Baby Twins

Baby Twins
bab23



FOLLOW IG AUTHOR : NIS3263.


HAPPY READING.


Indonesia.


Di sebuah ruangan putih,dengan Bau obat-obatan yg menyengat,seorang wanita muda tengah berbaring,selang infus melekat di punggung tangan kanan nya.


Biru terbaring hampir satu malam di sana,mata nya masih tertutup,ibu dua anak itu belum membuka mata nya sejak tadi,tentu saja membuat Rahardian yg masih setia di samping nya khawatir.


Untung nya si kembar, Rosse dan juga Rossi telah di titip kan kepada seorang penghuni kos,hingga Rahardian tidak perlu lagi mengkhawatir kan keadaan mereka.


Perlahan kelopak mata milik biru mengerjap,aroma obat langsung menusuk Indra penciuman nya.


"Eugh"biru melenguh perlahan,sebelum nyawa nya terkumpul sepenuh nya.


"Biru kau sudah sadar?"Rahardian yg masih tidur sontak terbangun ketika mendengar lenguhan biru,di tatap nya wajah cantik sang pujaan hati.


"Aku ingin pulang"biru mencabut paksa infus yg melekat di tangan nya,lalu mulai beranjak, dalam diam nya Rahardian tertunduk,dia tahu alasan biru menjaga jarak dari Nya.


Setelah menyelesai kan pembayaran,biru hendak keluar dari lobby rumah sakit,tapi terhenti ketika sebuah tubuh kekar menabrak nya, karena belum benar-benar pulih,tubuh biru sampai terhuyung ke belakang, beruntung ke dua lengan kekar segera memeluk pinggang ramping nya.


Deg!


Jantung biru seakan berhenti di tempat,dia terkejut bukan main menatap wajah tampan di hadapan nya,rasa nya biru ingin sekali menghilang sekarang,dia sangat sedih menatap laki-laki yg sangat dia cintai tengah memeluk nya.


Andi,ya laki-laki yg tengah menahan tubuh biru terkejut bukan main,dia lah Andi,sahabat sekaligus laki-laki yg sangat di cintai oleh biru.


Mata mereka saling bertatapan,berjuta kerinduan tergambar di sana,empat tahun tidak bertemu membuat rindu mereka semakin menumpuk.


"Maaf"biru langsung memperbaiki tubuh nya,berdiri tegap, mendongak,menatap langsung wajah laki-laki yg sangat dia cintai itu.


"Biru kau kah ini?"Andi langsung memeluk tubuh sang sahabat dengan erat,mata nya memerah menahan tangis,hanya dia yg tau betapa sulit mencari keberadaan biru,pada hal mereka masih satu kota.


Tangan biru terasa gamang,untuk membalas pelukan Andi saja tangan nya terasa sangat berat,hanya air mata yg mampu mewakil kan rasa nya saat ini.


"Aku merindu kan mu"biru menggigit bibir bawah nya, mendengar ungkapan penuh kerinduan yg di beri kan Andi kepada nya, sungguh membuat ibu dua anak itu sangat bahagia.


"Aku juga"biru melepas paksa pelukan Andi,dia sadar diri, laki-laki yg tengah dia peluk milik wanita lain,mia.nama itu terlintas begitu saja,walau biru tidak tau mereka memang menikah atau belum,setidak nya biru harus sadar diri.


"Aku benar-benar bahagia bertemu dengan mu"Andi menghadiahi kecupan manis di kening biru,wanita yg telah membuat nya mencari-cari kesana-kemari,kini wanita itu tengah berada di hadapan nya.


"Biru,kau ke mana saja?,kau tidak merindu kan ku?aku mencari mu tanpa henti,setidak nya beri aku kabar?"Andi terus memberondong biru dengan segala macam pertanyaan yg meluncur bebas dari bibir nya.


Sementara biru,wanita itu hanya mengulas senyum, keperdulian itu masih terlihat.biru melihat dengan jelas bentuk keperdulian Andi pada nya, empat tahun berlalu tidak membuat hubungan mereka merenggang ternyata.


"Tangan mu"mendadak Andi tergugu melihat tangan biru yg masih mengeluar kan darah segar,biru melihat ke arah tangan nya, darah segar masih mengalir.


"Ikut aku!"biru tersentak ketika tangan nya di tarik oleh Andi,ternyata laki-laki itu menarik nya menuju mobil.


Andi sibuk mengobrak-abrik isi mobil nya,mencari kotak p3k yg biasa nya tersedia di sana, setelah menemu kan nya Andi langsung mengobati luka di tangan biru.


"Terima kasih banyak Andi"biru menjauh kan tangan nya dari genggaman Andi setelah laki-laki tampan dengan tinggi kurang lebih 185 cm itu mengobati luka nya.


"Aku antar pulang"Andi tidak memperduli kan protes yg di layang kan biru,dia langsung menarik biru untuk masuk ke dalam mobil nya.


