
#_#
[WARNING !!!]
~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~
#_#
Pagi itu udara terasa segar dengan irama kicauan burung yang saling berbalas. Guin tampak sedang mencari bahan-bahan ramuan untuk mengobati sang kakek yang tengah tepar. Dalam rimbunnya pepohonan dan lebatnya semak belukar, ia sama sekali tiada sungkan untuk menerobos itu semua demi bahan ramuan.
"Hmmm, pucuk dari umbi ini bisa mengobati luka ringan. Walau bukan ini yang ku cari, tapi ini cukup berguna" katanya
Lalu ia meneruskan pencariannya dan terus menerobos hutan itu sendirian.
Saat keluar dari semak, di dekatnya terdengar suara dengkuran keras yang berasal dari Grozly yang tengah tertidur di bawah sebuah pohon besar. Makhluk itu adalah seekor beruang raksasa bertanduk yang pernah di lihat oleh Smith.
Guin sadar betapa menyusahkannya jika harus berhadapan dengan makhluk itu. Lalu ia pun menciptakan perlindungan diri berupa astral barier dengan bantuan dari roh alam.
"Demi roh suci yang menjaga keasrian alam, lindungilah diriku dari pandangan makhluk buas agar tak terjadi pertumpahan darah" ucapnya dalam hati
Seketika itu area di sekitarnya di selimuti sebuah kubah transparan yang dapat mengelabui pandangan makhluk buas.
Tiba-tiba sang beruang pun terbangun, lalu mengendus sekitar memastikan keadaan. Namun dengan astral barier nya, Guin yang berdiam diri pun dapat mengelabui insting liar makhluk tersebut. Hingga akhirnya ia pun kembali molor dalam sapuan angin yang bertiup sepoi.
Sementara itu Groto yang sedang berada di sudut lain hutan tersebut, tampak sedang mengintai seekor rusa yang giginya taring semua. Ya, makhluk itu adalah sang juru kunci Hutan keramat. Entah apa maksud dan tujuan pria itu, namun ia tampak tersenyum seolah merencanakan sesuatu yang jahat.
Berpindah ke tempat lain, dimana Smith kini sedang di paksa oleh Gao untuk melakukan kejar-kejaran dengan dirinya. Pria itu berkata jika Smith tak dapat menangkapnya, ia tak akan mendapatkan makan siang selama 1 minggu.
"Kamu ini kejam sekali" katanya
"Ha ha ha, masa bodoh lah. Kamu selalu bermalas-malas dalam latihan, ini adalah hukuman yang cukup mengembirakan bukan" balas Gao
"Menggembirakan bagi mu. Bagi ku taruhannya adalah makan siang ku, sial" keluh Smith
Dalam kejar-kejaran itu Ga****o berjanji tidak akan menggunakan kekuatannya. Ia murni hanya akan menggunakan otot tubuhnya untuk meloloskan diri. Namun tetap saja, baru sebentar berlari Pemuda itu pun sudah terengah-engah setengah ******.
Lalu muncul ide dalam benaknya.
"Ah, mungkin saja peri artefak dapat membantu ku" pikirnya
Ia kemudian memejamkan mata sembari menggenggam kalung artefak tersebut.
"Selamat datang kembali ke dimensi ruang harta, tuanku"
"Ummm, bisakah kamu membantuku" katanya
"Apa yang anda butuhkan tuan"
"Ini kan ruang harta, apa ada benda yang bisa membantuku untuk memenangkan kejar-kejaran dengan pria kekar itu" ucapnya
Lalu dari kegelapan itu muncullah sebuah sepatu yang bernama Rapid boots.
"Sepatu ini dapat meningkatkan kecepatan berlari tuan menjadi 10 kali lipat. Tapi tuan harus lah berpikir cepat, karena dalam sekejap saja anda bisa kehilangan kontrol jika tidak fokus"
"Akhh, tenang sajaaa" ucapnya sombong
Saat ia mengenakan sepatu tersebut, terasa seluruh tubuhnya menjadi ringan seperti bulu.
