
Six kini tengah berada dalam sebuah kondisi aneh yang sangat aneh. Ia terjebak dalam sebuah kericuhan yang waktunya seolah di hentikan, ini sangatlah aneh. Di hadapannya pun ada seorang pria paruh baya yang tampak sedang menyeduh kopi, kondisi yang benar-benar aneh.
"Hmm, memang aneh!" pikirnya
"Ini, silahkan di minum kopinya!" ucap si pria tua
Lalu Six pun duduk dan meminum kopi tersebut.
"Uwa hu hah, panas, panas sekali" ucap Six
"Hmm, pelan-pelan anak muda!" ujar si pria tua menimpalinya
Dalam benaknya, Six berpikir dari mana pria tua ini. Kenapa ia tampak santai dan sepertinya ia lah yang menghentikan waktu ini. Dan juga, dari mana datangnya semua perabotan ini. Si pria tua tampak bersahaja dengan ceret, gelas, kopi, meja dan 2 buah kursi. Seolah kekacauan ini bagi si pria tua sangat tak berarti sama sekali.
"Mari minum lagi kopinya!" ajak si pria tua
"Emm, ya baiklah.
Ssrrup, aaah. Waow, capuccino buatanmu numero uno!" ucap Six sembari mengacungkan jari tengah (jempol, maksudnya)
"He he, jester mu cukup menarik, tapi tidak lucu" balas si pria tua
"Kenapa begitu?" tanya Six
"Karena ini moccacino, bukan capuccino!" jawab si pria tua
"Ha ha ha ha.."
Dan akhirnya mereka larut dalam canda tawa. Percakapan macam apa itu. Dalam kondisi chaos yang waktunya sedang berhenti, bisa-bisanya mereka larut dalam canda tawa. Dan juga, dari mana asal meja dan kursi itu. Kopinya pun ada, lengkap dengan peralatan memasak air. Apakah si pria tua sedang berkemah.
"Ehem, ini waktunya serius.
Aku adalah seorang utusan, sebut saja aku Mahad" jelas si pria tua
Lalu di pikiran Six mulai bermunculan seribu tanda tanya.
"Siapa yang mengutusmu?
Apa kau yang menghentikan waktu, kenapa aku bisa di sini, kenapa kau juga di sini, kenapa kopi rasanya pahit, di mana rumah mu, apa warna favorite mu?"
Si pria tua pun tersenyum, namun matanya tidak tersenyum. Tatapannya tajam, setajam silet. Ia pun perlahan mengambil gelas kopi yang sebelumnya ia suguhkan kepada Six.
"Sepertinya kopi mu sudah dingin, aku akan memanaskannya lagi dalam suhu 200° C"
Senyumnya tampak ramah, namun aksinya sangatlah gerah. Six sadar bahwa si pria tua sedang kesal dan mencoba menahan amarah. Pemuda itu pun langsung menahan gelas kopinya hingga tumpah dan bajunya pun basah.
"He he, tidak usah pak tua, terma kasih.
Aku akan mendengarkan penjelasanmu dengan tenang, peace" katanya
"Hmm, baiklah kalau begitu"
Lalu si pria tua pun menjelaskan bahwa ia di utus oleh Tuhan untuk memberikan sebuah misi penting kepada Six. Jika Six menerima misi tersebut, maka takdir akan menuntunnya untuk selamat dari kericuhan itu. Namun jika tidak, waktu akan di putar balik kembali ke waktu 10 jam yang lalu. Dan setelah itu takdir yang sekarang tengah terjadi akan berubah secara drastis, hanya Tuhan lah yang mengetahuinya dengan pasti.
Six berpikir, lalu bertanya, "Misi seperti apa itu?"
"Kamu harus menentukan pilihanmu sebelum dapat mengetahuinya, karena ini adalah rahasia langit" jawab Mahad
"Baiklah, aku sangat penasaran dengan itu. Katakanlah kepada ku!" ucap Six
Lalu Mahad pun mengatakan bahwa Six harus menjadi seorang yang akan memberantas kebatilan dan menebar kebajikan di dunia ini. Ia akan menemui teman-teman yang akan selalu setia mendampinginya dengan di tuntun oleh takdir dunia ini. Kemudian pria itu pun tiba-tiba saja menghilang dan tinggalah Six seorang diri.
