Baby Twins

Baby Twins
30



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


Mobil melaju ke hotel tempat Nisa menginap, seperti biasa nya begitu turun mereka langsung di sambut megah nya bintang hotel lima.


Ting!


Nisa langsung membuka pintu hotel nya dengan id card milik nya,biru dan Rossi di sambut ruangan super lebar di sini,hanya ada satu ranjang ukuran king size,selimut putih terbentang indah di atas kasur.


dari atas jendela, terlihat jelas pemandangan kota dari atas gedung tinggi,biaya menginap satu malam di hotel ini pasti lah tidak murah,biru sudah menebak nya.


"Baring kan saja Rosse di kasur,aku akan mandi dulu"biru menurut,lalu membaring kan tubuh putri nya di atas kasur king size itu,biru tidak perlu mandi, karena sebelum pergi dia dan Rossi sudah mandi.


"Wah,kamar nya indah ya mom"Rossi masih sibuk berkeliling, menikmati ke indahan dari kamar hotel ini.


Pandangan nya beralih pada jendela,dari atas Rossi bisa melihat pemandangan ibu kota dari atas, sungguh indah nan menakjub kan.


Biru ikut berdiri di sebelah Rossi,tangan nya mengelus perlahan jendela transparan,untuk pertama kali nya dalam hidup,biru melihat ruangan mewah dan besar ini.


"Kalian ingin makan sesuatu?"Nisa yg baru keluar dari kamar mandi dengan pakaian lengkap bertanya,tangan nya memegang gagang telepon,siap memesan makanan.


"Apa saja nona"biru menjawab,walau pun dia tahu pasti makanan di hotel ini pasti mahal-mahal.


Mengangguk singkat,Nisa mulai memesan makanan,tidak butuh waktu lama bel hotel berbunyi.


Seorang pelayan datang,mendorong troli berisi makanan, setelah selesai menyiap kan hidangan,Nisa langsung memberi kan satu lembar uang seratus ribu sebagai tips.


Sebuah pesawat membelah awan putih,lepas landas dari bandara Soekarno-Hatta Jakarta,menuju pendaratan nya di Bandara Incheon airport, Seoul Korea Selatan.


Tidak membutuh kan waktu lama, setelah terbang selama beberapa jam,mereka sudah tiba di bandara internasional Incheon airport.


Menyeret koper, Nisa dan juga biru menapaki Bandara ini,Rosse dan Rossi dengan santai nya mengekor, sesekali mereka melihat ke sana kemari,mengamati lingkungan baru mereka.


Beberapa orang tampak menunduk hormat ketika berpapasan dengan Nisa,tentu karena Nisa atau lebih di kenal dengan nama Kim ae-ra adalah orang yg paling berpengaruh.


Tiba lah mereka di sebuah rumah besar bernuansa putih, mereka berempat masuk,rumah masih tampak sama,bahkan setelah sebulan di tinggal kan Nisa,tidak berubah sedikit pun.


"Masuk lah!di sana kamar kalian!"Nisa menunjuk sebuah kamar di lantai bawah.


Satu bulan berlalu.


Seorang wanita muda berhijab abu-abu bercorak biru tengah kewalahan, Karena putri nya sedari tadi tidak mau diam,dia terus saja bergerak kesana-kemari,dengan kaki-kaki kecil nya, sungguh merepot kan,untung nya dia telah memasak dan Juga berberes-beres.


"Rosse!"biru memekik kesal,tangan nya meremas gaun berwarna putih milik Rosse,ingin memakai kan nya pada Rosse saja sulit,gadis mungil itu terus berlari ke sana-kemari,hanya mengena kan pakaian dalam.


Satu bulan telah berlalu, membuat sosok biru jauh lebih dewasa dari sebelum nya,bahkan dia sudah memutus kan untuk berhijab, menjadi manusia yang lebih baik demi anak-anak nya.


"Lousse tidak mau mommy"selama berada di korea,Nisa secara khusus mendatang kan guru bahasa,supaya Rosse bisa berbicara dengan lancar,dan juga pandai berbahasa Korea.


