Baby Twins

Baby Twins
29



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Apa kabar pak Rahardian?


Anda baik-baik saja bukan pak,saya harap anda selalu berada di dalam lindungan yg kuasa.


Begitu anda membaca surat ini arti nya saya bukan lagi bagian dari restauran ini.


Terima kasih, terima kasih untuk segala nya pak,untuk bantuan baik materi maupun psikologis yg anda beri kan, segala nya.


Terima kasih karena telah menjadi ayah yg baik untuk si kembar, Rosse dan Rossi, menjadi laki-laki yg baik untuk ku.


Beribu terima kasih tidak akan pernah mampu membayar semua jasa yg telah bapak lakukan untuk saya, terima kasih karena anda telah mencintai saya,dan maaf karena saya tidak mampu membalas cinta bapak,atau pun menghargai nya.


Ibu anda benar,anda terlalu berharga dan juga suci untuk wanita hina dan kotor seperti ku,anda terlalu beruntung.


Sampai kan salam ku untuk ibu anda Nyonya Nina,semoga saja karma segera menghampiri nya,membuat nya mengerti arti sesungguh nya dari kehidupan.


Semoga saja dia mendapat kan hukuman yg setimpal,ibu anda memang tidak pernah berubah pak,dia selalu saja mementing kan ego dan keinginan nya sendiri.


Cukup pak! jangan cari saya lagi,sepergi nya saya dari restauran ini arti nya saya memutus kan semua hubungan baik dengan anda, keluarga anda atau pun restauran ini.


Percaya lah pak,saya tidak akan pernah melupa kan segala jasa-jasa anda,tapi jika kelak kita bertemu,anggap saja kita hanya orang asing.


Tertanda: biru.


Ke esokan hari nya.


Tidak seperti biasa nya, biru hari ini tidak membawa serta si kembar,membiar kan ke dua anak nya berada di rumah.


Namun biru salah,ke dua anak nya tidak diam di rumah lebih tepat nya, Rossi harus mengiri langkah kaki kembaran nya yg entah di mana, Rosse.


"Rosse kau sebenar nya ingin ke mana!"Rossi memekik kesal, sedari tadi Rosse tak henti-henti nya berjalan, mereka bahkan sudah jauh dari rumah, lebih tepat nya mereka entah berada di mana.


"Lousse ingin jalan-jalan? lousse bosen tahu di llummah"Rosse sibuk menggerutu kesal,dia benar-benar Bosan di rumah,langkah kaki nya pergi jauh,entah membawa mereka ke mana.


"Loussi,khita dhi manah? lousse Atut"Rosse mendadak terhenti ketika menyadari bahwa mereka tersesat,dengan cepat dia segera berbalik, mendekat ke arah rossi,memeluk lengan sang kembaran erat.


Rossi diam,dia juga sangat bingung sekarang,tapi sebisa mungkin dia tidak terlihat panik,jika dia panik pasti rosse akan menangis.


Di tengah banyak nya orang-orang berlalu-lalang,sibuk dengan urusan nya sendiri,Rossi berusaha untuk mencari celah, mengingat dari mana mereka pergi tadi,tapi karena terlalu fokus mengikuti langkah kaki rosse,Rossi menjadi tidak sadar.


"Lousse Atut"Rosse mulai terisak dia takut bukan main,dalam diam nya Rossi berharap sebuah keajaiban,semoga ada seorang penolong datang.


Di balik kaca sebuah restauran, sepasang mata tajam mengawasi dua makhluk kecil dengan rambut ke- emasan itu, seorang gadis berhijab abu-abu tampak terus mengamati Rosse dan Rossi.


Dia mulai beranjak,ketika menyadari Rosse dan Rossi mulai panik, perlahan langkah Hells nya mendekat.


"Kalian tersesat?"


Rosse dan Rossi refleks langsung menoleh, mereka melihat seorang gadis cantik, dengan tubuh tinggi semampai di balut rok dan juga kemeja berwarna coklat susu,Hells hitam menjulang tinggi,raut wajah dingin itu tak meluntur kan kecantikan nya,dan juga ketegasan yg di miliki nya.


"Nona Kim"satu nama muncul dari bibir Rossi,tentu dia mengenal baik siapa yg berdiri di hadapan nya.


"Kau mengenal ku?"gadis itu melepas kan kaca mata hitam nya, seulas senyum lembut terukir di wajah cantik yg terlihat pucat.


"Wihh!kakak na millip nona Kim,nona papollit na loussi,itu loh yg Puna toko baju geude di sebellah na toko kue,teullnyata ashli na leubih tantikk"Rosse yg tadi nya terisak sekarang mendadak berubah,senyum lebar dengan lesung pipi menghiasi wajah cantik nya.


