
Follow Ig author: NIS 3263.
Happy reading.
Steven merentang kan tangan nya menyambut pelukan dari rosse.
Seharus nya William lah yg menjemput mereka, sesuai janji nya pada Rosse,tapi karena urusan yg sangat mendesak,membuat nya memerintah kan Steven yg menjemput.
"Dia sekertaris nya tuan William, klien kita"
William!
Entah kenapa jantung biru berdetak kencang mendengar nama yg baru saja di sebut kan oleh nona kim,rasa tidak nyaman kembali menggelayut hati biru,namun sebisa mungkin di tepis oleh nya.
Biru yakin semua akan baik-baik saja,tidak akan terjadi apapun nanti,semua akan berjalan semesti nya,dengan takdir tuhan yg telah di takdir kan untuk biru,hari ini,entah apa yg akan terjadi atau pun reaksi biru ketika dia bertemu dengan William.
"Rosse"biru memperingati putri nya yg masih saja menempel pada sekertaris Steven,tampan.biru yakin karena Steven tampan Rosse mau bersama nya.
"Welcome to England, Miss Kim, sorry Sir William couldn't pick you up"
(selamat datang di Inggris nona kim,maaf karena tuan William tidak bisa menjemput anda)
Sekertaris Steven membungkuk memberi ucapan selamat pada wanita cantik di hadapan nya ini.
"No problem, can we go now, I'm not feeling well".
(tidak masalah,bisa kita pergi sekarang,aku sedang tidak sehat).
Mereka akhir nya memutus kan untuk segera pergi,mobil mewah milik sekertaris Steven melaju membelah kepadatan jalanan kota Inggris.
Seperti biasa, jika ada laki-laki tampan maka dia tidak ingin lepas, terbukti dia yg meminta untuk duduk di sebelah kursi kemudi,untung nya Steven dengan penuh perasaan membantu Rosse memasang kan sabuk pengaman nya.
Kaca mobil tertutup,AC di mati kan, suasana di luar sangat lah dingin,mengingat biru dan rombongannya tidak memakai mantel, Steven memutus kan untuk menutup kaca mobil.
"Indah"Rosse melihat pemandangan kota London dari dalam mobil sangat indah,walau pun tidak beh di buka,kaca mobil ini tembus pandang dari dalam, membuat Rosse bisa melihat pemandangan yg super indah.
Pemandangan kota London,juga langsung menarik perhatian biru,ibu muda itu langsung menoleh kan kepala nya ke arah jendela, menikmati setiap bangunan yg mereka lewati.
Gedung-gedung tinggi berjajar indah menambah kesan di London,London negara yg terkenal dengan fashion nya yg khas,membuat Nisa membangun sebuah cabang KNN boutique di sini,baru berjalan selama dua Minggu,namun di luar dugaan, kehadiran salah satu butik terkenal di Korea itu langsung menjadi tranding topik.
Dalam satu Minggu, rancangan KNN boutique seperti Hoodie langsung habis terjual,tidak heran jika Nisa masuk jajaran 3 besar orang terkaya di Korea Selatan.
Memiliki kurang lebih 127 butik atas nama pribadi, pundi-pundi uang Nisa terus mengalir tanpa henti, karena itu menerima dan menampung biru,serta memberi kan pendidikan untuk Rosse dan Rossi bukan lah hal yg sulit untuk nya.
Total butik yg telah di bangun untuk cabang KNN boutique kurang lebih 134 butik,dengan tujuh butik atas nama keluarga Kim, selebih nya adalah milik Nisa.
Dia dulu harus berhemat, membangun banyak cabang butik dalam waktu yang lumayan singkat membutuh kan dana yg cukup banyak, karena itu dulu Nisa memilih untuk tinggal di rumah keluarga Kim,demi menghemat uang.
Tapi tidak sekarang,uang mengalir dengan deras untuk nya,di tambah toko kue yg memiliki 50 cabang di 38 negara.
Kehadiran Rossi juga membawa aura positif,bisnis yg di kembang kan Nisa semakin pesat, kemahiran yg di miliki Rossi dalam menggambar serta mendesain membuat beban yg di emban Nisa sedikit berkurang.
"Indah"Rossi, si anak genius memberi kan pendapat, senjata rahasia dari KNN boutique itu sangat menyukai pemandangan kota London.
"Kau menyukai nya sayang?"biru menoleh ke arah sang putra yg masih sibuk mengamati keindahan kota London.
Pancaran sinar kebahagiaan dan juga keantusiasaan dapat biru lihat dari wajah putra dingin nya itu,untuk pertama kali nya Rossi memperlihat kan kebahagiaan seperti itu.
Ngilu. mendadak hati biru terasa ngilu,setidak pantas itu kah dia sebagai seorang ibu,untuk membahagia kan anak-anak nya ternyata benar-benar sangat sulit.
