Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai

Calamity Game Hidden World/Saigai Kakureta Sekai
Episode 46 "Persetujuan, Persiapan"



"A-Apa?!"


"K-Kau?! B-Bagaimana bisa menggunakan Elemen Api?!." ujar Alya dengan nada ketakutan


"B-Bahkan dirimu mampu bertahan dari elemen ciptaanmu sendiri??!." ujar Alya lagi dengan nada ketakutan


"Dirimu ini sebenarnya siapa??!" tanya Alya kepadaku


"Hmm... dari cara bicaramu, sepertinya dirimu bukanlah Alya yang kukenal." balasku tentang semua ucapannya.


Aku pun langsung memikirkan dari otak yaitu Sihir , kemudian setelah aku memikirkan sihir aku langsung mengeluarkan sihir tersebut.


Bahkan elemen dari kedua sihir itu berbeda, Pada kepribadian pertama ada Elemen Tanaman dan aku pastikan bahwa dia adalah Alya. akan tetapi pada kepribadian kedua, terdapat Elemen Tanaman serta Cahaya, dan kekuatan yang tidak bisa diperkirakan.


Saat aku menggunakan sihir , diriku akan dilindungi oleh suatu Perisai sihir yang membuat orang lain tidak bisa menyerang diriku sama sekali.


"Hei, Dirimu adalah Dewa Kebijakan bukan?" tanyaku kepada seseorang yang menghuni tubuh Alya.


Dewa kebijakan pun keluar dari tubuh Alya, itu membuat tubuh asli Alya langsung tergeletak pingsan.


"Kenapa dirimu bisa sadar akan hal itu?." tanya Dewa Kebijakan


"Apakah kamu masih mengenal diriku??" tanyaku kepada Dewa Kebijakan


"?? Aku tidak kenal dirimu sama sekali??.." jawab Dewa tersebut.


"Memangnya dirimu siapa?" ucap Dewa tersebut dengan penasaran.


"Ah sepertinya salah orang ya.. Sial ini memalukan" ucapku dengan nada sedikit Malu.


"... Dirimu aneh..." balas Dewa tersebut.


"Apakah begitu? baiklah aku akan tanya sesuatu, apakah dirimu mengenal Kagum-" ucapku tapi terpotong oleh Dewa tersebut.


Dewa itu seketika ketakutan dan gemetaran, dia seperti takut akan nama yang ingin kutanyakan tadi... Bahkan Dewa tersebut langsung pergi.


"Ahh.... Sialan


Tidak hanya Dewa kebijakan, Dewa yang ada ditubuhku serta Dewa yang ada ditubuh Alya pun ketakutan setengah Mati, ini membuat Essence para Dewa itu tidak beraturan.


"Hei kalian tidak apa apa kan???" tanyaku kepada Dewa Dewa tersebut.


"「Kenapa ya... Kenapa para Dewa takut dengan Nama Kagumo"


「\= Perkataan dalam Hati


"Ah sudahlah, dibandingkan mempedulikan hal tersebut aku harus membawa Alya ke Raja." ujarku dengan nada seperti orang tidak peduli.


Aku pun membawa tubuh Alya, dan langsung berteleportasi ke kerajaan membawa Tubuh tersebut.


"... Apa benar dirinya lah yang dipilih menjadi ?" tanya Raja kepada diriku


Aku dengan tunduk lalu menjawab pertanyaan tersebut.


"Tentu Raja. dia memiliki 3 Dewa didalam tubuhnya yaitu Dewa penciptaan, Dewa kehidupan, dan juga Dewa kematian." jawabku atas pertanyaan yang diberikan oleh Raja dengan ekspresi serius.


Raja pun mendeteksi sihir dari Alya, dan benar saja bahwa dirinya lah yang dipilih oleh Kandidat Sage karna sihir Alya memiliki kekuatan yang luar biasa, tapi hampir saja tanpa sengaja dia mendeteksi sihirku, untung saja aku langsung menghilangkan Aliran sihir yang ada ditubuhku.


"「Aneh... Kenapa sihirnya tidak ada lagi??"


