
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Pada hal Andi mencari mu kemana-mana? oh ya biru bisa kah tetap di sini,dan menemani ku makan"
Biru memaling kan wajah nya,tampak jelas dia tidak suka dengan permintaan yg di lontar kan Mia pada nya, sedikit pun.
"Biru ku mohon,kita bisa sharing dan mengobrol tentang banyak hal,kau dan aku"
Teman!cih aku tidak suka berteman dengan mu,ingin rasa nya biru berteriak seperti itu,namun lagi dan lagi dia urung kan.
"Ku mohon ayo lah kita kan sahabat"Mia kembali membujuk biru.
"Jika ini restauran ku,tentu dengan sangat senang hati,aku menemani mu makan siang,tapi fakta nya aku hanya pelayan yg membutuh kan uang"biru berdiri dari duduk nya sembari memegang nampan,dia lupa bahwa ke dua anak kembar nya, Rosse dan Rossi,belum makan siang.
Melangkah kembali ke dapur,kebetulan dia di perintah kan untuk membawa makanan ke ruangan Rahardian, dengan senang hati biru membawa tiga piring makan siang.
"Mommyhh"Rosse yg sedang duduk di pangkuan Rahardian langsung loncat,begitu melihat kehadiran biru,ibu muda satu itu menarik senyum tipis di bibir nya,lalu kembali jalan mendekat.
"Hei sayang,kau belum makan kan,mau mommy suapi?"biru menata makanan di atas meja, menanya kan kepada sang putri mau kah di suapi oleh nya, mengingat Rosse tidak bisa sendiri.
"Ndak, lousse mau na di suapi Shama ayah lahalldian, mommyhh keulja lagi ajah"Rosse mendorong tubuh sang mommy pelan, menggiring nya menuju pintu keluar.
Dahi biru mengeryit dalam,tidak biasa nya Rosse mau di suapi oleh orang lain, kecuali diri nya dan juga Rossi,tapi ini,putri nya ingin di suapi oleh Rahardian?,pada hal dulu,saat Rahardian ingin menyuapi nya gadis mungil itu menolak,tapi sekarang.
Pertanyaan demi pertanyaan,silih berganti datang, tapi tak urung biru bisa merasa tenang ketika Rahardian tersenyum, sembari mengangguk kan kepala nya,seakan meyakin kan semua nya baik-baik saja.
Setelah kepergian biru,Rosse kembali duduk di samping Rahardian,begitu juga Rossi, pria kecil itu menatap penuh rasa penasaran sekaligus tatapan penuh intimidasi.
Manik biru laut,milik Rossi,seakan meng-hanyut kan Rahardian, laki-laki berumur 24 tahun itu merasa terintimidasi.
"Ayah, ayah shayang,sama lousse kan?"Rosse bertanya sembari menunjuk kan manik penuh permohonan,walau dia tahu Jawaban nya pasti ia.
"Tentu saja,ayah sangat menyayangi kalian"Rahardian mengelus rambut keemasan milik Rosse penuh sayang.
Bukan hanya menyayangi Rosse dan Rossi,tapi dia juga mencintai sosok biru,ibu dari saudara kembar ini,namun apa daya, berulang kali Rahardian mengungkap kan perasaan nya, berulang kali juga biru menolak nya.
Biru selalu menolak dengan berbagai alasan,tak ingin membuka hati lah, mencintai sahabat nya,trauma,ini dan itu, segala hal yg memungkin kan menjadi alasan,di buat oleh nya,tanpa terkecuali.
Dari pada Hubungan nya dan biru semakin merenggang,akhir nya Rahardian, mengeluar kan jurus jitu,yaitu dengan mendekati ke dua anak nya,yaitu Rosse dan Rossi.
Di balik itu semua, percaya lah satu hal,kasih sayang yg selama ini di tunjuk kan nya untuk Rosse dan Rossi, benar-benar nyata,dan tulus.
"Di mana Daddy?"seperti biasa,jika ingin tau,Rossi tidak akan pernah basa-basi,dia langsung to the points,alasan kedatangan nya dan juga Rosse kemari.
Rahardian terperangah,dia tidak percaya anak-anak itu bertanya tentang keberadaan Daddy nya,tentu dia tidak bisa berbohong, bagaimana pun, mereka berhak tau siapa Daddy biologis mereka.
"Apa lousse dan loussi anak Hallam,ceupeleti kata na Tante-Tante ceullewet"Rahardian menggeleng tegas mendengar perkataan Rosse,semua anak yg terlahir di dunia itu suci.
"Tidak Rosse sayang,kalian bukan anak haram,semua anak yg lahir itu suci dan bersih,jadi Rosse jangan mendengar kan perkataan orang lain"Rahardian mengelus rambut keemasan milik Rosse,lalu menghadiahi kecupan manis di kening,putri dari wanita yg di cintai oleh nya.
