
FOLLOW IG AUTHOR:NIS3263.
HAPPY READING.
"Rosse!"suara Rossi meninggi, tatapan nya sangat dingin dan juga tajam,tampak nya dia tidak menyukai topik yg tengah di bahas oleh Rosse.
"Daddy bukan orang baik,jika dia orang baik dia tidak akan membiar kan mommy kesusahan banting tulang sendirian,jika dia orang baik Daddy tidak akan meninggal kan kita?"
Biru tertegun, cepat-cepat dia menggeleng,biru tidak menyangka, fikiran Rossi tentang sosok seorang Daddy sejauh itu,belum juga hadir, laki-laki itu sudah sangat jelek di mata putra nya.
"Beunall kah Daddyhh na lousse bhukan ollang baik? mommyhh jawab, Daddyhh lousse bhukan ollang baik ya?, mommy daddyhh na lousse ollang baik kan!mommy!!"Rosse memekik keras ketika tidak mendengar sedikit pun jawaban yg keluar dari bibir biru.
"Tidak,mommy yg mencari uang selama ini! mommy yg berkerja,jika memang Daddy itu ada,mommy bisa memberi kan foto nya?"tantang Rossi, berhasil membuat mommy nya terdiam.
"Iyha mommyhh,dhi maunna fhoto na Daddyhh,lousse mahu lihat?,bisha kah kita, peullgih ke teumpat keulljah Daddyhh?"di tengah perdebatan antara Rossi dan biru,Rosse menyela.
"Kita sudahi pembicaraan ini,ayo makan"suara tegas biru membuat si kembar menurut,lalu mulai memakan sarapan mereka sampai tandas.
Setelah memasti kan mereka sudah sibuk dengan mainan masing-masing,biru langsung membawa kotak kue buatan nya,mengerja kan tugas nya menjaja-kan kue,menitip kan nya di beberapa toko kue dan juga universitas.
Matahari bersinar terang di ikuti dengan awan-awan biru terindah, menghiasi langit pagi menjelang siang hari ini.
Biru sampai di KAR cake, dua kotak terakhir sudah di tangan biru,untuk pertama kali nya KAR cake di hias dengan sangat indah, beberapa bunga juga di beri kan pada pengunjung toko kue yg tidak pernah sepi indah.
Dekorasi indah dan juga beberapa diskon untuk kue-kue kelas dunia, dekorasi yg benar-benar indah,biru bahkan sampai mengeryit bingung,ada acara apa hari ini, KNN boutique juga seperti itu.
"Ini mbak"biru menyerah kan kotak kue buatan nya,setelah mendapat bayaran biru memberani kan diri,ada apa gerangan hingga KAR cake di hias seindah ini.
"Oh ya mbak,ada acara apa ya?"tanya biru.
"Nona Kim sudah sadar,dan sekarang sedang fase pemulihan, karena itu kami menghiasi toko ini"
"Nona Kim sudah sadar, alhamdulilah"biru ikut bersyukur, karena secara tidak langsung nona Kim banyak membantu nya,mulai dari di bangun nya toko kue ini.
Pandangan biru teralih kan dengan sebuah figura besar di dalam toko kue,tepat di belakang etalase.
Seorang gadis cantik dengan gaun marron dan jilbab hitam berdiri dengan sangat anggun,wajah cantik nya memancar kan aura tersendiri, aura lembut dan juga penuh dengan ambisi.
Di sebelah nya,berdiri seorang laki-laki tampan,berair wajah dingin dan beku,namun pandangan nya penuh cinta untuk gadis di sebelah nya.
"Dia mendiang sekertaris Wahyu, laki-laki yg sangat di cintai nona Kim"petugas toko itu menjelas kan ketika biru terus memandangi foto itu.
"Aku permisi"biru memilih untuk pamit,lalu pergi ke pasar dia berencana untuk membeli bahan-bahan untuk membuat kue,baru saja berjalan beberapa langkah biru kembali di kejut kan dengan cekalan di tangan nya.
"Andi?"biru terkejut bukan main,ketika Andi berdiri di hadapan nya dengan menenteng sebuah kotak berisi kue,di kotak kue tertera logo khas dari KAR cake,bulan sabit.
"Ke mana saja kau biru?aku sangat mengkhawatir kan mu?kau pindah kenapa?apa kau menghindari ku?jawab aku biru,jangan membuat ku terus merasa pusing dengan sikap mu ini?"Andi langsung memberondong biru dengan banyak pertanyaan, sementara biru hanya terdiam,dia benar-benar tidak memiliki niat untuk menjawab.
"Biru jawab aku!"biru tersentak ketika Andi mengguncang bahu nya secara kasar.
"Aku tinggal di rumah baru an maaf"akhir nya hanya itu jawaban yg di beri oleh biru,membuat Andi menghela nafas kesal.