Kim ae-ra,idola dari Rossi kini berdiri tegap di hadapan nya,gadis bernama asli Nisa itu terus memandang saudara kembar ini,Kim begitu lah dia terkenal di Industri fashion,tangan dingin nya menyulap KNN boutique yg berada di ambang kebangkrutan, berubah menjadi butik mendunia, puluhan cabang di buat atas nama nya.


"Kalian lapar?"Nisa melihat jam tangan mewah yg melingkar indah di tangan kurus nya, waktu sudah menunjuk kan pukul 11:50, berarti sudah waktu nya makan siang.


"He'um lousse lapell,taupih lousse Shama loussi Ndak puna uang"Rosse tertunduk,tangan nya mengelus perut nya pelan,dia benar-benar lapar,tapi apa daya,Rosse tidak memiliki uang sepeser pun untuk membeli makanan.


Rossi memilih diam,walau pun jujur dia juga lapar,namun tetap dia tahan, sedari kecil Rossi memang terbiasa menahan sesuatu sendiri.


"Kalian mengenal kakak kan?jadi tidak perlu takut,ayo masuk ke sana,kakak akan membeli kan kalian makan siang"Nisa menggandeng tangan Rosse,mengajak nya masuk lebih dahulu ke dalam restauran tempat nya makan tadi, sementara Rossi dengan setia mengekor.


"Mbak!saya pesan ini,ini,ini,ini,ini,dan ini!"Nisa menunjuk beberapa menu yg ada di daftar menu,tentu saja untuk ke dua anak kembar ini dan diri nya yg belum sempat makan siang,bahkan sarapan saja dia lupa.


"Nona Kim, kapan anda sadar dari koma?"sepergi nya waiters,Rossi langsung membuka pembicaraan.


"Sehari yg lalu, kau tampak nya banyak tau tentang ku boy"tanpa mengalih kan pandangan dari jendela,Nisa menjawab Santai.


"Iyha lah, loussi kan penggemall bellat na kakak,di llummah banak foto-foto kakak,loussi bahkan gaumball-gaumball biall bisha bellteumu Shama kakak,kata na nanti mahu juall gaumball-gaumball na,biall bisa di juall"Rosse menerang kan secara signifikan,membuat gadis dewasa di hadapan nya tersenyum tipis.


"Benar kah?bisa kakak lihat?"Nisa menyodor kan tangan nya,Rossi tidak tau, bahwa Rosse ternyata membawa satu gambaran nya,jadi lah sekarang desain gaun indah itu berada di tangan nisa.


Di tangan seorang designer kelas dunia,yg rancangan nya telah banyak di pakai oleh public figur,artis,idol, bangsawan bahkan jajaran pemerintah sekali pun,membukti kan karier nya selama ini benar-benar nyata, menjadi seorang desainer terkenal bukan lah hal mudah,harus seseorang yg memiliki skill khusus.


"Ini indah"singkat, ketelitian Nisa dalam mengamati suatu objek memang patut di acungi jempol,dia selalu mengamati dari berbagai sisi,terutama sisi kesenian.


"Oh ya,nama kalian siapa?"Nisa meletak kan kertas berisi Desain yg di gambar oleh Rossi di sebelah nya,mulai menanya kan nama anak-anak ini.


"Lousse"


"Rossi"


Mereka menjawab bersamaan.


"Nama yg indah,di mana mommy kalian, bagaimana bisa kalian pergi sendiri tanpa pengawasan?jika ada orang jahat bagaimana?"di balik wajah dingin yg selalu di tampil kan oleh nya,Nisa memang di kenal dengan hati yg hangat serta dermawan.


"Mommy sedang berkerja, kami hanya main,dan tidak tau akan tersesat seperti ini"Rossi menjelas kan, bagaimana bisa mereka tersesat.


Beberapa pelayan datang membawa kan pesanan mereka,menata nya Serapih mungkin, berusaha meminimalisir keluhan pengunjung, mengingat ini adalah restauran bintang lima.


"Terima kasih"Nisa sedikit membungkuk hormat.


"Ayo makan!"Nisa mulai menyantap makanan di hadapan nya, berbeda dengan Rossi yg memilih menyingkir kan makanan nya,lalu mengambil sendok milik Rosse.


Tentu Rossi tau, Rosse tidak bisa makan sendiri,dia harus di suapi, sebagai seorang saudara kembar yg baik,Rossi mulai menyuapi Rosse perlahan dan penuh dengan kasih sayang,mengesamping-kan rasa lapar yg sedari tadi menggelayut perut nya.


Siapa saja tentu terenyuh, termasuk Nisa,dia terenyuh,melihat kepedulian terhadap satu sama lain dengan mata kepala nya sendiri.


"Wah enak,lousse shuka makan enak, taphi mommyhh Ndak puna uang buat makan enak"dengan mulut penuh makanan, Rosse berceloteh,jiwa wartawan nya seakan memberontak, hingga dalam keadaan mulut penuh pun dia masih saja cerewet.


