Bo

Bo
alx



#_#


[WARNING !!!]


~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~


#_#


Keesokan harinya,


Teplokk..


Pono membangunkan Smith dengan memecahkan sebuah telur Raptor di atas kepalanya.


"Ha, apa ini begitu menjijikan"


"Hey, sudah pagi begini kenapa kalian masih tertidur" ucap si pria tua sambil mengunyah sesuatu


"Ha, tuan, anda sudah bisa memakan Raptor lagi. Itu artinya mood anda sudah membaik kan"


"Lihat ke arah sana" ucap Pono menunjuk ke belakang Smith dengan mulutnya yang sedang mengulum tulang Raptor


Plakk


"Lihatnya sambil berdiri"


Lalu Smith berdiri untuk melihat view apa yang di maksud oleh si pria tua.


"Apa itu, tadi malam tak ada apa pun di situ" ucap Smith heran


Sementara Guin tengah sibuk memakai pakaian dalamnya di dalam selimut, Smith mulai bergerak lebih dekat untuk melihat view yang di tunjuk oleh Pono.


Di sana telah terlihat sebuah goa raksasa yang entah sejak kapan munculnya.


"Itu sarang Goblin" ucap si pria tua


Sarang Goblin hanya muncul di daerah kekuasaan mereka ketika salah satu di antaranya berhasil menjadi sesosok Raja. Dan goa besar itu muncul sebagai reward bagi sang Raja dari alam kegelapan.


"Cepat bersiap, kita akan bertempur dan merebut istana mereka itu" ucap Pono sembari meninggalkan mereka


"Kak, apa yang tuan itu katakan pada mu" tanya Guin


"Dia ingin merebut istana" jawabnya kaku


"Istana apa, di mana istananya"


Smith hanya terdiam dan menunjuk lemas ke arah sarang Goblin.


"Apa itu tak terlalu nekat, itu kan tempat yang berisi ribuan Goblin menjijikan" ucap Guin ngeri


Namun Smith yang masih setengah melamun itu hanya dapat mengangkat bahunya dengan heran.


Setelah selesai berkemas, lalu mereka kembali berkumpul untuk sarapan pagi.


"Ibuuuu, kakek itu mengerikan hiks.. hiks.." si bocah tampan pun tersedu mengadu pada pelukan sang ibu


"Nak, bagaimana kalau sekarang ayah memberikan mu sebuah nama" ucap Smith yang seketika di balas tatapn sinis oleh Guin


Sementara sang anak malah semakin merengek kepada ibunya.


"He he, sepertinya ini bukan waktu yang tepat. Oke he he he" Smith mundur perlahan takut akan kemarahan Guin


"Hey bung, cepat kemari" ucap si pria tua kepadanya


"Ada apa tuan"


"Aku akan mengobrak abrik tempat tersebut sendirian. Dan tugas mu adalah memimpin kelompok ini sekarang. Hati hati lah, karena mereka sangat banyak. Aku tidak mungkin dapat menjangkau semuanya dan jika ada yang berhasil lolos dari pengawasan ku serta berlari menuju kemari langsung saja eliminasi, apa kau mengerti" tegas Pono


"Baik tuan"


Lalu segeralah si pria tua berangkat seorang diri dengan tingkah pongahnya yang sesuka hati.


"Kek, tidak makan dulu" tanya Kamila


"Aku sudah makan 10 Raptor tadi sebelum fajar" jawabnya sembari meninggalkan gadis itu


Lalu Kamila yang heran pun mulai bertanya pada Smith yang sedang menyantap sarapannya.


"Menyantap Raptor itu maksudnya apa ya"


"He he, kalian tidak tau ya. Orang tua itu angkuh bukan hanya karena sifatnya. Tapi juga karena dia memang luar biasa. Dulu aku pernah hampir mati oleh 4 ekor Raptor dan dia muncul, langsung membantai makhluk makhluk itu lalu memakan ke 4 nya bulat bulat"


"Hueek" Guin seketika itu pun muntah


"Sayang, apa kamu hamil lagi" ucapnya girang dengan tampang bodohnya


Wanita itu pun langsung pergi dan meninggalkan makanannya.


"Hueeek" Kamila pun sama


"Ha, kamu juga hamil. Siapa yang menghamili mu"


Seketika itu Kamila langsung melemparkan makanannya ke muka Smith.


"Dasar bodoh, kami muntah bukan karena hamil. Tapi karena cerita menjijikan mu itu. Kami ini sedang makan, vangsat" ucap Kamila murka kepadanya


"Apa kamu tidak muntah seperti mereka" tanya Smith kepada Rin


"Umm, saya kan Lycan tribe, tuan" jawabnya canggung


"Oh iya, ha ha, maaf kan aku. Sepertinya tadi malam isi otak ku keluar terlalu banyak, jadi kini aku cukup sulit untuk berpikir" ucap Smith


Lalu Rin pun membalas dengan tatapan polosnya yang kebingungungan tanpa keberanian untuk bertanya. Smith yang menyadari itu pun segera mengalihkan pembicaran yang hampir melenceng itu.


