
keesokan harinya, aku pun kembali keakademi untuk mengajar.
"Sensei, sebenarnya apa yang telah terjadi kemarin?" tanya Keysha, anak yang terbangun saat Insiden kemarin.
"Kemarin? apa maksudmu Key?" tanya salah satu murid lain.
"Baiklah, Sensei akan jelaskan",
"Kemarin, seseorang Dewa datang untuk menghakimi Sensei" ucapku.
"D-d-d-Dewa!?" ucap semua murid dengan gemetaran
"Ya, Dewa. Sensei sendiri ngga tau tujuan dari mereka apa dan mengapa mereka ingin menghakimi Sensei",
"Tapi Sensei yakin mereka ingin membunuh Sensei" ucapku.
"Yosh daripada memikirkan hal itu mending kita lanjutkan pembelajaran-!" ucapku dengan nada gembira
"Menakutkan" ucap semua murid
Pembelajaran pun dimulai, aku sendiri mengajarkan mereka tentang ilmu sihir elemen es
"Sihir Es, sihir yang terkombinasi dari suhu dingin dan air, aku akan memberitahukan kalian 4 dasar sihir es dan memberikan contohnya." ucapku
"Karna ini berkaitan dengan sihir jadinya kita akan melakukannya dilapangan depan sekolah" ucapku lagi.
"Baik pak" balas semua muridku
Kami pun meninggalkan kelas, akan tetapi saat ditiba ditangga aku langsung batuk darah dari mulutku, pandanganku pun mulai kabur, tubuhku pun mulai lemas hingga tak bisa digerakan.
Perkataan terakhir yang kudengar dari muridku adalah "Sensei!", setelah itu aku tak mendengar apapun lagi.
Sekarang aku berada dialam bawah sadarku, aku juga bertemu dengan Kizue Cahaya dan Kegelapan.
"Bagaimana, kau menikmati kekuatan ini?" tanya Kizue Cahaya
"Dan juga selamat kau telah membunuh ras Humgod" ucapnya
"Apa maksudmu? Ras Humgod?" tanyaku
Kizue Cahaya lagi dan lagi langsung memberiku ingatan dan juga Gift, seperti hadiah pada umumnya.
Hadiah itu membuatku mengerti tentang apa yang telah terjadi, dan juga apa itu ras Humgod, Ras yang berada di Terracoca Web.
Segalanya... sekarang Aku mengerti segalanya yang ada, bahkan mengerti tentang retakan dimensional yang terjadi bahkan apa yang terjadi dimasa lalu dan masa depan, tapi itu tak sepenuhnya akurat.
Aku tak bisa langsung percaya hal seperti ini, karna aku hanyalah Manusia biasa yang terjebak dalam dunia game.
"Aku akan memberi tahu mu satu hal lagi",
"Akan ada makhluk yang disebut player, mereka akan mengganggu semua rencanamu, jadi berhati-hatilah" ucapnya
"Player... tunggu apa maksudmu!?" ucapku.
"Kau akan tahu nanti" jawabnya
Kizue cahaya pun langsung mendorongku yang membuatku jatuh kejurang dan sadar dari pingsan itu.
"Tungg—" ucapku yang lalu terbangun dari pingsanku
"Tunggu? apa maksudmu Sensei?" tanya salah satu muridku yang mengjagaku.
"Tidak..." balasku
Tet, aku mendengar seperti notifikasi dari sistem, itu terdengar seperti seseorang memasuki game ini.
"Ini? game multiplayer?" ucapku dalam hati
"Aku harus menganalisa hal ini lebih lanjut" ucapku dalam hati lagi
Aku pun bangkit dari ranjang UKS diakademi itu.
"Eh sensei? tungg—" ucap murid yang menjagaku.
"Kamu tunggu disini ya, jika ditanya pergi kemana aku bilang saja mencari udara segar." ucapku
"... Baiklah sensei" balas Murid itu
Aku pun mengelus rambutnya lalu pergi dari sana dengan teleportasi milikku, aku sendiri menuju ke kerajaan tempat Ratu Lenna berada dengan mengendap-endap.
"Yo Len" ucapku.
"Loh, sudah sembuh ya?" ucap Lenna
"Ini masalah penting, bisa tidak carikan guru untuk mengajar murid itu?" tanyaku
"Aku tak ingin melibatkan mereka dalam masalahku." ucapku
"Baiklah, jadi kamu menyuruhku mencari guru lain kan?" tanya Lenna
"Ya" jawabku
Aku pun langsung berteleportasi pergi dari planet ini, sebelum itu aku memberikan surat kepada muridku.