"Apakah aku mampu?" pikirnya
"Dunia sangatlah luas dan aku hanyalah seorang pencuri yang telah menjadi manusia experiment.
Lelucon macam apa ini??" ucapnya dalam hati
Lalu waktu pun kembali berjalan. Kericuhan terjadi sepanjang jalan. Para manusia experiment yang kabur ada yang terlihat sedang kejar-kejaran. Dan ada pula yang sedang bertarung dengan pasukan keamanan.
Six melihat ke arah sebuah tempat yang agak remang. Di sana terlihat kegiatan laknat yang sedang di lakukan oleh beberapa orang. Tampak seorang gadis tengah di serang dan secara bergiliran terus di "terjang".
Six merasa geram dengan hati yang hareudang. Ia langsung saja menggunakan kekuatannya (Dimention Walker) untuk menyerang para manusia binatang. Mereka pun terkejut melihat Six yang tiba-tiba menerjang. Satu per satu mereka di hantam dan saat akan di balas Six dapat menghilang. Mereka pun semakin kewalahan dan memutuskan untuk pergi, kabur dan pulang.
Six menggendong si gadis malang untuk kabur ke arah hutan. Ia terus bergegas hingga menempuh jarak 3 km dari tempat kejadian. Ia merasa lelah, namun terasa olehnya tempat itu belumlah aman. Ia kemudian melanjutkan perjalanan dan semakin lama semakin dalam masuk ke hutan. Tak berapa lama, tenaganya habis dan ia pun pingsan.
Quote : "Seorang pria harus terus berjuang walau di halangi berbagai rintangan yang melintang. Maju terus pantang mundur dengan semangat yang pantang kendur, hingga sampai pada batasan yang akan memaksa ragamu untuk tertidur"
Keesokan paginya, Six pun terbangun dan terkejut melihat seseorang. Ia melihat seorang gadis cantik nan rupawan yang tampak tengah melakukan pengobatan terhadap si gadis malang. Mereka pun bertegur sapa, lalu berbincang-bincang.
"Apa kau yang sudah menyelamatkan kami?"
"Oh, kamu sudah sadar rupanya. Sudahlah, kamu harus makan sekarang, aku sudah memasak sup untuk kalian!" ucap si gadis cantik sembari memberikan semangkuk sup hangat
"Oh ya, namaku Luna. Kalian ini siapa?"
"Emm, kau bisa memanggilku Six" jawabnya
"Tapi aku juga tak mengenal gadis malang ini. Aku membawanya kabur dari pusat penelitian tadi malam"
"Hmm, apakah sebelumnya gadis malang ini sudah diper-ahsudahlah ??
Karena aku menemukan banyak material-material sesat pada tubuhnya"
"Emm, iya benar. Aku telat menolongnya" jawab Six lesu
"Apa kamu benar-benar tak mengenalnya?" tanya Luna
"Entah lah, sepertinya aku pernah melihatnya di pusat penelitian. Mungkin saja dia manusia experiment seperti ku"
"Oh, jadi kalian adalah manusia experiment yang berhasil kabur. Syukurlah, kini kalian bisa hidup bebas" ucap Luna
Namun Luna tak mengerti bahwa kedua orang itu sama sekali tak mengerti harus berbuat apa setelah kabur. Mereka sejak kecil telah terbiasa hidup seperti di sebuah penangkaran. Dan kini mereka harus beradaptasi dengan kondisi yang akan jauh berbeda dari sebelumnya.
"Kalau begitu, kalian ikut saja dengan ku!
Aku juga sedang dalam perjalanan mencari sebuah tempat. Kita tunggu saja setelah gadis ini siuman, bagaimana?"
"Baiklah, jika itu tidak merepotkanmu" jawab Six
Lalu gadis cantik itu pun kembali sibuk melakukan pemulihan terhadap tubuh si gadis malang. Ia menggunakan kekuatan alam yang mengeluarkan seluruh noda asing dari tubuh si gadis malang. Lalu melanjutkan perawatan tersebut dengan sebuah kekuatan penyembuhan. Luka-luka di tubuh si gadis malang perlahan-lahan mulai sembuh lalu memudar. Dan setelah sentuhan akhir, ia pun langsung meminumkan sebuah ramuan yang akan turut membantu kesembuhan si gadis malang. Dengan kekuatannya itu, perlahan tapi pasti dapat memulihkan si gadis malang. Siapakah gerangan sang gadis cantik yang hebat ini.