"「Sihir miliknya seperti tertelan oleh sesuatu?.. sepertinya dirinya ingin menyembunyikan suatu hal.."


"Ah maaf, tapi ijinkan diriku membawa Alya pulang.." ujarku dengan nada hormat


"Dan juga, bisakah diriku mengikuti Alya melakukan perjalanan mengelilingi Dunia?" tanyaku dengan nada serius.


".. Baiklah" jawab Raja tersebut


Aku pun langsung membawa Alya kembali ke Rumahnya, ya sebenarnya semua orang belum tahu bahwa ada kandidat dan kandidat tersebut adalah Alya.


Setelah itu, aku pun pergi kembali ke Rumahku, dan benar saja... Aku dimarahi oleh Mamaku...


"Kamu ini darimana saja?! ini sudah larut!" ucap Mamaku dengan nada marah.


"Tadi ada sedikit masalah, dan aku harus menyelesaikan masalah itu.",


"Jika tidak, Dunia serta diriku tidak akan baik baik saja" ucapku dengan nada serius


"... Tumben sekali kamu bicara serius?... Dah sana pergi mandi! bau tubuhmu tidak sedap tuh!" balas mamaku


"Haik...."


Aku pun langsung pergi ke kamar mandi, kemudian aku pun meminta ijin kepada mamaku tentang petualanganku mengintari Planet ini.


"Mengitari Planet ini ya?? memangnya kamu kandidat ?" tanya mamaku dengan nada serius.


"Tidak... tapi aku menemukan siapa itu kandidat " balasku.


"Hm... Coba kamu bicarakan hal ini dengan papamu" ujar Mamaku.


"Baik." ucapku yang lalu meninggalkan mamaku.


Aku pun langsung menemui Ayahku ditempat kerjanya, dan aku bertanya kepada dirinya tentang hal tersebut.


"... Ikutlah dengan diriku" jawab Ayahku atas pertanyaan yang kuberikan.


Ini membuat diriku memasuki dimensi ciptaan ayahku, ini seperti dimensi saku.


"Apa ini Ayah??" tanyaku


"Duel, aku akan mengajak dirimu Duel untuk menentukan apakah dirimu bisa memutari Planet ini yang luasnya tidak masuk akal." jawab Ayahku.


"..."


"Jika kamu menang, aku akan membiarkan dirimu serta memberikan dirimu perlengkapan untuk berpetualang." ucap Ayahku lagi dengan nada serius.


"Baiklah Ayah, tantanganmu aku terima." balasku


Ayahku pun memberikan pedang besi kepada diriku, sedangkan dirinya menggunakan pedang kayu.