"Ikut aku!setidak nya habis kan pagi ini bersama dengan ku"Andi menarik biru untuk masuk ke dalam KAR cake, mengambil meja paling pojok,lalu memesan minum.
"Kau bolos an?"tebak biru, bagaimana bisa Andi yg memakai pakaian khusus untuk kampus, dengan tas berwarna hitam di punggung nya.
"Ya kau benar,aku bolos.menikah muda tidak lah menyenang-kan biru,dan aku tau langkah yg ku ambil selama ini salah"Andi menghela nafas,mengalih kan pandangan nya ke arah jendela, keputusan nya untuk bertanggung jawab pada Mia sangat salah.
Tanpa di sadari oleh Andi, keputusan nya juga lah yg membawa pengaruh besar untuk hidup biru, membuat wanita cantik berambut hitam lebat itu salah mengambil langkah,langkah yg di ambil nya salah karena terpengaruh dengan rasa sakit hati nya.
"Jadi kau ingin mencerai kan Mia an? bagaimana dengan arabella?"biru mengeryit penuh kekhawatiran,bagi nya arabella sama seperti nya,biru sudah menebak nya,pasti arabella kelak akan kekurangan kasih sayang.
"Aku tidak perduli,selama ini aku sudah menjadi ayah yg baik,toh dia bukan anak kandung ku"biru menggeleng, ternyata sahabat sekaligus cinta nya itu belum bisa berfikir dewasa,Andi masa sama seperti dulu, menganggap semua masalah sangat sepele.
"Boleh kah aku main ke rumah mu?aku akan mengajak arabella nanti?"biru mendongak,lalu menggeleng,dia menaj keinginan Andi,yg ingin berkunjung ke rumah nya.
"Mungkin lain kali saja an, kami baru pindah,rumah ku masih sangat berantak kan"biru memberi kan alasan yg logis,jika dia menolak bisa-bisa Andi sakit hati,biru tak ingin kehilangan nya, kehilangan laki-laki yg sangat di cintai oleh nya itu.
"Baik lah"Andi pasrah,ingin memaksa pun dia tidak bisa.
"Kau semakin cantik,atau mungkin karena kau sudah memiliki dua anak, sehingga aura yg di pancar kan biru ku ini jadi sangat terlihat"pipi biru bersemu merah, mendengar Andi memuji kecantikan nya.
Selama bersahabat, baru kali ini Andi memuji nya, sungguh laki-laki ini pantas di jauhi,dia membawa aura yg benar-benar kuat,aura yg bisa membuat banyak wanita terpesona,dan hanyut dalam ketampanan yg di miliki oleh Nya.
"Ayo,ikut aku menjemput arabella,lalu aku akan mengantar mu pulang"biru mengangguk,sebelum pulang,Andi menyempat kan untuk beli beberapa kue.
Tak lama mobil yg di Kendarai oleh Andi berhenti tepat di depan sebuah rumah berpagar hitam,Andi langsung turun ketika melihat arabella keluar,merentang kan tangan,bersiap memeluk tubuh Andi.
"Ayah,Ara merindu kan ayah"Andi langsung memeluk tubuh arabella,putri kesayangan nya itu.
"Ayo pulang,tapi sebelum itu ayah ingin mengajak ara ke suatu tempat"Andi menggendong arabella,lalu menduduk kan sang putri di kursi belakang mobil, melihat kehadiran wanita seusia ibu nya, sontak arabella langsung heboh sendiri.
"Apa dia akan menjadi ibu baru Ara, mengganti kan ibu Mia?"arabella turun dari kursi tempat duduk nya,lalu mendekat dan menempel di belakang kursi biru, mengamati wajah cantik wanita yg baru dia temui itu.
"Bukan cantik,Tante hanya sahabat ayah mu"biru menyanggah dengan lembut, mendengar suara lembut dari biru,tanpa sungkan arabella, langsung duduk di pangkuan nya, tersenyum hangat ke arah biru.
"Benar kah?"arabella memicing,dia tidak percaya.
Biru hanya tertawa mendengar nya,selama perjalanan selalu di isi dengan canda dan tawa, serta banyak pertanyaan yg di lontar kan arabella kepada biru,hingga tidak terasa mereka telah sampai di kediaman baru biru.
"Ayo!"Andi mengajak arabella turun,lalu di susul dengan biru.
Di teras,terlihat Rosse yg sedang sibuk dengan boneka Barbie pemberian Rahardian, sementara Rossi seperti biasa nya,dia selalu saja sibuk dengan buku gambar,pewarna dan pensil nya.
Karena terlalu fokus dengan aktivitas mereka masing-masing, sehingga tidak sadar sebuah mobil berhenti di halaman rumah mereka yg sempit.
