
Benua tengah adalah sebuah daratan luas yang di dominasi oleh 2 kekuatan besar yang berdaulat. Awalnya di tempat ini terdapat banyak negara yang memiliki wilayahnya masing-masing. Namun karena peperangan yang tiada henti, benua ini akhirnya hanya menyisakan 2 wilayah kekuasaan. Wilayah timur adalah negara republik dan barat merupakan negara kerajaan.
Puluhan ribu tahun berselang, kedua negara ini tetap saling berperang. Mereka selalu bersaing dalam berbagai hal di segala bidang. Semua itu di lakukan hanyalah demi kekuasaan yang akan meliputi seluruh benua tengah.
Di wilayah negara republik terdapat sebuah pusat penelitian yang mengembangkan berbagai teknologi canggih. Tak sampai di situ saja, pusat penelitian ini juga mengembangkan sebuah project khusus demi mendapatkan kekuatan tempur yang tak terduga. Yaitu dengan meneliti orang-orang berkekuatan di luar nalar (indigo) serta mengembangkan kekuatannya untuk dijadikan senjata memenangkan peperangan.
Namun naas, suatu hari salah satu manusia percobaan mengamuk dan menghancurkan sebagian besar pusat penelitian. Hal ini tentu saja tidak di sia-sia kan sama sekali oleh para manusia experiment dan para indigo yang di kurung di sana. Mereka secara naluri melakukan pelarian sebagai bentuk pembebasan diri dari segala macam bentuk percobaan yang tidak manusiawi di tempat tersebut.
Dengan terjadinya kekacauan tersebut, pastilah membuat negara republik mengalami kerugian yang amat besar. Dengan segala sumber daya yang di miliki, pihak negara republik telah menyokong penelitian tersebut selama lebih dari belasan tahun. Dan itu hampir saja menuju ke tahap sukses. Karena mereka akhirnya berhasil menanamkan kekuatan indigo yang telah dikembangkan ke dalam tubuh manusia, yang sama sekali bukan indigo.
Saat pusat penelitian itu masih utuh, para manusia percobaan ini di berikan kode experiment XIC dengan nomor urutnya masing-masing. Sementara itu bagi para manusia yang sejak lahirnya memang merupakan indigo di tandai dengan kode experiment XS, tergantung tingkat bahayanya. Adaleah merupakan salah satu contoh dari manusia indigo yang di berikan kode XS. Ia memiliki kemampuan yang tergolong sebagai indigo level bencana, karena masih memiliki banyak kekuatan dalam dirinya. Bahkan para ilmuan pun belum dapat menguak seluruh misteri dalam dirinya. Hingga ia di berikan kode XS-SS yang menandai tingkat bahayanya yang berada pada level SS (bencana).
***
Di sebuah tempat di negara kerajaan, Seorang manusia experiment bernama Six telah berhasil membawa Adaleah kabur bersamanya. Mereka juga sempat di tolong oleh seorang gadis dari suku pedalaman sebelumnya. Dan kini hendak melanjutkan perjalanan mereka. Namun saat ini mereka di hadapkan dengan permasalahan yang baru.
Mereka di kepung oleh orang-orang tak di kenal dan mencoba untuk membunuh mereka. Sementara Luna sang gadis dari suku pedalaman mencoba mengawasi mereka dari balik pepohonan. Ia berencana untuk melindungi kedua orang tersebut dari para pembunuh secara diam-diam.
"He he, temui ajal kalian!" ucap para pembunuh kepada kedua orang itu
Lalu mereka pun segera menyerang. Six mencoba menggunakan kemampuan yang di tanamkan pada dirinya untuk meloloskan diri. Namun tindakannya itu di hentikan oleh Adaleah. Karena wanita itu takut jika Six akan memaksakan dirinya seperti sebelumnya. Dan tanpa di duga, wanita itu entah sejak kapan telah membangunkan kemampuan indigo nya yang ke-3.
Ia tampak mampu menggerakkan benda-benda dengan kehendak pikirannya. Ia melontarkan bebatuan di sekitar jalan yang langsung menghujani para penyergap itu. Kemampuan ini sangatlah umum bagi para indigo. Dan kemampuan ini juga biasa di sebut dengan Telekinesis.
Setelah bebatuan itu di lontarkan, mereka mendapatkan celah dan langsung kabur menuju ke hutan. Salah seorang pembunuh itu pun berhasil mengelak dari lontaran batu dan mencoba menangkap Adaleah. Lalu tiba-tiba pria itu tertembak oleh sebuah panah.
"Hei Six, cepat gendong Adaleah kemari!" ucap Luna
Ia dengan ketangkasan memanahnya, mencoba mengatasi para pembunuh yang mencoba menangkap kedua orang tersebut.
