
#_#
[WARNING !!!]
~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~
#_#
Keesokan harinya, Smith bersiap berangkat untuk kembali ke base camp di hutan. Guin pun di sudut lain juga tampak sedang mengemas barang dan perlengkapannya. Hari itu wajah mereka sangat pucat dan tampak lingkaran hitam yang mulai menghiasi sekitar mata mereka. Setelah kejadian malam itu, mereka kembali tidur secara terpisah, namun sudah pastilah mereka tak bisa tidur karena hal itu.
Guin memutuskan untuk ikut bersama Smith ke base camp. Meski pun Smith merasa agak bingung, karena gadis itu seolah tau persis tentang tempat tersebut.
"Uh, aku sudah tidak sabar untuk segera mandi, sudah 2 hari tidak mandi rasanya mengerikan" ucap gadis itu (pantesan aja semalem kepanasan, 2 hari belom mandi😑).
Seketika ia pun tersipu karena Smith menatap dirinya.
"A, a, apakah tadi malam kakak merasa risih dengan bau ku" ucapnya malu
Smith pun menjawab sambil menggaruk kepalanya yang tidak gatal, "tidak, tidak, aku tak merasakan apa pun kok"
"Oh ya, sepertinya kita sudah siap untuk berangkat" ucapnya mengalihkan pembicaraan
Lalu mereka pun mulai menuju tempat tersebut. Di perjalan mereka mulai menemui kembali para monster berkeliaran. Berbeda dari waktu sebelumnya, kini Smith pun harus berjibaku dan mulai memamerkan kemampuannya.
Smith menggunakan kemampuan Experience kick nya secara bertubi, menendang semua Goblin yang mencoba menghalangi jalan mereka. Namun ia masih belum cukup berpengalaman dan hanya menendang secara membabi buta. Bahkan karena kelengahannya ia hampir saja di sabet dari belakang oleh seekor Goblin yang menyusup secara perlahan. Beruntunglah dengan cepat dan sigap Guin langsung menerjang dan mementalkan makhluk itu hingga mengenai dan menewaskan 4 ekor Goblin lainnya (savage).
Seluruh Goblin pun akhirnya tumbang, namun Smith merasa agak malu karena sedari awal ia berniat untuk pamer pada gadis itu. Akan tetapi malah gadis itulah yang menyelamatkannya serta menyelesaikan pertempuran itu dengan sekali serang.
"Mmmm, Guin apakah yang kamu lakukan tadi adalah teknik..." belum selesai ia berbicara, Guin langsung menyela
"Ah, lihat kak, ternyata salah satu dari mereka adalah Goblin thief" ucapnya
Goblin thief adalah salah satu peringkat yang dimiliki ras itu. Makhluk ini biasanya tidak ahli dalam bertarung namun sangat lincah dan berspesialisasi dalam hal melarikan diri. Dan setiap kemunculannya selalu membawa sebuah kantung yang berisikan harta hasil curian. Karena kemampuan dan kelincahannya yang amat cepat, banyak Bandit yang menangkap dan menjinakannya untuk membantu mereka mencuri. Sementara kematiannya mungkin di sebabkan ketidak sengajaan, saat Guin mementalkan Goblin sebelumnya dan tepat mengenainya.
Dan benar saja apa yang di harapkan oleh Guin. Goblin itu membawa begitu banyak benda berharga serta ratusan koin silver di dalam kantung usangnya itu. Mereka pun mengemas semuanya dan Guin pun mengambil telinga para Goblin tersebut seperti yang pernah Gao lakukan.
"Untuk apa kamu mengambil itu, bukankah kota sudah hancur, mau jual dimana" ucapnya bingung
Guin pun menjawabnya, "Kakak tenang saja, aku tau tempat lain untuk menjualnya"
"Tapi kalau kita menyimpannya terlalu lama, bukankah akan menimbulkan bau busuk" ucap Smith
Guin pun memperlihatkan sebuah ke ajaiban kepada Smith melalui artefak miliknya. Di keluarkannya sebuah benda setebal 1 cm dan berbentuk persegi panjang seukuran tangan itu dari tasnya. Di arahkannya kristal kecil pada bagian belakang benda itu pada semua benda yang tadi telah di kumpulkan, seketika semuanya membentuk berkas cahaya dan menghilang. Artefak itu memiliki sebuah kristal bulat kecil pada sisi belakang bagian atasnya sebagai pemindai barang barang yang akan di ubah menjadi partikel untuk di serapnya. Sementara bagian antar mukanya berupa kristal yang melapisi seluruh bagian sisi itu, serta dapat menampakan benda apa saja yang telah tersimpan dalam bentuk gambaran mini. Artefak ini sangat terkenal dikalangan para bangsawan dan di beri nama Enpun.
"Tenang saja kak, semua yang berada dalam artefak penyimpanan waktunya akan di bekukan, meskipun itu benda organik itu tidak akan membusuk" jelasnya kepada Smith
Setelah itu mereka pun berjalan terus sampai akhirnya tiba di tempat tujuan. Guin bersikap sangat biasa dan seolah mengenali setiap sudut base camp tersebut. Sementara Smith tak lagi ambil pusing dan langsung memasak makanan karena lapar sehabis bertempur. Ia kembali menggunakan jamur besar kelabu yang kemarin ia dapatkan, kebetulan waktu itu ada 4 buah dan ia telah memasak yang satunya waktu itu.
"Tersisa 3, yah cukuplah. Sepertinya di penyimpanan makanan masih ada beberapa wortel" ucapnya
Di sisi lain, Guin dari kejauhan merasakan aroma masakan yang membuatnya lapar, lalu ia memutuskan untuk makan sebelum mandi. Dan akhirnya mereka pun makan bersama. Sesekali mereka berbincang ringan namun garing, karena mereka masih sangat mengantuk setelah semalaman tak bisa terlelap.
Setelah itu, Guin yang sudah risih akan dirinya sendiri langsung bergegas mandi setelah makan. Sementara Smith yang sudah sangat lelah langsung menjatuhkan diri di atas kasur.