Baby Twins

Baby Twins
part 17



FOLLOW IG AUTHOR: NIS 3263.


HAPPY READING.


Karena itu biru berbohong,jadi lah Rosse bungkam tak pernah bertanya lagi,kakek dan nenek nya pergi jauh dan tidak akan pernah kembali,hanya itu yg dia tahu,tidak ada yg salah bagi Rosse, karena perkataan sang mommy semua nya benar,tanpa terkecuali.


Tuan Hartono, laki-laki paruh baya itu tertegun,dia memang salah dengan mengabai kan biru kecil,tidak pernah menganggap nya ada sekali pun,tak pernah sayang,tapi setidak nya sebagai putri yg baik,biru tidak boleh membohongi cucu-cucu nya dengan perkataan seperti itu.


Rasa sesak sedikit hinggap di dada tuan Hartono,menyesal pun tak guna,ego nya tetap mendukung keputusan nya tak menganggap biru.


Tapi melihat manik suci milik Rosse menatap nya dengan polos,membuat lagi-lagi tuan Hartono bersedih,mau tidak mau,anak kembar di hadapan nya, adalah putri dan putra sang anak, biru Anindita fresyah.


"Tapi ini kakek mu Rosse,kau tidak boleh berkata seperti itu"perkataan Rahardian membuyar kan lamunan tuan Hartono,begitu di lihat nya, Rosse masih tetap menggeleng,tidak suka itu yg dapat di tangkap oleh tuan Hartono,dari tatapan anak laki-laki kecil yg sangat mirip Rosse.


"Ndak!loussi biyang na Shama lousse Ndak boyeh panggil ollang Shama panggilan ceupelleti itu, nanti loussi Ndak shuka"Rosse menunjuk ke arah kembar nya yg duduk santai,sembari menikmati makan siang.


"Rossi,sini kenalan sama Kakek"menurut,Rossi berdiri di sebelah Rahardian, menatap tak suka ke arah Hartono, sedikit banyak,pria kecil itu tau,siapa laki-laki di hadapan nya,yg pernah membuat ibu nya kecelakaan, begitu lah yg di dengar oleh Rossi dari para pelayan di dapur.


"Rossi"lagi dan lagi,hanya ada satu kata yg keluar dari bibir Rossi, tatapan nya masih sama datar dan tak bersahabat.


"Kau bisa memanggil ku opa"tuan Hartono mengulas senyum lebar,agar anak-anak putri nya ini tidak takut.


Bukan nya membalas senyuman yang di beri kan oleh tuan Hartono,Rossi malah membuat sebuah seringai,berbeda dengan Rosse, kembaran dari Rossi itu bingung dengan situasi sekarang.


"Anda ayah nya mommy kan?"skak mat, Rahardian dan juga tuan Hartono terdiam,bukan nya biru tidak memberi tahu anak-anak nya,tapi mereka salah,Rossi sangat lah pintar dan peka dengan semua keadaan.


"Bagaimana kau bisa tahu nak?"tuan Hartono akhir nya buka suara setelah lama tertegun.


"Tentu saja aku tahu tuan, bagaimana bisa seorang anak tidak mengetahui apa pun tentang mommy nya"tegas,dingin.itu balasan yg Rossi beri kan,dia benar-benar tidak menyukai laki-laki di hadapan nya ini.


"Loussi,Ndak boleh beygitu, mommyhh ngajallin kalau kita itu,hallus hollmat,sama kakek-kakek"Rosse, sebagai kakak yg baik,memberi kan nasehat, seperti perkataan dan ajaran yg di beri kan mommy nya.


Biru memang mengajar kan anak-anak nya untuk hormat, terutama kepada orang yg lebih tua, mereka juga harus saling mengingat kan jika ada yg salah,jika Rossi salah maka Rosse harus mengingat kan, begitu juga sebalik nya.


Semua nilai-nilai luhur,selalu biru tanam kan,walau pun tak sering tapi saudara kembar itu sering melakukan nya.


"Oh ya maaf,jika perkataan saya menyinggung anda,walau pun itu sebuah fakta yg tidak bisa di tepis"masih meminta maaf,namun nada menyinggung tidak lepas dari perkataan Rossi.


"Ah,lebih baik kalian cepat makan,nanti mommy kalian bisa marah pada ayah"Rahardian segera mengalih kan pembicaraan,akhir nya mereka kembali melanjut kan makan.


"Mereka benar-benar anak-anak biru,anak yg hamil di luar pernikahan,tanpa ada seorang suami?"tanpa sadar perkataan itu meluncur begitu saja dari bibir tuan Hartono,tidak menyadari ada dua makhluk polos yg mendengar semua perkataan nya, terutama yg sedang di bicara kan oleh nya adalah mommy mereka.


"Hamill di luall pellnikahan itu apa,meumang na mommyhh na lousse Shama loussi Ndak puna shuami?,tellus opa keunapa billang beygitu tentang mommyhh"Rosse langsung memasang wajah tidak suka.


