Bo

Bo
Tjah



#_#


[WARNING !!!]


~ EPS. INI DAPAT MENYEBABKAN KANTUK, KETIDAK NYAMBUNGAN, TERSESAT DALAM ALUR, GANGGUAN MEMBACA DAN KEBINGUNGAN. HAL INI DI SEBABKAN KARENA KESELURUHAN ISI CERITA BANYAK MENGALAMI PERUBAHAN DAN SEDANG DI DAUR ULANG😅~


#_#


Sebulan pun berlalu begitu saja dan Smith tentu saja menyambut kenikmatan masakan Kamila dengan haru. Dan karena kepatuhannya, Pono secara perlahan bersikap baik padanya. Biasanya sang pria tua tak pernah absen memukul anak muda itu meskipun ia hanya terdiam. Namun sejak menyelesaikan pelatihan tahap ke 2 nya, Smith tak lagi menerima pukulan si pria tua itu (hampiiir). Bahkan kini ia tak perlu takut lagi untuk berbicara atau pun bertanya kepada Pono.


"Ummm, yang mulia sudah sebulan ini aku terus berpikir kenapa semakin banyak saja bunga indah tanpa aroma yang tumbuh di sekitar kita" ucapnya


"Ingatkah kau ketika aku menyuruh mu memilih bunga waktu itu" tanya Pono


"Ya tentu saja, saat itu aku sangat takut pada mu dan tanpa berpikir malah mengambil bunga yang berwarna gelap" jawabnya


"Kau itu sangat beruntung, karena bunga itu memang sengaja ku tanam berdekatan dengan bunga tanpa aroma itu. Jika kau mengambil bunga cantik yang tak memiliki aroma, artinya kau sama bodohnya seperti para sekte pemuja Siluman" jelasnya


Pono menjelaskan bahwa bunga cantik tanpa aroma itu merupakan lambang utama dari sekte Siluman yang saat pertama kali di temukan berada di istana Raja Siluman. Bunga itu melambangkan Raja Siluman itu sendiri yang dulunya merupakan makhluk mulia. Namun sama hal nya dengan bunga yang telah kehilangan aromanya itu, Raja Siluman pun telah kehilangan kejayaannya yang sangat mulia.


"Bunga tanpa aroma apakah bisa di sebut bunga, bahkan bunga bangkai pun memiliki aroma" ucap Pono


"Pantas saja, sekarang aku mengerti kenapa bunga pilihan ku itu benar. Karena seperti apa pun bentuknya, bunga tetaplah bunga yang memiliki aroma khas nya masing masing" ucap Smith


Keesokan harinya Smith di liburkan dari semua latihannya oleh Pono untuk istirahat selama 2 hari. Dan di sela waktu itu, ia pun mulai mengecheck status pribadinya yang telah banyak menuai perubahan.


***


# Status


Nama : Smith (Mostava von eldo)


Umur : 19 tahun


Job : -


Ketahanan : S


Kekuatan : A


Tenaga : A+


Sihir : F


Talenta : (sedang memproses talenta baru)


Kemampuan :


. Kanuragan (up_29/100)


. Mata super (survei, teropong, tembus pandang)


. Experience kick (tahap sempurana)


Title : Pekerja keras


Kondisi :


_Dalam pengawasan sang Legenda (Pono) untuk meningkatkan progress Kanuragan


_Dalam proses pengistirahatan tubuh demi perbaikan tulang dan otot yang rusak selama masa pelatihan


***


"Wow, pelatihan neraka itu benar benar efektif. Banyak sekali peningkatan yang ku terima, bahkan ini saja belum setahun sejak aku berlatih" ucapnya membanggakan diri


"Bahkan sekarang energi sihir ku pun meningkat, luar biasa. Tapi aku masih saja belum punya teknik sihir yang sebenarnya" ucapnya sedikit bingung


Namun konsentrasinya pecah saat membaca tentang kemampuan baru matanya.


"Tembus pandang ya. He he he, mungkinkah ini berguna, sepertinya aku harus mencobanya" pikiran nakkal pun mulai bergentayangan di kepalanya


Ia segera mencari Kamila untuk bereksperimen dengan kemampuan baru matanya yang memerlukan sebuah tes uji coba demi memuaskan rasa "penasarannya".


"Sst, hei Smith, kemari lah sebelum orang tua itu melihatku" seketika terdengar sayup sayup suara seorang gadis memanggilnya


"Ha, Isoka" ucapnya kaget karena telah lama tak melihat kemunculan gadis itu


"Ssssst...., jangan keras keras nanti ketahuan" ucapnya penuh ketakutan


"Memangnya kenapa, lagi pula kenapa kamu selama ini tak menampakkan diri" ucap Smith


"Entah lah, sejak kehadiran pria tua itu seolah keberadaan kami di tekan dan tak dapat lagi mengambil alih tubuh Kamila. Aku rasa kini dia sedang berada jauh dari sini, karena itu lah aku dapat mengambil alih tubuh ini lagi" terangnya kepada Smith


Tiba tiba Isoka merasa sesak lalu jatuh pingsan. Seketika itu juga Smith melihat ke arah pintu yang telah berdiri seorang Pono dengan tenangnya.


"Apa yang tuan lakukan padanya" ucap Smith


"Aku hanya membantu mereka agar Guci roh itu tak semakin retak. Mereka terlalu sering mengambil alih tubuh Kamila, sehingga guci yang retak oleh waktu itu semakin retak karena kemunculan mereka" jelas Pono dengan sinisnya


"Lalu bagaimana cara nya agar kita secepat nya dapat menemukan tubuh baru untuk mereka. Aku tak ingin terjadi sesuatu yang buruk pada mereka" ucap Smith ngotot hingga ia lupa dengan sopan santun yang biasanya ia tunjukan terhadap sang pria tua itu


Seketika itu pun, Plakk. Tamparan Pono yang telah lama tak singgah kembali mampir ke pipinya hingga membuat pipi kirinya itu memerah dan lebam.