
FOLLOW IG AUTHOR: NIS 3263.
HAPPY READING.
Setelah Rossi geser, Rosse langsung mengajak sahabat baru nya, arabella untuk duduk, seperti anak-anak biasa nya mereka mulai berceloteh lucu.
"Allabella ke shini Shama siyapa?"Rosse langsung membuka percakapan tanpa canggung, anak-anak cerewet seusia nya memang tidak pernah merasa canggung sedikit pun.
"Aku ke sini sama ayah,tapi aku di suruh di belakang saja,soal nya ayah sama ibu ada yg perlu di bicara kan"arabella menjelas kan alasan nya ada di sini.
"Oh ya?kallau lousse Shama loussi,itut mommyhh keulljah, mommyhh na lousse keulljah di cini,ayah lahalldian na lousse Juda keulljah di cini,thapi Deddyhh na lousse Ndak ada,Ndak tahu di mana"Rosse kembali murung ketika mengingat bahwa dia tidak memiliki seorang Daddy.
"Kau beruntung memiliki ibu yg baik pada mu"arabella kini menangis terisak,mengingat ibu nya sana sekali tidak memperduli kan kehadiran nya.
"Eh keunapa allabella Nanis?Ndak boyeh Nanis,kata na mommyhh,anak pellempuan ithu hallus settllong"Rossi menyemangati arabella, Bagaimana pun hati kecil nya tergerak,dia benar-benar bisa merasa kan bagaimana kesedihan arabella.
"Tapi,ibu ku sama sekali tidak pernah memperduli kan ku,hanya ayah yg selama ini selalu bersama ku,ibu ku hanya selalu sibuk dengan dunia nya sendiri"arabella masih tertunduk sedih, Rossi yg memang tidak perduli,hanya melirik dengan sangat datar.
"Loussi bimana ini?"Rosse menoleh ke arah Rossi yg tampak acuh, berusaha meminta bantuan walau pun percuma, karena Rossi masih saja tetap acuh.
"Ndak boyeh Nanis,lousse Shama loussi, Ndak peullnah nanis,pada hall lousse Shama loussi Ndak puna daddyh sepellti allabella"arabella mengangguk,tak lama seorang laki-laki muda,dengan rambut tertata rapi datang.
"Ayah"arabella berlari cepat ke arah laki-laki jangkung itu, menghambur memeluk kaki jenjang, laki-laki yg di panggil nya ayah.
"Hay princess,kau memiliki teman baru?"ayah arabella menyapa Rosse dan Rossi, sahabat baru sang putri.
"Hayo paman,aku lousse Shama loussi,kami kemball"Rosse maju memperkenal kan diri kepada ayah sang sahabat,membungkuk hormat,penuh keanggunan.
"Wah dia sangat cantik"ayah arabella langsung takjub melihat wajah milik Rosse,mirip bule, dengan kulit putih,rambut keemasan dan juga mata biru.
"Beunall kah? Wah tellima kasih,lousse memang paling cuantik"Rosse mengibas kan rambut lurus keemasan nya penuh kesombongan,senyum puas terukir, ketika melihat Rossi mengawasi nya.
Untuk pertama kali nya ada yg memuji nya lebih dahulu,biasa nya orang akan memuji Rossi sang adik kembaran, karena semua kecerdasan Rossi.
Kini dia lah yg pertama kali di puji,tentu saja dia tersenyum puas,sangat puas,ternyata ada guna nya juga wajah cantik dan imut ini.
"Rossi paman"Rossi berdiri, ketika Rosse menarik paksa tangan nya, memaksa nya untuk segera perkenalan,dengan takzim Rossi menyalami tangan ayah dari arabella.
"Kalian sangat mirip,oh ya,apa kalian sendirian di sini?"ayah arabella mencari-cari keberadaan ayah ke dua bocah imut ini.
"Mereka sama mommy nya ayah,mommy nya berkerja di Restauran ini"arabella mengambil alih pertanyaan yg di lontar kan untuk Rosse dan juga Rossi.
"Oh benar kah,senang bertemu dengan kalian,paman dan arabella harus pamit,kalian tetap di sini sampai mommy kalian datang,jangan kemana-mana,dan jangan ikut orang asing"sebelum berpamitan ayah arabella memberi kan beberapa nasehat,tentu saja mereka mengangguk paham.
"Duduk kah Rosse!"pinta Rossi kesal,kefokusan nya dalam menggambar harus terganggu karena Rosse terus saja berjalan kesana-kemari,membuat kepala nya pusing.
"Ndak mahu! loussi bimana talau kita calli Daddyhh, mungkin Daddyhh bisa kita calli di mall"Rosse mendadak bersemangat,ketika ide aneh keluar begitu saja dari bibir nya.
Mall?Daddy?Rossi hanya bisa menggeleng kan kepala nya bingung,untuk apa ke mall,Daddy bukan boneka yg di jual di sembarang tempat, menjadi pajangan di etalase toko-toko.