Terutama biru, dia tidak memiliki seorang adik, sehingga dia tidak terbiasa mengurus anak kecil.kehadiran Rosse dan Rossi membuat biru harus mengulang nya dari awal, belajar bagaimana cara agar bisa mengurus anak-anak nya dengan sangat baik.
"Mommy!huaa,jam nya besalll"Rosse menunjuk ke arah menara besar berisi jam,sebuah jam tergantung di sana, ketika tepat pukul 13:00 bel berdenging dengan keras.
Rosse sontak bertepuk tangan girang,ingin meloncat tapi dia tidak bisa karena terhalang sabuk pengaman.
Rossi,biru,Nisa dan Juga Steven secara bersamaan menoleh ke arah di mana putri sulung biru untuk menunjuk.
Menara big ben.
Big Ben yang merupakan salah satu landmark terkenal Inggris. Big Ben merupakan menara yang disertai dengan jam yang berada di pusat Kota London. Menara ini sudah ada sejak tanggal 31 Mei 1859.
Big Ben telah di tetap kan sebagai Situs Warisan Dunia UNESCO atas sejarah pembangunan nya dan kontribusi nya terhadap penetapan waktu di Inggris. Ketika kamu berlalu lalang di sekitar Big Ben, jam yang di tunjuk kan nya dapat membuatmu tepat waktu karena lonceng jam tersebut berbunyi setiap jam.
"Wah iya itu sangat indah"biru ikut menoleh takjub,ini pertama kali bagi nya menginjak kan kaki di kota London,biru sudah di sambut dengan dentingan nyaring bel.
"Menara big Ben,sudah di bangun sejak 1859,di tetap kan sebagai situs warisan dunia UNESCO"Nisa memejam kan mata nya pelan,dia sudah sangat sering melihat menara big Ben ketika dia bertandang ke Inggris.
"Menalla big Ben?big kan allti nya besall bellallti di panggil big Ben kallna jam nya besal?"Rosse langsung menyela secara bersemangat,semua hal yg berkaitan tentang baru benar-benar membuat nya bersemangat.
"Yes princess"Steven menjawab, karena tebakan yg di layang kan oleh Rosse.
"Wah, lousse mau ke sana!"Rosse menunjuk ke arah menara big Ben,tapi tak urung bibir nya mengerucut,mata nya berkaca-kaca ketika mobil Steven telah melewati menara big Ben.
"Lousse mau lihat jam big Ben mommy"semua orang menghela nafas,menahan senyum mendengar alasan Rosse bersedih.
"Princess, don't worry.jika nanti kau pulang ke Korea,uncle janji akan membeli kan mu miniatur big Ben"janji Steven.
Bukan hotel,akhir nya mobil mewah itu sampai di depan mansion bergaya Eropa minimalis,gerbang hitam tinggi langsung membelah ketika mobil milik Steven memaksa masuk.
"Kita sudah sampai"Steven keluar dari mobil lebih dahulu,lalu memutar ke arah pintu Rosse, membuka pintu untuk princess William, membantu nya melepas sabuk pengaman.
Lalu menggendong tubuh mungil Rosse, ketika gadis kecil itu merentang kan tangan nya.beberapa pelayan serta pengawal langsung terkejut melihat sekertaris super killer dan irit bicara itu menggendong seorang gadis kecil.
Dan hal yg lebih membuat mereka terperangah,adalah paras cantik rosse yg sangat mirip dengan tuan muda mereka ya itu William, Rosse adalah William versi anak perempuan.
Melihat banyak orang yg menatap serta membungkuk ke arah mereka, membuat Rosse sesegera mungkin menyembunyi kan wajah nya di ceruk leher sekertaris Steven.
"Malu uncle"seulas senyum tipis terukir di wajah tampan Steven,ingin tertawa lebar namun nurani nya melarang.
"Its oke girl, mereka anak buah uncle willi,jadi jangan malu"Rosse tetap diam tidak memperduli kan Kalimat penenang yg di beri kan pada nya, masih sibuk menyembunyi kan wajah nya di leher tegas Steven.
"Keluarga ini semua pandai berbahasa Indonesia,anda jangan khawatir nona Kim"Steven hanya mengobrol bersama Nisa,tidak dengan biru, karena dia tidak terlalu mengenal biru,dan juga enggan mengenal.
"Tentu"Nisa hanya mengulas senyum sangat tipis, tetapi tatapan mata nya sama sekali tidak berubah,masih dingin seperti dulu.
"Nona kim"biru berjalan mendekat ke arah Nisa,lalu menggandeng tangan sang majikan yg juga berstatus sebagai sahabat nya itu.