Di perjalanan, biru hanya diam,bingung harus berbicara apa,pada hal biasa nya mereka selalu mengobrol bersama,tapi sekarang hanya ada kecanggungan,mungkin karena sudah empat tahun tidak bertemu.


"Biru!"Andi memecah kan keheningan di dalam mobil,membuat biru yg sedari tadi memandang ke luar jendela mobil menoleh.


"Bagaimana kehidupan mu empat tahun kebelakang ini?"


Biru terdiam,ingin rasa nya dia bersandar di bahu Andi, lalu mulai mencerita kan semua kesusahan yg dia hadapi, bercerita bersama,sembari membagi beban yg biasa nya di simpan biru seorang ini.


"Kau bisa percaya pada ku biru,kita bersahabat dari kecil,aku tetap Andi mu yg dulu,kau bisa mencerita kan masalah dan beban mu kepada tanpa khawatir"


Seakan mengerti keraguan biru,Andi mulai meyakin kan,dia tak ingin sahabat nya memendam kesedihan seorang diri.


Air mata meluncur begitu saja, menjatuhi pipi mulus milik biru.


"Hidup ku hancur an,bahkan sebelum aku memulai nya"biru menghapus air mata nya secara kasar,sesak rasa nya mengungkit luka itu lagi, tapi mungkin ini yg terbaik,jika dia tidak berkeluh kesah pada Andi, Bagaimana sahabat nya ini bisa tau kesedihan nya.


"Maksud mu?"Andi sama sekali belum menangkap arah pembicaraan biru yg masih ambigu ini.


"Bukan kah kehidupan mu baik-baik saja selama ini?,kau sudah belajar mandiri, mendapat perkerjaan yg baik,kau juga berkuliah kan?,lalu bagaimana bisa kehidupan mu hancur bahkan sebelum kau memulai nya?"


Biru tersenyum getir,ternyata Andi berfikir kehidupan nya sebahagia itu,pada hal kenyataan berbanding terbalik,untuk meraih cita-cita menjadi seorang dokter bedah saraf yg dia perjuang kan selama ini saja kandas, bagaimana bisa dia bahagia sekarang.


"Aku tidak kuliah,aku tidak bahagia!semua nya hancur an"biru terisak keras,bahkan sampai sesegukan, menjadi diri nya tidak lah enak,dia sama sekali tidak pernah merasa baik-baik saja.


Andi menepi kan mobil nya,melepas sabuk pengaman,lalu memeluk tubuh biru, menenggelam kan wajah cantik sang sahabat di dada bidang nya.


"Maaf karena aku tidak tau penderitaan mu selama ini"Andi terdiam.


"Tahu kah Andi,aku sama sekali tidak pernah berkuliah,walau pun aku ingin,aku tidak bisa melakukan nya,aku pergi bukan karena perkerjaan, tapi karena aku di perkosa dan hamil"


Bagai kan tersambar petir,Andi terdiam,mata nya kini berkaca-kaca, laki-laki tampan itu sangat hancur sekarang, sebagai seorang sahabat dan laki-laki yg seharus nya melindungi biru,dia bahkan tidak tau apa yg terjadi pada sahabat nya selama ini.


Andi sedih,ya dia sangat sedih,giliran nya mulai berkelana,mencoba mencari jawaban sendiri bagaimana bisa biru di perkosa,lalu anak biru masih kah hidup.


Biru terisak,sejujur nya dia tidak kuat membuka luka lama yg masih basah itu, terutama ketika melihat Rosse dan juga Rossi,ke dua anak kembar nya itu memiliki mata yg sama.


Walau pun biru tidak melihat jelas wajah laki-laki yg memperkosa nya,tapi hati kecil biru yakin, bahwa laki-laki itu pasti sangat mirip dengan Rosse dan Rossi.


"Biru maaf"biru menoleh ke samping,ternyata Andi ikut menetes kan air mata,ada apa dengan nya?begitu lah yg ada di fikiran biru.


"Aku tidak bisa menjadi sahabat yg baik"jalanan yg renggang karena malam hari,membuat Andi leluasa berteriak keras,dia frustasi,merasa menjadi sahabat yg tidak berguna.


"An, ini bukan salah mu,semua ini salah ku karena aku tidak bisa menjaga diri ku dengan baik"biru memegang bahu Andi berusaha menenang kan sahavat baik nya,tapi percuma,


"Aku salah biru,aku tidak bisa menjaga mu walau pun aku ingin"Andi menutup wajah nya mengguna kan ke dua telapak tangan,dia frustasi bukan main.


Andi terus berfikir biru tidak akan kuat menjalani nya sendiri,tapi Andi salah,biru sangat kuat bak karang yg tidak pernah goyah bahkan ketika ombak menerjang.


"Andi bisa kah kita pulang sekarang? anak-anak ku pasti menunggu"biru teringat kepada Rosse dan Rossi,pasti ke dua anak nya itu tengah menunggu kepulangan nya.


