Baby Twins

Baby Twins
part 21.



FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.


HAPPY READING.


LONDON,INGGRIS.


WILLIAM ALEXANDER EFRON SMITH.


Nama itu mendadak menjadi tranding topik, setelah menerima penghargaan di ajang bisnis besar, Sebagai pengusaha tersukses tahun ini.


Laki-laki tampan yg kurang lebih empat tahun ini tidak pernah terlibat skandal dalam kasus percintaan sedikit pun,William, begitu lah banyak wanita yg memuja nya, berharap bisa berdampingan dengan nya.


Citra seorang William Alexander Efron Smith sangat lah bersih,tanpa ada kasus skandal apa pun,tanpa kasus korupsi atau kasus-kasus lain yg biasa nya akan mudah terendus media.


Tentu saja semua itu dengan campur tangan Steven Gerrard, laki-laki kedua incaran di Smith group, sekretaris serba bisa, sosok yg tak kalah tampan dari William.


"Selamat pagi mommy and Daddy"William menyapa ke dua orang tua nya di meja makan.


"Pagi dad"seperti biasa nya,hanya tuan besar Smith yg menjawab,nyonya Lisa hanya diam tak bergeming.


Sudah 3 tahun berlalu,tapi sikap nyonya Lisa masih sama kepada William, kekecewaan nya sangat lah besar,karena William merusak kehidupan seorang gadis.


"Mom,ayo lah,aku sudah berusaha semampu ku,lalu apa salah ku!aku sudah berusaha mencari keberadaan gadis itu,tapi dia sendiri yg bersembunyi entah di mana"William membujuk sang mommy,tapi nyonya Lisa hanya diam dan fokus pada sarapan nya.


"Mungkin saja,anak ku sudah tiada"


Brak!


Nyonya Lisa beraksi,dia langsung menggebrak meja makan dengan sangat keras, gelas-gelas kaca bahkan sampai bergetar, karena hentakan wanita paruh baya itu.


Kanjeng ratu,nama yg di semat kan para penghuni mansion untuk nya, titah -titah yg di beri kan oleh nyonya Lisa tidak bisa di bantah bahkan di ganggu gugat oleh siapa pun, termasuk sang suami tuan besar Smith.


Selama beberapa tahun ke belakang,nyonya Lisa memang sedikit sensitif, terutama ketika berhadapan dengan sang putra William.


"Kenapa mom selalu membela gadis yg kita tidak tau apa kah dia masih hidup atau sudah tiada"William mengerucut kan bibir nya kesal, mommy nya selalu saja mengacuh kan nya,bahkan tak menganggap nya anak,Setega itu nyonya Lisa pada nya.


"Kau gila Alex!gadis yg kita tidak ketahui keberadaan nya itu adalah gadis yg kau perkosa!"plak!satu pukulan melayang di bahu kekar William,bukan nya mengaduh kesakitan, laki-laki itu malah mengulas senyum lebar.


"Iya mom maaf,aku sudah berusaha mencari nya"William menggenggam tangan nyonya Lisa,ibu tersayang nya.


"Selamat pagi nyonya dan tuan"William menatap tajam ke arah Steven,pasti ibu nya akan lebih perduli pada laki-laki itu.


"Putra ku yg paling tampan datang"kan benar,William sudah menduga nya,terbukti nyonya Lisa yg langsung mendekat ke arah sekertaris Steven,lalu memeluk putra kesayangan nya itu.


Entah kenapa,terselip rasa cemburu melihat kedekatan antara nyonya Lisa dan juga Steven, sebagai seorang putra tentu William cemburu,ibu nya lebih sayang pada sekertaris nya yaitu Steven, sementara dia yg anak kandung di anak tiri kan.


"Duduk lah stev"nyonya Lisa menarik tubuh Steven untuk duduk,lalu mulai mengambil kan sarapan untuk sang putra kesayangan.


"Mommy,anak nya mommy itu Alex bukan Steven"William merengek,dia termasuk orang paling posesif jika ibu nya di ambil, terutama jika Steven yg mengambil nya.


Dulu sewaktu kecil,William pernah bertengkar dengan sahabat baik nya,yaitu Steven, karena sang ibu lebih perhatian pada Steven.


"Benar kah?ku rasa aku hanya memiliki satu anak yaitu Steven Gerrard"nyonya Lisa menjawab dengan sangat santai,tanpa beban.


"Daddy"William meminta pembelaan dari sang Daddy,tapi percuma, laki-laki itu hanya menampil kan raut wajah datar,maklum lah suami takut istri.


"Selama kau belum menemu kan gadis itu, mommy mu tidak akan bersikap baik pada mu"tidak membela,tuan besar Smith memberi kan perintah agar William segera menemu kan wanita,yg kemungkinan mengandung penerus keluarga Smith.


