Bo

Bo
PELAYAN SUPER



#_#


[WARNING !!!]


~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~


#_#


Smith yang baru saja siuman merasa terkejut karena Gao di tahan agar suku Elf dapat membantunya. Dan ia sungguh merasa bersalah kepada temannya tersebut.


"Aku ingin bertemu Ketua adat kalian untuk membebaskan pria itu" katanya


"Tenang lah. Kakek ku tak mungkin melakukan sesuatu yang buruk tanpa alasan" ucap Guin menenangkan


Lalu pemuda itu pun dirawat selama 2 hari.


"Sudah bisakah aku menemui Gao" katanya


"Hei hei, apa dia kekasih mu. Kenapa kamu begitu ngotot" tanya Guin


"He he, apa kamu cemburu" gurau Smith


Krtek...krtek..


Guin yang kesal pun menggenggam erat sebuah cangkir dari tembikar yang berada di dekatnya hingga retak.


"Astaga, apa gadis itu marah" pikirnya


"Ma..maaf nona. Hanya be..bercanda he he" katanya


"Huh"


Guin pun memalingkan wajahnya dan segera meninggalkan pemuda itu.


"Ha ha, kamu sangat nekat bro. Bahkan kami para Elf pria saja, tidak akan berani bercanda dengannya" ucap Shin


"Be..begitukah" ucap Smith sedikit takut


Setelah itu Smith pun meminta bantuan kepada Shin agar dapat menuntunnya ke pemukiman Elf. Singkat cerita, mereka pun sampai di tempat tujuan.


"Ha..halo, Tuan. Ummm, bisakah kamu membebaskan temanku" tanya Smith kepada si Ketua adat


"Hng.." namun si Ketua adat hanya menatap tak acuh kepadanya


Smith pun di acuhkan oleh seluruh masyarakat suku Elf. Namun hingga malam tiba, ia tetap saja berdiri di gerbang tempat itu.


Tiba-tiba,


"Hei, kawan. Kenapa kamu masih di sini. Aku telah lama menunggu mu di rumah" ucap Gao yang mendadak sudah berada di belakangnya


"A..apa-apaan ini. Aku seharian di sini demi menunggu mu di bebaskan. Dan ternyata kamu bahkan sudah selesai memasak di rumah mu" ucap Smith dongkol


"Ha ha ha, benar kah itu. Maaf kawan, si Ketua adat itu sangat lah posesif. Ia tidak akan pernah membiarkan ku berada di tempat yang sama dengan cucunya. Jadi ketika gadis itu kembali, aku segera di usir dari sini"


"Begitu sampai di rumah, aku sama sekali tak menemukan mu. Aku mengira kamu sengaja di bawa untuk perawatan lebih lanjut. Namun ternyata kamu ke tempat ini demi diri ku, ha ha ha" ucap Gao


"Tapi kenapa kita tak berjumpa di perjalanan" tanya Smith


"Aku memotong jalur agar cepat sampai, karena aku sangat penasaran akan cerita mu mengenai apa yang sebenarnya terjadi sebelumnya" jelas Gao


"Mungkinkah.." tiba-tiba kata-katanya di potong seketika oleh orang lain


"Hei.. Pergilah kalian"


Saat itu juga para Penjaga gerbang pun berteriak mengusir mereka


"Woy, kenapa kamu masih di sini saja. Pergilah sebelum ketua kami mendatangimu" ucap salah seorang Elf pria itu kepada Gao


"He he, kamu lihat sendiri kan sikap para Elf ini pada ku" katanya


"Ya sudah. Jika begitu kita lebih baik pulang saja" balas Smith


Akhirnya mereka pun bergegas kembali ke rumah pohon. Setelah bersih-bersih, mereka pun segera menyantap hidangan yang telah Gao masak sebelumnya.


"Oh ya. Sebelumnya omongan mu terpotong oleh penjaga gerbang. Apa yang ingin kamu katakan tadi, kawan" tanya Smith


"Ah iya. Mungkinkah kamu ada hubungannya dengan artefak itu" ucap Gao


"Kakek ku pernah berpesan kepada ku. Jika benda itu menimbulkan sebuah efek yang sangat dominan terhadap seseorang, bisa jadi orang tersebut erat kaitannya dengan benda tersebut" lanjutnya


Smith pun terdiam sejenak dan mulai merenung. Kondisi tubuh dan mentalnya yang belum pulih, membuat ingatannya menjadi buram.


"Akh.. maaf kawan. Sepertinya aku masih butuh istirahat" ucap Smith yang tiba-tiba merasakan sakit pada kepalanya


"Baik lah, kawan. Istirahat lah yang nyenyak agar kamu siap untuk menjelaskan semuanya pada ku" ucap Gao


Smith pun membaringkan tubuhnya yang sempoyongan di tempat tidur. Lalu seketika kesadarannya pun bangkit kembali dan sudah berada di dalam dimensi ruang harta.