"「Seketika pedang besi milikku bertranformasi menjadi pedang Api yang memiliki panas luar biasa, diperkirakan hingga 368 derajat celcius."Api?? bagaimana bisa dirimu menggunakan Elemen itu??" tanya ayahku yang penasaran."Akan ku jawab nanti, kita harus bertarung terlebih dahulu Ayah" balasku dengan rasa hormat"...""Baiklah" ucap Ayahku dengan menyimpan rasa penasaranAyahku pun langsung bergerak dengan kecepatan yang lebih cepat dari cahaya, dia pun mengcampurkan pedang miliknya dengan elemen Ruang, ini membuat semua serangan miliknya mengandung penciptaan/bahkan kehancuran Ruang. Hanya saja, dengan teknik pedangku yang biasa ini, aku dapat sedikit mengimbangi kekuatan Ayahku, hanya saja dirinya tetap unggul dibandingkan diriku."「Salah satu kekuatan sihir ultimate milikku pun lagsung ku lontarkan, diriku menciptakan 1000 Pedang yang sama dengan Pedang yang saat ini ku pegang, hanya saja Pedang-Pedang tersebut mengandung efek Api luar biasa."" rapalan ayahku.Itu membuat pedang miliknya terisi seperti energi hitam, energi hitam tersebut adalah Ruang Portal itu sendiri, saat dia menebaskan pedangnya didepan pandangannya, suatu Portal pun tercipta. Portal itu membuat 1000 Pedang milikku berpindah kebelakangku, untung saja aku bisa mendeteksi sihir jadinya dengan mudah aku langsung menghapus 1000 Pedang itu."Luar biasa, ini lah yang diharapkan Ayahnya tentang anaknya." ujar Ayahku dengan rasa bangga.Ayahku lagi dan lagi dengan cepat langsung berada didepanku."「Sial!!!" ucapku"Saat dia berkata seperti itu, tubuhku seperti tidak digerakan, waktu dalam dimensi ini seperti berhenti..": Spatial Destroyer>" Pedang miliknya pun mengeluarkan energi luar biasa, bahkan energi tersebut seperti meluap-luap dan benar benar berniat menghancurkan suatu hal."" teriakku yang kemudian bergerak, dan langsung menghancurkan dimensi itu berkeping-keping "... Kekuatan apa itu???" ucap Ayahku dengan rasa gemetaran."Dimana di-dia?!!" ujar Ayahku lagi dengan kebingunganTiba-tiba, suatu pedang pun berada disamping kanan lehernya, pedang yang tidak tumpul itu memiliki rasa niat untuk menebas."Ayah... dirimu sudah kalah" ucapku."Jika dirimu bergerak, aku akan langsung membunuhmu" ucapku lagi dengan nada serius."... Bercanda""??"Itu membuat diriku kaget, ternyata Ayahku berada dibelakangku."B-bagaimana bisa?!" tanyaku dengan nada ketakutan."Ah, itu hanya teknik ruang sederhana, diriku yang berada didepanmu adalah diriku yang ada di Alam semesta yang berbeda" jawab Ayahku dengan nada gembira."Tapi Kito... Kenapa dirimu bisa menggunakan elemental lain??" tanya Ayahku dengan nada serius."Aku akan memberi tahu Ayah, tapi dengan syarat jangan memberi tahu siapapun."Aku pun menanamkan semacam Hukum dijantungnya, Hukum ini akan langsung menusuknya ketika dirinya memberitahukan hal tsb."Hei apa yang kau lakukan??" tanya ayahku."Ini adalah Kontrak agar Ayah tidak memberitahu siapapun" jawabku"... Baiklah" ujar Ayahku dengan gampangnya."Aku adalah seseorang yang terpilih, diriku adalah salah satu Pahlawan.""Entah mengapa, sedari lahir diriku bisa menggunakan semua Elemen seperti Elemen Ruang, Waktu, dsb" jawabku atas pertanyaan Ayahku yang membuat dirinya penasaran."Aha, Luar biasa memang anakku.","Baikalah aku biarkan dirimu mengitari Planet ini" ucap Ayahku dengan nada gembira.


Seketika pedang besi milikku bertranformasi menjadi pedang Api yang memiliki panas luar biasa, diperkirakan hingga 368 derajat celcius.


"Api?? bagaimana bisa dirimu menggunakan Elemen itu??" tanya ayahku yang penasaran.


"Akan ku jawab nanti, kita harus bertarung terlebih dahulu Ayah" balasku dengan rasa hormat


"..."


"Baiklah" ucap Ayahku dengan menyimpan rasa penasaran


Ayahku pun langsung bergerak dengan kecepatan yang lebih cepat dari cahaya, dia pun mengcampurkan pedang miliknya dengan elemen Ruang, ini membuat semua serangan miliknya mengandung penciptaan/bahkan kehancuran Ruang.


Hanya saja, dengan teknik pedangku yang biasa ini, aku dapat sedikit mengimbangi kekuatan Ayahku, hanya saja dirinya tetap unggul dibandingkan diriku.


