
Hari berlalu begitu saja. Six yang sudah pulih tampak sedang berjalan santai bersama 2 orang wanita muda. Luna berkata bahwa hari itu adalah hari terakhir untuk mereka menetap di desa tersembunyi. Namun sebelum mereka pergi Six meminta Luna untuk menuntunnya melihat-lihat taman bunga. Tanpa di duga sama sekali, Six yang tampak urakan itu ternyata sangatlah menyukai bunga.
"Hmm, tidak bisa di percaya. Kalau begitu apa bunga favorite mu?" tanya Luna
"Hmm, itu dia!" jawab Six
"Owh, ini kan Lavandula lavendel. Tanaman ini memang sangat bagus, kami menggunakannya sebagai pewangi dan bahan pengusir nyamuk.
Dan bunga ini juga memiliki efek terapis" jelas Luna
"Wah, ternyata begitu ya?
Pantas saja kulit mulus gadis-gadis di sini tidak terganggu oleh serangan nyamuk, secara kalian ini kan tinggal di hutan"
"Hei bung, jaga bicara mu!
Bahkan saat di samping kekasihmu pun, kamu tak segan-segan memperhatikan wanita lain" balas Luna
"Tapi kan kami bukan.."
"Ya ya ya.." Luna langsung saja menyela perkataan Six
"Walau kamu tak mengakuinya tapi lihatlah, wanita itu sungguh menyukaimu!
Kamu tak boleh mempermainkan perasaan seorang wanita, ingat itu!" tegas Luna dengan nada yang mengancam
"Emm, baiklah" jawab Six sedikit takut
***
Saat masih di laboratorium, Six selalu saja di berikan terapi bunga tersebut. Itu karena sejak lama dirinya mengalami insomnia akut. Dan tentu saja itu akan sangat berpengaruh untuk penelitian jika tidak segera di atasi. Karena itulah, Six yang awalnya seorang copet jalanan bisa mengenal jenis bunga tersebut. Warna dan aromanya yang menenangkan seketika membuat Six jatuh hati. Dan sejak saat itulah ia menyukai jenis bunga tersebut.
Lavandula lavendel atau yang biasa disebut Lavender merupakan genus tumbuhan berbunga yang memiliki lebih dari 25 spesies. Bunga yang termasuk keluarga rumput-rumputan ini memiliki daun menyirip yang ditutupi bulu-bulu halus. Umumnya, bunga lavender terihat berwarna ungu, padahal bunga ini juga memiliki warna lain, seperti biru, putih, dan kuning.
Bunga lavender dikenal sebagai tanaman pengusir nyamuk. Aroma dari lavender mengandung linalool dan linalyl asetat yang tidak disukai oleh nyamuk. Tidak hanya itu, wangi aroma bunga lavender juga mengandung anti-neurodepresive. Kandungan tersebut akan memberikan rasa tenang dan relaks ketika di hirup. Selain menenangkan, aroma bunga lavender juga bisa mengatasi stres, membuat tertidur lebih cepat, bahkan mengatasi insomnia.
Quote : "Tuhan menciptakan segala bentuk kehidupan untuk saling berdampingan dan saling melengkapi. Karena itulah, alam memberikan banyak manfaat yang berguna bagi setiap kehidupan"
***
Saat mereka bertiga berjalan-jalan, tiba-tiba saja beberapa pemuda suku itu berkumpul menuju ke arah mereka.
"Hei, orang asing. Ini sudah waktunya kalian pergi. Kenapa masih di sini?!" ucap salah satu dari kelompok itu
Lalu, Luna langsung saja membalas, "apa mau kalian??
Akulah yang membawa mereka bersamaku dan aku sendiri yang akan mengantar mereka pergi nantinya. Kalian tidak perlu ikut campur!!" bentaknya
Namun para hooman itu tampak tak peduli dengan perkataan sang anak kepala suku. Mereka tetap saja kukuh meneriakan pengusiran terhadap Six dan Adaleah secepatnya. Sehingga Six harus menenangkan Luna yang di landa emosi membara.
"Sudahlah, tidak apa-apa" ucapnya
"Kami juga akan segera pergi. Luna, bisakah kamu tunjukan kepada kami jalannya?!"
***
Note :
Yaitu, hooman merupakan sekelompok orang yang selalu menghujat dan menyuarakan kepentingan mereka tanpa menimbang keputusan seseorang yang nyatanya lebih berwenang dari mereka.
