Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai

Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai
Episode 38 "God Boss"



"Membosankan, apakah penting melawan Makhluk sekecil dia?"(Dryn)


"Ah jangan begitu Dryn, kamu kan penguasa Elemen masa kamu begitu sih, lawanmu pengguna Elemen nih"(Fin)


"Gimana ya Fin, walau aku penguasa Elemen tetap aja ini membosankan, bukannya kamu juga merasa begitu Gref? walau kamu dewa Senjata tetapi tetap saja kan?"(Dryn)


"Sudah cukup, kalian ini seperti anak kecil saja"(Irae)


(Huft, mantap Irae)


"kamu juga gitu Fin, kenapa ga kamu hancurkan aja mereka?"(Irae)


"Oi oi oi, jangan bercanda terus! dia saja bisa mengalahkan Dewa penjaga."(Joy)


"Masuk akal Joy"(Dryn)


"Nah makanya, kita harus kalahkan anak itu!"(Joy)


"Baiklah, aku akan serius Dengan pedangku!"(Gref)


"「Sudah selesai percakapannya? buang-buang waktu saja"


"Tunjukan sopan santunmu dong!"(Dryn)


Dryn pun langsung mengeluarkan Elemen kegelapan yang menciptakan Kekacauan dan kekacauan ini membentuk sebuah Arena luas.


"Jadi mau lawan siapa dulu nih?"(Dryn)


Mereka dengan mata yang tajam langsung menatapku, itu sebenarnya membuat ketakutan luar biasa bahkan membuat kekacauan itu lebih kacau daripada biasanya, hanya saja aku tetap tenang dan tidak takut sama sekali.


"「Aku akan melawan kalian semua"


Aku pun mengeluarkan sihir elemen milikku yang bernama Kekuatan yang merubah Prinsip dunia, ini membuat Prinsip yang merubah tubuh para Dewa menjadi kecil/setara dengan diriku, bahkan ini berpengaruh Hingga seluruh penghuni Heavenly Terracoca yang dimana Heavenly Terracoca seluas Infinite dan berisi Dewa yang jumlahnya Infinite, artinya kekuatan ini berpengaruh hingga Infinite.


Bahkan walau Arena ini berada didimensi berbeda, aku tetap mampu mempengaruhi Dimensi awal, dan ya Dimensi awal aku berada adalah Heavenly Terracoca.


"Wah kita jadi kecil nih, asik!"(Fin)


"Boleh juga..."(Gref)


"Hmm... Gref berbicara? luar biasa."(Irae)


"Hahaha Anak mudah Zaman sekarang memang luar biasa, jadi teringat oleh anak mudah waktu itu yang bernama Vera, dia sudah mati-matian kesini demi menemui seseorang yang dia cintai tapi naasnya dia malah Mati."(Dryn)


"「??? Apa maksudmu? Vera?"


"Kau kenal dengan dirinya? tinggi dia 162, umur dia 32"(Dryn)


"「Kalian membunuh Vera???"


"Hahaha, temanmu ya? maaf karna kamu telat hahahaha dia telah kami bunuh dan Arwah darinya menjadi Energi Hitam"(Dryn)


"「D-dia berbohong tentang Reinkarnasinya?..."


"Ah sudah cukup basa basi, aku akan menyerangmu"(Dryn)


Dryn pun langsung mengendalikan Elemen yang ada diseluruh penjuru Terracoca, dan dalam sekejap Seluruh Elemen itu menjadi 1, lalu dia mengeluarkannya ke diriku.


—Sementara dipandanganku


"「Vera dikutuk?..."


"「Apa yang sebenarnya terjadi?"


"「Diriku bahkan tidak bisa tenang..."


"「Apakah aku akan memasuki Mode haus Darah lagi??.."


"「Ver——"


"———Error————"


"Code System: ??? Error"


"Restarting.... Please Wait"


—Sementara itu


Elemen super Dahsyat itu menghampiri diriku dalam 0 detik, hanya saja tiba-tiba Elemen super Dahsyat dari Sihir para penjuru Terracoca pun hilang.


"A-?pa?"(Dryn)


"Sial!!!!.... Elemen kuat milikku yang telah meningkat 80× dari normal pun tidak bisa!!"(Dryn)


"Hei serius? dia bahkan tak lecet sama sekali yang padahal serangan milik Dryn mampu menembus Arena Kekacauan miliknya hingga menghancurkan setengah bagian dari Terracoca Heavenly..."(Irae)


"Akhirnya... Akhirnya aku mendapat lawan yang menarik!!!"(Gref)


Gref pun memulai pesta serangannya, dia menggunakan kekuatan bernama 「Gref the Audiance」, Gref pun langsung maju menyerangku dengan pedangnya yang telah diisi dengan Aura 「Gref the Audiance」 hanya saja dia langsung terpental lumayan Jauh dari tempat awal setelah menyerangku dengan serangan miliknya bahkan Tubuhnya seperti terkena serangan miliknya sendiri.


