Bo

Bo
PRO MAN KARET



#_#


[WARNING !!!]


~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~


#_#


"Hmm, kemana Ren?"


"Ke toilet, dia canggung bertemu dengan kumpulan orang-orang kaya ini" jawab Smith


Hari itu adalah hari di mana waktu di selenggarakannya penggalangan dana antara perusahan-perusahan relasi Eldo. Mereka tampak sangat berwibawa dan bersahaja. Karena itu, Ren merasa sangat canggung. Melihat dirinya yang bukan siapa-siapa bisa bergabung dengan para relasi yang sangat berkelas. Tentulah rasa minder mulai berkecamuk dalam hatinya.


"Santuy lah, bro!" ucap Smith


"Kamu sekarang adalah boss. Tunjukan sikap wibawa, atau setidaknya jangan kaku begitu"


Ren yang bertingkah seperti robot membuat Smith sedikit ragu. Apakah ini akan berjalan lancar atau tidak. Lalu secara tidak sengaja ada seseorang yang tiba-tiba menyenggol mereka.


"Hei, bung. Hati-hati lah!" bentaknya


"Bukankah anda yang menyenggol kami?!!" balas Smith


Namun pria itu terlihat sangat tidak masuk akal. Ia mencaci mereka dan menganggap mereka hanyalah pengusaha kecil yang secara kebetulan di undang. Ia memaksa mereka berlutut dan meminta maaf, pada hal dirinya lah yang terburu-buru dan menyenggol mereka.


"Ini zaman apa sih, masih harus berlutut segala.


Lagi pula yang salah kan anda!" bentak Smith yang semakin ngotot


Keributan itu kemudian menimbulkan propaganda di antara para hadirin yang menyaksikan perdebatan mereka.


"Hei, lihat. Ada apa itu?"


"Mungkin topeng monyet"


"Topeng monyet, gundul mu. Ini hotel bintang 10, bukan di pinggir jalan!"


"Mungkin mereka sedang shooting film drama"


"Bla bla bla.. bla bla bla.. bla bla bla.."


Dan begitulah propaganda para audience yang mulai semakin mengada-ada.


Kembali ke TKP, mereka yang berselisih paham tadi mulai di lerai oleh pihak keamanan. Dan setelah itu, Eldo sang bintang utama pun hadir membawa keheningan.


"Ada apa, tuan Vetrus?" ucapnya


"Anak-anak muda ini menyenggol ku dan tidak mau meminta maaf.


Kelihatan sekali dari gayanya, pengusaha kecil yang kurang beradat" tegas si Vetrus


"Mereka ini adalah relasi baru saya dan juga teman-teman saya yang sebenarnya.


Saya lah yang sudah mengkoordinasikkan mereka agar diam di sini untuk sementara. Jika anda menyalahkan mereka, anda juga menyalahkan saya!"


Pernyataan Eldo yang lebih tegas membuat Vetrus mulai gentar.


"Maaf menyela, tuan muda. Di sini kan ada CCTV, kita bisa lihat siapa yang salah sebenarnya" ucap Ren yang tiba-tiba tampak serius


"Wah, was wes was wes was wes.."


Seketika terdengar bisikan-bisikan gibah yang mulai meraja lela di antara para tamu.


Karena merasa takut, pria itu pun akhirnya mengaku dan meminta maaf. Ia berkata bahwa dirinya terburu-buru dan terbawa emosi karena mendapat kabar bahwa nilai sahamnya turun drastis. Ia tak menyangka emosi dan kesombongannya ternyata semakin memperkeruh keadaan.


"Anda harusnya sadar diri. Dengan menyinggung teman-teman saya ini, anda bukan hanya akan mengalami kerugian saham.


Tapi anda juga bisa memutuskan kerja sama di antara perusahaan kita!"


Eldo semakin memerah gerah mendengar penjelasan yang di utarakan Vetrus sebelum ini. Dan ia pun sempat mendengar orang itu meremehkan teman-temannya. Betapa kesalnya ia, orang yang ia undang secara baik-baik malah membuat keribut di acara amal tersebut.


"Sungguh memalukan!"


"Tu..tuan muda. Saya benar-benar sangat menyesal.


Tolong di pertimbangkan lagi keputusannya, saya mohon" pintanya


Akhirnya dengan muka memelas, ia pun segera meminta maaf lalu berlutut kepada Ren dan Smith (mmm, mamam tuh senjata makan tuan). Namun Smith tampak masih kesal karena ia sudah bersungut-sungut sebelumnya menghadapi ocehan pria sombong itu.