"「Salah satu kekuatan sihir ultimate milikku pun lagsung ku lontarkan, diriku menciptakan 1000 Pedang yang sama dengan Pedang yang saat ini ku pegang, hanya saja Pedang-Pedang tersebut mengandung efek Api luar biasa."" rapalan ayahku.Itu membuat pedang miliknya terisi seperti energi hitam, energi hitam tersebut adalah Ruang Portal itu sendiri, saat dia menebaskan pedangnya didepan pandangannya, suatu Portal pun tercipta. Portal itu membuat 1000 Pedang milikku berpindah kebelakangku, untung saja aku bisa mendeteksi sihir jadinya dengan mudah aku langsung menghapus 1000 Pedang itu."Luar biasa, ini lah yang diharapkan Ayahnya tentang anaknya." ujar Ayahku dengan rasa bangga.Ayahku lagi dan lagi dengan cepat langsung berada didepanku."「Sial!!!" ucapku"Saat dia berkata seperti itu, tubuhku seperti tidak digerakan, waktu dalam dimensi ini seperti berhenti..": Spatial Destroyer>" Pedang miliknya pun mengeluarkan energi luar biasa, bahkan energi tersebut seperti meluap-luap dan benar benar berniat menghancurkan suatu hal."" teriakku yang kemudian bergerak, dan langsung menghancurkan dimensi itu berkeping-keping "... Kekuatan apa itu???" ucap Ayahku dengan rasa gemetaran."Dimana di-dia?!!" ujar Ayahku lagi dengan kebingunganTiba-tiba, suatu pedang pun berada disamping kanan lehernya, pedang yang tidak tumpul itu memiliki rasa niat untuk menebas."Ayah... dirimu sudah kalah" ucapku."Jika dirimu bergerak, aku akan langsung membunuhmu" ucapku lagi dengan nada serius."... Bercanda""??"Itu membuat diriku kaget, ternyata Ayahku berada dibelakangku."B-bagaimana bisa?!" tanyaku dengan nada ketakutan."Ah, itu hanya teknik ruang sederhana, diriku yang berada didepanmu adalah diriku yang ada di Alam semesta yang berbeda" jawab Ayahku dengan nada gembira."Tapi Kito... Kenapa dirimu bisa menggunakan elemental lain??" tanya Ayahku dengan nada serius."Aku akan memberi tahu Ayah, tapi dengan syarat jangan memberi tahu siapapun."Aku pun menanamkan semacam Hukum dijantungnya, Hukum ini akan langsung menusuknya ketika dirinya memberitahukan hal tsb."Hei apa yang kau lakukan??" tanya ayahku."Ini adalah Kontrak agar Ayah tidak memberitahu siapapun" jawabku"... Baiklah" ujar Ayahku dengan gampangnya."Aku adalah seseorang yang terpilih, diriku adalah salah satu Pahlawan.""Entah mengapa, sedari lahir diriku bisa menggunakan semua Elemen seperti Elemen Ruang, Waktu, dsb" jawabku atas pertanyaan Ayahku yang membuat dirinya penasaran."Aha, Luar biasa memang anakku.","Baikalah aku biarkan dirimu mengitari Planet ini" ucap Ayahku dengan nada gembira.


Salah satu kekuatan sihir ultimate milikku pun lagsung ku lontarkan, diriku menciptakan 1000 Pedang yang sama dengan Pedang yang saat ini ku pegang, hanya saja Pedang-Pedang tersebut mengandung efek Api luar biasa.


"" rapalan ayahku.


Itu membuat pedang miliknya terisi seperti energi hitam, energi hitam tersebut adalah Ruang Portal itu sendiri, saat dia menebaskan pedangnya didepan pandangannya, suatu Portal pun tercipta. Portal itu membuat 1000 Pedang milikku berpindah kebelakangku, untung saja aku bisa mendeteksi sihir jadinya dengan mudah aku langsung menghapus 1000 Pedang itu.


"Luar biasa, ini lah yang diharapkan Ayahnya tentang anaknya." ujar Ayahku dengan rasa bangga.


Ayahku lagi dan lagi dengan cepat langsung berada didepanku.