"Rosse!"Rosse yg sibuk bermain Barbie menoleh,lalu berlari dengan kaki-kaki mungil nya ke arah arabella,sang sahabat baik.
"Allabella!"Rosse langsung memeluk tubuh arabella dengan sangat erat.
"Allabella! allabella bimana bisha di shini? allabella Shama temen na mommyhh yah?, allabella mahu main ballbie Puna lousse Ndak?ayo Ndak Pellu malu-malu"Rosse menarik tangan arabella,bahkan sebelum arabella menerima ajakan nya bermain bersama.
"Dia gadis yg lucu"di belakang,Andi tergelak pelan, terutama mendengar perkataan Rosse yg tanpa jeda,gadis mungil itu bahkan melebihi Wartawan.
"Ayo!maaf rumah ku jelek"biru mengajak Andi masuk ke dalam rumah baru nya, begitu sampai di teras,biru langsung mengelus kepala Rossi penuh sayang.
"Aku sudah dewasa"biru tergelak pelan.rossi memang tidak suka jika di perlakukan seperti anak kecil,terutama di hadapan,orang lain.
"Hallo Rossi,kau sedang menggambar apa?"arabella mendekat ke arah Rossi,bukan nya mendapat sambutan hangat,tapi dia di jauhi oleh anak es itu.
"Allabella Ndak Pellu dekat-dekat loussi,dia itu peyit...lousse Ndak suka!loussi sibuk tellus Shama gamballan na!"gerutu Rosse,Rossi yg mendengar hanya diam tak ingin menanggapi,bagi nya itu adalah sesuatu yang tidak penting,untuk di tanggapi.
"Rosse!"biru langsung memperingati sang anak,untuk tidak macam-macam,Rossi sangat lah sensitif.
RESTAURAN.
Rahardian baru masuk setelah kondisi nya lumayan pulih, laki-laki tampan itu langsung pergi ke dapur, hendak mencari keberadaan wanita yg sangat di cintai oleh nya,siapa lagi jika bukan,biru.
"Di mana biru?"Rahardian langsung menanya kan keberadaan biru,dia terus menoleh ke sana-kemari, mencari-cari keberadaan biru,walau pun tidak melihat, Rahardian tetap berusaha berfikir positif.
"Maaf pak,surat pengunduran diri biru sudah ada di meja kerja Anda"kepala dapur langsung mendekat, memberi tahu keberadaan wanita yg di cari oleh bos mereka.
"Apa!biru mengundur kan diri!"Rahardian berteriak sangat lantang karena terkejut,suara nya menggema di seluruh penjuru dapur.
"Iya pak, biru telah mengundur kan diri kemarin"kepala dapur kembali memberi kan penjelasan,tubuh Rahardian terhuyung,mata nya berulang kali mengerjap tidak percaya.
Semua orang sontak panik, mereka langsung mendekat ke arah Rahardian, ada yg membawa kan segelas air, Rahardian menegak nya hingga tandas,menormal kan detak jantung nya.
"Biru benar-benar mengundur kan diri? bagaimana bisa!apa alasan nya"Rahardian menarik rambut nya frustasi,semua orang di dapur diam, mereka tentu tau, Rahardian sangat mencintai biru.
"Biru mengata kan dia ingin memaju kan bisnis nya, berfokus pada usaha kue nya dan juga anak-anak nya, karena itu biru memutus kan untuk resign"kepala dapur kembali menjelas kan,sembari mengeluar kan sebuah kertas dari saku seragam koki nya.
"Ini surat dari biru,dia meminta untuk di beri kan kepada bapak,jika nanti anda sudah kembali berkerja"kepala dapur menyerah kan sebuah surat kepada Rahardian.
Dengan tangan bergetar, Rahardian menerima nya,apa kah ini akhir dari segala perjuangan nya untuk biru.
Rahardian sudah berada di ruangan nya,tangan nya perlahan mulai membuka lipatan kertas, surat dari biru.dari depan nya saja, Rahardian tau betul bahwa itu adalah tulisan tangan dari biru, langsung.
perasaan Rahardian mulai tidak enak,entah kenapa dia merasa ada pertanda buruk yg akan datang dalam surat ini.
untuk pertama kali nya,biru memberi kan nya sebuah surat, wanita yg sangat di cintai nya itu memberi nya sebuah surat yg Rahardian tahu pasti ini bukan surat cinta atau semacam nya,melain kan surat perpisahan untuk nya.
Rahardian berulang kali menghela nafas, berusaha memikir kan hal-hal positif,mengusir segala pikiran negatif yg hinggap di dalam hati nya, perasaan nya semakin tidak menentu ketika membuka surat dari biru itu.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh
Author balik lagi yah guys
Like like like like like like like like like like like like like like like like likelike like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like like komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen komen and vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote,vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote vote VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE VOTE vote vote vote vote.