"Akhh, kepala ku atit, anying. Tidak bisakah aku beristirahat" keluhnya


"He he, maaf tuan. Kesalahan teknis. Silahkan anda beristirahat" ucap peri artefak


Setelah itu, waktu pun berlalu begitu saja dan hari pun mulai pagi.


"Hey broo, mau berapa lama lagi kamu tidur. Tidak kah kamu lapar" Gao seketika berteriak membangunkannya dari tidur


"Adiduh, kepalaku nyut-nyut. Apa kamu lupa kalau aku ini masih belum pulih" ucapnya penuh kekesalan


"Oooh, aku hanya membangunkan mu untuk makan. Ku rasa kamu tak perlu marah. Apa kamu lupa, kalau kamu sedang menumpang di rumah ku" balas Gao dengan tatapan sinis


"He he, maaf kawan. Aku hanya terkaget mendengar teriakan mu" ucap Smith yang tiba-tiba menjadi lembek


"Haaa aaah, ya sudah lah tak apa. Ayo makan"


Smith segera membasuh muka dan segera makan.


Lalu mereka pun akhirnya berbincang-bincang mengenai apa sebenarnya yang terjadi antara Smith dan kalung artefak tersebut.


Di situ Smith pun mulai menceritakan seluruh apa yang ia lihat. Dan seketika itu pun Gao langsung berdiri di hadapannya.


"A..ada apa kawan" Smith terkejut


Lalu Gao dengan sopannya segera menundukkan kepala dan berlutut kepada pemuda itu.


"Salam hormat ku kepada tuanku, keturunan dari Sage yang mulia" ucapnya penuh hormat


"Apa-apaan ini" tanya Smith


"Tuan. Bukankah kamu sudah melihatnya sendiri. Aku adalah keturunan dari Pelayan setia leluhur mu"


"Kita tak pernah bertemu dan awalnya tak saling tau. Namun sekarang kita di pertemukan dari jarak dan perjalanan yang sangat jauh. Bukankah itu artinya aku juga di takdirkan sebagai pelayan mu" jawab Gao


"Tapi.."


"Ini adalah takdir tuanku" Gao segera memotong ucapan Smith dengan tegas


"Haa aaah. Oke baiklah, tapi.." Smith menuju ke arah pria itu dan mengajaknya untuk berdiri


"...Aku lebih suka kalau kita menjadi sahabat"


"Itu tidak pantas untuk ku tuan" balas Gao


Smith yang bingung pun mencoba mencari akal, agar orang yang ia anggap sahabat itu tak lagi bersikap kaku seperti itu.


"Baiklah, begini saja. Kamu sepenuhnya menjadikan ku sebagai tuan mu kan"


"Ya tuan" jawabnya


"Kalau begitu sebagai tuan mu, aku perintahkan pada mu untuk menjadi sahabat ku dan membuang semua sikap kaku mu itu. Kamu harus bersikap seperti biasanya terhadap ku, ini perintah"


"Jika kamu tidak patuh, itu artinya kamu telah melakukan pembangkangan pada ku" tegasnya


Lalu Gao pun termenung sejenak. Dalam diam itu ia merasa sangat kebingungan.


"Akhh, orang ini aneh sekali. Di beri kehormatan malah tidak mau" pikirnya


"Masa bodoh lah"


Tiba-tiba Gao merangkul leher Smith sembari tertawa.


"Ha ha ha, kalau begitu jangan salah kan ketidak sopanan ku ya. Baru kali ini aku bertemu manusia seperti mu, ha ha ha" ucap Gao sembari memutar-mutar kepalan tangannya ke kepala tuannya itu


"Aw aw, kepala ku"


"Waduh, he he, maaf" balas Gao


"Dasar pelayan bar-bar"


"Pffft, buha ha ha ha ha ha ha" Mereka pun berakhir dengan tertawa bersama


Gao adalah pria yang tangguh. Memiliki kemampuan beradaptasi tinggi dan IQ yang terbilang jenius. Betapa tidak, saat usianya baru menginjak 10 tahun saja sudah mampu menjadi pengusaha. Dan kini dirinya bahkan berhasil mengungkapkan banyak misteri dunia dari berbagai reruntuhan situs-situs kuno di Hutan keramat.


Selain itu, dirinya pun adalah seorang praktisi handal Kanuragan dan layak di sebut sebagai Wira yang perkasa. Hal itu semua menandakan betapa beruntungnya Smith sebagai tuan sekaligus sahabatnya. Kini Smith telah berhasil memiliki seseorang yang cukup pantas di sebut sebagai Pelayan super.