"Tapi kan, lousse shama loussi Ndak puna daddyh ceupeleti teman-teman,beullalti lousse anak Hallam, huaa"Rosse berteriak kencang,tangis nya kian menyesal kan,membuat siapa saja yg mendengar nya menjadi iba, termasuk Rahardian.
"Kita punya Daddy"Rossi menyahut dengan sangat dingin,dia masih berfikir logis,di usia nya yg baru tiga tahun,saudara kembar Rosse itu, sangat pintar.
"Tapi,,hiks,,loussi bilang na,kita Ndak puna Daddyh,kita...hiks,,kata na,,hiks,hikss,,anak Hallam, bahkan,mommy....hiks,di bilang ceupelleti pellacull,hiks,hiks,, lousse kan Ndak tau, pellacull tu apa"
Ya, Rosse sering menerima cacian dari masyarakat lingkungan nya,mulai dari anak pelac*r,anak haram,ini itu dan sebagai nya.
Hinaan tersebut membuat mental dan psikis nya terganggu,itu lah yg membuat Rosse lebih cengeng dari sebekum nya,hati kecil dan suci milik nya ternoda dengan semua hinaan yg di keluar kan masyarakat,jika bukan Rossi yg melarang,mungkin Rosse akan memberi tahu kan biru,semua orang yg menghina nya.
"Ayah,benar kah bahwa kami anak haram?"Rahardian tertegun,belum juga menjawab pertanyaan Rosse,Rossi ikut melempar kan pertanyaaan.
"Ayah, lousse dan loussi,anak Hallam yah?memang na, Daddyh na lousse itu nama na Hallam?"Rosse belum mengerti,kata haram yg sebenar nya,dia berfikir,bahwa Daddy nya bernama haram,pada hal tudak ada yg bernama haram.
"Tidak sayang,bukan begitu,tapi"
"Karena kami lahir di luar pernikahan kan ayah? karena mommy tidak memiliki suami?"telak, Rahardian tergugu di tempat,tebak kan yg di keluar kan oleh Rossi sangat tepat.
"Shuami?shuami itu apa?"Rosse yg super polos bertanya, menggangu ketegangan yang terjadi antara Rahardian dan juga Rossi.
"Rossi,jangan seperti ini,ayah sudah pusing menghadapi Rosse"Rahardian ingin menggeram marah,tapi sebisa mungkin dia bertahan,agar Rosse dan Rossi, tidak takut pada nya.
"Ayah,apa lousse dulu na nakal,sampai daddyh peullgih Ndak balik-balik, hikss, lousse danji,Ndak nakal-nakal lagih,tapi daddyh sulluh pullang,lousse Penen peyuk Deddyhh"
Rosse semakin terisak di pelukan Rahardian,gadis cantik itu sangat merindu kan sosok Daddy, dengan kehadiran Daddy nya mungkin para tetangga tidak ada yg berani marah pada nya lagi.
"Rosse,kalian kan sudah memiliki ayah"Rahardian kembali mencoba memberi kan pengertian,tapi tampak nya Rosse sana keras kepala nya dengan biru,sang mommy.
"Ndak mahu,lousse mahu na daddyh Ndak mahu ayah"Rosse berteriak kesal,nafas nya terengah-engah karena terlalu lama menangis.
"Rosse,apa beda nya ayah dengan Daddy,hey sayang...itu hanya sebuah nama panggilan,yg memiliki satu arti yg sama,jika ada yg menghina mu lagi,kata kan kau memiliki ayah"Rosse tetap menggeleng,tanda tidak menyetujui perkataan dari sang ayah.
"Ayah dan Daddy beda, jika bagi orang lain itu sama,bagi kami itu beda,kami anak haram tanpa ayah biologis"Rossi menekan kan kata-kata biologis,agar Rahardian sadar, posisi nya sebenar nya,ayah angkat,tidak akan lebih.
"Rossi!"Rahardian merasa tidak suka dengan perkataan Rossi,hati nya sedikit tergores,ternyata Rossi membuat benteng tinggi untuk nya,itu yg ada di dalam fikiran Rahardian.
"Aku lapar"Rossi tidak memperduli kan kemarahan Rahardian,dia mengambil piring,lalu mulai menyendok perlahan-lahan.
"Lousse juga"Rahardian tersadar dari kemarahan nya pada Rossi, sebagai sosok ayah yg sangat baik, Rahardian mengambil piring lalu menyuap kan nya pada Rosse.
Putri biru itu belum bisa makan mengguna kan tangan nya sendiri,dia selalu di suapi.
Ketika sang ibu pergi berkerja,semua tentang Rosse si bawel dengan segala tingkah ajaib nya,di ambil alih oleh Rossi,dia sering mengambil kan makan untuk sang kakak tanpa Protes,menyuapi nya dengan senang hati.
Ikatan darah yg tak nampak benar-benar berkerja dengan baik, mereka memiliki ikatan batin yg sangat kuat, ketika salah satu dari mereka terluka.
