
#_#
[WARNING !!!]
~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~
#_#
Pagi itu si pria tua bangun lebih awal untuk melihat keadaan sekitar. Di balik sebuah pohon ia temukan sebuah jejak yang merupakan milik seorang penyusup. Melihat itu segeralah ia membangunkan Kamila dan Smith untuk bergegas pergi meninggalkan tempat tersebut.
Di perjalan itu mereka merasakan beberapa gerakan dari balik semak yang seperti sedang mengikuti mereka. Si pria tua melemparkan sebuah batu dengan kecepatan kilat ke arah semak belukar itu. Dan ternyata itu hanyalah seekor serigala.
"Sepertinya kita hampir sampai di kampung serigala" ucap Pono
"Apakah yang tuan maksud kampung tempat bermukimnya para Lycan tribe" tanya Smith
Sementara mereka berdua berbincang, Kamila hanya bisa berdiam diri karena tidak mengerti sama sekali apa yang mereka bicarakan.
Tak lama setelah itu, tibalah mereka di kampung tersebut. Di sana terlihat para manusia yang hidup bebas berdampingan bersama para serigala. Namun ada hal lain yang membuat Kamila takjub. Para manusia itu dapat dengan mudahnya berubah wujud menjadi sesosok serigala berukuran besar. Melihat itu baru lah ia mengerti tentang apa yang tadi di bicarakan oleh Smith dan Pono.
Para warga kampung itu menyambut mereka dengan sangat baik. Sepertinya mereka mengenal baik sosok Pono yang melegenda. Dan mereka tampak sangat menghormati si pria tua.
Kemudian muncullah sang kepala suku bernama Awu. Pria itu sangat berotot dengan perawakannya yang tinggi besar. Ia menyambut dengan senang kedatangan seorang Legenda seperti Pono. Dan ia hendak mengadakan sebuah pesta penyambutan yang meriah untuk merayakan kunjungan si pria tua ke kampung mereka. Namun Pono meminta agar mereka tak melakukan hal tersebut. Ia juga memperingatkan kepada mereka bahwa sang Raja Siluman telah bangkit kembali. Dan mereka juga harus berhati hati akan datangnya para pengacau dari sekte pemuja Siluman.
Setelah itu Pono kembali memimpin kelompoknya untuk segera melanjutkan perjalanan mereka. Sementara sang kepala suku kampung serigala segera memerintahkan seluruh warganya untuk siap siaga dalam berperang. Lalu ia berubah menjadi serigala dan membawa seorang gadis di punggungnya. Ia pergi menyusul kelompok Pono untuk meminta mereka membawa serta gadis tersebut.
"Tuan, sudilah kiranya kalian membawa serta adik ku ini. Ia tidak akan merepotkan kalian dan bisa membantu di perjalan kalian" ucap Awu sang kepala suku
Setelah itu ia pergi kembali ke kampungnya untuk memimpin para warganya yang telah siap bertempur melindungi tanah kelahiran mereka dan menunggu ke datangan sekte pemuja Siluman yang akan menyerang mereka kapan pun.
Dan gadis berambut perak itu pun akhirnya ikut serta bersama kelompok si pria tua. Mereka pun bergegas meninggalkan tempat tersebut menuju sebuah tempat keramat yang sebelumnya di tuju oleh Guin.
"Hai dik, siapa nama mu" tanya Kamila kepada gadis berambut perak itu
"Um, nama ku Rin" jawabnya kaku
Gadis itu tampak sangat canggung dan terlihat malu malu. Saat Smith mencoba menyapanya, ia malah bersembunyi di balik punggung Kamila.
"He he, sepertinya tampang mesum mu membuatnya takut" ejek Pono
"Hey nak, tak usah takut. Aku akan melindungi mu dari orang bodoh ini" tambahnya
Namun gadis itu malah menunjukan sikap takut terhadap si pria tua.
Setelah beberapa jam berjalan tiba tiba sebuah badai api muncul kembali dari kejauhan. Dan kali ini berasal dari kampung serigala. Rin yang mulai merasakan perasaan tak enak pun terpaku diam melihat ke arah badai api tersebut. Seketika ia terbayang akan orang orang desa dan juga kakaknya sang kepala suku, Awu.