"「Sial!!!" ucapku


"Saat dia berkata seperti itu, tubuhku seperti tidak digerakan, waktu dalam dimensi ini seperti berhenti..": Spatial Destroyer>" Pedang miliknya pun mengeluarkan energi luar biasa, bahkan energi tersebut seperti meluap-luap dan benar benar berniat menghancurkan suatu hal."" teriakku yang kemudian bergerak, dan langsung menghancurkan dimensi itu berkeping-keping "... Kekuatan apa itu???" ucap Ayahku dengan rasa gemetaran."Dimana di-dia?!!" ujar Ayahku lagi dengan kebingunganTiba-tiba, suatu pedang pun berada disamping kanan lehernya, pedang yang tidak tumpul itu memiliki rasa niat untuk menebas."Ayah... dirimu sudah kalah" ucapku."Jika dirimu bergerak, aku akan langsung membunuhmu" ucapku lagi dengan nada serius."... Bercanda""??"Itu membuat diriku kaget, ternyata Ayahku berada dibelakangku."B-bagaimana bisa?!" tanyaku dengan nada ketakutan."Ah, itu hanya teknik ruang sederhana, diriku yang berada didepanmu adalah diriku yang ada di Alam semesta yang berbeda" jawab Ayahku dengan nada gembira."Tapi Kito... Kenapa dirimu bisa menggunakan elemental lain??" tanya Ayahku dengan nada serius."Aku akan memberi tahu Ayah, tapi dengan syarat jangan memberi tahu siapapun."Aku pun menanamkan semacam Hukum dijantungnya, Hukum ini akan langsung menusuknya ketika dirinya memberitahukan hal tsb."Hei apa yang kau lakukan??" tanya ayahku."Ini adalah Kontrak agar Ayah tidak memberitahu siapapun" jawabku"... Baiklah" ujar Ayahku dengan gampangnya."Aku adalah seseorang yang terpilih, diriku adalah salah satu Pahlawan.""Entah mengapa, sedari lahir diriku bisa menggunakan semua Elemen seperti Elemen Ruang, Waktu, dsb" jawabku atas pertanyaan Ayahku yang membuat dirinya penasaran."Aha, Luar biasa memang anakku.","Baikalah aku biarkan dirimu mengitari Planet ini" ucap Ayahku dengan nada gembira.


Saat dia berkata seperti itu, tubuhku seperti tidak digerakan, waktu dalam dimensi ini seperti berhenti..


": Spatial Destroyer>"


Pedang miliknya pun mengeluarkan energi luar biasa, bahkan energi tersebut seperti meluap-luap dan benar benar berniat menghancurkan suatu hal.


"" teriakku yang kemudian bergerak, dan langsung menghancurkan dimensi itu berkeping-keping


"... Kekuatan apa itu???" ucap Ayahku dengan rasa gemetaran.


"Dimana di-dia?!!" ujar Ayahku lagi dengan kebingungan


Tiba-tiba, suatu pedang pun berada disamping kanan lehernya, pedang yang tidak tumpul itu memiliki rasa niat untuk menebas.


"Ayah... dirimu sudah kalah" ucapku.


"Jika dirimu bergerak, aku akan langsung membunuhmu" ucapku lagi dengan nada serius.


"... Bercanda"


"??"


Itu membuat diriku kaget, ternyata Ayahku berada dibelakangku.


"B-bagaimana bisa?!" tanyaku dengan nada ketakutan.


"Ah, itu hanya teknik ruang sederhana, diriku yang berada didepanmu adalah diriku yang ada di Alam semesta yang berbeda" jawab Ayahku dengan nada gembira.


"Tapi Kito... Kenapa dirimu bisa menggunakan elemental lain??" tanya Ayahku dengan nada serius.


"Aku akan memberi tahu Ayah, tapi dengan syarat jangan memberi tahu siapapun."


Aku pun menanamkan semacam Hukum dijantungnya, Hukum ini akan langsung menusuknya ketika dirinya memberitahukan hal tsb.


"Hei apa yang kau lakukan??" tanya ayahku.


"Ini adalah Kontrak agar Ayah tidak memberitahu siapapun" jawabku


"... Baiklah" ujar Ayahku dengan gampangnya.


"Aku adalah seseorang yang terpilih, diriku adalah salah satu Pahlawan."


"Entah mengapa, sedari lahir diriku bisa menggunakan semua Elemen seperti Elemen Ruang, Waktu, dsb" jawabku atas pertanyaan Ayahku yang membuat dirinya penasaran.


"Aha, Luar biasa memang anakku.",


"Baikalah aku biarkan dirimu mengitari Planet ini" ucap Ayahku dengan nada gembira.