Walau pun yg lahir pertama adalah Rosse, Justru gadis itu yg di lindungi oleh Rossi apa pun yg terjadi,Rossi sadar,dia satu-satu nya laki-laki.
Sebagai laki-laki yg bertanggung jawab,Rossi bertekad untuk melindungi ibu dan saudari kembar nya apa pun yg terjadi,dengan atau tanpa bantuan Rahardian sebagai ayah.
Dia tidak bodoh, perkataan yg di lontar kan Masyarakat kepada nya dan Rosse, karena ibu mereka tidak memiliki suami, yg otomatis mereka juga tidak memiliki seorang ayah.
Rossi membuat kesimpulan sendiri,Daddy mereka yg tidak lain adalah ayah biologis nya dan Rosse,tidak lebih dari laki-laki tidak bertanggung jawab.
Bagaimana bisa Daddy nya meninggal kan diri nya dan Rosse sendirian,semua perjuangan sang mommy dalam mencari uang,cukup membukti kan bahwa Daddy mereka laki-laki tidak bertanggung jawab.
"Enak, lousse shuka di shini,kalau di lumah, lousse cuma Shama loussi,kallau di cini,lousse puna ayah,lousse bisa peyuk ayah"Rosse menyandar kan kepala nya di dada bidang milik Rahardian, mencari kenyamanan di sana.
"Ayah juga senang"baru sedetik setelah perkataan Rahardian,pintu ruangan itu terbuka,di iringi sebuah tubuh yg masuk tanpa permisi.
Tuan Hartono, laki-laki tua itu terbelalak melihat kehadiran dua anak kecil di ruangan anak tiri nya,tampak seperti bule dengan manik berwarna biru laut,dan rambut keemasan.
"Mereka siapa?"Rahardian berdiri sembari menggendong Rosse mendekat ke arah tuan Hartono, sementara Rossi,pria kecil itu kembali melanjut kan makan siang nya tanpa terganggu.
"Dia anak-anak nya biru ayah,dan jangan mengata kan hal buruk tentang biru di hadapan mereka"tuan Hartono bungkam setelah Rahardian memberi kan peringatan.
Di dalam hati nya, dia sulit menyakini jika kedua anak ini adalah anak biru putri nya, bagaimana tidak, mereka tidak mirip dengan biru sedikit pun, mulai dari warna rambut,warna kulit,bola mata,bibir hidung,dan semua bentuk wajah tidak ada yg mirip dengan biru sedikit pun
"Rossi sayang,ayo sapa opa"Rahardian meminta gadis di gendong nya untuk menyapa tuan Hartono, bagaimana pun mereka adalah cucu nya.
"Oppa?taupi kan,oppa ithu tampan- tampan,ollang kollea kan?yg bisha nalli-nalli,tellus tu, oppa lambut na wallna na mellah,billu,pillang ceupelleti lousse Shama loussi, taupi oppa ini,lambut na putih,teluss oppa na keulliput-keulliput"Rosse berkata dengan sangat serius,menyampai kan argumen nya pribadi.
Efek terlalu banyak menonton MV boy band Korea Selatan,Rosse jadi nya berfikir bahwa oppa itu hanya panggilan untuk laki-laki Korea yg tampan-tampan,dan Bisa dance,bukan laki-laki tua seperti tuan Hartono.
Rahardian sontak terawa mendengar perkataan polos Rosse, bisa-bisa nya ayah tiri nya di kira mirip laki-laki Korea,ya jelas beda lah,ayah tiri nya kan sudah tua,kulit nya pada keriput-keriput.
"Rosse sayang,kalau itu oppa,huruf p nya ada dua, sementara ini,opa,huruf p nya hanya satu,opa versi Indonesia itu panggilan untuk laki-laki tua yg arti nya kakek-kakek"setelah berhasil meredam tawa nya, Rahardian secara perlahan mulai menjelas kan,Aryo opa dalam bahasa Indonesia.
"Kakek?no!lousse Ndak puna kakek, kata na mommyhh kakek na lousse Shama loussi itu shudah peullgih jauh Ndak ballik-ballik,mommy jugha Ndak bolehin lousse nanya-nanya teuntang Kakek Shama nenek"lousse mengerucut kan bibir nya kesal.
Biru pernah mengatakan bahwa kakak dan nenek dari Rosse dan juga Rossi pergi jauh,sangat jauh,bahkan mereka melupa kan tempat untuk pulang,yg pasti tidak akan pernah kembali.
Anak-anak seperti kertas kosong dan suci,orang tua bebas menulis semau nya untuk mendidik sang anak,biru sama sekali tidak bermaksud berkata seperti itu,saat itu dia kalut,kepala nya tengah pusing,dan Rosse tak henti-henti nya bertanya tentang kakek dan nenek.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
Author balik lagi yah guys