
#_#
[WARNING !!!]
~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~
#_#
Malam itu mereka semua keluar dari hutan rawa keramat itu dan naik kembali ke atas permukaan. Tempat tersebut kemudian tersegel kembali untuk 5 tahun ke depan. Tempat itu adalah sebuah tempat yang di wariskan oleh para Savior. Dan kini hanya Guin dan Pono saja yang mengetahui dan memiliki koneksi untuk masuk ke tempat tersebut.
Tempat itu di segel dengan berbagai segel yang amat rumit, bahkan Raja Siluman pun akan bingung bagaimana cara membukanya. Di tambah lagi, tempat tersebut hanya akan terbuka setiap 5 tahun sekali. Setiap waktu 5 tahun itu buah pir ajaib akan berbuah kembali dan air suci akan kembali menjadi murni seperti saat sebelum di sentuh. Intinya waktu 5 tahun itu adalah sebuah waktu reset yang akan memperbaharui seluruh kondisi dan keadaan di tempat tersebut.
Dan mereka berlima (maksud saya 6😅) akhirnya kini telah berada di permukaan luar dan memulai kembali perjalanan panjang itu. Mereka sebenarnya tak tau sama sekali kemana tujuan mereka. Namun mereka selama ini hanya mengikuti semua arahan dari si Pria tua.
Mereka takut, bimbang dan khawatir terhadapa Pono si Pria tua yang tampak sangat gelisah sejak mengetahui kebangkitan sang Raja Siluman. Hingga mereka pun tak kuasa untuk bertanya kemana arah tujuan yang sedang mereka tuju. Namun beruntunglah kini di sisi mereka ada anggota baru yang merupakan seorang bocah berwujud pria muda nan tampan.
"Uh jauh sekali, kek. Sudah berjalan lamaaaaa sekali, tapi belum sampai juga. Ini mau kemana yaaa" rengek nya
Plakk
Pono yang kesal pun segera bergerak secepat kilat memukul kepala Smith yang sebenarnya hanya diam saja.
"Aw adiduh, kenapa tuan memukul ku" keluh nya
Seketika itu para wanita pun tertawa geli melihat hal tersebut. Si bocah tampan pun cukup terhibur menyaksikan itu. Ia sadar bahwa si pria tua sedang tidak mood untuk berbicara dan entah mengapa setiap ia membuatnya kesal, maka ayahnya akan berubah menjadi sandsack oleh si Pria tua tersebut. Dan hal itu pun menjadi hiburan mereka di sepanjang perjalanan.
Walau pun memiliki paras yang tampan, namun tetap saja wataknya masih menunjukkan sifat dasar seorang bocah yang pastilah jahil. Dan di setiap ia merasakan kebosanan, ia selalu mencoba mengganggu Pono yang sedang berkonsentrasi dan tentu saja itu membuat ayahnya akan menjadi sandsack secara otomatis.
Hal itu pun mulai membuat Guin sang ibu mulai merasa jengkel. Ia menilai kelakuan anaknya itu sudah sangat kelewatan dan tidak bisa lagi di biarkan.
"Aw aw aw, sakit bu" keluhnya saat sang ibu menjewernya untuk pertama kalinya
"Berhentilah sebelum ayah mu menjadi gepeng. Kelakuan mu itu sudah tidak lucu lagi anak ku" ucap Guin secara tegas
Si bocah tampan pun tertunduk lesu dan tak lagi di biarkan oleh Guin untuk berjalan berdampingan dengan si Pria tua. Ia sangat terkejut karena itu pertama kali nya sang ibu memarahinya.
Beberapa jam pun berlalu dan sepanjang jalan tak lagi ada candaan antara mereka. Sementara sang bocah tampan itu mulai merengek ingin segera tidur.
"Ibuuu, aku ngantuuuk"
"Minta gendong kepada ayah mu" jawab Guin
"Tidak"
"Ya sudah, tidur saja di dekat pohon itu dan kami akan meninggalkan mu" ancamnya
Matanya berbinar namun sudah tak kuasa menahan kantuk ala bocah yang lelah saat perjalanan jauh. Akhirnya ia pun perlahan menghampiri ayah nya untuk memintanya agar dapat menggendong dirinya.