***
"Cih, dasar hooman" ucap Luna
Lalu, Luna pun segera bergegas memandu Six dan Adaleah untuk meninggalkan tempat tersebut. Six dengan ramah mengucapkan beribu terima kasih, karena ia sudah di rawat hingga sembuh. Dan tampak sang penjaga gerbang desa itu, lebih pengertian dari pada para hooman sebelumnya.
"Ha ha ha, sampai jumpa, kawan. Ingat, lain kali kau harus lebih kuat ya!
Jangan sampai kekasih mu itu memaksakan dirinya lagi demi dirimu!"
Nasehat dari sang penjaga gerbang pun terukir dalam di hati Six. Ia berjanji untuk menjadi lebih kuat lagi agar dapat melindungi Adaleah yang rapuh itu. Kemudian mereka pun berpisah dengan si penjaga gerbang.
Luna sebagai penunjuk jalan tampak masih menuntun mereka keluar dari wilayah desa tersembunyi. Mereka kembali menyebrangi sungai, lewati lembah dan mendaki serta menuruni gunung. Luna mengatakan setelah mereka berjalan 3 km lagi, baru dapat melihat jalanan aspal.
Six yang terkejut mulai terperangak merasakan sensasi letih yang ia rasakan saat melewati jalur yang ekstrim itu. Ia merasa sangat bersalah kepada Adaleah, karena wanita rapuh itu harus menempuh jalur seekstrim ini demi dirinya. Ia pun meminta maaf dan memeluk gadis yang sudah tidak gadis itu.
"Hei bung, akulah yang sudah bersusah payah menyeret tubuh beratmu itu" tegas Luna
"Emm, he he, apa kamu mau di peluk juga?"
"Hooo, apa kamu mau di peluk kematian?!!" balas Luna mengancam sembari memegang belatih di pinggangnya
"Ma, maaf. Hanya bercanda"
Mereka pun akhirnya melewati berbagai rintangan lainnya. Hingga akhirnya mereka sampai juga ke jalan aspal di sekitar hutan. Luna berpamitan kepada Adaleah dan memberikannya sebuah belatih untuk menjaga diri.
"Jika pria bodoh ini macam-macam, potong saja adik nya. Okay!!?" ucap Luna
"Waduh, ajaran sesat" celetuk Six
"Apa katamu???"
"He he, tidak ada apa-apa kok" Six kembali gentar akan sikap Luna yang mengancam masa depannya
Setelah mereka berpisah, Luna merasakan adanya hawa membunuh yang sangat kental. Peri yang berada di sisinya mengatakan bahwa ada orang-orang yang sedang menuju ke arah Six dan Adaleah. Luna pun bergegas kembali kesana untuk memperingati mereka. Dan ternyata di sana sudah terjadi sebuah pengepungan.
Six dan Adaleah di kelilingi oleh 7 orang pria bertopeng. Pakaian mereka serba gelap dan menyembunyikan identitasnya. Mereka menggunakan senjata-senjata tajam yang tampak berasal dari desa tersembunyi. Namun peri yang bersama Luna tidak merasakan adanya hawa peri lain dari ke-7 pria tersebut.
"Mereka bukan dari desa ku, tapi menggunakan senjata yang di tempa dari desa tersembunyi.
Siapa orang-orang ini sebenarnya" pikirnya
"Lunox, apa kamu bisa mendeteksi aura mereka?
Aku penasaran dari mana mereka berasal"
Lunox adalah peri yang terikat kontrak dengan Luna. Mereka lahir dan tumbuh bersama. Setiap suku Feriel telah terikat kontrak sejiwa dengan sosok perinya masing-masing sejak zaman dahulu. Dan akan terus bersama hingga di akhir hayatnya.
Dengan menggunakan naluri alam serta energi spiritual, Lunox menatap fokus ke arah para penyergap itu. Ia melakukan scanning terhadap tubuh mereka dan menemukan aura kelam berwarna ungu. Warna aura tersebut menunjukan bahwa mereka telah cukup berpengalaman dalam hal membunuh dan terbiasa menggunakan racun.
"Hmm, hanya ada 1 suku di negara kerajaan ini yang menggunakan racun.
Mereka pastilah suku Venomer. Tapi kenapa mereka bisa mempunyai senjata dari suku kami!!??" ucap Luna