
Seorang pemuda tunawisma yang sejak kecil hidup di jalanan. Merasakan kerasnya hidup dan tidak memiliki kehidupan yang aman. Ia sangat menderita tapi bohong, karena hanya dengan sepotong roti, ia dapat merasakan kebahagiaan.
BAGH BIGH BUGH..
"Uh.."
Ia di pukuli karena berhasil mencuri roti. Keberhasilan macam apa itu, sama sekali tak berarti. Namun baginya itu sangatlah penuh arti. Dengan sepotong roti itu ia dapat melewati rasa laparnya untuk satu hari.
Badannya kurus tak berisi. Tubuhnya kotor tak pernah mandi. Dan tidak memiliki Edukasi yang tinggi. Namun otaknya bukan tak berisi. Bermodalkan akal bulus dan kemampuan berlari, ia telah tumbuh menjadi seorang pencuri.
Bertahun-tahun menjadi pencuri, membuatnya semakin mengerti bahwa ini lebih baik dari pada koroepsi. Ia melakukan berbagai aksi hanya demi memenuhi kebutuhan sehari-hari. Tak ingin menumpuk kekayaan, hanya ingin mengisi perut walau hanya sepotong roti.
Suatu hari ia bersiap untuk beraksi. Tampak olehnya seorang pria kaya yang mengenakan sebuah topi. Pria itu sangatlah tampak santuy, walau dompetnya sudah di curi. Bukan karena ia tak mengetahui itu, namun karena ini adalah sebuah konspirasi.
Setelah berhasil mendapatkan dompet si pria kaya, si pencuri tadi mulai berharap-harap isi dompet tersebut. Namun yang ia dapat hanyalah sebuah dompet yang tampak butut. Ia tersentak, karena tidak mungkin orang kaya menggunakan dompet butut. Ia pun membuka dan memeriksa dompet tersebut.
Alangkah kacaunya bukan kepalang, yang ia dapat bukanlah uang. Di dalam dompet itu malah terdapat banyak lubang. Dompet macam apa itu, bukannya berisi uang malah terdapat banyak lubang.
Tiba-tiba, si pria kaya yang sebelumnya ia copet mulai muncul perlahan dari dalam dompet tersebut. Anak muda itu pun menjatuhkan dompet tersebut. Ia ketakutan melihat sesosok manusia yang entah kenapa bisa keluar dari dalam dompet. Sihir macam apa ini, kalau pun itu jin harusnya keluar dari lampu ajaib, bukan dari dalam sebuah dompet.
"Si, siapa kau?
Hantu tak kan kenyang memakanku, pergi sana, pergiiii!" teriaknya ketakutan
Namun pria itu tetap mendekat. Ia mendekat dan semakin mendekat. Dan akhirnya ia pun melesat dan membanting bocah itu hingga sekarat. Bocah itu pingsan dengan sekujur tubuhnya penuh luka, lalu ia pun di angkat.
Ini lah mengapa disebut sebagai sebuah konspirasi. Si pria kaya ternyata memang sengaja membiarkan si bocah pencuri. Ia menunggu si bocah mencari tempat yang sepi. Setelah itu, ia pun dapat menculik si bocah tadi tanpa ada yang menyadari.
Pria ini adalah salah seorang anggota sindikat yang kerap melakukan penculikan. Mereka bekerja di bawah naungan sebuah organisasi kegelapan. Anak-anak yang mereka culik semuanya berusia sekitar 7 sampai 8 tahunan. Dan mereka semua akan di jadikan sebagai tikus percobaan.
Di sebuah pusat penelitian, bocah pencuri tadi di berikan kode pengenal. XIC-06, itu lah yang ia dapat sebagai tanda pengenal. Di tempat itu banyak sekali percobaan gagal. Dan bagi mereka yang gagal, hanya akan di penggal.
Si bocah pun takut, ia menggunakan semua insting pencurinya untuk mendapatkan kunci ruangan tahanannya. Namun kali ini ia gagal dan itu malah mengurangi jatah makanannya. Ia tak tau harus apa, setiap hari para ilmuan dengan seenaknya mengutak-atik tubuhnya.
Tak hanya itu saja, ia pun merasakan berbagai bentuk experiment yang hanya seperti sebuah penyiksaan. Setiap hari yang ia hadapi hanyalah percobaan demi percobaan. Hal itu membuatnya mulai berharap bahwa ini semua hanyalah sebuah hayalan.