Menunduk,William pusing,sudah tiga tahun ini dia menghenti kan pencarian wanita itu,dia benar-benar tidak mencari jejak wanita yg telah di hancur kan hidup nya,bahkan dengan kejam nya dia meminta Steven untuk menutup akses pencarian wanita itu.


Bukan tidak perduli,setidak nya William sudah berusaha sekuat tenaga,tapi tidak satu pun yg dia dapat kan, karena itu William memilih untuk mundur.


"Alex!saat makan tidak boleh melamun"nyonya Lisa menegur sang putra begitu William hanya diam.


"Iya mom"William langsung melanjut kan makan nya,dalam diam dia berfikir bagaimana kah keadaan wanita itu sekarang.


"Mommy tidak mau tau bagaimana yg pasti cari gadis itu sampai ketemu"nyonya Lisa menatap nyalang, William yg di tatap hanya menundukkan pandangan nya.


"Mom, William telah berusaha sebaik mungkin"


"Maka berusaha lebih lagi Alex"


Berdiri,William tau berdebat dengan sang mommy tidak akan ada akhir nya,mommy nya itu selalu mempunyai beragam cara agar bisa mengalah kan nya.


"Aku pamit"William berlalu pergi di ikuti dengan sekertaris Steven,yg dengan sangat setia mengekor sang tuan muda.


"Mom,tidak seharus nya mom seperti itu pada William"setelah William dan Steven menghilang dari pandangan,tuan besar Smith mulai angkat bicara, menasehati istri tercinta nya.


"Daddy tidak akan mengerti"mata nyonya Lisa berkaca-kaca.


"Mom maaf"tuan besar Smith tergugu ketika menatap sang istri yg tengah bersiap menangis.


Sekilas tentang tuan besar Smith dan nyonya Lisa.


Nyonya Lisa,dia adalah korban dari kesalahan tuan besar Smith,siapa yg tidak mengenal laki-laki yg di juluki sebagai Casanova kelas kakap itu.


Karena sebuah kejadian tak terduga,membuat nyonya Lisa harus mengandung benih dari tuan besar Smith.


Takdir tuhan masih berpihak pada nyonya Lisa,di umur William yg menginjak dua tahun,tuan besar Smith datang untuk bertanggung jawab.


Nyonya Lisa langsung berjalan pergi, meninggal kan tuan besar Smith yg masih tergugu di tempat.


Di dalam mobil,william hanya diam,jika biasa nya dia akan membaca berkas atau apapun itu,tidak dengan hari ini,entah apa yg terjadi pada William.


Wanita itu,ya hanya ada satu hal yg kini menjadi pusat fikiran William,walau pun sudah menghenti kan pencarian,bukan berarti rasa bersalah di hati William pudar sepenuh nya.


Masih menghantui,rasa bersalah masih menghantui sosok William Alexander Efron Smith,alasan utama nya untuk tidak pergi ke indonesia,membuat beberapa kunjungan kerja nya ke negara itu hanya bisa di wakil kan sekertaris Steven.


Berulang kali William meyakin kan diri,bahwa ini bukan salah nya, keadaan nya yg memaksa nya,namun berulang kali,lintas kelam kejadian empat tahun itu datang.


"Tuan muda kita sudah sampai"William tersentak,tapi tak lama dia merapih kan jas yg dia gunakan, lalu berjalan keluar.


Gedung besar berlogo SMITH group langsung menyambut William,para karyawan langsung membungkuk hormat ketika little bos mereka datang.


GAY, begitu lah rumor yg beredar, banyak orang menganggap bahwa William GAY, bagaimana tidak, laki-laki tampan keluarga Smith itu tidak pernah terlihat menggandeng seorang wanita mana pun,jangan kan menggandeng dia bahkan terkenal dingin, karena itu banyak orang yg menganggap nya gay,di tambah sekertaris Steven yg terus berada di dekat William.


"Tuan muda anda mau kemana?"karena tidak fokus,William melewati lift yg akan membawa nya keruangan nya.


"Ah?"William menarik rambut nya frustasi, dia benar-benar bingung,ada apa dengan hati nya sekarang.


Sampai di ruangan nya, William berusaha memfokuskan diri dengan berkas-berkas yg menumpuk di atas meja nya,menghela nafas kasar,untuk kesekian kali nya dia memanggil Steven menggunakan intercom.


"Stev,kau belum menemu kan wanita itu?"langsung bertanya to the points ketika Steven telah masuk ke dalam ruangan nya,dengan berat hati Steven menggangguk.


"Apa kah kinerja mu sebagai sekertaris komplex berkurang!mencari satu wanita saja tidak bisa"


Brak!!


William menggebrak meja frustasi,sial.jika hanya mengandal kan anak buah nya saja,rasa bersalah ini tidak akan ada habis nya.semakin frustasi,William langsung melepas paksa dasi yg sedari tadi mengikat leher nya.