"Eh bukan begitu"


"Anda mau menghina mommy kami kan?memang nya seberapa terhormat anda, hingga anda dapat menghina mommy kami,anda memang tidak pernah pantas di sebut kakek oleh siapa pun.jika kami lahir tanpa Daddy,apa kah kami haram,kata kan satu hal,semua anak itu suci, dan jangan pernah anda menghina mommy kami lagi"sela Rossi.


Rossi bediri,lalu bergerak mendekat ke arah kembaran nya, menarik tangan Rosse dengan kencang meninggal kan ruangan Rahardian.


"Tidak bisa kah ayah jangan menghina biru, bagaimana man pun,suka tidak suka, Rosse dan juga Rossi adalah cucu ayah!"suara Rahardian meninggi setelah pintu tertutup,di ikuti tubuh kembar itu hilang


"Aku tidak perduli Rahardian,aku tidak pernah sedikit pun menganggap biru putri ku,tidak pernah"tuan Hartono membalas dengan sangat santai.


Heran,tentu saja Rahardian heran, bagaimana bisa seorang ayah tidak menganggap putri nya,sebenar nya ada apa ini.


Di luar,si kembar langsung mencari keberadaan sang mommy,tentu mereka tahu di mana mommy mereka,dapur,pasti lah mommy nya sedang di dapur,berkutat dengan perkerjaan.


"Peullmisi,peullincess lousse datang"suara melengking Rosse mengganggu aktivitas di dapur, mereka semua menoleh ke arah pintu, ternyata Rosse dan Rossi.


"Kalian sedang apa?ah Tante merindu kan kalian"


"Wah mereka sudah dewasa yah, terakhir ke mari sewaktu umur dua tahun"


"Astaga,benar kah ini Rosse dan juga Rossi?"


Dan banyak lagi perkataan dari para pelayan, pramusaji,dan juga koki.


"Tante-Tante, mommyhh na lousse Shama loussi di mana?kok Ndak ada?"lousse dengan kaki-kaki mungil nya mulai mengelilingi dapur,manik biru laut nya,menyusuri semua penjuru dapur,namun tidak menemu kan sang mommy.


"Mommy kalian sedang berkerja,lebih baik princess Rosse yg cantik,duduk dulu di sini"seorang pelayan senior menggandeng Rosse untuk duduk di sebuah karpet berbulu merah, tempat biasa nya para karyawan mengistirahat kan diri.


Rossi yg melihat kembaran nya sudah duduk lebih dulu langsung menyusul,duduk,mengeluar kan buku gambar,dan pensil milik nya,Rossi mulai mengukir garis demi garis indah di sana.


Tidak merepot kan,ke dua anak ini justru menambah keceriaan dapur restauran terbesar di ibu kota ini.


"Benar kah?jika Rosse mau, besok ketika Rosse dewasa, Rosse harus berkerja jadi Chef seperti paman"chef senior itu menjawab,tanpa mengalih kan fokus nya pada hidangan di hadapan nya.


Maklum, sebagai restauran terbesar dan terlaris di Jakarta, merek tidak memiliki waktu untuk berleha-leha,itu lah alasan biru,ketika si kembar berusia dua tahun,dia meninggal kan mereka di kos-kosan,tidak sendirian tentu nya, mereka berada di dalam pengawasan satpam kos.


Jika mereka ikut,biru tidak yakin dia bisa berkerja dengan baik dan fokus,mengingat,sewaktu baby twins berumur dua tahun,biru masih memberi kan ASI eksklusif.


"Iya-iya,besok kallau lousse udah besall, lousse mahu jadhi chep ceupelleti paman,biall dapat toupi besall"Rosse tetap berfikir bahwa perkerjaan sebagai seorang chef menghasil kan sebuah topi besar.


Langkah kaki mungil milik Rosse terus menyusuri sudut demi sudut dapur,manik nya memindai keindahan desain dapur ini.


"Rosse!jangan nakal"baru saja Rosse hendak menyentuh sebuah gelas di meja, instruksi dari si kembaran Rossi mengganggu semua nya.


Memberengut kesal,Rosse segera meletak kan gelas itu kembali ke atas meja, pandangan nya teralih kan dengan taman di belakang restauran.


"Loussi!ayo ke sana"Rosse mendekat ke arah Rossi,hendak mengajak nya pergi ke taman belakang restauran, sementara yg di ajak hanya menampil kan wajah datar nya.


"Loussi jahat buanget,sudah lah,lousse sehendilli ajah,Ndak mahu ajak loussi,biall loussi di mallahin Shama mommyhh"Rosse melangkah cepat, meninggal kan sang kembaran.


Mendengar ancaman yg di keluar kan oleh Rosse,mau tidak mau,Rossi segera mengejar langkah kaki kembaran nya, yg super menjengkel kan.