"Anak-anak?"kening Andi berkerut dalam,tidak mengerti kenapa biru memanggil anak nya anak-anak, tidak mungkin kah anak dari biru lebih dari satu.


"Mereka kembar"biru mengulas senyum tipis, sembari memakai sabuk pengaman nya lagi seiring mobil milik Andi melaju pelan.


Ke dua sahabat yg telah terpisah empat tahun itu sesekali mengulas senyum dan juga tawa,mengingat bagaimana kehidupan mereka dulu.


Bersama sedari SD membuat ikatan yg di miliki oleh biru dan juga Andi sangat lah kuat.mereka bagaikan teman hidup yg tidak akan terpisah kan.


"Bagaimana hubungan mu dengan Mia,belum lama aku bertemu dengan nya di restauran tempat ku kerja"merasa situasi mulai membaik,biru mulai membuka pembicaraan yg lebih serius,menanya akan bagaimana Hubungan Andi dan juga Mia.


"Entah lah,aku menikah dengan nya tepat setelah lulus SMA"Andi menjawab jujur,raut wajah nya berubah menjadi sendu.


"Lalu apa yg terjadi? kalian sudah memiliki anak?berapa?,lalu kalian tinggal di mana? jurusan apa yg Mia ambil?mampu kah Mia yg manja itu menjaga anak mu?"biru terus mengeluar kan pertanyaan demi pertanyaan, rentetan pertanyaan yg sebenar nya hanya untuk menutupi kesedihan nya.


"Semua tidak berjalan baik biru"Andi tertunduk,membuat biru semakin merasa penasaran,sebenar nya apa yg terjadi pada pernikahan Andi dan juga biru.


"Kami memiliki seorang putri,dia cantik sekali biru,mata nya bulat,tapi sayang...."perkataan Andi terhenti,tampak nya ada beban yg harus di pendam seorang diri,rasa nya benar-benar menyakit kan,bahkan biru yg tidak tau masalah nya,ikut merasa kan beban yg di pikul Andi.


"Aku sedang mengaju kan perceraian"


Uhuk,uhuk.


Biru yg baru saja menegak air minum langsung tersedak.


"Bagaimana bisa?"biru terdiam,dia benar-benar bingung,ada apa sebena denganr nya hubungan Andi dan mia,bukan kah mereka baik-baik saja.


"Mia selingkuh,sebenar nya anak yg dia kandung bukan anak ku,aku sama sekali tidak pernah menyentuh nya"


Kejutan macam apa lagi ini,biru terperangah kaget, begitu banyak kejutan yg di beri kan oleh Andi ke pada nya setelah lama tidak bertemu.


"Kita pulang"biru tidak menangis atau merasa iba,nada suara nya terdengar tegas dan dingin.


Air mata nya mengalir begitu saja,andai Mia tidak meminta Andi bertanggung jawab,biru tidak akan patah hati,hingga memutus kan untuk pergi ke club,jadi dia tidak akan di perkosa.


Boleh kah sekarang biru menyalah kan Mia, tidak.biru bukan wanita bodoh,dia yakin ini semua takdir yg telah tuhan tulis untuk nya,takdir yg tidak bisa biru tolak walau pun dia ingin.


Cit!!!


Biru tersentak,begitu menoleh ternyata mereka sudah sampai di kos-kosan biru,Andi ikut turun mengekori langkah sang sahabat.


Di depan kos-kosan,Rosse dan Rossi sudah menunggu kepulangan sang mommy.


"Mommy"twin langsung berlari ke arah biru, melihat kehadiran sang anak,biru langsung berjongkok,membuka ke dua tangan nya lebar-lebar, menyambut pelukan dari dua baby twins kesayangan nya.


"Huwaa.... mommyhh keunnapah mommyhh Ndak puyang-puyang, lousse Atut ceudilian mommyhh"Rosse langsung terisak di dekapan sang mommy,gadis mungil itu takut jika terjadi sesuatu pada mommy nya.


"Rosse jangan menangis Cantik,mommy baik-baik saja, cup....cup..


Anak mommy tersayang"biru merapih kan rambut ke emasan milik Rosse yg sedikit berantakan.


"Mommyhh lousse Atut"Biru menghela nafas panjang,sebelum akhir nya menggendong tubuh mungil Rosse.


"Ayah na allabella!"Rosse mendadak memekik keras.


Andi tertegun mendengar panggilan dari si mungil itu,dahi nya mengeryit berusaha untuk mengingat anak dari biru,apa kah mereka pernah bertemu sebelum nya.


Tertegun.tubuh biru terdiam di tempat,mata nya berulang kali mengerjap,tidak mungkin kan Andi yg di panggil ayah arabella oleh putri nya,tapi mengingat hanya ada Andi di sini,keraguan biru seakan terhenti.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like, like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.