Percuma,bahkan setelah sebulan belajar, Rosse sama sekali tidak mengerti bahasa Korea, berbeda dengan Rossi, tingkat kegeniusan yg di miliki oleh putra biru itu membantu nya untuk belajar lebih cepat.


Sementara Rosse,guru les privat nya saja hampir menyerah,jika tidak memandang yg menyewa nya adalah putri konglomerat bisnis besar,sudah di pasti kan dia akan kabur.


Menghadapi tingkah aneh dan ajaib rosse bak makhluk luar angkasa, benar-benar menguras tenaga, ketika mereka yg seharus nya belajar,Rosse malah berlarian ke sana kemari,dia hanya akan diam dan menurut ketika ada nona Kim,selebih nya dia tidak perduli.


Biru sang mommy saja sudah sangat kewalahan,makin kemari tingkah Rosse makin aneh,suka berlarian kesana-kemari,tidak pernah mau belajar, Rosse benar-benar nakal,berulang kali biru mengelus dada nya penuh kesabaran.


"Rosse!jika kau tidak menurut mommy akan telpon nona Kim sekarang"ancaman paling ampuh di keluar kan oleh biru,biasa nya Rosse paling takut dengan nona kim.


Walau pun lembut,Rosse pernah melihat dengan mata kepala nya sendiri, bagaimana beringas dan menakut kan nya nona Kim,dia bahkan sangat ahli dalam berbagai bentuk dan jenis senjata.


"Mommy sehallus nya mommy itu ndak boylleh bawa-bawa nona Kim, nona Kim na paustti seudang sibuk sekaullang"Rosse langsung mencibik kesal,tapi tak urung dia datang mendekat,membiar kan sang mommy memakai kan pakaian nya.


"Rosse, mommy tidak mau lagi mendengar kau membuat ulah, jika saja kau menurut keinginan guru mu,pasti sekarang bicara mu sudah jelas,dan kau bisa mengerti bahasa Korea"biru memakai kan gaun putih itu ke tubuh Rosse, seperti ibu-ibu pada umum nya,biru memperingati sang anak untuk tidak nakal.


"Lousse Ndak peullnah nakall mommy,gullu na yg nakall,Masha lousse di sulluh tulis-tulis tellus, lousse kan bhukan na loussi"keahlian yg di miliki Rosse dalam menyalah kan orang lain memang tidak pernah berubah sedikit pun,dia selalu saja menyalah kan orang lain.


Biru menghela nafas,tapi dia tidak jusa narsh sedikit pun kepada anak nya ini,biru berusaha untuk mengerti,Rosse sebenar nya tidak ingin belajar,dia bukan Rossi yg sangat aktif jika berkaitan dengan menuntut ilmu.


"Rosse Jan sebentar lagi mau sekolah,jadi Rosse harus menurut,jika nanti Rosse tidak bisa bagaimana?"biru mengecup dahi sang putri,memberi kan pengertian selembut mungkin.


"Lousse kan bisha tanya Shama loussi mommy"lagi dan lagi,Rosse selalu saja memiliki jawaban.


"Rosse harus belajar mandiri,Rosse bilang Rosse kan kakak,mana putri kesayangan mommy yg mandiri?jika Rosse tidak belajar bagaimana bisa Rosse membantu Rossi"biru berusaha lebih keras lagi,tentu saja dengan cara yg lembut,dia tidak ingin marah-marah, khawatir jika nanti Rosse malah takut pada nya.


"Iyha nanti lousse bellajall,taupi nanti mommy,lousse sekaullang mahu makan"Rosse langsung berhamburan keluar, seperti biasa nya jika berkaitan dengan makanan,Rosse berada di urutan paling pertama.


Biru hanya bisa menghela nafas, menasehati Rosse lebih susah di banding kan si bungsu Rossi, karena tugas nya telah selesai,biru kembali mengekori sang putri.


Di ruang makan, tampak Nisa dan Rossi sedang berbincang-bincang di sela sarapan mereka.