"Maaf tuan muda"memang nya anda mengharap kan apa,salah anda sendiri,tinggal di rumah tanpa cc-tv, membuat ku susah saja.akhir nya umpatan itu hanya di telan Steven dalam hati.


"Sebenar nya wanita itu masih kah hidup?"William bertanya pada diri nya sendiri.


"Tuan muda tidak ingin pulang ke Indonesia dan mulai menyelidiki nya sendiri"sekertaris Steven duduk dengan santai di sofa,tangan nya memegang iPad, melihat-lihat jadwal sang tuan muda.


Mendengar perkataan sang sekretaris, William terdiam,tubuh kekar nya bersandar pada kursi kebesaran,dia bingung, memijit pelipis nya yg terasa berdenyut,William mulai mengetuk-ngetuk meja kerja nya, menimbang-nimbang keputusan yg mana yg akan dia ambil.


Sial,lagi dan lagi tuan muda mengumpat.ternyata memutus kan masalah seperti ini lebih sulit dari pada perkerjaan nya.


Kenapa sesulit ini mengambil keputusan,pada hal biasa nya William lah yg mengambil keputusan penting untuk Smith group,tapi sekarang, karena satu wanita dia di buat bingung.


"Aku pusing"akhir nya hanya itu Jawaban yg di dapat sekertaris Steven, laki-laki super sabar yg siap menghadapi semua tingkah sang tuan muda.


"Nyonya Lisa meminta anda untuk segera menemukan wanita itu,empat tahun waktu yang cukup lama tuan,tapi kita sama sekali belum menemukan wanita itu"


William mendengus kesal mendengar ucapan Steven,dia benar-benar kesal,dia yg putra kandung nyonya Lisa saja tidak tau,tapi Steven yg bukan putra nya tau.


"Permisi"


Pembicaraan mereka terhenti ketika seorang wanita seksi dengan pakaian mini datang,Liora,rekan bisnis William,salah satu wanita yg mengejar-ngejar William hingga membuat laki-laki itu gila.


"Senang bertemu dengan anda kembali"Liora mendekat ke arah William lalu mencium pipi rekan kerja nya itu.


Rahang William mengeras,tatapan mata nya berubah sangat tajam,pertanda dia tidak nyaman dengan semua sikap Liora,jika dia bisa kasar pada wanita,sudah di pasti kan, sekarang Liora sudah di tarik ke luar.


"Ingat batasan mu"Liora tertawa keras mendengar ancaman dari William.


Bukan hanya rekan kerja,Liora dan Juga William memiliki hubungan pertemanan, mereka cukup dekat,walau pun William selalu menjaga jarak,Liora terus-menerus menempel pada nya.


"Nona Liora,jangan membuat saya menyeret anda keluar"Liora terdiam,jika Steven yg sudah angkat bicara dia bungkam,bukan karena apa dia faham bahwa sekertaris dari William ini siap melakukan apa pun,bahkan sampai membunuh sekali pun,akan di lakukan.


"Baik lah,mari kita mulai"William kembali duduk di meja kerja nya,mulai membuka berkas.


Atmosfer di ruangan ini mendadak berubah menjadi serius, sanggahan demi sanggahan terus keluar dari bibir ke manusia manusia di dalam ruangan itu.


Guratan demi guratan tak suka jelas tercetak di kening William,dia benar-benar tidak menyukai sikap Liora yg terkesan nakal,terutama kepada nya.


Bagaimana tidak,dengan nakal nya Liora membuka satu kancing baju kemeja kerja nya di hadapan William dan juga Steven.


Bukan nya tergoda,ke dua laki-laki tertampan di Smith group itu malah memaling kan wajah nya,jijik.mereka benar-benar jijik dengan tingkah Liora,jika tidak memandang,wanita di dekat mereka adalah rekan kerja,sudah di pasti kan wanita ini angkat kaki dari Smith group.


"Silah kan pergi nona"setelah lebih dari dua jam mereka membahas perkerjaan,Steven dengan santai nya membuka pintu ruang kerja William,mengusir wanita menjengkel kan bernama Liora itu pergi.


"Ini sudah jam makan siang,tidak bisa kah kita berdua makan bersama"


Dasar ular keket.ingin rasa nya William memaki-maki Liora,tapi sebisa mungkin di tahan oleh nya,bukan apa,wanita yg tengah menempel di lengan kekar nya ini adalah,putri dari sahabat sang mommy, nyonya Lisa.


"Maaf Liora,saya sedang sibuk sekarang"William melepas paksa tangan Liora yg sedari tadi menempel pada nya.


"William"Liora merengek bak bayi berumur tiga tahu.


# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.


Author balik lagi yah guys


Like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like, like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.