
#_#
[WARNING !!!]
~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~
#_#
Smith yang resah dan gelisah, lansung dadidu menerjang hutan yang akhirnya sampai di sebuah Mansion tua yang tak terawat. Ia melihat tulisan di gerbang yang bertuliskan Mansion Veled Draluca. Tanpa basa basi ia pun menerjang segala halangan dan menerobos masuk ke dalam Mansion itu.
Setibanya di dalam, ia langsung di sambut oleh 2 wanita cantik yang coba untuk menggodanya. Namun rasa cintanya pada sang kekasih menepis semua godaan itu. Ia teringat sebuah kisah yang pernah di ceritakan oleh Gao. Di suatu tempat di hutan tersebut ada sebuah Mansion yang di kuasai oleh ras Vampire.
Vampire ini adalah makhluk penghisap darah dengan beragam kasta dalam ras nya. Kasta tertinggi disebut Origin, mereka tak perlu menggigit untuk menghisap darah mangsanya. Mereka bahkan bisa menghipnotis sang target untuk mendekatinya. Lalu Origin mengendalikan aliran darah dari jauh dan mengeluarkannya dari seluruh celah yang ada pada tubuh korbannya. Kemudian dari situ darah tersebuat di buat melayang dan di serap melalui hidung (mirip nyabu mungkin). Para Origin memang memperlakukan darah layaknya sebuah candu, karena pada dasarnya mereka hidup layaknya manusia biasa. Mereka tak alergi pada sinar UV, dan tidak harus juga meminum darah. Bahkan mereka hidup benar benar layaknya manusia biasa.
Sedangkan golongan kedua adalah Halfer. Mereka adalah makhluk setengah Vampire yang lahir dari seorang manusia. Mereka ini kebanyakan hidup sebagai bangsawan penyendiri yang jauh dari keramaian. Sama halnya dengan Origin, mereka juga masih dapat hidup normal layaknya manusia. Namun mereka sangat peka terhadap rangsangan suara. Temperamen mereka cenderung emosional dan sangat benci suara keramaian yang dapat merusak pasion kebangsawanan mereka.
Selanjutnya ada Servant, makhluk setengah Vampire yang meminum darah Origin dan menjadi pelayan setia mereka. Tingkatanya sebenarnya setara dengan Halfer. Namun jika dilihat dari mobilitas dan kebebasannya, mereka berada jauh di bawah.
Infektor adalah sebutan untuk golongan ke 4. Mereka adalah para Vampire yang sangat umum di temukan. Mulai dari mereka ke bawahlah muncul sebuah kelainan, yaitu alergi sinar UV dan menjadi makhluk yang haus akan darah. Mereka bahkan tak dapat hidup jika tak mendapatkan darah selama 2 hari. Mereka inilah yang biasanya menebar teror dan membuat para korbannya menjadi Mutant.
Dan varian yang terakhir tentu saja adalah Mutant. Ini adalah makhluk yang sangat haus akan darah segar. Dan mereka ini pun tergolong monster yang seluruh tubuhnya telah berwujud sebagai kalelawar raksasa. Mereka layaknya Werewolve yang hanya mengandalakan insting liarnya untuk bertindak.
Dan untuk para Vampire yang menghalangi Smith adalah para Infektor yang mengabdi kepada Draluca sang Halfer dari bangsawan Veled. Mereka mulai kesal karena gagal menggoda pria itu. Lalu mulai menunjukkan taringnya. Mereka melesat dengan cepat mencoba menerjang untuk menggigit serta menginfeksi Smith. Namun pengalamannya telah bertambah. Bercermin dari kesalahannya sebelumnya saat melawan sekumpulan Goblin, pria itu pun kini mulai lebih berhati hati lagi. Di samping itu ia juga meneliti bagian tubuh setiap musuhnya dengan cermat.
Dengan perhitungan matang dan ketepatan timming yang ia pelajari dari sang guru, serta ketangkasan yang ia latih setiap hari itu. Ia mulai berkelit serta menunggu kesempatan pasti yang pas untuk melesatkan sebuah serangan mematikan.