Semenjak di Korea, Rossi berusaha sebisa mungkin untuk mengembang kan bakat nya, rancangan nya pun di beri kan secara cuma-cuma kepada nisa, sebagai bentuk balas Budi dan rasa terima kasih karena nisa sudah memberi kan tempat tinggal yg layak untuk mereka,dan juga perkerjaan untuk biru,sang mommy.


"Selamat pagi nona Kim, loussi"dengan di bantu biru,akhir nya Rosse bisa duduk di kursi,sarapan sudah tersedia di meja, jadi lah dia tinggal memakan nya saja.


"Kau bangun terlambat lagi rosse,ini sudah ke berapa kali nya semenjak kita pindah ke sini?"bukan Nisa yg memarahi Rosse,melain kan Rossi sang kembaran nya.


"Lousse Ndak bangun teullambat, mommy na yg lama mandiin lousse,jadi na lousse keluall na lama"biru menghela nafas, Rosse bisa-bisa nya menyalah kan nya.


"Maaf karena kita lama keluar nya nona Kim"biru merasa sangat sungkan, biru merasa tidak enak,susah menumpang tapi menyusah kan,pada hal dia tahu Nisa sama sekali tidak masalah.


"Tidak masalah, jangan merasa sungkan,dan nikmati lah sarapan mu segera!"walau pun sudah tinggal bersama selama satu bulan,Nisa tau biru masih takut pada nya.


"Mommy mau shusu!"Rosse sedari tadi berusaha untuk menjangkau susu di atas meja dengan tangan kecil nya, tepi apa daya,Rosse tidak bisa menggapai nya.


"Iya sayang"biru mengambil kan gelas berisi susu,lalu mulai membantu Rosse untuk minum,takut tumpah,untuk masalah makan, dengan perintah Nova Kim, Rosse bisa makan sendiri.


Tidak butuh waktu lama, mereka telah menyelesai kan sarapan,Nisa mulai berdiri lalu berjalan keluar di ekori oleh biru, Rosse dan juga Rossi, mereka akan pergi ke KNN boutique.


Satu bulan ini,biru memang sering bantu-bantu di KNN boutique, sekedar membantu memberes kan gaun-gaun,dan juga menjahit baju dengan keahlian nya, terkadang biru juga membuat kue di KAR cake.


Untuk masalah materi da juga uang,biru sama sekali tidak merasa kekurangan sedikit pun,nisa selalu saja bisa memenuhi kebutuhan nya pribadi.


Seperti biasa nya Nisa selalu mengendarai mobil nya sendiri,bak pembalap kelas dunia, terkadang Nisa tanpa ragu menyalip mobil lain.


"Biru!kau nanti bantu karyawan di toko kue saja,untuk masalah butik biar aku yg turun tangan"sembari menyetir Nisa mulai membuka pembicaraan.


"Baik lah nona Kim, terima kasih banyak karena telah memberi perkerjaan serta tempat tinggal yg layak"biru memang sering mengucap kan terima kasih,sebanyak apa pun biru berterima kasih,rasa nya tidak cukup untuk membalas jasa-jasa Nisa selama ini.


"Mommy,kaupan lousse bisha beulltemu Dengan daddyh?lousse kan syudah peullgih jauh,naik pesawat teullbang.di Mauna Daddy na lousse beullkellja?di shini tellalu banak llummah-llummah beusall"Rosse terus berceloteh,tangan nya beberapa kali menunjuk gedung-gedung pencakar langit yg menjulang tinggi.


Diam.hanya itu yg bisa biru lakukan,bibir nya terasa kelu,untuk menjawab saja dia tidak berani, harapan kecil rosse, bertemu sang Daddy,hanya itu,biru berulang kali meminta Rosse untuk berhenti memikir kan Daddy dan daddy.


Terkadang biru frustasi sendiri,tak jarang dalam gelap nya malam,biru selalu terisak.hati nya merasa sangat terluka, melihat anak-anak nya tumbuh tanpa ayah, tapi biru bisa apa.


Walau pun berharap bisa bertemu laki-laki itu,biru tidak bisa menghilang kan trauma nya, laki-laki itu,ya laki-lakinya yg berstatus Daddy anak-anak nya adalah laki-laki yg sama,yg telah merenggut kehormatan dan masa depan nya.