"Rosse!saat makan jangan berbicara"Rossi langsung melayang kan peringatan tegas.


"Rossi,makan lah biar Rosse kakak yg menyuapi"Nisa mengambil alih sendok,lalu mulai mengganti kan tugas Rossi, untuk menyuapi Rosse.


"Terima kasih nona Kim"Rossi sangat bahagia,binar kebahagiaan tidak pernah surut dari mata nya,tentu saja dia bahagia,bisa makan enak,masuk ke restauran mewah,dan nilai plus nya bertemu dengan sang idola, Kim ae-ra.


Tidak membutuh kan waktu lama,semua makanan di meja telah tandas,rasa nya benar-benar enak,Nisa yg biasa nya tak terlalu makan banyak sekarang berubah drastis.


Sebenar nya dia tidak ingin makan banyak,tapi melihat Rosse dan juga Rossi tidak makan,membuat nya harus ikut.


"Kakak akan mengantar kalian pulang, tapi sebelum itu,kalian mau ke sana?"Nisa menunjuk sebuah toko boneka.


"Tidak perlu nona Kim,lebih baik kami pulang saja,takut mommy mencari,maaf karena kami merepot kan"kedewasaan yang di miliki oleh Rossi memang sangat di kagumi oleh banyak orang, termasuk kembaran nya sendiri.


Rosse ikut mengangguk,walau pun dia ingin sebuah boneka besar dan baru,namun dia sadar mereka terlalu merepot kan,di tambah pasti mommy nya sedang mencari-cari keberadaan mereka.


"Baik lah, kalian tunggu di sini,kakak akan ke sana sebentar"Rosse dan Rossi hanya mengangguk.


"Lousse,nona Kim ithu mahu keummana meummang?"tanya Rosse setelah pergi nya Nisa,Rosse menoleh lalu mengikuti langkah kaki Nisa yg ternyata pergi ke sebuah toko.


"Entah lah"Rosse hanya mengendikan bahu acuh,sembari menyesap jus mangga nya,Rossi mengamati restauran bintang lima ini, sungguh indah,Rossi bahkan sampai takjub sendiri melihat nya.


"Ini untuk mu Rosse"Nisa sudah kembali,sembari membawa boneka besar berbentuk panda.


"Wah...paunnda! lousse shuka...tellima kasih nona"Rosse langsung menerima boneka panda itu,mengelus nya dan memeluk nya erat, walau pun ukuran panda nya cukup besar,bahkan melebihi tubuh mungil Rosse.


"Rossi kau ingin sesuatu?"Nisa menawari Rossi lebih dahulu.


"Baik lah,ikut kakak,sopir sudah menunggu kita"ajak Nisa.rosse dan Rossi langsung mengekori nisa dari belakang.


Sebuah mobil pribadi mewah berwarna hitam sudah menunggu mereka sedari tadi, seorang sopir dengan pakaian khusus berwarna hitam telah membuka kan pintu untuk Nisa.


"Kalian ingat rumah kalian di mana?"mereka tengah berada di dalam mobil.


"Tidak,tapi yg kami tau,biasa nya mommy mengantar kue ke KAR cake,di sebelah gedung KNN boutique"hanya itu yg di ingat oleh Rossi,selebih nya dia tidak ingat,di tambah mereka baru saja pindah,tentu saja Rossi lupa,di mana jalan nya.


"Pak!ke KNN boutique!"Nisa langsung memerintah kan sopir untuk pergi ke gedung KNN boutique.


"Baik nona"sang sopir langsung menurut, langsung melaju kan mobil menuju ke gedung KNN boutique.


Jika si kembar sedang bahagia, berbeda dengan mommy mereka,biru kalang kabut mencari keberadaan Rosse dan Rossi,tentu saja dengan bantuan Andi.


Mereka terus menyusuri jalanan kota mencari-cari keberadaaan Rosse dan Rossi, hingga mereka di sini, restauran milik Rahardian.


"Kau yakin Rosse dan Rossi ada di sini?"Andi yg berdiri di sebelah sang sahabat mengeryit bingung, restauran ini cukup besar untuk bermain anak-anak, terutama Rosse yg super lincah dan tidak mau diam.


"Ya!mereka mungkin mencari ku,aku belum sempat mengata-kan bahwa aku sudah keluar dari restauran ini"biru masuk dengan terburu-buru,mungkin anak-anak nya merindu kan Rahardian, karena itu tujuan pertama biru adalah ruangan Rahardian.


Setelah mengetuk beberapa kali,tanpa menunggu jawaban,biru langsung membuka pintu secara kasar,awal nya Rahardian ingin marah karena ada yg tidak sopan,namun melihat biru yg datang dengan linangan air mata, membuat Rahardian langsung bangkit dari duduk nya.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.