Sementara di kamar lantai 2, Draluca telah melucuti seluruh pakaian Guin. Ia pun mulai bersiap untuk mengasarehekan wanita itu. Ia pun membuka jas hitammnya yang memperlihatkan tubuh putihnya yang pucat. Ia meminum sebuah darah dari gelas antik berlapis emas milik nya sembari membuka bawahannya. Hanya tinggal sedikit lagi, setelah itu ia pun hendak membuka celana terakhirnya. Akan tetapi beruntunglah Smith berhasil tiba tepat waktu.
Di hantamnya makhluk menjijikan itu dengan keras, namun tak bergeming sedikit pun. Lalu ia pun menendang secara bertubi ke sekujur tubuh makhluk itu. Namu tetap tak bergeming.
"Apa kau ini batu" ucapnya kesal
"Apa mau mu, manusia. Beraninya kau mengganggu kediamanku dan merusak kesenangan ku" ucap Halfer itu
Smith yang tak terima pun kembali mencoba menyerang, namun kali ini kaki nya di tangkap dengan mudahnya. Tubuh Smith di hempas hempaskan ke lantai, di hantamkan ke dinding lalu di lemparkan keluar jendela.
Dengan bersimbah darah, ia berusah kembali berdiri dengan lemasnya. Dari jendela lantai atas itu di lihatnya Draluca sedang memeluk Guin yang terlihat polos tanpa balutan sehelai kain pun. Makhluk itu menjilat pipi wanita itu sambil meremas sesuatu yang ada padanya lalu mengecup bibirnya di depan Smith.
Smith yang tengah sekarat pun murka dan berlinang air mata, darah yang mengucur dari tubuhnya membasahi cincin di jarinya yang merupakan wasiat dari Gao. Seketika cincin itu pun bersinar dan mengeluarkan tombak yang biasanya di bawa kemana pun oleh Gao. Tombak itu terlihat menyilaukan dengan kilauan mata tombak yang seolah berkata, "lempar gua boss, pasti gua matiin beddebah itu".
Smith tanpa ragu melemparkan tombak keramat itu dan menembus tepat di jantung Draluca. Makhluk biadap itu sempat menjadi kan tubuh Guin sebagai tameng. Hal itu sempat membuat Smith tersungkur gemetar, karena takut melihat tombak yang ia lempar malah bersarang pada kekasihnya. Namun seolah bagai keajaiban yang di harapkan kemunculannya. Tombak yang melesat cepat itu dengan dahsyatnya masuk ke sebuah celah ruang yang muncul di depan wanita itu sebelum sempat mengenainya. Lalu celah ruang itu pun kembali muncul di belakang punggung Guin dan segera menghujam di jantung makhluk vangsatt itu.
Seketia itu Draluca pun mati dan Guin terlepas dari pelukannya, lalu terjatuh dari lantai 2. Smith mencoba sekuat tenaga meraih dan menggapai tubuh wanitanya yang masih belum sadar itu. Ia menangkapnya dengan seluruh kekuatan yang tersisa, namun bobot dan hentakan akibat gravitasi membuat seluruh tulangnya terasa remuk saat melakukan tangkapan itu. Ia pun terjatuh sembari memeluk sang pujaan hati, melindunginya dari dinginnya udara yang menyentuh kulit mulus yang tanpa perlindungan sehelai benang pun.
Smith yang bersimbah darah dan merasakan patahnya tulang tulang di sekujur tubuhnya pun mulai kehilangan kesadaran. Ia dengan pandangan yang buram terbalut darah melihat seseorang yang sedang menuju ke arahnya. Namun setelah itu ia pun akhirnya pingsan karena kehabisan banyak darah. Sementara Draluca di lantai 2 Mansion itu telah mati dan seketika menjadi debu hitam yang membekas di lantai layaknyak bekas tubuh yang habis terbakar.