"Sial..."(Gref)


"Tampaknya aku harus serius!"(Gref)


"Gref Bloodust Mode: On"


Mode haus darah milik Gref, kekuatan yang membuat dirinya kehilangan kesadaran dan akan menghabisi semua yang dilihatnya, akan tetapi untung dari Mode ini adalah kekuatan yang meningkat beribu-ribu kali.


"Baiklah!!! Aku mulai!!!"(Gref)


Gref mulai menyerang diriku, tapi diriku juga bergerak, dan Gref ini dibantu oleh Dryn yang menggunakan kekuatannya untuk mengsegel diriku atau lebih tepatnya, Dryn berniat mengsegel diriku dengan kekuatan miliknya yang dimana Gref sendiri menyerang terus menerus diriku sedangkan Dryn berusaha mengsegel diriku dengan memberi sihir pada 4 tempat.



Diriku adalah objek berwarna kuning, Dryn membuat tanda berwarna hijau dan Gref menyerang ku pada beberapa pola dengan ditandai oleh warna Merah.


Dewa yang lain seperti Irae, Fin, Joy pun ikut menyerang, Fin sebagai Dewa Kehancuran, Irae sebagai Dewa Penghakiman dan Joy sebagai dewa Realita.



Mereka menyerang diriku yang tidak bergerak secara bersamaan, dan kekuatan Irae sebagai coretan Biru Tua, kekuatan Dryn sebagai Coretan Hijau, serta kekuatan Joy sebagai Coretan Kuning pun bersatu, ini membuat kehancuran Realita menjadi berkeping keping, awalnya mereka membuat diriku menjadi Realita biasa yang bisa dihancurkan, dan lalu Fin sebagai Coretan biru biasa menghancurkan Realita tersebut. ini membuat terjadi ledakan besar di Terracoca Heavenly yang membuat 999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999.999 km Terracoca Heavenly hancur tak bersisa, bahkan beberapa Dewa yang telah Melampaui yang membuat dirinya susah disentuh oleh Manusia biasa pun Hancur akibat serangan tersebut, sebenarnya 5 Dewa yang menyerangku juga susah untuk Diinteraksi oleh Manusia karna mereka telah Melampaui Primodial of Cause effect World tapi aku bisa berinteraksi dengan mereka.


—Sementara itu diriku.


"Yo bertemu lagi, Zue"


"「Siapa kamu?!"


"Ah sudah lupa kah? aku adalah Kagumo."


"「Kamu? Kagumo? serius?"


"Ya iyalah, mana mungkin aku bohong, dan juga selamat telah mengalahkan Dewa Dewa itu"


"Aku akan memberi dirimu kekuatan baru yang disebut serta "


"「Kekuatan apa ini?!"


"Lihat saja nanti!"


"Dan juga selamat tinggal!!!!"


Aku pun kembali ke diriku dalam posisi melayang diudara, aku tidak tahu apa yang telah terjadi tapi Primodial of Cause effect World tidak terbuka bahkan hancur, jadi aku berniat memasukinya.


"??! A-a-apa?!! Bahkan kekuatan yang mampu menghancurkan Heavenly Terracoca, dan menghancurkan konsep Waktu yang Abstrak serta para Dewa yang telah Melampaui Kausalitas dan susah diinteraksi, dan juga menghancurkan konsep Kehidupan para Dewa Serta Realita yang ada, dirimu mampu bertahan?!!!"(Fin)


"「Buset sekuat itu toh, rasanya geli sih."


"Sial!!!"(Irae)


"Berani Beraninya kau!!!"(Joy)


"Penghakiman Dimulai, kekuatan Kombinasi Terakhir..."


"Penghancuran Kemungkinan & Kausalitas & Konsep Kehidupan seseorang!!!!!!!"(5 God)


"..."


"「??? Apa yang kalian lakukan??"


"A-A-Apa? bahkan hal ini tidak berfungsi?!"(Dryn)


"「Sepertinya aku harus memberi contoh kepada kalian..."


Aku pun langsung berkata ... Seketika suatu kemungkinan serta Takdir seseorang pun menghilang, bahkan Takdir para Dewa.


"「Wah luar biasa, seharusnya aku bisa mengalahkan kalian dengan ini"


Aku pun langsung menghapus konsep Dewa yang melampaui Primodial of Cause effect World, serta mengubah Konsep tersebut menjadikan Dewa terikat oleh Konsep itu, dan aku pun mulai memasuki Primodial of Cause effect World yang tidak beraturan karna telah kuubah-ubah.