"Lousse ayo kita beli Daddyhh"Rosse manrik tangan Rossi,hendak mengajak kembaran nya ini untuk membeli Daddy.
Rossi menggeleng,Rossi fikir dari mana kah asal kembaran nya ini,mungkin kah dari planet mars.
Alien dari planet mars,yg tiba-tiba bergabung di rahim ibu nya bersama dengan nya,makhluk planet yg lahir lebih dulu dari pada diri nya.
Alien yg entah datang nya dari mana,menjelma menjadi seorang kembaran nya,semua pemikiran yg berada di dalam otak kecil rosse seperti pemikiran alien,tidak bisa di tebak,dan benar-benar membingung kan.
"Loussi!"Rossi tersadar ketika Rosse berteriak di dekat telinga nya,mengusap telinga nya,Rossi berdiri,mulai memasuk kan alat-alat menggambar nya ke dalam tas,senyum manis terukir di wajah Rosse,dia beruntung memiliki kembaran seperti Rossi yg tidak pernah sekali pun tidak menuruti nya.
"Aku ingin pergi"Rosse terperangah,ternyata Rossi tidak ingin ikut dengan nya,melain kan pergi.
"Loussi!"Rosse menghentak kan kaki nya kesal,tapi tak urung dia ikut mengejar langkah Rossi.
Mereka berdua masuk kembali ke restauran,duduk di karpet berbulu, Rosse mulai membaring kan kepala kecil nya yg terasa lelah di paha Rossi yg tengah melurus kan kaki nya.
"Loussi, lousse mau puk-puk"Rossi memasang wajah sebal, mendengar permintaan Rosse.
Tapi tak urung dia menepuk ****** Rosse perlahan-lahan,lalu mengelus kepala sang kembaran yg tengah berbaring di paha nya.
Rossi sangat mandiri,jika sang mommy belum pulang,semua urusan Rosse di ambil alih oleh nya,mulai membuat susu sebelum tidur,membaca kan dongeng,mengingat hanya diri nya lah yg pandai membaca.
Memberi kan tepukan ketika Rosse hendak tidur, memasang kelambu lipat, Rosse hanya terima beres, jika Rosse tiba-tiba terbangun,ingin ke kamar mandi,namun biru belum pulang,Rossi lah yg menemani nya.
Sebagai saudara kembar, Rossi sangat lah baik,pria kecil itu sering menyuapi Rosse tanpa Protes,jika Rosse tidur,maka Rossi akan menjaga sang kembaran,merela kan tubuh nya yg lelah untuk tidak beristirahat.
Rossi membuka buku dongeng yg selalu dia bawa,lalu mulai membaca nya perlahan,agar tak menggangu aktifitas di dapur.
Semua orang yg melihat tentu terenyuh, keperdulian yg di miliki oleh Rossi kepada Rosse sangat lah besar.
Biru beruntung, begitu lah pemikiran banyak orang, melihat anak-anak nya mandiri.
Waktu sudah menunjuk kan pukul,17:00 WIB, biru izin pamit dulu, karena harus mengantar kan Rosse dan Rossi pulang,di perjalanan Rosse terus bergelayut manja di lengan Rossi,sang kembaran.
Setelah sampai di kos-kosan,biru memandi kan Rosse baru setelah itu Rossi,menyiap kan makanan,dan juga beberapa cemilan.
"Makan yg banyak sayang"biru menyaji kan sepiring berisi nasi dan juga lauk,biru mulai menyuapi Rosse secara perlahan.
"Mommyhh"
"Makan tidak boleh sambil berbicara"belum juga Rosse melanjut kan perkataan nya,biru sudah meminta nya untuk diam.
Tidak butuh waktu lama, makanan di piring sudah tandas,biru mencuci piring,sembari mendengar kan cerita Rosse tentang teman baru nya.
"Mommyhh, lousse puna temen ballu,nama na allabella,lambut na hitam badus deh,lousse shuka,tapi allabella na suka lambut lousse,kata na lambut na lousse bagus,millip pllincess"Rosse mulai berceloteh, kesibuk kan biru membuat nya kurang waktu untuk bersama dengan anak-anak nya.
"Benar kah,wah arabella pasti sangat cantik kan?, Rosse benar rambut hitam memang bagus,tapi apapun warna rambut nya,kita harus bersyukur"biru selalu mengajar kan anak-anak nya untuk bersyukur, terutama dengan nikmat Tuhan, sebagai seorang hamba, manusia di wajib kan untuk bersyukur.
"Taupi mommyhh, allabella kacian,ibu na allabella jahat mommyhh, allabella Nanis tadhi,lousse kacian"biru tertegun mendengar perkataan Rosse, sebagai seorang ibu tentu dia iba,dan tidak percaya.
