Bo

Bo
aka



#_#


[WARNING !!!]


~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~


#_#


Hari itu terlihat kecanggungan nyata yang terjadi antara Pono dan Smith. Mereka bertingkah tak seperti biasanya, sementara Kamila yang baru saja siuman pun merasa bingung dengan keaadaan tersebut


"Kek, ada apa" ucapnya lembut


Si pria tua hanya memandangnya, kemudian langsung keluar dari base camp. Smith yang juga berdiam diri tampak sangat amat murung dan gadis itu pun tak berani untuk mengusiknya.


Cuaca hari itu sebelumnya cerah namun seketika berubah menjadi gelap kembali di tutupi oleh awan hitam. Pono pun berteriak memanggil mereka yang masih di dalam base camp. Merekan pun bergegas untuk berkemas dan langsung pergi meninggalkan tempat itu.


Di perjalanan Kamila pun bertanya, "Kenapa kita buru buru untuk pergi, kek"


"Lihatlah" ucapnya sembari menunjuk ke arah sebuah tornado yang sedang mengamuk di tengah sambaran kilatan badai petir


Smith pun melihat lokasi tornado itu pada peta. Dan benar saja dugaannya, tornado itu menghantam willayah base camp dan sekitarnya.


Tak lama kemudian dari kejauhan mereka melihat sebuah hal yang menakjubkan. Tempat itu seketika hening lalu mendadak muncul sebuah badai api yang menyapu bagaikan ombak tsunami. Pono segera mengisyaratkan untuk bergerak lebih cepat tanpa menjelaskan apa pun. Yang terlihat hanyalah wajah cemas yang belum pernah ia tampakkan sebelumnya.


Mereka pun mengikuti Pono hingga akhirnya sampai di sebuah goa yang mereka jadi kan tempat untuk bermalam. Di tengah heningnya malam, Smith dan Pono masih saja menampakkan kecanggungan di antara mereka. Lalu Kamila pun berusaha untuk memecah kebuntuan antara mereka dengan masakan ajaibnya. Dan akhirnya Pono pun mulai berbicara.


"Tornado dan ombak api tadi adalah sihir tingkat tinggi dari Siluman. Namun ukuran dan kapasitas nya sungguh teramat besar. Kemungkinan sihir sihir berskala besar waktu itu adalah hasil kombinasi dengan beberapa artefak yang di gunakan oleh para petinggi dari sekte pemuja Siluman" jelasnya


Orang orang itu tampak jelas mengincar mereka dan berniat untuk memusnahkan.


"Kemungkinan besar mereka juga lah yang menghancurkan kota tersembunyi" ucap Pono


"Apa" teriak Smith yang sontak mencoba untuk melakukan balas dendam


"Lepaskan aku" ucapnya keras


"Aku saja tidak bisa mengalahkan mereka semua. Dan kamu malah berniat melawan mereka sendiri, dasar bodoh" ucap Pono


"Jika ingin mati, aku bisa membunuh mu dengan baik. Jika kau kesana, mereka bahkan tak akan membiarkan mu mati sebelum mereka puas menyiksa mu" tegas Pono semakin menekan genggaman tangannya pada kaki Smith


Pemuda itu pun terdiam sejenak dan perlahan kakinya pun di lepaskan. Mendadak ia berlari ke arah hutan dengan perasaan yang linglung.


"Hei, jangan pergi" teriak Kamila mencoba untuk menghentikan langkahnya


"Biarkan saja, dia hanya butuh waktu untuk menyendiri" ucap Pono


Smith yang berlari ke hutan tak henti hentinya memukuli sebuah pohon besar yang membuat tangan nya penuh dengan luka dan memar.


"Hah, hah, hah"


Seketika itu ia pun melihat kedua tangannya yang penuh dengan luka, "sepertinya tuan Pono benar"


Lalu kemudian ia pun merobohkan pohon itu hanya dengan 1 gerakan menggunakan kemampuan Experience kick nya.


"Saat ini andalan ku hanya lah tendangan, sementara lengan ku sangat lah lemah" ucapnya lemas sambil kembali ke goa


Di sana ia melihat Kamila telah tertidur, sementara sang pria tua menunggunya untuk berbincang bersama.


"Umm, maaf atas semua sikap buruk ku tuan" ucapnya


"Sudahlah" ucap Pono memalingkan pandangannya ke arah api unggun


Lalu mereka pun mulai mendiskusikan berbagai hal ringan hingga akhirnya pemuda itu pun terlelap. Pono yang baru tersadar akan hal itu pun berhenti bicara dan kemudian mematikan api unggun namun membiarkan baranya tetap ada sebagai penghangat ruangan. Dan turut memejamkan matanya untuk tidur.


Namun dari kejauhan terlihat seseorang di balik pepohonan yang sedang mengawasi mereka.