Badgirl Vs Ketos

Badgirl Vs Ketos
#46. EPILOG



"Karena bahagia itu adalah kamu, dan sakit itu aku."


•  •  •


Author's Pov.


"Woi! Vicks formula 44 punya kemasan baru!" sahut cowok pirang dengan jeans sobek di lutut, membawa cireng dari kantin kampus. Suasana sangat ramai, dan di sini menjadi tempat mereka bercerita hal-hal gak berguna, kayak Selatan. Unfaedah. Mahkluk suram. Dasar jomblo.


Selatan tersenyum laknat sambil menyenggol pergelangan tangan Gabriel membuat cewek itu kesal dan menarik rambut bongkol jagungnya.


"Mendingan rambut atas lu gue tarik!" hardiknya kasar, cowok itu mengaduh geli, menatap Elang makin jahil.


"Gab, lo masih ada rasa sayang gak ke gue? Masa lo masih kuat pacaran sama kulkas berjalan kek dia?" pancing Selatan, memberi kode pada Gabriel. Setelah beberapa bulan dari masa jatuhnya dia menjelma menjadi seorang monster yang makin kampret kelakuannya.


"Sebenarnya udah gak kuat sih, pengen pacaran sama lo aja deh kayaknya." kompor Gabriel sok merasa tersakiti.


"Uang kos gue nunggak 2 bulan, terus pacar sendiri gak bisa bayar.. Terpaksa tidur di teras nangkapin lalat-lalat, sedih anjay..." adu Gabriel pada Selatan, Nauval dan Aldi ikutan gabung sedangkan yang lain sibuk dengan tugas kuliah.


"Ya Allah, sedih amat lo Briel.. Mending jadi pacar gue aja. Kita maen PS sama nangkepin manuak tetangga supaya gak kelaperan," sahut Nauval, sedangkan Andri, pacarnya marah besar.


"Oi Gab, udah sehat lo ya. Pacar lo makin jadi batu aja kelakuannya tuh," sindir Andri pada cowok yang memakai headset di telinga, merasa bodo amat.


"Eh, Gab, nonton filem horor yok!" ajak Selatan sedikit teriak dan pasti sasaran kejailannya dengar.


"Gue gak punya kepeng, anoa mesir."


"Yaudah gue beliin."


"Gue beliin," sela Elang tiba-tiba, masih dengan mata tertutup. Gabriel tersenyum penuh kemenangan begitu pun dengan Selatan.


Selatan masih sibuk dengan kejombloannya, masih seperti dulu. Pacaran cuma jembatan menuju rasa sakit yang dihiasi dengan banyak kebahagiaan. Itu pendapatnya.


"Tapi lo nontonnya sendiri, gue ada seminar," lanjutnya, Gabriel mangap melihat kelakuan pacar es nya. Perkiraannya salah, kalau Elang akan berubah. Entahlah, tidak ada yang tahu isi kepala cowok itu.


"YAUDAH! BELIIN DUA, GUE SATU SELATAN SATU!" Teriak Gabriel kesal setengah mati, Nauval ketawa cekikikan dan cewek itu melotot tajam.


"Sip."


Cowok itu benar-benar pergi, sifatnya benar benar menguras tenaga Gabriel. Romantis? Preet! Jangankan pegangan tangan, jalan sebelahan doang sering banget ditinggal. Pacar rasa ujian memang.


_____________


Berkali-kali panggilan masuk di ponsel Gabriel, tapi dia udah malas. Moodnya benar-benar buruk, dengan teh hangat dan tumpukan jurnal ia duduk termangu mengingat masa lalunya yang --- entahlah, terlalu menyakitkan. Apalagi mengingat kedua orangtuanya yang telah tiada.


'Ini lembaran baru' pikirnya. Tapi bayangan Elang membuyarkan pikirannya.


Apa Gabriel harus mendesak cowok es itu supaya berubah seperti SMP dulu? Sosok ceria dan lucu yang sangat supel, mudah berbaur dan hobi tersenyum.


Walaupun udah lama, Gabriel ingin menebus kesalahannya karena perubahan sifat Elang yang masih sama, atau tepatnya makin dingin.


Ddddrrrtt


Ponselnya kembali bergetar, ia berdecak pelan. Namun kali ini bukan Elang yang menelepon melainkan Selatan. Ia menempelkan ponsel di telinga dengan kesal.


"Si kulkas selingkuh Briel!" kata cowok itu panik membuat cewek berambut cokelat itu mengernyit heran.


"Yaudah, biarin," kesalnya, moodnya benar-benar jelek.


"Idih, lu lihat dia lagi ciuman mesra di kafe..."


"Kafe mana?"


"Tempat dia kerja, Briel. Cepetaan!"


Sedangkan di tempat lain, Selatan tersenyum dengan seringai iblisnya..


"WOI ELANG!" Pekik Gabriel kasar, membuat pengunjung kaget bukan main.


Benar kata Selatan, Elang duduk berduaan dengan cewek di pojokan kafe, membuat gadis itu terbakar amarahnya sendiri.


"Lo selingkuh gak ajak-ajak!"


"Maksud?" kata Elang berusaha biasa saja.


"Gue juga bisa selingkuh ****!"


"Emang gue selingkuh?"


"Mata lo soek?! Lo kira mata gue tinggal di kost-an?" judesnya, mirip lakon pemeran sinetron azab.


"Terus apa? Lo mau putus?" ucap Elang to the point, nadanya tenang dan tanpa sedikitpun bersalah membuat Gabriel benar-benar muak. Apa sifatnya makin dingin karena sudah bosan dengannya? Gabriel sangat muak.


"Iya!" ucap Gabriel tanpa pikir, ia menyesali tiga huruf yang keluar dari mulutnya.


"Oke, Sebelum itu,.." Elang menunduk mengambil bungkusan sedang lalu meletakkannya di tangan Gabriel.


"Buat lo, satu hal lagi. Kalau itu mau lo, gue akan tegaskan sesuatu," ucap Elang membuat tangan cewek di hadapannya dingin. Cuma karena selingkuh dan semua berakhir? Gabriel tidak akan minta maaf sebelum cowok itu duluan, walaupun hubungan mereka jadi taruhannya.


"Happy anniversary," ucap cowok itu sedikit senyum, Gabriel terpaku di tempat. Sedangkan Elang menunggu reaksi bahagia dari cewek itu.


"Happy anniversary, Briell!!" teriak keenam temannya, Nauval, Aldi, Selatan, Andri, dan Luke.


Semua orang menunggu reaksi apa yang akan ditunjukkan Gabriel, menunggu dengan sabar.


Bruuuk!


"ELANG KAMPRET! MANTAN GUE PINGSAN *****!!!"


Cewek itu pingsan. Dan yang bertanggung jawab adalah Elang.


× TAMAT ×


_____________


thanks supportnya gengs, bakal ada ex partnya


see u next chap:)


×××××××