"Oh ya, umur kamu sekarang berapa tahun, Rin"


"Um, saat ini 15 tahun" jawabnya


"Wah, kalau begitu jarak usia mu dengan Abram hanya selisih 2 tahun ya" ucapnya


"Siapa itu Abram" rasa penasaran akhirnya telah membuatnya berani untuk bertanya


"Dia adalah anak ku, itu dia. Bagaimana menurut mu, dia tampan kan" ucap Smith menunjuk ke arah bocah tampan yang masih saja tersedu haru


"Dia lucu" jawabnya


"Kalau begitu, kamu mau kan menjadi temannya" tanya Smith


Tanpa mengeluarkan kalimat apa pun, lalu gadis itu hanya menganggukkan kepalanya dan sesekali menatap ke arah Abram si pria tampan yang masih berkelakuan bocah itu.


"Oh ya, Rin. Soal namanya itu tolong jangan katakan pada siapa pun dulu, janji ya"


"Iya" jawabnya polos


Tak lama setelah mereka selesai makan, terdengar suara pertempuran dari arah aliran sungai. Smith segera memerintahkan Abram dan Rin untuk masuk ke goa tempat mereka beristirahat sebelumnya. Lalu ia menutup lubang goa itu dengan sebongkah batu besar agar para Goblin tak dapat menyentuh mereka lalu segera pergi. Sebelumnya ia pun mengucapkan beberapa petuah untuk para pemula itu.


"Rin, tolong jaga Abram ya. Aku akan segera kembali" ucap Smith


"Nak, sebisa mungkin jadi lah pria sejati yang dapat melindungi wanita" ucapnya kepada Abram lalu bergegas pergi ke arah suara pertempuran tadi


Sesampainya ia di sana, tampak Guin sedang bertempur dengan para Goblin yang berjumlah puluhan. Dan di sisi nya tampak pula Kamila yang telah berubah menjadi Isoka turut serta bertempur bersama.


Smith pun segera melesatkan Experience kick nya secara bertubi, namun kali ini tak lagi sembarangan seperti sebelumnya.


"Wow, kemajuan mu cukup pesat, kak. Bagai mana dengan anak ku dan gadis kecil itu"


Bukkk..


Isoka menyerang Goblin yang hendak menyergap Guin.


"Hey, jangan mulut saja yang bergerak. Serangan mu harusnya juga, aku tak bisa bertahan lebih lama. Tubuh Kamila ini sangat rapuh" teriaknya kesal


Debamm..


"Ah iya, maaf. Dan terima kasih" ucap Guin sembari memukul mati seekor target yang terpental dan membunuh 4 ekor lainnya (savage lagi😅)


Bakk bukk Jedakk swosh


"Tenang saja, mereka ku sembunyikan di goa yang ku tutup dengan batu besar" ucap Smith yang dengan ringannya melayangkan kedua kakinya secara bergantian ke setiap kepala target nya (chain headshot nih orang😁)


Isoka yang tak mau kalah pun hendak menggunakan seluruh kemampuannya. Namun apa mau di kata, tubuh lemah Kamila telah mencapai batasannya dan ia pun pingsan.


Seketika itu pun Guin langsung mengcover gadis itu dan meminta Smith untuk mengulur waktu. Ia mengumpulkan energinya secara penuh untuk melakukan pukulan Shockwave dan,


Booom..


"Menghindar, kak" ucapnya


Seketika itu ia berhasil merobohkan sebuah pohon berukuran sedang yang menghantam para Goblin.


"Cepat kak, gendong gadis ini. Kita harus kabur menyelamatkannya, mereka terlalu banyak" ucapnya pada Smith


Pria itu langsung saja menggendong gadis itu sambil berlari kembali untuk menyembunyikannya itu ke dalam goa sebelumnya. Sementara Guin mengcover mereka dari belakang.


Sementara itu dalam goa persembunyian.


"Umm, Abram, jangan takut. Aku janji untuk melindungi mu" ucap Rin memberanikan diri untuk bicara


"Abram..., apa itu nama ku"


"Iya, itu kata ayahmu" jawab Rin


"Kemari lah jika kamu takut" Rin memeluknya agar tidak ketakutan lagi


"Apa ini, sangat nyaman. Dia perempuan seperti ibu, tapi pelukannya terasa berbeda" ucap Abram dalam hati


Ia mendengar suara debaran jantung gadis itu yang berdetak sangat kencang. Dan ia pun perlahan merasakan hal yang sama pada dirinya.


Di tempat lain, Guin dan Smith telah berhasil meloloskan diri dari kejaran makhluk makhluk itu. Mereka terus berlari untuk segera menyembunyikan Kamila yang tengah pingsan. Di tengah pelarian itu mereka pun sempat untuk berbincang.


"Hey coba tebak, nama apa yang akan ku berikan pada anak kita" ucap Smith


"Apa kakak sudah dapat namanya. Cepat beri tau aku" ucap Guin


"Ha ha, dia akan ku beri nama Eldo von Abram. Itu adalah gaya penulisan nama leluhur ku he he" ucap Smith bangga


Namun sesaat setelah mereka sampai, batu besar yang menutupi goa tersebut telah hancur dan kedua pemula itu tidak dapat di temukan di mana pun.