Tidak ada satu pun ibu di dunia yg tidak mencintai anak-anak nya,cara nya mungkin berbeda,tapi cinta yg di miliki seorang ibu sangat besar,cinta yg benar-benar suci,seluas samudera.
Ibu, satu kata berjuta makna dan pengorbanan,biru sudah merasa kan nya, perjuangan nya melahir kan, bahkan mencari nafkah, benar-benar menyulit kan,bukan satu,melain kan biru harus menafkahi dua anak sekaligus.
"Benar kah? mungkin arabella salah sayang"biru meraih tubuh mungil sang putri, menggendong nya masuk ke dalam kamar kos kecil tempat nya bernaung selama ini.
"No mommyhh, allabella seundili yg bilang bukan lousse, lousse kan baik,Ndak peullnah bohong"Rosse memasang wajah serius, berharap mommy nya percaya.
"Semua ibu menyayangi anak-anak nya Rosse,jadi jangan pernah berfikiran seperti itu,sayang,dengar kan mommy,semua ibu mencintai anak nya, mereka tahu apa yg terbaik"biru mencoba menyalur kan energi positif, berusaha menghapus semua fikiran yg negatif dari pemikiran Rosse.
Biru melirik ke arah jam,sudah waktu nya untuk shalat Maghrib, setelah berwudhu,biru membentang kan sajadah nya,di ikuti oleh Rosse dan Rossi.
Mereka menjalan kan kewajiban sebagai umat muslim dengan hikmat.
"Sayang, mommy harus berangkat,jaga diri,Rosse jangan nakal yah, Rossi jangan menunggu mommy pulang,jika kau lelah segera lah tidur, mommy menyayangi kalian"biru mencium kening Rosse dan Rossi penuh sayang,lalu melangkah keluar.
"Ibu, biru merindukan mu Bu"biru berjalan pelan menuju ke restauran,air mata nya tumpah begitu saja ketika mengingat,dia telah di usir oleh ibu nya,sempat membuat nya menjadi gelandangan.
Biru lemah,ya wanita itu lemah,dia hanya berpura-pura kuat di hadapan anak-anak nya, agar Rosse dan Rossi tidak khawatir,senyum palsu terus bertengger di bibir nya,sebtym yg sengaja dia beri kan agar anak-anak nya tahu nya dia baik-baik saja.
Sebagai seorang putri yg di besar kan oleh ibu tunggal, membuat ibu satu-satunya tempat untuk biru bercerita,berkeluh kesah, menangis,tapi lihat lah sekarang ibu Nya malah membuang nya.
Apa kabar ibu nya sekarang?
Apa kah ibu nya masih sehat?
Berbagai pertanyaan penuh kekhawatiran silih berganti datang di fikiran biru,dia benar-benar khawatir dengan kondisi ibu nya,besok,biru bertekad untuk menemui ibu nya.
Terserah, dia bisa bertemu atau tidak dengan ibu nya,itu tidak penting, bagi nya cukup satu, melihat ibu nya baik-baik saja tidak terluka sedikitpun.
"Huh, semangat biru"biru kembali menyemangati diri nya sendiri.
Kembali ke rutinitas awal,biru mulai mengerjakan pekerjaan nya, memberes kan alat-alat kotor di dapur,mengelap meja,dan juga menata piring-piring.
Tak ada kata lelah di kamus nya,semua nya di jalani dengan baik,demi kedua buah hati nya, biru terus menyemangati diri nya sendiri.
"Biru tolong cuci ini"biru menerima nya dengan cepat,lalu mulai mencuci nya,penuh semangat dan berdedikasi tinggi itu lah sosok biru di mata banyak orang.
Ibu tunggal dengan segala semangat nya,biru benar-benar menjadi sosok teladan di sini, memotivasi banyak orang.
Demi Rosse dan juga Rossi,biru kembali menyemangati diri nya sendiri,mengingat wajah menggemas kan kedua anak-anak nya,hati biru kembali menghangat.
Benar kata orang, menjadi seorang ibu,adalah hal paling menyenangkan,impian semua orang,dan sekarang biru telah menjadi cita-cita semua wanita.
Walau pun dia harus mengorban kan banyak hal, cita-cita,masa muda, keluarga,cinta nya pada sosok Andi, ada sedikit rasa sesal di hati biru,namun terburu-buru dia menepis nya.
Dia bahagia sekarang, biru berkali-kali menanam kan kata bahagia,walau pun cita-cita nya untuk menjadi seorang dokter harus terhenti, beasiswa yg di perjuang kan nya selama in berhenti begitu saja, karena satu kesalahan.
Satu kesalahan yg membuat nya mengandung benih dari laki-laki asing,biru benci situasi ini,dia terlihat sangat lemah
di hadapan banyak orang,bahkan di depan anak-anak nya.
# Assalamualaikum warahmatullahi wa barakatuh.
vote vote.