"Loh loussi kan tadhi bilang na Ndak mahu ikut,keunapa sekallang loussi ikut?,loussi Ndak papa kan?,loussi satit yah?"Rosse memasang wajah sok polos,pada hal dia tahu, ancaman nya lah yg membuat Rossi ikut.


Mereka berdua berjalan menuju taman belakang restauran,senyum terus mengembang di bibir Rosse begitu melihat indah nya taman belakang.


"Rosse ayo!"tak ingin Rosse jauh-jauh,Rossi menarik tangan kembaran nya,lalu mengajak nya duduk di sebuah kursi putih yg memang tersedia di bawah pohon.


"Wihh loussi tempat na baguss,lousse shuka shekali,tapi lousse binun,keunapa kita Ndak bisha puna Daddyh ceupelleti Teman-teman?"Rosse kecil mendongak, menerawang alasan mereka tidak memiliki seorang Daddy.


"Entah lah, itu takdir"walau pun Rossi tahu alasan mereka tidak memiliki seorang Daddy,tapi dia tidak mau mematah kan harapan Rosse, kembaran nya itu sangat mengingin kan seorang ayah,itu bukan lah hal yg salah.


"Takdill ithu apa?,tellus kallau takdill kita Ndak puna daddyh, beullalti kita Ndak akan puna daddyh"Rosse masih terus bertanya,dia tidak akan pernah puas,jika belum mendapat kan Jawaban yg pasti dan sangat memuas kan.


"Diam lah"akhir nya Rossi jengah dengan segala pertanyaan yg di lontar kan Rosse,dia kembali sibuk dengan desain demi desain pakaian yg di buat oleh nya sendiri.


Karena kesal, Rosse Bangkit dari duduk nya,berjalan menyusuri taman,kaki-kaki mungil milik nya terus melangkah tanpa kenal lelah, hingga sebuah bola mendarat tepat di kaki nya, mendongak,Rosse melihat seorang anak seumuran dengan nya tapi berambut hitam,tengah berjalan ke arah nya.


"Eh maaf bola ku mengenai mu"anak kecil dengan rambut hitam panjang itu meminta maaf,begitu berdiri di hadapan Rosse.


"Arabella"gadis itu ternyata bernama arabella, setelah mengambil bola milik nya, arabella mengulur kan tangan ke arah Rossi.


"Lousse"Rosse menyambut uluran tangan itu, arabella terus memandang takjub ke arah Rosse,bagi nya teman baru nya ini sangat cantik,kulit seputih salju,rambut keemasan,bola mata berwarna biru terang yg berubah keabu-abuan ketika di terpa cahaya matahari.


"Lousse?tapi itu nama nya Rosse?"arabella mengeryit bingung, Rosse mengenal kan diri nya sebagai lousse, bukan Rosse,pada hal kalung nama nya bernama Rosse.


"Iya itu lousse"Rosse membalas dengan kesal, sementara arabella hanya tersenyum,ketika menyadari teman baru nya ini cadel.


"Oh ya,Rosse kemari bersama siapa?sendiri?"arabella menelisik di sebelah Rosse,namun tidak menemu kan siapa pun yg mungkin menemani gadis mungil itu.


"Beullsama mommyhh,Shama loussi"Rosse menarik tangan arabella,hendak mengenal kan nya pada sang kembaran.


"Rambut nya Rosse bagus ya, warna emas"dari belakang, arabella mengagumi keindahan rambut lurus berwarna keemasan milik Rosse,sangat menakjub kan.


"Tellima kasih,lambut na allabella Juda bagus,wallna na hitam"Rosse juga gantian memuji,rambut yg di miliki oleh arabella sangat indah bagi nya.


"Loussi kenalin ini temen ballu na lousse,nama na allabella!loussi! kenalin duhlu temen na lousse!"Rosse memekik tidak senang,ketika Rossi sama sekali tidak merespon.


Rossi mendongak,menatap sang kembaran,bersama dengan seorang gadis berambut hitam,tengah berdiri di hadapan nya.


"Rossi"Rossi mengulur kan tangan nya pada arabella.


"Arabella"arabella menyambut uluran tangan itu dengan senang.


"Kalian kembar?"arabella baru menyadari kemiripan yg di miliki oleh Rossi dan juga Rosse, mereka sangat mirip,mulai dari atas hingga bawah.


"Iya,taupih lousse kakak, lousse lahill duluan,beda tiga meunit dalli loussi, jadhi na lousse kakak,sementalla loussi ithu adik na lousse"Rosse menjelas kan secara garis besar,walau pun terdengar terlalu banyak.


"Lousse mahu duduk di cini Shama allabella,loussi gesell Shana, loussi Ndak boyeh mallah-mallah Shama lousse,entall lousse bilang Shama mommyhh"mau tidak mau Rossi menuruti permintaan dari kembaran nya,dari pada di marahin sang mommy.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys


vote.