
#_#
[WARNING !!!]
~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~
#_#
Setelah berakhirnya penyerangan para Bandit gurun, Eldo dan kawan-kawan tampaknya hendak pergi meninggalkan kota oasis. Mereka telah terlalu lama berada di sana dan berniat untuk melanjutkan perjalanan.
"Sebenarnya apa sih tujuan kita" tanya Jack
"Membalas dendam terhadap kekejaman dunia" jawab Eldo
"A..apa tuan ingin menghancurkan dunia" tanya Luna
"Mungkin" jawabnya
Pernyataan yang simple itu sama sekali tak memiliki landasan yang kuat. Eldo sendiri sebenarnya tak tau harus mulai dari mana. Namun satu hal yang ia tau, bahwa ia sangat membenci kerajaan sihir.
Hal itu lah yang ia jadikan landasan untuk sementara. Tujuannya kini adalah mengumpulkan pasukan yang akan dapat menghancurkan dunia kerajaan sihir. Karena sejak kecil, ia hanya mengenal dunia sebatas pada kerajaan sihir saja.
Ia sama sekali tak tau bahwa di dunia ini ada 5 wilayah kekuasaan yang berdaulat. Peringkat dan wilayah kerajaan sihir adalah yang terbesar. Lalu ada kerajaan barbar, di ikuti republik Nusa dan republik Mansam. Dan di posisi terakhir di tempati oleh negeri padang gurun yang kini sedang mereka jejaki.
"Jika kalian ingin pergi jauh, kalian bisa menggunakan lingkaran teleportasi" ucap Mostava
"Apa di sini ada lingkaran teleportasi umum" tanya Jack
"Tentu saja" jawabnya
Mereka sama sekali tidak tau bahwa di kota itu ada lingkaran teleportasi untuk umum. Ternyata di kota kecil itu memiliki fasilitas yang sangat memadai.
"Namun permasalahannya, fasilitas itu di hargai sangat mahal. Sekali transfer memakan biaya 100 gold. Dan jika koordinat tujuan kalian berada di luar wilayah ini, maka akan memakan biaya tambahan sebesar 400 gold"
"Apaaaa. Biaya tambahan macam apa itu. Kenapa lebih besar dari pada biaya normal"
Jack tampak sangat tak terima, ia adalah orang yang kikir dan tentu saja merasa rugi jika uang sebanyak itu di gunakan hanya untuk sekali jalan.
"Totalnya 500 gold, aku bisa membangun rumah bordil kecil dengan uang sebanyak itu"
Plakk..
Eldo merasa kesal mendengar teriakan bertubi dari pria itu. Bagi Eldo 500 gold bukan lah hal yang sulit sama sekali. Karena selama 7 tahun, ia sudah banyak membunuh dan merampok para bangsawan korup. Demi kelancaran perjalan ia pun bersedia membayar semuanya.
"Hei bro, hematlah sedikit. Uang itu kita kumpulkan dengan susah payah selama ini" bisiknya
Namun Eldo tidak perduli sama sekali. Baginya uang itu hanya lah alat. Lagi pula itu bukan uangnya, untuk apa menyayangi benda yang fana itu. Ia lebih memilih mencapai tujuannya dari pada mengumpulkan banyak uang.
Sementara Luna yang baru tau hal itu merasa sangat terkejut. Ternyata tuannya yang ia kagumi selama ini adalah seorang yang telah banyak melakukan perampokan terhadap para bangsawan. Dan ia pun baru menyadari bahwa pemuda itu adalah seorang buronan kelas kakap.
Meski pun Jack memberitaukan hal itu kepada Luna secara terang-terangan, namun Eldo tampak woles dan sama sekali tak berniat untuk menyangkalnya. Toh, dirinya juga selama ini telah mengalami perampokan besar-besaran dalam hidupnya.
Pertama, kedua orang tuanya di renggut demi misi kerajaan. Lalu waktu bersama kakeknya pun selalu di renggut, seolah kerajaan sihir sangat ingin melakukan eksploitasi pada keluarganya. Bahkan setelah kakeknya meninggal pun, seluruh aset mereka di sita secara keseluruhan dengan cara paksa.
Hingga saat ia hidup di jalanan pun hal kecil seperti roti untuk mengganjal perutnya saja selalu di curi darinya. Jika saja ia memiliki bakat dalam sihir, pastilah bakat itu pun akan di eksploitasi oleh kerajaan sihir.
Setelah Jack menjelaskan itu semua kepada Luna. Wanita itu pun akhirnya mengerti betapa kejamnya hidup yang di jalani oleh Eldo selama ini.