Akan tetapi Ren yang welas asih pun menerima permintaan maaf tersebut dengan tulus. Dan itu membuat dirinya mendapatkan respect dari para hadirin. Orang-orang yang tadi tengah asik melakukan gibah pun mulai berhenti. Dan mereka akhirnya memberikan sebuah apresiasi terhadap sikap Ren yang di nilai cukup bijaksana.


"Anjirrr, pro juga nih orang" pikir Smith


"He he, baguslah. Ini awalan yang baik bagi perkembangan bisnismu, boss ku"


Sejalan dengan pikiran Smith, Eldo pun berpikir demikian. Dan berkat hal tersebut, mereka pun berhasil melewati pertemuan itu dengan akhir yang memuaskan.


Setelah acara tersebut selesai, mereka pun pulang bersama. Dan Eldo tampak bergabung di mobil yang sama dengan mereka, karena mereka akan makan bersama di rumah baru Ren. Rumah tersebut di beli oleh Eldo di hari yang sama dengan pembelian lamborgini. Ia khawatir jika Ren tetap tinggal di pemukiman padat, maka akan mengundang banyak kejahatan.


Lalu..,


"Kamu belum yakin untuk mencoba mengendari mobil ini?"


"Akh, aku belum berani belajar sekarang. Besok saja di tanah lapang" jawab Ren


Lalu Smith kembali menjadi supir, menggantikan Ren mengendalikan mobil itu supaya baik jalannya. Di perjalanan mereka mampir sebentar ke mini market. Eldo membeli buah karena mereka akan berkunjung dan menjenguk ibu Ren yang sedang sakit di rumahnya.


"Kenapa kamu belum juga membawa ibumu ke rumah sakit?"


"Iya boss ku, benar kata tuan muda. Di sana nyonya besar akan mendapatkan perawatan yang lebih serius" tambah Smith


"Ha ha ha, boss ku?


Tuan muda?


Nyonya besar?"


Eldo baru sadar bahwa sejak tadi Smith mengatakan hal-hal itu dengan lugasnya.


"Bagus, boy. Kamu berbakat jadi anak buah" ucapnya


"E..eh??


Benar juga yah, ha ha ha ha" tambah Ren


"He he, tak apa lah" balas Smith


"Setidaknya aku merasa lebih baik bersama dengan kalian"


"Uwu, kami terharuuu" ucap Ren


"Hei, sudahlah. Kalian ini senang sekali menggoda ku" Smith tampak mulai tersipu malu


Lalu di tengah perjalanan mereka pun nyaris menabrak seorang perempuan yang tengah menyeberangi jalan. Gadis itu tampak terkejoet, terjatuh dan tak bisa bangkit lagi.


"Pada hal tidak kena kan, bro?!" ucap Smith


"Sudahlah, ayo antar ke rumah sakit. Mungkin dia shock"


Perintah Eldo pun langsung di laksanakan. Mereka memutar arah dan langsung menuju ke rumah sakit.


Di rumah sakit.


"Bagaimana keadaannya, dok" tanya Ren


"Dia tidak apa-apa, hanya lecet dan shock saja. Sebentar lagi juga sudah boleh pulang" jawab dokter


Lalu mereka pun menghampiri perempuan itu.


"Kalian siapa?" katanya


"Aku suami mu" ucap Smith


"Hussh, kau ini ngawur saja" sentak Ren


"Aku lah suami mu" tambahnya


"......"


Eldo tampak bingung melihat kejonesan teman-temannya yang sudah sampai level dewa. Ia pun langsung mengambil alih kendali percakapan agar tidak muncul lagi statement-statement ambigu dari para jones itu.


"Hmm, kamu tenang saja. Anggap saja mereka lalat" ucapnya kepada gadis itu


"Umm, iya"


Gadis itu tampak malu-malu dan sepertinya telah jatuh cinta kepada Eldo yang terlihat tampan berwibawa.


"Hm hm hm. Kalah saing nih, kita" ucap Ren


"Ho'oh, benar boss ku. Si tuan muda ternyata lebih pro.


Lihat tuh, perempuan itu kelihatan lebih akrab dengannya, haah_-"


Ren dan Smith akhirnya menyerah, mereka sadar bahwa tuan muda itu memang terlihat lebih tampan dari pada mereka.


Setelah drama itu selesai, mereka pun bergegas mengantarkan gadis itu pulang ke rumahnya.


"Ini buat kamu!"


Eldo tampak memberikan sesuatu kepada gadis itu. Namun hal tersebut ternyata tak seindah yang ia hayalkan.


"Hah?


PERMEN KARET?"


Lalu mereka lanjut menuju rumah Ren.


"Babeh, kami pulang" ucap Ren


Lalu akhirnya mereka pun makan dan santai bersama. Tak lupa pula Eldo memberikan bingkisan buah tadi kepada ibu Ren yang hanya bisa terbaring di atas kasur.