"Apa nak, coba sebut lagi" Smith yang senang di panggil ayah akhirnya mengambil kesempatan dalam kesempitan itu
"Ndong"
"Bukan itu, coba sebut secara benar. Ayah tolong gendong aku, coba ucapkan nak"
"Buuuu" rengeknya ke arah sang ibu
Namun sebenarnya Guin sengaja membiarkan agar mereka berdua saja yang berbicara dan seolah tak mendengar rengekan si bocah tampan. Ia bahkan meminta pada Kamila dan Rin untuk bersikap tidak acuh saja terhadap ratapan si bocah tampan. Karena hal itu akhirnya ia pun menyerah dan
"Ayyyyah, gendong" ia berusaha untuk ikhlas mengatakan itu
Karena melihat putra nya telah begitu lelah dan amat mengantuk sang ayah pun akhirnya luluh dan segera menggendongnya. Tubuhnya tidak lah begitu berat, namun si pria tua belum juga menemukan tempat untuk beristirahat. Sementara itu, waktu sudah menunjukkan hampir gelap.
"Ya tuhan, berapa kilo lagi aku harus bertahan" ucap Smith
Dan seolah doa nya telah terjawab, akhirnya Pono menemukan juga sebuah tempat untuk beristirahat. Para wanita membersihkan tempat tersebut dan segera memasak makanan dan Smith membaringkan putra kecil nya yang sudah dewasa itu. Lalu ia membuat api unggun dan membantu apa saja yang bisa di bantu. Sementara itu di sisi lain Pono tampak sedang melakukan ronda dan mengecheck ke seluruh area untuk mengantisipasi berbagai kemungkinan buruk yang bisa saja terjadi.
Beberapa saat kemudian masakan pun telah matang, mereka semua makan bersama dan setelah itu berbincang bincang sebentar. Saat mereka hendak tidur, alas tidur Smith dan Guin seketika di lemparkan oleh Pono.
"Kalian tidur di luar saja, kali ini harus ada yang berjaga karena sebelumnya ada yang telah memata matai perjalanan kita" tegas Pono dengan sekilas mengedipkan matanya
"Tapi kenapa ibuku... (brakk)" pertama kalinya si bocah tampan melihat takut ke arah si pria tua dan langsung memejamkan matanya
Sementara Smith langsung saja menarik tangan Guin untuk berjaga si luar.
"Kenapa Kakak sangat takut pada Pria tua itu. Dia baru saja membentak anak kita" ucapnya kesal
"Tenanglah dahulu manis, dengarkan penjelasan ku. Dia itu kan Pono sang Legenda. Apa kamu tak mengenalnya" jelas Smith
"Apa, benarkah itu" ucapnya heran
Ternyata sepanjang waktu itu, Guin sama sekali belum mengetahui bahwa sang pria tua itu sebenarnya adalah Pono sang Legenda. Selama perjalanan itu ia mengira si pria tua hanya lah seorang petunjuk jalan yang sangat di takuti.
"Umm, ya sudah lah, lagi pula dia adalah teman dari leluhurku" ucap Guin sedikit canggung setelah mengetahui hal tersebut
Lalu Smith kemudian menjelaskan secara tersirat mengenai kedipan kilat yang di lemparkan oleh si Pria tua itu kepada mereka, yang bermakna he he (you know lah). Guin pun tersipu dan terkejut mengetahui itu. Lalu akhirnya ia langsung merespon tatapan mesra Smith dengan balasan yang (ahsudahlah😅).
Waktu pun kian lama semakin berlalu dan malam yang syahdu itu pun semakin menjadi jadi. Mereka menghabiskan indahnya malam itu dengan bersuka cinta😅 bersama. Hanya berdua di kegelapannya malam bersama dengan di terangi sinar rembulan.
Ctarrrrr
Seketika hujan pun turun...