"Mommy!"biru yg melamun tersentak mendengar pekikan Rosse yg sangat keras.


"Rosse bukan kah mommy sudah bilang,Daddy berkerja di tempat yg sangat jauh"seperti biasa nya,biru menjawab dengan hal yg sama.


"Tellus keunnapah Daddy Ndak peullnah tepon? Meummang na beunall kata loussi,Daddy Ndak sayang Shama khita?" Rosse menunduk,walau pun berusaha menyangkal,akhir nya dia termakan provokasi yg di beri kan Rossi.


Bukan tanpa alasan,Rossi memang tidak mau lagi mendengar Rosse selalu membahas tentang Daddy dan Daddy,itu bagai kan genderang perang yg terus di tabuh di telinga rossi.


"Tidak,Rossi salah.daddy sangat sayang pada kalian,hanya saja waktu belum mengizin kan kalian untuk bertemu,suatu saat Daddy pasti akan menemui kalian"biru memaling kan wajah nya, menyembunyi kan air mata yg tanpa izin mengalir begitu deras.


"Beunall kah?loussi Daddy Ndak sepellti itu,Daddy sayang pada khita, loussi sehallus na Ndak boleh begitu!"Rosse langsung memarahi saudara kembar nya, tapi nada penuh kebahagiaan terpancar jelas.


"Jika Rosse ingin segera bertemu dengan Daddy, jadi lah gadis yg penurut,belajar dengan benar,jika nanti Daddy datang dan Rosse masih berbicara seperti itu,Daddy pasti akan marah"Nisa menyela,memberi kan motivasi agar Rosse mau belajar.


"Baik lah,besok lousse mahu bellajall dengan baik,janji"Rosse mengangkat dua jari nya, membentuk janji khas anak kecil.


"Kau kuat biru"biru menoleh ke arah Nisa yg baru saja memberi kan kata-kata penyemangat untuk nya,mengangguk mantap,biru yakin dia kuat, menghadapi cobaan.


Terutama dia tidak lagi sendiri sekarang,ada Nisa yg siap membantu nya,berada di sebelah nya,mengulur kan tangan membantu nya.


Rossi,pria kecil itu sedari tadi memilih diam tidak membuka suara sedikit pun, bibir nya tertutup rapat,hanya mata tajam nya saja yg terlihat beberapa kali mengerjap.


Tidak suka,ya Rossi sedang berada di fase itu.sedari di dia memang tidak pernah menyukai pembahasan tentang seorang Daddy,bahkan ketika dia belum tau itu siapa.


Hidup hanya bersama ibu dan juga Rosse,menjadi batas tersendiri di hati Rossi,hanya sekali tetapi di pegang teguh,Rossi sama sekali tidak pernah menyukai manusia yg di sebut Daddy.


Bagi Rossi, seorang Daddy tidak lebih dari laki-laki tidak bertanggung jawab, laki-laki yg telah membuat nya dan juga Rosse kurang kasih sayang,kasih sayang dari biru saja tidak cukup untuk mengganti kan kasih sayang yg seharus nya mereka dapat dari Daddy.


"Rossi! tidak baik melamun boy"biru menegur sang putra yg sedari tadi hanya melamun.


"Maaf mommy"Rossi mengalih kan Pandangan nya kepada sang ibu, senyum tipis terukir di wajah tampan Rossi.


"Kau memikir kan sesuatu Rossi?"biru menoleh ke arah kursi belakang, bertanya dengan nada sangat serius.


"Tidak mommy"biru menghela nafas,Rossi memang tidak pernah berubah,dia selalu serba singkat,bahkan dalam menjawab.


Mobil yg mereka tumpangi sampai di sebuah gedung besar,melepas kan sabuk pengaman,semua penghuni mobil ikut turun.


KNN BOUTIQUE,gedung dengan logo besar lambang bulan sabit,tempat biru dan Nisa berkerja.


Beberapa karyawan langsung membungkuk hormat dan membuka kan pintu ketika Nisa masuk, sesekali gadis itu hanya mengulas senyum tipis dan anggukan ketika para karyawan nya menyapa, maklum lah boss killer.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.