Untuk saat ini, aku berpergian antar planet untuk mencari Informasi yang rinci.
Selain player, ada juga pahlawan yang dipanggil dari duniaku tapi bedanya mereka berasal dari Tokyo, Jepang.
Aku sendiri tahu demikian karna aku telah diberi kekuatan untuk menjadi maha tahu, aku tahu segalanya bahkan tentang Ritual 9 pahlawan.
Ritual pahlawan sendiri merupakan paksaan terhadap orang dari time line dan dimensi lain untuk terteleportasikan ke tempat ini.
Pahlawan sendiri ada 7, yaitu Pahlawan Pedang yang biasanya menjadi pemimpin, Pahlawan Busur, Pahlawan Sihir, Pahlawan Penyembuh, Pahlawan Penahan yang biasanya berada digaris depan untuk menahan serangan lawan, Pahlawan Bayangan yang biasanya datang dari bayangan untuk memberikan Informasi, Pahlawan tombak.
Pahlawan pedang, pahlawan yang menggunakan pedang dan biasanya dikaruniai Pedang Legendaris Excalibur.
Pahlawan busur, sesuai namanya Pahlawan ini menggunakan busur sebagai senjatanya dan biasanya Pahlawan ini memiliki kapasitas sihir yang lumayan, dan juga mampu melakukan Alkimia untuk membuat panah.
Pahlawan sihir, sudah bisa ditebak Pahlawan ini tipe apa, dan juga Pahlawan ini merupakan Pahlawan yang memiliki Kapasitas sihir terbanyak.
Pahlawan Penyembuh, Pahlawan yang bertugasnya untuk menyembuhkan orang lain atau pahlawan lain.
Pahlawan penahan, Pahlawan penahan serangan ini biasanya berada didepan untuk menahan serangan dari lawan dengan Barrier tak terlihatnya.
Pahlawan Bayangan, Pahlawan yang bergerak dibalik bayangan dan bergerak untuk mencari Informasi.
Pahlawan Tombak, Pahlawan yang cukup kuat dibanding pahlawan pedang dan memiliki serangan jarak yang lumayan.
Semua Pahlawan itu memiliki Blessingnya sendiri-sendiri dari para Dewa, setelah aku cari tau Blessing sendiri adalah sistem pemberian kekuatan kepada para Pahlawan.
Dan yang memberi Blessing sendiri adalah Dewa yang ada diatas sana, ya Dewa yang berada diheavenly Terracoca.
"Untuk sekarang aku tahu nama para Pahlawan itu, hehe ya karna aku maha tahu sih."
Aku sendiri sekarang mencari anak buah untuk menyelidiki hal ini, dan ya aku mencari anak buah dari perbudakan, dan lain lain.
Dan juga sekarang aku berada ditempat Respawn para Player, beserta para Pahlawan, sejujurnya inilah keberuntunganku.
Seharusnya tiap pahlawan itu dipanggil masing masing 1 ditiap Planet, tapi ya ini Lucky
Untuk saat ini, para Pahlawan didatangkan dari Time Line yang berbeda.
"Untuk saat ini aku tidak boleh terlalu mencolok, aku harus berhati-hati karna salah langkah sedikit aku jadi buronan" ucapku dalam hati
Aku sendiri sekarang sedang membeli Budak, dan ya budak itu adalah seorang wanita dari ras Kucing/Manusia, wanita itu berkulit putih bersih dan memiliki telinga, ekor layaknya seorang kucing pada umumnya.
"Siapa namamu?" tanyaku kepadanya
"N-n-nama?... A-aku tidak punya" jawabnya dengan terbata-bata
"... Baiklah aku akan memberimu nama, dan juga akan mengajarimu cara menggunakan sihir, akan tetapi berjanjilah untuk terus bersamaku" ucapku
"B-b-baiik!" balasnya dengan nada gugup
"Yosh, namamu sekarang adalah Omega.",
"Apakah kamu suka dengan namamu?" tanyaku
"T-t-tentu!" jawabnya dengan nada gugup
"Baiklah, sekarang ikuti aku, aku akan mengajarimu sihir" ucapku
"B-baik" balasnya dengan nada gugup
Aku dan Omega pun pergi ke gunung untuk melakukan latihan bersama disana, tidak lebih tepatnya aku mengajari dia latihan.
—Last Chapter?