Nisa menoleh, mengeryit pelan melihat ketidak nyamanan yg timbul di wajah cantik biru, terbukti dari biru yg terus memperbaiki jilbab merah muda yg di kena kan oleh nya.
"Perasaan ku tidak enak nona Kim"pada akhir nya biru mengungkap kan kegundahan hati nya selama dua hari terakhir,tidak bisa di pungkiri Nisa juga bisa merasa kan nya.
"Tenang saja"Nisa hanya menampil kan wajah datar dan dingin nya seperti biasa.
"Nona Kim selamat datang"sambutan hangat dari nyonya Lisa terhenti ketika melihat sosok anak kecil berjalan di sebelah nona Kim,tamu kehormatan nya.
Wajah itu,wajah itu mirip sekali dengan wajah William sewaktu kecil, mirip bahkan jika di sanding kan dengan William pasti lah mereka sangat mirip.
Bukan hanya nyonya Lisa yg tergugu penuh keterkejutan,tuan besar Smith pun sama.
"Uncle Willi nya mana?"suara lucu dari Rosse memecah kekagetan sepasang suami-istri paruh baya itu.
Belum selesai keterkejutan mereka,tuan besar Smith dan juga Nyonya Lisa kembali tergugu melihat wajah Rosse, karena Rosse adalah William versi perempuan.
"Selamat datang Mrs.Kim"tuan besar Smith yg tersadar paling pertama, sementara nyonya Lisa masih terus menatap wajah cantik makhluk yg berada di dalam gendongan Steven.
"Wah dia sangat cantik, halo princess siapa nama mu?"Rosse langsung mempererat pelukan tangan nya di leher sekertaris Steven ketika nyonya Lisa hendak mengambil tubuh mungil nya.
"Rosse,sapa nyonya itu"biru yg melihat sang anak tidak menyukai kehadiran nyonya Lisa, langsung mengingat kan tentang sopan santun yg selama ini biru ajar kan kepada si kembar.
"Hallo"Rosse menyapa dengan sedikit membungkuk kan kepala nya,membuat kuncir nya mengenai wajah tampan milik Steven.
"Kau tidak mau di gendong grandma?"Rosse menggeleng, tapi tidak berguna, Karena nyonya Lisa langsung menggendong tubuh mungil nya.
"Ndak mau!mommy"Rosse langsung meronta,untuk Pertama kali nya dia merasa tidak nyaman berada di gendongan orang asing.
Biru yg melihat putri sulung nya meronta, dengan cepat mengambil alih tubuh Rosse, menggendong lalu menenang kan Rosse yg terus menerus merengek.
"Rosse,bukan nya mommy sudah mengata kan untuk jangan nakal,kita datang untuk bekerja sayang"seperti biasa biru menasehati Rosse dengan sangat pelan.
"Lousse Ndak nakal mommy"Rosse langsung menyela karena tidak terima.
"Ayo silah kan masuk!"tuan besar Smith melangkah masuk terlebih dahulu,lalu di iringi dengan langkah kaki biru, Nisa dan Juga Rossi.
Para maid langsung mengambil alih koper mereka, meletak kan di kamar yg telah di tentu kan oleh keluarga Smith,kamar tamu dengan fasilitas VIP.
"Mrs.Kim,siapa kah wanita cantik di sebelah mu"setelag mempersilah kan para tamu untuk duduk,serta menikmati sedikit hidangan yg telah di sedia kan,nyonya lusa mulai membuka pembicaraan.
"Mrs.Smith, perkenal kan dia adalah sahabat sekaligus asisten pribadi saya,biru"Nisa yg sedang meminum teh ikut memperkenal kan biru.
"Halo biru,apa kah mereka anak-anak mu?"nyonya Lisa mendekat ke arah Rossi,mengelus kepala bocah tampan itu,guratan tidak nyaman tampak jelas di wajah beku putra bungsu biru itu.
"Ya Mrs.Smith, mereka berdua adalah anak-anak ku"Biru mengelus rambut bergelombang milik Rosse sang putri.
"Oh ya,jika William sudah menikah mungkin kami sudah memiliki seorang cucu"nyonya Lisa kembali mengingat cucu nya yg entah pergi kemana, menghilang tanpa jejak berikut wanita yg telah di nodai oleh William.
"Mrs.kim, terima kasih anda menerima permintaan istri saya untuk mengurus ulang tahun pernikahan kami,kami merasa sangat beruntung,orang nomor tiga terkaya di Korea Sudi mengambil alih pesta kecil ini"
Nisa tersenyum tipis bibir nya masih sangat pucat pasi,teh di hadapan nya tidak dapat menghangat kan tubuh nya, gatal mulai menyerang,tubuh nya memang sangat sensitif terhadap udara karena memiliki alergi.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.