Bo

Bo
if



#_#


[WARNING !!!]


~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~


#_#


Keesokan paginya Smith yang terbangun lebih dulu melihat Guin yang tengah meringkuk di sudut kamar sambil tertidur. Ia kaget dan khawatir bisa saja kekasihnya itu masuk angin karena tidur di lantai tanpa busana. Dan benar saja saat Smith mencoba menggendongnya ke atas kasur, tubuh Guin pun terasa demam, serta tangan dan kakinya yang terasa dingin. Smith yang kalang kabut pun segera mengangkat gadis itu ke atas kasur dan menyelimutinya berlapis lapis.


"Uhuk uhuk, kak, aku tak bisa bernapas" ucap Guin sesak karena tumpukan selimut yang berlebihan


"Oh maaf" ucapnya sembari mengurangi jumlah selimut itu


Smith lalu berlari mengobrak abrik lemari buku Gao demi mencari pengetahuhan obat. Di situ lah ia mengetahui bahwa jamur yang telah ia konsumsi bersama Guin adalah sebuah tanaman perangsang. Namun karena ia tergesa mencari obat, ia tak perduli lagi tentang hal itu. Di bawanya buku tersebut sambil mengumpulkan bahan obat yang di perlukan.


"Untunglah masih ada sebuah wortel" ucapnya


Ia mengambilnya, meleburnya menjadi satu dengan timun dan sedikit air sebagai kompres. Setelah mengompres Guin ia menghangatkan air, lalu membawa air hangat dalam bejana sebagai kompres lanjutan.


"Kak, aku bisa melakukannya sendiri, lebih baik kamu masak karena aku lapar" ucap Guin manja


Smith bergegas mencari bahan makanan dengan membawa buku panduan yang baru. Sebisa mungkin ia menghindari jamur karena cukup trauma dengan kejadian sebelumnya. Kali ini ia memutuskan untuk berburu kelinci yang banyak berkeliaran di sekitar base camp.


Saat tengah mencari keberadaan kelinci itu, ia kembali bertemu sebuah sarang berisikan telur yang cukup besar. Ia tak mau mengambilnya karena sebelumnya sempat di kejar oleh T-rex hanya karena memakan telur. Lalu ia melanjutkan pencarian dan entah sejak kapan ia telah sampai di suatu desa.


"Aaaaaaaaa, ada orang mesuuuum" ucap salah seorang gadis di desa itu yang melihat penampilan Smith yang hanya mengenakan celana singkatnya


Seluruh warga pun berkumpul dengan senjatanya masing masing. Ada yang membawa kayu balok besar, sekop, tali koboy, senapan angin, shotgun, AK47, sendok, garpu dan lain lain. Mereka menyangka ada makhluk buas atau monster seperti Goblin yang hendak menyerang desa. Namun ternyata itu hanyalah seorang pria setengah telanjang yang terlihat kebingungan.


"Ah, nama saya Smith, kenapa di Hutan terlarang ada pemukiman warga ya" ucapnya bingung


"Apa, kamu bercanda ya" balas sang kepala desa


Ternyata Smith kini sudah berada di luar Hutan terlarang. Ia tak tau bagaimana caranya bisa keluar dari sana. Dan ia bingung bagaimana cara untuk kembali, sementara semua barang dan keperluannya tertinggal di base camp. Bahkan ia lupa membawa Peta dari kertas Jivihez dan kini arah ke hutan itu pun tak ada satu pun yang tau.


Ia mulai sangat khawatir tentang keadaan Guin yang tengah sakit dan kelaparan. Namun kini ia tak dapat kembali untuk menemuinya. Ia hanya bisa pasrah dan kepala desa pun mengizinkannya untuk tinggal di desa itu.


Hari hari pun telah berlalu namun ia tak lupa dengan latihan hariannya. Ia pun setiap hari berlari mengitari desa tiap paginya. Sembari berpikir dan mencari cara untuk dapat kembali bertemu kekasihnya tercinta. Namun setiap malamnya ia selalu gelisah dan tak dapat tidur dengan nyenyak dikarenakan efek jamur cinta sebelumnya. Setiap malamnya ia harus berguling, koprol hingga salto untuk menenangkan "prajurit kecil" nya itu. Bahkan hampir tiap malam ia pergi mandi, berharap "adik" nya itu mengecil karena dinginnya air di malam hari.


Namun suatu malam Kamila, sang gadis yang pertama kali menjumpainya merasa heran mendengar suara orang mandi hampir tiap malamnya. Gadis itu adalah anak sang kepala desa, sementara Smith kini sedang menumpang di rumah kepala desa itu.


Gadis yang penasaran itu pun pergi ke arah kamar mandi dengan membawa sapu. Ia mengira itu adalah salah satu makhluk gaib yang pernah menjadi legenda mitos di desa tersebut. Menurut kepercayaan warga, jika berhasil menangkap makhluk yang sedang mandi itu, ia akan mengabulkan sebuah permintaan sebagai pertukaran untuk kebebasannya.


Kamila pun sangat tertarik, walau diliputi perasaan takut namun ia berharap bahwa mitos itu benar adanya. Ia memegang erat sapu di tangannya dan bukkk. Seketika kepala Smith terhantam dengan keras.


Gadis itu pun menyesal dan merasa bersalah. Ayahnya sedang keluar kota dan saat itu tengah malam. Ia bingung akan meminta pertolongan pada siapa untuk mengangkat Smith yang tengah pingsan. Dengan terpaksa ia pun memapah dan menyeret pria itu dengan susah payah ke kamar tamu. Saat memasuki pintu kamar, handuk pria itu terlepas dan menampakkan sebuah "jamur berotot" yang seolah menyapanya, "hai".


Gadis itu pun langsung menjatuhkan tubuh Smith dan langsung berlari kembali ke kamarnya. Sementara Smith pun mulai siuman.


"Ha, mengapa aku sudah berada disini. Oh tidak, kenapa ini berdiri lagi, kemana handukku" ucapnya sembari menyembunyikan "tongkat ajaib" nya itu


Malam itu, Smith pun harus rela tidak tertidur hingga datangnya pagi. Di tambah lagi tubuhnya sudah tak sanggup merasakan dinginnya mandi malam.


Sementara di kamarnya, Kamila tengah meringkuk di balik selimut tebalnya. Ia shock melihat penampakan sebuah "Legenda" yang lebih nyata dari sekedar mitos.