalkan orang itu dengan rasa ingin balas dendam, kemudian aku mulai mencari tahu tentang orang itu.


Dengan kecerdasanku dalam berbicara, aku pun mengetahui secara detail tentang orang itu, bahkan dimana dia membeli barang dagangannya.


"Ahh begitu ya? baiklah" ucapku kepada salah satu orang yang memberikan informasi tersebut.


Setelah itu, aku mulai menghampiri tempat dimana Orang itu merestock dagangannya.


"Permisi" ucapku sambil mengetuk pintu


"Ya? ada apa?" balas orang didalam


Aku pun mulai berbicara kepada orang itu, dan setelah sekian lama berbicara aku dan orang itu pun menjalin hubungan pertemanan, orang itu bernama Neel, dia adalah seorang petani yang lincah.


"Neel, aku kan tidak punya uang nih, boleh tidak aku pinjam hasil perkebunan darimu" ucapku kepada Neel dengan nada memohon.


"Tapi ya, aku mau menjual barangku ke langgananku..." balas Neel


"Tapi... Neel ayolah" ucapku dengan mata berkaca-kaca


"Hmmm.... baiklah" ucap Neel yang merasa kasihan kepadaku


"Oke~ Terima kasih ya Neel!" ucapku yang langsung menundukan kepala layaknya orang memberi hormat


Kemudian aku pergi menjual barang dagangan itu, dengan keahlianku dalam berbisnis, dan dengan bantuan beberapa orang akhirnya barang daganganku laku keras.


"Ah Akhirnya" ucapku


Sementara itu dikios sebelahku.


"Duh, kenapa barang kita belum datang juga!"


"Maaf Pak!"


"Ah, aku lupa memberi tahu, barang yang sebelumnya kalian Order sudah saya beli" ucapku.


"Cih sialan!"


Setelah berkata seperti itu, orang itu pun langsung mengangkat tubuhku dengan sihir telekinesisnya, dia hendak membantingku.


"Magic Skill: Netralizer!" ucapku didalam hati.


Seketika efek dari Telekinesis itu pun menghilang seperti tertelan oleh Bumi itu sendiri, dan ya Aku langsung berdiri dengan mengeluarkan Auraku.


Setelah waktu berhenti, aku pun berniat menyerang Orang yang tadi mengangkatku, tapi saat hendak mau menyerang orang itu tiba-tiba dia diselamatkan oleh seseorang yang lain.


Akibat bentrokan senjata tadi, aku pun terpental.


"Siapa??" ucapku


Orang itu pun langsung mengeluarkan Aura, itu membuat Pemberhentian waktu milikku terhancurkan, tidak maksudku tertiadakan.


Kemudian, akibat dari Aura itu Avatar milikku pun langsung terteleportasikan ke Ruang hampa tanpa batas.


Pandanganku seperti terlempar lempar, ini seperti aku telah terjebak disuatu Ruang 4 Dimensi yang tidak berujung, menerapkan Teori milikku sendiri keberadaanku kini tak terlihat oleh siapapun akan tetapi aku bisa melihat siapapun.


Aku dapat melihat Panjang, Lebar, Tinggi dalam 1 pandangan, Itu sangat mempermudahku. Hanya saja ternyata aku salah, Semua pandangan layarku mulai tertulis kata "Error", bahkan itu mempengaruhi diriku yang asli.


"Oh sial" ucapku ditubuhku yang asli.


Secara cepat orang itu pun berteleportasi dari Bumi ke tubuhku yang asli, dan orang itu pun langsung berniat menjebak Tubuhku yang asli kedunia yang dimana Takdirku ditentukan oleh dia, dengan pedang miliknya. Akan tetapi saat dia hendak menyerangku dengan pedangnya seketika dalam jangkauan 2 Meter pedangnya hancur berkeping-keping begitu pula dengan lengannya.


"A-apa?!" ucapnya yang langsung mundur.


"Sial, sepertinya akan susah jika aku harus berhadapan dengannya dari jarak dekat" ucapnya.


Dia pun langsung mengeluarkan kekuatan terkuatnya.


"Change to Bow"


"telah menggunakan equipment Busur"


"Sekarang giliranku."


"" teriaknya


Anak Panah pun terlepas dari Busur, dan mulai bergerak sangat cepat yang kemudian jumlahnya menjadi tak terhitung, semua juga berbentuk Naga penghabisan.


"Semua menyerang disegala arah ya? hmm mereka bahkan menembus sihir milikku yang kekuatannya 50× lebih kuat daripada kekuatan biasa dan bahkan menembus sihir " ucapku dalam hati


Akan tetapi dengan kekuatanku yang luar biasa, aku langsung menggunakan Skill yang membuat panah yang tak terhitung jumlahnya itu pun langsung hilang dan menjadi bagian dari kekuatanku.


"Oy, ini gila sekali, kau serius kah kita harus memburu makhluk ini?!" ucap Orang yang menyerangku dengan rasa takut


"Tatsuki Monarch no Shadow Vallaryu"


"Total anak panah: 6183729173917"


"Anda ingin anak panah digandakan?"


Yes untuk Iya


No untuk tidak


"Yes" ucapku.


Seketika anak panah itu pun langsung bergerak dengan kecepatan yang lebih cepat dari Cahaya, yang kemudian langsung menembus pertahanan dari miliknya.


Bahkan itu hampir membuatnya kalah jika dia tidak melakukan Evolution.


"Berevolusi ya? boleh juga!" ucapku dengan bersemangat.