"Cepatlah, kita tak punya banyak waktu" ucap Pono
Mendengar itu Kamila lalu merangkul Rin yang tengah bersedih untuk segera meninggalkan tempat tersebut.
Mereka pun pergi mendaki gunung dan melewati lembah serta beberpa kali mengikuti sebuah aliran sungai. Di perjalanan yang panjang itu Smith merasa kehilangan sesuatu yang harusnya menjadi ciri khas Hutan terlarang. Tak ada banyak rintangan yang menghadang, bahkan hewan buas pun seolah takut akan kehadiran Pono.
Terlihat beberapa kali T-rex yang berukuran raksasa itu pun tampak berusaha bersembunyi dari Pono. Meskipun berhasil menyembunyikan kepalanya namun dengan akalnya yang tak seberapa membuatnya lupa akan tubuh besarnya yang tak dapat ia sembunyikan. Hal itu selalu menjadi hiburan di sepanjang perjalanan mereka. Pono selalu saja menjahili para T-rex yang berusaha bersembunyi itu. Dan akhirnya semua kekonyolan itu berhasil membuat Rin tertawa.
"Tuan, coba lihat ada sebuah tempat di sana" ucap Smith menunjuk ke arah sebuah bangunan yang kelilingi oleh perkuburan
"Kita sudah sampai" ucap si Pria tua
Tempat itu sangatlah suram dan membuat para gadis merinding.
"Hiii" ucap Smith seram ketika melihat ke sekitar tempat tersebut
"Hei bung, kau kan laki laki. Jangan jadi penakut begitu" ucap Pono memandang rendah pemuda itu
Lalu mereka segera memasuki banguanan tersebut. Tak ada yang istimewa di dalamnya dan terlihat biasa saja. Namun Pono segera menuju sebuah sudut ruangan tempat itu dan seketika muncul sebuah jalan mengarah ke ruangan bawah tanah. Mereka pun memasukinya bersama dan kondisi di sana tampak seperti sebuah hutan rawa yang sunyi. Karena sangat sunyi, bahkan seekor serangga pun tak dapat di temukan di tempat tersebut.
"Tempat apa ini, begitu nyaman dan tak ada gangguan dari serangga. Sungguh ajaib rawa tanpa kehadiran nyamuk" ucap Smith takjub
"Hei, perhatikan langkah mu" ucap Pono yang menahan Smith agar tak sembarangan melangkahkan kakinya
"Hutan rawa ini memang tak ada nyamuk, tapi tetap saja ini adalah rawa. Di sini banyak sekali lumpur hisap" tambahnya
Namun baru saja ia menjelaskan, Kamila sudah jatuh saja ke dalam sebuah lumpur hisap tersebut. Rin dengan sigap langsung menolongnya dan berhasil mengeluarkan gadis itu dari lumpur hisap itu.
"Dasar pria tak berguna" ucapnya kepada Smith yang telat bereaksi untuk menyelamatkannya dari lumpur
"Terima kasih banyak ya adik manis, mmuach" ucap Kamila sembari memeluk Rin yang telah menyelamatkannya
"Haaah, kalau tau begini harusnya aku pura pura tak melihat saja tadi" pikir Smith
Tak lama berselang akhirnya mereka pun sampai di sebuah tempat yang di jadikan Guin sebagai tempatnya bertapa. Di sana tampak Guin yang sedang duduk bersimpu dan memejamkan matanya. Smith yang merasa sangat rindu berusaha untuk membangunkannya. Namun usahanya di halangi ole si pria tua.
"Dia sedang memulihkan diri sekarang. Jika kau mengganggu prosesnya, dia harus mengulanginya lagi dari awal" jelas Pono
Sekarang Smith hanya bisa bersabar menunggu kekasihnya itu siuman. Namun seketika Rin yang memiliki insting serigala merasakan hadirnya sosok seseorang yang berkeliaran di sekitar mereka. Namun anehnya si pria tua tidak peduli sama sekali dan tidak menunjukkan kewaspadaan sedikit pun. Siapa dan seperti apakah sosok itu sebenarnya.