"Haah, itu pun belum semuanya. Apa yang aku ceritakan itu hanyalah apa yang aku saksikan dengan mata kepala ku saja"
"Kisah selengkapnya pun aku sama sekali tak tau menau" jelas Jack
Mendengar itu, Eldo pun sedikit bingung. Kenapa Jack bisa tau sampai sedetil itu dan bahkan ia berkata itu semua adalah apa yang ia ketahui dengan matanya sendiri. Sementara dirinya merasa tidak pernah sama sekali menceritakan kisahnya kepada Jack. Apakah selama ini pria itu selalu mengawasi Eldo, namun apa motifnya.
Sebelumnya saat Jack tengah mendongengkan kisah Eldo kepada Luna, Mostava tengah pergi ke tempat administrasi lingkaran teleportasi. Lalu setelah itu ia pun kembali untuk membawa mereka ke tempat tersebut.
Setelah sampai di tempat itu mereka melihat banyak sekali orang yang lalu lalang. Tempat itu sangat lah ramai pengunjung dan banyak orang dari golongan para Soeltan. Sepertinya tempat itu di gunakan banyak golongan ningrat untuk bertransaksi bisnis jarak jauh.
"Hmm, kamu hanya pengembala kan. Kenapa kamu sepertinya punya koneksi yang kuat dengan tempat ini"
Jack tampak menaruh kecurigaan kepada Mostava, karena pria itu ia nilai hanya sebagai golongan masyarakat biasa. Namun betapa kagetnya ia ketika mengetahui bahwa tempat tersebut sebenarnya adalah milik Mostava.
"Kau begitu kaya, kenapa mau jadi pengembala. Dasar orang tua idiot" teriaknya
"He he he, aku sudah sangat tua. Lagi pula mengembala ternak adalah hobi ku" jawabnya
"Hobi t*l*l macam apa itu"
Plakk..
"Jangan buang-buang waktu"
Eldo semakin kesal saja dengan Jack yang tak henti-hentinya berteriak di dekatnya. Sejujurnya Eldo sama sekali tak ingin membawa Jack dalam pasukan yang akan ia bentuk. Namun intuisinya mengatakan bahwa Jack menyimpan sebuah rahasia yang harus ia ketahui.
"Oh ya. Bisakah kalian mengikut sertakan anak ku dalam perjalanan kalian"
"Maaf, aku hanya membawa budak bersama ku"
Mostava terkejut karena ternyata Jack dan Luna yang selama ini ia kira sebagai teman Eldo, ternyata hanya lah budak.
"Wah, pantas saja. Ku kira kalung saudara Jack itu hanya hiasan. Tapi aku sama sekali tak melihat kalung pada nak Luna" ucapnya
Lalu wanita itu pun menjelaskan hal tersebut.
"Wah, bagus. Kalau begitu kamu bisa menyembunyikan kalung perbudakan pada Alisa kan"
"A..apa"
Wanita tampak sangat kebingungan. Bahkan Jack pun sama sekali tak menyangka ada orang tua bodoh yang ingin memberikan putrinya sebagai budak dari orang asing.
"Tenang saja, aku masih waras kok" ucap Mostava
Ia menjelaskan bahwa usianya sudah tak lama lagi. Sementara kota oasis sebentar lagi akan di landa perang besar. Bukan hanya Bandit gurun yang akan menyebabkan peperangan. Namun di sisi lain, kota tersebut terletak tepat di zona perbatasan.
Negeri itu sudah sejak lama telah berselisih dengan Republik Mansam. Setiap tahunnya selalu ada saja peperangan antara kedua wilayah. Dan beberapa waktu yang lalu, Republik Mansam telah mengumumkan rencana penyerangan besar-besaran terhadap negeri tersebut. Penyerangan kali ini di nilai akan menjadi sangat fatal. Dan di perkirakan akan meruntuhkan kota oasis tersebut.
"Kapan itu akan terjadi" tanya Eldo
"3 bulan lagi" jawab Mostava
Setelah mengetahui semua itu, Eldo pun menerima permintaan pria tua tersebut. Dan membawa serta Alisa sebagai budak barunya.
"Maaf kan ayah mu ini ya, nak. Kamu terpaksa menjadi budaknya, tapi ayah yakin dia adalah orang yang baik"
"Dengan ini, aku menyerahkan anak ku pada mu. Kelak aku harap kamu dapat memanggil ku ayah. He he, bercanda"
Si pria tua tampak sedih dan membuat Eldo teringat kenangan akan kakeknya.
"Baiklah, ayah" ucap Eldo
Mostava semakin menitikan air matanya dan akhirnya ia pun berpisah dengan anak tercintanya dengan tangisan yang penuh keharuan.
"Cih, drama sekali. Kenapa dia tidak ikut kita saja sih" ucap Jack
Namun tak ada yang tau kenapa pria itu tidak pergi meninggalkan kota tersebut dan rela berpisah demi keselamatan anaknya. Pada hal ia tau bahwa kemungkinan besar kota itu akan segera hancur.