"Kehidupan di jalanan bagaikan sampah, tapi hidup di tempat ini seperti tak memiliki kehidupan" pikirnya
Entah sejak kapan ia mulai begitu banyak berpikir. Sehari berlalu hingga sebulan. Berbulan-bulan hingga setahun. Hingga akhirnya ia pun tumbuh sebagai salah satu manusia experiment yang berhasil, setelah melewati berbagai rentetan percobaan selama bertahun-tahun.
#~#
. Jenis kelamin : laki-laki
. Usia : kira-kira 19 tahun
. Kelas : Manusia percobaan yang di tanamkan sebuah kekuatan khusus
. Level : Penyempurnaan experiment tahap akhir
. Kekuatan : Dimention Walker
#~#
Kekuatan khusus yang di tanamkan pada Six adalah sebuah kekuatan yang dapat menerobos dimensi yang merupakan ruang hampa. Ia dapat bernafas di dalamnya karena tubuhnya telah menjadi sebuah katalisator yang menghubungkannya dengan keadaan di luar ruang tersebut. Saat di uji cobakan membawa seekor tikus, tikus itu juga dapat hidup di ruang tersebut. Namun saat terlepas dari Six, tikus itu tiba-tiba saja mengalami Hipoxia. Yaitu kondisi dimana saat makhluk hidup mengalami kesulitan untuk bernafas, karena di sebabkan oleh kurangnya kadar oksigen di lingkungan sekitar. Ini menjelaskan bahwa orang lain juga dapat hidup di dalam ruang tersebut, selama ia bersentuhan langsung dengan Six.
Saat itu, sempat terpikir olehnya untuk melarikan diri dengan menggunakan kekuatannya ini. Namun sayangnya kemampuan tersebut memiliki batas durasi. Ia hanya bisa menggunakan kemampuan itu selama 30 menit dalam sehari. Dan saat di gunakan berkali-kali, waktu penggunaanya pun akan tetap terakumulasi. Hal ini lah yang mengurungkan niatnya untuk melarikan diri. Di tambah lagi, setiap manusia experiment di tempat itu di pasangkan sebuah kalung gravitasi. Kalung tersebut akan membuat penggunanya tertarik oleh gravitasi yang sangat kuat saat keluar dari wilayah yang telah di batasi. Dan jika tertangkap kembali, hanya akan disiksa tanpa diperbolehkan untuk mati.
Beberapa hari terus berlalu bagaikan awan kelabu. Namun hari itu adalah hari sabtu, waktu yang sudah di tetapkan para ilmuan untuk memamerkan kelinci percobaannya masing-masing kepada para tamu. Dan tamu-tamu itu sendiri adalah para boss yang berkuasa dari sindikat kegelapan itu. Namun disini klimaks pun terjadi.
DUARR, DUARR dan BOOOM..
Tiba-tiba saja, salah seorang manusia experiment menggunakan seluruh kekuatannya hingga keluar batas. Orang itu mempunyai kekuatan yang membuat dirinya dapat melakukan bomb bunuh diri. Setelah itu, ia dapat kembali membentuk tubuhnya dari sisa abu jasadnya sendiri. Kekacauan itu membuat seluruh area penelitian menjadi panik dan mematikan sebagian besar sistem yang ada. Karena terjadinya error di beberapa perangkat keamanan, kalung-kalung pengekang pada beberapa manusia experiment pun terlepas begitu saja. Hal ini pun di manfaatkan dengan cepat oleh para manusia experiment itu untuk segera melarikan dirinya.
Entah keberuntungan atau memang ini sebuah takdir. Kalung pengekang yang ada di leher Six pun juga terlepas, lalu ia pun ikut berlari tanpa banyak berpikir. Namun langkahnya tiba-tiba berat dan irama kekacauan pun seketika berakhir.
"Hah??
Apakah waktu sedang berhenti" pikirnya
Dan kini di hadapannya tampak seorang pria berusia sekitar 40 tahunan. Pria itu pun tersenyum dan berbicara dengan sopan. Di tengah kekacauan yang seolah sedang di pause, pria itu pun mengajak Six duduk berdampingan.
"Duduklah dan tenangkan dirimu, nak!" ucapnya
"Mau kopi?"