SHOOT SHOOT, TAP..
Salah seorang pembunuh itu pun kembali tertembak mati.
"Bagus!!
Sisa 5 orang, ayo sembunyi, cepat!!" tegas Luna
Sementara itu para pembunuh tetap kukuh mengejar mereka.
"Baik" jawab Six
Luna segera melancarkan panah beruntun yang membuat para pembunuh itu harus menghindar. Namun di hadapannya kini, hanya tertinggal 3 orang saja. 2 orang lainnya ternyata mengambil rute lain saat menghindari hujanan panah dari Luna. Dan mereka mengejar target dengan kecepatan yang luar biasa.
"Sial!!!" Luna berdecak dalam hatinya
"Apa-apaan ini??
Kenapa suku Venomer seperti kalian mempunyai senjata dari suku Feriel ku??" bentak Luna
Ketiga pembunuh itu pun saling menatap. Namun mereka sama sekali tak mengatakan sepatah kata pun. Mereka tidak menyerang Luna, namun tidak juga membiarkannya untuk pergi. Mereka mengepung dan hanya menghindari serangan dari Luna. Secara teknis, harusnya mereka dapat mengalahkan Luna dalam jarak dekat. Namun mereka tak melakukannya dan tampak jelas sedang mengulur waktu.
Sementara di tempat lain, Six telah menyembunyikan Adaleah di balik sebuah pohon besar. Ia memutuskan untuk membantu Luna menghadapi mereka. Namun Adaleah tampak tak membiarkannya untuk menggunakan kekuatannya.
"Tenang saja, kali ini aku tak akan memaksakan diri.
Aku berjanji akan kembali dengan selamat"
Six tampak berhasil menenangkan resah hati Adaleah. Lalu ia meminjam sebuah belatih yang sebelumnya di berikan Luna kepada wanita itu. Namun tiba-tiba kedua pembunuh yang mengejar mereka pun akhirnya sampai juga ke tempat itu.
"Akan ku akhiri dengan cepat, agar tak menimbulkan efek samping seperti sebelumnya" pikir Six
Kemudian ia pun mengaktifkan kemampuan Dimention walker miliknya. Seolah waktu telah berhenti, Six langsung saja berlari dan menusuk salah satu dari penjahat itu. Lalu ia kembali memasuki dimensi untuk menghindari serangan dari pembunuh yang satunya lagi.
Six di dalam ruang dimensi tiba-tiba saja gemetar. Itu adalah kali pertamanya, membunuh seseorang. Sebelumnya saat pelarian dari pusat penelitian pun, ia hanya menggunakan kemampuannya untuk membawa Adaleah kabur. Namun kini ia merasakan sensasi aneh pengalaman pertamanya setelah membunuh seseorang.
"Aku harus kuat!" tegasnya
Sementara sang pembunuh yang terkejut dengan serangan mendadak dari Six menjadi sangat waspada. Ia merasa bahwa itu bukanlah kemampuan biasa dan bisa saja membunuhnya. Lalu ia pun menembakan sebuah sinyal ke udara untuk meminta bantuan.
Di lokasi berbeda, ke tiga orang pembunuh lainnya pun melihat sinyal tersebut. Mereka bergegas mempercepat gerakan dan berhasil melumpuhkan Luna. Lalu mereka pun mengikatnya erat dan langsung saja bergerak ke arah datangnya sinyal tadi.
Alangkah terkejutnya mereka mendapati kedua temannya itu juga telah terbunuh. Kini tinggal mereka ber-3 dan kondisi di sekitar mulai hening. Six kembali melancarkan serangan seperti sebelumnya. Namun salah seorang dari mereka memiliki reflex yang sangat kencang.
Saat Six keluar dari ruang dimensi untuk menusuk salah satu dari mereka, si pria reflex itu pun seketika menyerang Six untuk menyelamatkan temannya. Six pun terluka tepat di bagian perutnya. Adaleah yang khawatir pun dengan bodohnya keluar dari persembunyian. Ia menjadi sasaran empuk bagi para pembunuh yang langsung saja menuju ke arahnya. Hal itu membuat Six memaksakan dirinya untuk mengaktifkan kemampuannya dalam skala besar. Walaupun berhasil membunuh salah seorang dari pembunuh itu. Namun lukanya malah mengaktifkan efek samping dari kemampuannya tersebut.
Quote : "Khawatir itu boleh dan sangat manusiawi. Namun terkadang kekhawatiran juga dapat membuat seseorang yang di khawatirkan itu malah mengalami kesulitan. Jika engkau mencintai seseorang, maka percayailah ia sepenuh hati mu"