"He he he, ini akan membuat ku menang" pikirnya
Lalu ia pun melompat-lompat merasakan betapa ringannya setiap langkah kakinya.
Dan wuuuzzzzz... debugh..
"Aw.."
"Sial, ini cepat sekali. Tapi dengan begini aku dapat menyusul pria otot itu" ucapnya dengan yakin (meskipun hidung berdarah karena menabrak pohon)
Dengan keyakinan penuh ia berlari melesat cepat mengejar Gao, meskipun beberapa kali harus beradu body dengan pepohonan di sekitarnya.
"Astaga, kecepatannya amat gila. Dari mana kekuatannya itu berasal" pikir Gao
Dengan kecepatan super itu ia melesat bagaikan angin dan beberapa langkah lagi dapat menyentuh Gao.
Namun Gao berkelit yang membuat pemuda itu kembali menubruk sebuah pohon dengan sangat keras.
Bamm...krrak...krtek tek...gubrak..
Pohon besar itu pun tumbang seketika. Namun Smith ternyata terlidungi oleh sebuah perisai hitam dengan motif berwarna emas yang seketika muncul entah dari mana.
Dari posisi Gao, ia sama sekali tak dapat melihat apa yang terjadi. Ia pun merasa khawatir karena Smith menabrak pohon itu dengan amat keras. Ia memutuskan untuk kembali kesana memeriksa keadaan pemuda itu yang mungkin saja tengah sekarat.
Saat ia mendekati pohon tumbang tersebut, ia tak menemukan keberadaan Smith yang harusnya tengah terkapar.
"Sial, tidak mungkin ia langsung di santap binatang buas kan. Itu terlalu cepat" pikirnya
Lalu tiba-tiba, Smith melesat dari sebalik pepohonan langsung menyambar pria itu.
"Yeay, aku menang he he he" katanya
"Hei, sepertinya kamu curang. Bla bla bla bla bla bla bla bla..."
Gao yang mengomel bertubi-tubi tidak sadar sama sekali bahwa Smith telah kehilangan kesadarannya. Pemuda itu terkena efek benturan berkali-kali dan tubuh lemahnya sudah tak mampu lagi menahan tekanan yang terjadi saat dalam kecepatan tinggi.
"Hei bro, apa kamu mendengar ku" ucap Gao
Waduh, ternyata dia pingsan"
Seketika sepatu pusaka yang ia pakai, melebur jadi butiran cahaya yang langsung masuk kembali ke dalam kalung artefak.
"Hmmm, sudah ku duga. Si bangshatt ini ternyata curang. Bagaimana ini bisa di sebut latihan kalau begitu" ucap Gao dengan nada yang amat kesal
Namun setelah memperhitungkan beban berat yang di terima oleh tubuh pemuda itu. Dari berbagai sisi, hal tersebut bisa juga menjadi sarana latihan ketahanan diri. Sehingga Gao akhirnya menilai itu sebagai sebuah keberhasilan bagi Smith.
"He he he, ku rasa ini bisa jadi latihan alternatif buat mu. Tunggu saja setelah kamu bangun, kamu akan mendapatkan metode latihan yang baru kawan, aihi hi hi hi"
Alam bawah sadar Smith yang tengah pingsan itu pun merasakan sebuah teror yang mencekam setelah Gao berkata seperti itu.
Di dalam dimensi ruang harta ia merasakan suatu perasaan yang membuat bulu kuduknya merinding.
"Hiiii"
"Ada apa tuan" tanya peri artefak
"Entah lah, entah mengapa aku jadi merasa takut untuk bangun" ucapnya
Sementara Gao yang menggendong tubuh pemuda itu, tampak memasang muka gila yang terus tersenyum.
"He he he he he he"
Gao tampak masih saja kegirangan dengan rencana barunya.
"Hiii, ada apa ini sebenarnya" pikir Smith yang terus-terusan merasa ngeri
"Rencana penyiksaan seperti apa lagi yang akan di berikan oleh pria otot itu" katanya
"Maaf, tuan. Untuk yang satu ini saya tidak bisa membantu" ucap peri artefak